
Johan Pov
Saat aku pertama kali melangkahkan kaki ku menuju tempat tinggalnya untuk membantu dia menata isi ruangan kos nya yang begitu kotor, dia melihatku tanpa senyuman. Di raut wajahnya memancarkan ketidak-sukaanya padaku.
Aku membeli makanan untuk kami makan siang namum dia selalu berjalan di depanku, aku hanya bisa melihatnya dari sisi belakangnya yang tak pernah dia hiraukan aku hanya bisa meratapi punggungnya saja yang bisa ku lihat
aku sesekali datang mengunjungi tempat tinggal barunya untuk membawa buah tangan agar aku bisa sedikit berkesan di hatinya, namun yang aku dapat malah sebaliknya. Dia sama sekali tidak melirikku atau berkesan denganku karena apa pun yang aku berikan padanya tidak akan pernah membuatnya berkesan.
Sesekali aku mencoba meliriknya, namun
dia selalu menatapku dengan tatapan tajam penuh dengan sorotan sangat membenciku, dan yang tak pernah ku duga adalah aku di buatnya sakit hati saat aku mengetahui orang yang sangat aku cintai malah mencintai temanku sendiri yang notabennya adalah penggila wanita cantik.
*****
sherly pov
aku senang Johan membantuku untuk membereskan debu yang berserakan di tempat tingalku yang baru, namun saat dia membeli makanan yang tidak aku sukai membuat aku merasa ilfeel padanya maka dari itu aku mengayunkan langkah kaki ku dengan langkah seribu tanpa aku melirik dia yang berada di belakangku
aku sangat marah padanya karena selalu membuat aku merasakan kekonyolan dengan tingkah laku dia yang sama sekali tidak membuat aku tertawa ria.
********
*
*
*
📱"Jangan bilang seperti itu, Jo! Kakek mau kamu tetap mengadakan resepsi kamu di hotel" ucap Kakek Gilbert
📱"hotelnya saja belum di bangun kek!"ucap Johan
📱"tenang saja, kontraktor kita sudah merobohkan bangunan tua itu dan akan menyulapnya dengan hotel mewah"ucap Kakek Gilbert
📱"terserah, kakek.Aku males berdebat"ucap Johan
__ADS_1
📱Tut
*
*
*
*
"sejujurnya aku merasa bersalah mengenai peristiwa yang aku alami kemarin bersama yasmine"gumam Johan
"Jo, kamu coba cicipi udang asam manis buatan aku ini" seru sherly
(udang saus tiram)
"hmmmm, Baiklah" ucap Johan
"biasa ajah sih" ucap Johan
"bilang biasa ajah, tapi nambah terus" cibir sherly
"hmmm, aku nambah karena aku belum makan" ucap Johan
"ih, kamu mah nggak mau mengakui kalau masakan aku itu enak" gerutu sherly
"Iah deh, masakan kamu memang enak"ucap Johan sambil menggaruk-garuk tangan
serta kakinya.
"kenapa kamu menggaruk-garuk terus tangan serta kakimu?" tanya sherly
"sepertinya alergiku kambuh" ucap Johan
__ADS_1
"alergi apa?"tanya sherly
"sebenarnya aku alergi makanan seafood" ucap Johan
"maaf aku nggak tau kalau kamu punya alergi makanan seafood" ucap sherly
"nggak apa-pa ini akan hilang jika aku meminum obat gatal ini"ucap johan sambil menelan obat gatalnya
"kamu selalu membawa obat gatal itu?" tanya sherly
"iah, kebetulan aku membawanya"ucap Johan
"aku mau tanya hal penting"ucap sherly
"hal penting apa?"tanya Johan
"apa sekarang kamu menyukaiku?"ucap sherly
"entahlah"ucap Johan
"kok bilang entahlah? aku ke sini untuk memperbaiki hubungan kita yang rusak"ucap sherly
"rusak karen ulah kamu sendiri" ucap Johan
"maafin aku, sudah bikin kamu terluka selama ini," ucap sherly yang mulai meneteskan air matanya
"drama banget ih, jangan nangis gitu dong! aku paling nggak bisa lihat wanita menangis" ucap Johan yang menyeka air tetesan air mata sherly
"di maafin dulu baru aku berhenti nangis"rayu sherly
" Iah, aku maafin kamu, tapi kamu mau kan tinggal di mansion baru bersamaku ini perintah dari Kakek Gilbert" ucap Johan
"makasih Jo karena sudah memanfaatkan aku. Aku akan ikut kemana pun kamu mengajakku" ucap sherly memeluk Johan
bersambung......
__ADS_1
...Jangan Lupa untuk memberikan dukungannya berupa Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite....