
Setelah makan papa dan mama masuk ke kamar untuk beristirahat, sedangkan ersya yang masih sibuk menidurkan Gibran yang kini masih merenggek yang katanya badannya sakit semua.
Tapi setelah punggungnya diusap usap oleh bunanya tidak lama anak itupun tidur.
Pagi hari setelah Ersya melaksanakan sholat subuh, langsung memasak dan menyiapkan bekal. Tidak tau kenapa setelah papa keluar dari rumah sakit sikap manja yang ada menghilang dan sekarang lebih bertangung jawab.
Setelah selesai semua dia mandi lalu membagunkan Gibran. Tak berapa lama semua sudah selesai. Keluarga pak Hendra sudah berkumpul di ruang makan.
“Waduh masakannya sehat semua, mama kenapa tidak masak telur dadar?.” Pendapat papa yang melihat masakan dimeja hanya rebus dan bakar.
“Maaf ya pa ini tadi yang masak ersya, kita harus tetep sehat jadi kita makan makanan sehat” jawabku dengan selalu pede.
“Udah pa makan aja, orang juga enak. Tadi malah sebelum mama bawa kesini mama icip icip dan semua enak sekali.”
“Iblan cuka pa, enak.” anak kecil ini memanga sangat menyukai masakan bakar
“Udah ayo makan nanti telat.” Sanggahku
“Siyap buna, boyeh ib minta suap?”
“Boleh sini sayang.” Ersya suapi sampai habis.
Setelah selesai sarapan Ersya berangkat dan menghantarkan anaknya kesekolah.
“Mama papa kita berangkat dulu ya, Aku bawa mobil sendiri.”
“Mama papa Ib berangkat dulu ya.”
“Assalamualaikum daaa” ucap mereka berdua
“Iya nak hati hati, waalaikumsalam.” Jawab mama papa bergantian.
- - - - - - - - - - -
Hari ini hasil test DNA akan keluar hati Darma semakin bergerumuh memikirkan apa yang harus dikatakan nanti jika benar memang pak Bagus adalah ayahnya.
Sekarang Darma dan keluarga pak Bagus sedah berkumpul di rs untuk melihat hasil yang ada, karena tadi pihak rumah sakit sudah memberi tau terlebih dulu.
__ADS_1
Darma, pak Bagus, dan istinya masuk keruangan dokter untuk mendengarkan penjelasan hasil dari test DNA.
“Selamat pagi pak, langsung saja hasil dari test kemarin sudah keluar dan ini hasilnya positif bahwa, kalian memiliki satu ikatan jadi benar Darma adalah anak pak Bagus.” Jelas dokter dan seketika rasanya aku ingin melayang entah kemapa senang dan sedih yang ada dihati hanya itu.
“Terimakasih dok atas pembertahuan dan waktunya, kami permisi.” Pak Bagus menyikapi dengan santai.
“Baik sama sama, silahkan.”
Keluar ruangan dan menutup pintu, “maafkan mama nak baru sekarang mama menumukanmu, mama salah karena mama hanya bisa diam dan tidak tahu apa apa. Sekarang mama janji kita akan hidup bersama dan apa yang kamu lakukan silahkan dilanjutkan mama akan mendulungmu.” Dengan air mata yang terus menetes juga sambil memeluk dan mengusap bahu Darma karena ibunya kini sangat senang.
“Darma ayah benar benar minta maaf sama kamu, saya minta tolong jangan kamu membenci kami. Kami sudah berusaha mencarimu sampai ibumu seperi ini nak.” Pak Bagas langsung memeluak dan tak tertinggalkan tetesana air mata yang tidak bisa dibendung lagi.
“Iya ayah ibu, Darma sudah kalian tidak salah tapi apa aku pangas menjadi anak kalian. Aku merasa asing dan tidak tau harus bagaimana.”
“Nak bagi kami kamu itu sudah terbaik. Terimakasih kamu sudah mau menerima kami terimakasih.”
“Ibu sudah, Darma yang harusnya terimakasih karena ibu selalu menanti Darma. Darma sayang sama ibu.” Darma yang mengusap bahu ibunya dan masih menitihkan air mata.
“Darma ayah harap kamu mau pulang kerumah ayah, karena ada adik kamu yang sudah menunggu. Ayah sangat berterimakasih karena kamu sudah mau menerima kami.”
“Siapa mereka, kalian juga bisa ketemu dimana?”
“Pak Hendra pemilih Pradikta.Groub”
“Begini saja hari ini kita akan bertemu beliau, tolong kamu hubungi beliau agar kami bisa bertemu.
“Baik yah” membuka hp dan langsung memberikan kabar kapan dia bisa bertemu .
—————————-
Hari ini bapa sedang di rumah saja, mereka lanhsung bergegas meluncur ke rumah pak Hendra, ibunya yang tidak mau lepas dari Darma ikut di mobil darma dan membiarkana suaminya dimobil sendiri.
Sampainya dirumah pak Henda mereka semua keluar dan dari mobil dan mengikuti arah Darma menuju pintu.
“Assalamualaikum bi,”
“Waalaikumsalam aden, tuan dan nyonya ada di ruang tengah.”
__ADS_1
“Maaf tolong dipanggilin bi, bilangin kalau ada tamu ya, jangan ngomong saya oke.” Sambil membelirikan simbol 👌 karena Darma sudah terbiasa bercanda dengan bibi .
“Siyap aden tunggu sebentar silahkan masuk.”
Batin ibu yanh sangat sakit melihat kedekatan darma dengan orang rumah ini membuatnya ingin menangis, rasanya campur aduk dibuatnya.
Tak lama setelah mereka duduk di ruang tamu, pak Hendra dan Isri datang untuk melihat. Terkejut karena melihat pak Bagus yang nota bene orang huh sadis bisa datang kerumahnya.
“Loh Darma kenapa ada pak Bagus juga.” Kaget dong papa karena tak mengeri apa apa.
“Nak ada apa ini?” Mama yang selalu menenangkan suasana
“Bapa mama ini Darma kesini bersama orang tua Darma.”
“Maksud kamu apa nak?” Papa masih kelihatan tidak percaya.
“Begini sebelumnya saya sangat ngucapkan banyak banyak terimakasih karena sudah merawat anak saya. Hari ini kamu menerima hasit test DNA bahwa gen kami cocok dan darma benar anak saya. Dan sebagai mana orang tua saya mengucapka banyak terimakasih kepada anda sudah merawat dan menjadikan anak saya orang seperti ini.” Ucap pak bagus dengan kebijak sanaannya.
“Maaf pak bu kalau boleh biarkan Darma tinggal bersama kami, saya ingin melihatnya setiap hari.” Ucap ibu denga rasa ingin sekali menagis.
“Bagaimana ceritanya sampai kalian bisa bertemu dan saya kira semua ada ditangan Darma, saya akan menyetujui apa yang akan dilakukan darma.” Bapa Hendra yang tidak kalah bijak.
“Saya ceritakan saja. Sebenarnya saya dan istri dulu tinggal diAmerika dan kami mempunyai musuh yaitu keponakan kami sendiri, setelah Darma ini umur 1 bulan dia menculiknya dan dibawa ke jawa. Kami sudah mencari kemana pun dan tidak menemukanya, sampai akhirnya kemarin bertemu karena ada meeting bersama.”
“Dan tidak tahu kenapa ikatan batin saya dan ayahnya kuat sekali dengan Darma jadi kami melakukan test DNA ini, dan alhamdulillah terbukti kami adalah keluarga seutuhnya.” Sahut ibu dengan penug semangat.
“Jadi seperti itu kejadiannya, semoga sekarang dan selamanya kalian bisa bersama lagi.” Kata pak Hendra
“Bagaimana nak apa kamu kamu akan tinggal bersama orang tua kamu?” Tanya mama pada Darma dengan nada lembut
“Ma, mama sama bapa itu juga orang tua Darma. Keputusan saya akan tinggal dirumah Darma sendiri yang baru saja saya beli.” Jawabnya dengan sumringah.
- - - - - - -
Ikutin terus ceritanya
Selamat membaca
__ADS_1