
Putra dan Fiona akhirnya tiba di rumah sakit, tanpa membuang waktu mereka segera masuk kedalam lift dan menekan tombol 4, dimana kamar Kayra berada . Mereka masuk ke dalam kamar mendapati Dito, Gala, Aisyah dan Bu Dilla ada di kamar perawatan.
"Kayra lo sudah sadar ?! lo gapapa kan? ya ampun kepala lo sampe diperban gitu , pasti sakit ya" Ucap Fiona dengan berapi-api
"Bisa-bisa gue papa karna lo teriak-teriak , gue ink pasien butuh ketenangan" Jawab Kayra bercanda .
"Hehe maaf cintaku, tapi seriusan lo udah enakan kan?"
"Iya udah mendingan kok, cuma agak pusing aja . Ditambah lo teriak-teriak"
"hehe, Kak Aisyah lama gak ketemu . Kakak gimana ada yang luka?"
"Cuma luka memar sebentar lagi juga hilang kok" Jawab Aisyah dengan tersenyum
"Tante Dilla pasti syok banget ya tan" Ucap Fiona sambil memeluk Bu Dilla
"Iya Fio, tante bersyukur sekali Kayra sekarang sudah sadar"
"ngomong-ngomong ruangannya rame ya . Udah kaya mau arisan aja"
"Itu artinya banyak yang pedulo sama lo Kay" Ucap Fiona
"Oh iya, kalo gitu gue anter Ibu pulang dulu ya . Kaisan dari kemarin ibu belum pulang ke rumah . Biar nanti malem gue yang nemenin Kay---"
"ssst gausah Ai , biar gue aja yang nemenin Kayra" Jawab Gala dengan semangat
" itu sih maunya elo kan Gal?" Ucap Aisyah curiga
"Wes kenapa ngeliatin gue kayak gitu?" Jawab Gala
"Sudah-sudah, ibu pulang mau ambil baju ganti dan perlengkapan lain. Nanti kalo ibu sudah enakan ibu kembali ke rumah sakit"
" Rasain lo ga" Ucap Aisyah sambil menjulurkan lidah
" Sial ya lo Ai"
"Oh, jadi lo gamau gue restuin nih?"
Seketika dahi Kayra berkerut, mencerna arti kalimat yang baru saja Aisyah katakan. Karna sampai sekarang Kayra belum tahu kenyataan tentang dirinya dan Aisyah yang ternyata adalah saudara kandung .
__ADS_1
Bu Dilla memberi kode pada Aisyah untuk jangan dulu menceritakan kebenarannya, karna Bu Dilla ingin menyampaikan 4 mata dari hati ke hati bersama anak bungsunya itu.
"Oh jelas harus dapet restu gue , lo kan sahabat gue Gal" Jawab Gala dengan cepat
"Iya terserah lo aja deh yang penting lo seneng Ai" Ucap Gala
" Yasudah gue sama Bu Dilla , pamit duluan ya " Ucap Aisyah berlalu dari dalam ruangan
" Dit, lo ga ikut Aisyah? Tanya Gala pada Dito
" lo ngusir gue ceritanya?" jawab Dito dengan ketus.
" Haha engga, baper banget lo" Ujar Gala.
"gue mau ngasih kabar penting buat Kayra dan buat lo Gal . Gue udah cek cctv di Parkiran basemant Mall . Jadi memang ada orang yang sengaja pengen Kayra dan Aisyah celaka " Ucap Putra membuat semua orang yang ada di ruangan tercengang
"Yups bener banget , dan tebak siapa dalang dibalik kecelakaan lo Kay" Tiba-tiba Fiona ikut bersuara
"Siapa Fi? tanya Kayra penasaran .
"Sofia?!" Ucapan Kayra berhasil membuat semua orang geleng-geleng kepala .
"Berani-berani nya dia mencelakai mu Kay" Ucap Gala geram .
"Dan lo tau Kay? Sofia kerja sama dengan Marco"Ucap Fiona.
" Apa? benar-benar mereka harus di kasih pelajaran" Jawab Kayra dengan emosi
"Lo gimana sih calon tunangan lo bar-bar banget" Ledek Gala pada Dito .
"Apaan sih Gal, gue udah ngebatalin perjodohan Gue" Ucap Dito mantap
"Wah tegas juga lo" Ujar Gala.
" Iya lah siapa yang mau nikah sama wanita sakit kaya dia" Jawab Dito
" Bilang aja karna Aisyah kembali " Ledek Gala lagi .
Dito terdiam sejenak , bertanya pada hatinya . Apakah benar karna Asiyah? atau? ....
__ADS_1
Kayra juga merasa sedikit nyeri di dada ketika mendengar ucapan Gala.
"Kak Dito kok bengong sih" Ucapan Fiona menyadarkan lamunan Dito .
"Yang jelas video cctv ini sebagai barang bukti kuat untuk menghukum pelakunya" Ucap Putra dengan Gagah.
Tidak terasa waktu telah menunjukan pukul 19.00 , Fiona, Putra dan Dito memutuskan untuk pulang. Karna jam jenguk pasien di rumah sakit pun sudah usai .
"Akhirnya mereka semua pulang ya sayang" Ucap Gala dengan senyum yang mengembang.
"Kenapa emang mas, Kok mas kelihatan senang merema pulang?" Tanya Kayra kebingunan
" Iyalah, kita jadi bisa berduaan" Ledek Gala pada Kayra
"Mas inget ya gaboleh macem-macem , aku ini pasien" Ucap Kayra sambil menutup selimut sampai ke lehernya.
"Cium sedikit aja boleh dong" Ucap Gala sambil memohon dengan wajah memelas.
"Engga mas gaboleh titik"
"Huft oke lah aku harus mengalah untuk saat ini, Karna pacarku sedang sakit . Tapi tunggu saja waktunya tiba kamu engga akan aku ampuni Sayang" Ucap Gala menggoda di telinga Kayra membuat ia menggelinjang kegelian.
"Mas apaan sih geli tau " Ucap Kayra sambil mendorong pelan tubuh Gala .
"Mas aku ngantuk mau tidur, mas ga pulang?"
"Iya aku pulang kalo Ibu kamu sudah disini ya, Kamu gausah mikirim soal Sofia dan Marco . Mereka akan mendapat balasan yang setimpal" Ucap Gala sambil mengepalkan tangannya dan tangan satu nya mengelus rambut Kayra.
*******************
Sementara itu Dito termenung didalam mobilnya , ia merasa menjadi salah satu penyebab kecelakaan itu . Andai saja ia tidak bertindak gegabah dengan membatalkan perjodohan itu secara sepihak, mungkin kecelakaan itu tak akan terjadi.
Namun Dito tiba-tiba merasa bahwa alasan nya membatalkan perjodohannya dengan Sofia semata-mata bukan hanya karna sifat Sofia , tapi Karna sosok wanita yang tanpa sengaja masuk kedalam hatinya . Kayra, wanita yang ternyata adalah adik dari masa lalunya justru namanya nya lah yang kini tersemat di hati Dito .
"Apa gue sudah jatuh hati sama Kayra?kenapa setiap gue ngeliat dia sama Gala hati gue sakit . Engga mungkin , dan gaboleh . Gue gaboleh Kaya gini . Ayolah Dito sekarang Kayra udah jadi milik sahabat lo . Dan lo sadarkan wanita yang selama ini lo tunggu sudah kembali " Ucap Dito bermonolog , sambil menepuk-nepuk pipinya supaya sadar akan yang ia pikirkan .
Dito melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia berharap apa yang ia pikirkan hanyalah rasa suka sesaat . Ia tidak mungkin menyakiti sahabat serta wanita yang selama ini ia tunggu kehadiranya hanya karna keegoisan hatinya . Lagi-lagi masalah hati, entah mengapa diri sendiri pun susah untuk mengendalikan kepada siapa harus berlabuh.
" Please Dit, Lo baru kenal sama Kayra sedangkan Aisyah? lo udah kenal bertahun-tahun . Walaupun keluarganya dulu ga suka sama lo nyatanya Aisyah kembali pada lo . come on dit fokusin pikiran lo buat Asiyah "
__ADS_1
Lagi-lagi Dito bermonolog sendiri ditemani rintik hujan sambil membelah pusat Kota , mungkin semesta pun berusaha membantu mendinginkan pikiran si pengemudi yang bimbang itu.
*************