
"mana pesananku!" seru richardo
"sebentar, Tuan muda. Saya akan membuatkannya"ucap bruno
"Good, awas saja kalau buatanmu tak enak" ucap Richardo
"tenang saja, Tuan muda ini kan hanya inatant pasti gurih dan enak"ucap bruno
"baiklah, cepat sajikan saya sudah sangat lapar"ucap richado
Flashback on
"kalian sudah siap kan?" ucap Johan
"siap," serentak Johan dan maya berbicara itu
"bagaimana penampilan gw?"tanya maya
"sudah oke, tidak akan ada yang mengenalmu, jika sekarang kamu memakai kaca mata dan olesan tompel itu" ucap reno
"untung saja aku membawa alat make up dan kaca mata ini" ucap maya
Tak lama, ada seorang cangcimen datang menghampiri mereka
(hanya ilustrasi)
"neng, mau beli apa?" tanya ujang
"kalau ramen cuankie ada nggak?" tanya maya
"ada neng,mau rasa apa?" tanya ujang
__ADS_1
(hanya ilustrasi)
"hmmm, bagaimana kalau aku borong semua barang dagangannya" ucap maya
"wah, beneran neng?" tanya ujang
"ya, masa saya bohong" ucap maya
"makasih neng" ucap ujang
"heh, maya ingat misi kita, kok malah lo yang makan tu ramen cuankienya"ucap reno
"gw jug lapar kali" ucap maya
"gimana kalau kita kasih obat tidur saja biar para penjaga bisa tidur, kebetulan gw bawa kemana-mana nih obat karena gw sulit tidur?" tanya maya
"wah, ide bagus. Sekarang lu racik dan masukin ke cuankie atau minuman ini" ucap reno
"Siap, asal jangan lupakan janji imbalan yang kamu bicarakan kemarin"ucap maya
"hayu kita bertindak!" ucap johan
sesampainya di markas penculik, Johan pun bergegas meningglkan kedua rekannya, dia sudah bersiap memakai masker serta topinya untuk menyamar sebagai penculiknya.
"sebelum kita ke markas penculik itu, mari kita ucapakan doa terlebih dahulu"ucap Johan
"yaelah, pakai acara doa segala nanti kelamaan"ucap reno
"gw sentil lo ya"ucap maya yang menyentil reno
".akh, ngapain lo sentil gw segala sih,"ucap reno yang memegang jidatnya
"biar lo sadar kalau doa itu wajib" ucap maya
"drama lo" ucap reno
__ADS_1
"ngadi-ngadi kalau bicara, sudah jelas kalau kita berdoa bakal di lindungi sama sang pencipta,"ucap maya
"cukup!"pinta Johan
"dia duluan yang nyebelin" ucap reno
"kalian di saat gini masih saja ribut, sudah deh biar cepet kita berdoa masing-masing" ucap Johan
"mending lo yang pimpin"ucap reno
"Iah, mending Johan saja yang pimpin karena kalau lo yang pimpin nggak akan di denger sama sang pencipta" ucap Maya
"sialan lo!"umpat reno
"mari kita berdoa, Bapa kami yang baik tolong bantu kami menyelamatkan sherly dan yasmine dari para penculik amin"ucap Johan
"amin," serentak Reno dan maya berkata bersamaan
Johan menarik nafas dengan dalam, dia menelan ludahnya untuk menenangkan perasaan hatinya
"aku harus bisa menyelamatkan sherly karena aku masih belum bisa melupakannnya"gumam Johan
"woi, ngapain si bengong gitu pasti lagi mikirin dedemit" ucap lantur reno
"ngelantur lu, sekarang ayo kita serang markasnya" ucap Johan
"oke, sekarang kita berpisah di sini. lo ati-ati ya, may" ucap reno
mereka pun berpisah satu sama lain, maya pun memakai riasanya untuk menyamar sebagai tukang cangcimen..
flashback off
bersambung..
...Jangan Lupa untuk memberikan dukungannya berupa Like di setiap episode, vote sebanyak-banyaknyq dan tambahkan juga di rak kalian sebagai Favorite.....
__ADS_1
...Terima kasih banyak telah setia membaca Novel ini, semoga dapat menghibur kalian...