Cinta Johan Yang Tak Di Anggap

Cinta Johan Yang Tak Di Anggap
26. Menyerang markas


__ADS_3

Johan meyelinap masuk melalui jendela pinggir dengan hati yang berbinar, dia yakin akan mampu menyelamatkan sherly dan yasmine


"kamar yang mana sherly dan Yasmine di sekap" gumam Johan dalam hatinya


satu persatu pintu di ruang bawah di buka, namun batang hidung sherly tak juga di temukan


"tidak ada di mana-mana, pasti ada di lantai atas"ucap Johan


sementara Johan ke lantai atas, Richardo mendengar ada suara-suara jejak langkah kaki orang.


"bruno" panggil Richardo


"ada apa, Tuan muda memanggil saya?" tanya bruno menghindangkan cangcimen


"wow, sepertinya ramen cuankie ini begitu menggiurkan" ucap richardo sambil melahap hidangannya


"bagaimana, Tuan muda? apakah makanannya lezat?" tanya bruno yang menelan ludahnya karena tergium aroma ramen


"tentu lezat, lo bisa bikin lagi atau mau mencicipi hasil hidanganmu?" tanya richardo


"boleh aku coba mencicipinya" pinta bruno


"baiklah, ini cicipilah," ucap richardo yang memberikan mangkoknya


"wah, benar ini sangat lezat. saya akan membuat sendiri" ucap bruno


"buatkan lagi juga untuk gw, gw mau nambah"ucap richardo


"siap, Tuan muda"ucap bruno

__ADS_1


sementara bruno sedang sibuk memasukan bumbu-bumbu ramen cunakie ke dalam mangkok, Richardo lupa akan mengatakan bahwa dia mendengar langkah kaki seseorang.


"huh! gw lupa mengatakan kepada bruno kalau ada penyusup" ucap richardo yang tiba- tiba sangat mengantuk dan tertidur di ruang makan


"Tuan muda, ini hidangannya" ucap bruno sambil membawakan ramen cuakie untuk kedua kalinya


"waduh!" kaget bruno yang melihat Tuan muda malah bobo cantik di ruang makan


"Tuan muda, ayo bangun kenapa tidur di sini?" tanya bruno


sementara Bruno membangunkan Tuan muda Richardo, Johan mulai menaiki anak tangga untuk mencari keberadaan Sherly dan Yasmine


"hanya tinggal pintu ini yang tersisa, pasti sherly ada di sini" ucap Johan.


begitu terbuka ternyata sherly dan Yasmime tidak di temukan di ruang terkahir kamar atas tersebut


di sebuah ruangan gelap


"sherly, kamu denger suara orang memanggil namamu?" tanya yasmine


"paling si tukang culik itu" ucap sherly


"itu seperti suara Johan" ucap yasmine


"mana mungkin si buluk itu mau menolong kita," ucap sherly


"nggak usah kepedean jadi orang, dia itu hanya akan menolong diriku bukan lo" ucap yasmine


"masih saja di situasi ini lo mau berdebat denganku" ucap sherly

__ADS_1


"lo yang selalu mancing kerusuhan" ucap yasmine


"ikan kali di pancing bukannya lo duluan yang tadi membicarakna Johan" ucap sherly


"seriusan, gw denger suara Johan" ucap Yasmine


"kalau itu memang suara Johan, kenapa lo tidak memanggil balik supaya dia tau keberadaan lo"ucap sherly


"benar juga kata lo, sekarang gw akan coba berteriak"ucap yasmine


"memang gw selalu benar dan lo selalu salah" ucap sherly


"ck! Johan, ini aku yasmine Tolong aku," teriak Yasmine


"yasmine, kamu dimana ? kenapa hanya ada suaramu tapi ragamu tak ada?" tanya Johan


"aku di sini" teriak Yasmine


Johan mencari arah suara Yasmine yang terdapat di sebuah lemari buku



"Jangan-jangan ini adalah sebuah pintu menuju lorong di mana sherly dan yasmine di sekap"ucap Johan yang menabarakan dirinya di rak buku


bersambung...


...Jangan Lupa untuk memberikan dukungan dengan cara Like di setiap episode, vote sebanyak- banyaknya, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...


...Terima kasih banyak telah setia membaca Novel ini...

__ADS_1


__ADS_2