Cinta Johan Yang Tak Di Anggap

Cinta Johan Yang Tak Di Anggap
98. Pasar Tradisional


__ADS_3

"Bi siti, tolong ke sini sebentar" seru sherly


"Iah, non ada apa?" tanya Bi siti


"kamu beli daging sapi di pasar atau supermarket"ucap sherly


"mau bikin daging apa, non?"tanya bi siti


"mau bikin daging sapi lada hitam untuk suami saya" ucap sherly


"oke, non saya ke pasar dulu. Apa non sherly mau ikut?" tanya bi siti


"boleh juga sih dari pada saya sendirian si mansion ini"ucap sherly


******


Pasar Tradisional



(hanya ilustrasi)


Daging segar serta sayur mayur memenuhi kios pasar tradisional yang ramai pembeli serta desakan antrian ibu-ibu memenuhi pasar tradisional.


*


*


*


para pembeli rela berdesakan hanya untuk membeli sayur mayur dan daging segar yang bisa di bilang lebih murah di bandingkan dengan harga supermarket


"bi, bahan-bahan apa saja untuk membuat sapi lada hitam?" tanya sherly


"sudah bibi catat bahan-bahan dasarnya di buku ini, non"ucap bi siti


"oh, oke kalau gitu tinggal di beli saja. Ini uangnya, bi"ucap sherly menyodorkan dua selembaran uang berwarna merah

__ADS_1


"non, mau kemana?" ucap bi siti


"saya ingin buang hajat dulu" ucap sherly


"idih, si non makan apa sih sampai ingin buang hajat segala di sini" ucap bi siti


"nggak tau nih,bi. saya ke depan dulu mau cari toilet" ucap sherly meninggalkan bi siti


ketika kaki sherly melangkah ke arah gerbang pintu pasar tradisional, sherly melihat segerombolan preman memalak semua pedagang pasar


*********


Sekumpulan preman pasar dengan algojonya yang tinggi dan kekar terhuyung-huyung mendatangi kios pak Rojak terhempas dari meja kayu


Brak!


"akh!" teriak


"mana jatah minggu ini!" seru preman itu


"maaf bang belum ada" ucap Rojak


"beneran nggak ada, pak"ucap Rojak


"kalian ini ngapain sih menindas yang lemah"ucap sherly


"lo jangan ikut campur urusan gw" ucap preman itu


"saya laporin ya kalian memalak para pedagang seperti ini" ucap sherly


"kurang ajar!" geram preman itu menyodorkan pisau belatinya


seorang pemuda dengan khas kacamata tebalnya meringkus


"hei, Jangan berani-berani lu sakiti dia"ucap erlando


"siapa lu, sok pahlawan" ucap preman

__ADS_1


chiat!


bruk!


preman itu terhempas dengan sekali pukulan yang sangat keras dari erlando


"ampun bang!" rintih preman itu lari terbirit-birit


"kamu nggak apa-pa?" tanya Erlan


"makasih kak, udah bantu saya dan pedagang ini"ucap sherly


"kembali kasih cantik, boleh aku berkenalan denganmu nona" ucap Erlan


"boleh"ucap sherly


"nama ku Erlando kalau kamu siapa?" tanya Erlan yang menyodorkan tangan kanan serta senyuman smirk


"namaku sherly"ucap sherly


"wah, nama yang sangat cantik seperti orangnya" goda erlan


"terima kasih"ucap sherly


"boleh saya antar kamu untuk pulang, saya takut nanti preman itu datang kembali biar saya kawal kamu kemana pun"ucap erlan


"tidak perlu, Terima kasih" tolak sherly


"tidak perlu sungkan, biar aku antar"paksa erlan


"baiklah, tapi saya masih menunggu bi siti di sini"ucap sherly


"tak masalah, kita tunggu bersama saja cantik" goda Erlan


*******


bersambung...

__ADS_1


...Jangan Lupa untuk memberikan Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite agar tidak ketinggalan kisahnya...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua ya...


__ADS_2