
Keesokan harinya Giliran Riko menjenguk Kayra, bagaimana pun juga ia adalah bos nya di Aminda Caffe . Namun Karna satu dua hal Riko baru sempat menjenguk anak buahnya itu.
"Hallo selamat siang" ucap Riko sembari mengetuk pintu ruangan
"Masuk saja nak" Ucap Bu Dilla dengan ramah sambil mengupas kulit apel untuk Kayra .
" Siang tante saya Riko, saya manager di Aminda Caffe " Ucap Riko sambil memberi bingkisan pada Bu Dilla
"wah repot-repot segala bawa bingkisan, terimakasih ya"
"Iya sama-sama tante"
" Gimana keadaanmu Kay?"
" Baik Pak, hanya kadang-kadang merasa pusing "
"Ngomong-ngomong Gala sudah kesini Kay?"
"Wah nak Gala setiap hari kesini , kemarin saja menginap disini temani Kayra " Jawab Bu Dilla memotong
" Waduh bahaya loh tante bisa-bisa----"
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya Gala sudah berdiri dibelakang Riko.
"Bisa-bisa apa maksud lo Ko?" Tanya Gala dengan melipat kedua tangannya di dada
" Haha bisa-bisa Kayra gak bisa istirahat tante" Ucap Riko asal
"Haha mas Gala gak bisa macem-macem Pak, kak Aisyah tadi malam tidur disini juga"
"Yahhhh yang sabar ya bro" Ucap Riko menepuk pundak Gala dengan wajah sedih yang dibuat-buat
" Gue keplak juga nih kepala lo" Ucap Gala bercanda
"Eh tunggu-tunggu? Mas Gala? Apa nih maksudnya ? Tante bisa tolong bantu jelaskan? Tanya Riko menyelidik
" Haduh Tante juga kurang paham nak Riko tanya saja sama yang bersangkutan" Ucap Bu Dilla sambil memotong-motong apel yang baru saja ia kupas.
"Jadi kalian sudah ?" Ucap Riko sambil menempelkan jari-jarinya pada satu titik sehingga membentuk ciuman.
"Apa sih lo gajelas banget ko" Ucap Gala sambil menepuk jidatnya
"Haha Pak Riko kesini sendiri?" Tanya Kayra menjadi penengah dua sahabat itu
__ADS_1
"Iya nih Kay, nasib jomblo " Ucap Riko
" Makanya cari istri sana" Ujar Gala
" Lagi usaha nih gue, mungkin jodoh gue lagi ngejagain jodoh orang . Suatu saat pasti kalo jodoh engga kemana Gal" Ucap Riko bijak
"Mau tante bantu Cari nak Riko"Ucap Bu Dilla sungguh-sungguh
"Eh eh engga tante saya bercanda , lagian saya mah selow aja" Ucap Riko sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Oh iya ngomong-ngomong Kayra kapan boleh pulang Tante?"
"Alhamdulillah besok pagi sudah boleh pulang" Ucap Bu Dilla
"Wah syukur lah" Ucap Riko sambil tersenyum.
**************
Dikediaman Rudianto Ahmad, Aisyah sedang berbicara serius dengan ayahnya . Ia ingin sekali memberi tahu Kayra jika mereka sebenarnya adalah saudara kandung yang sudah terpisah selama bertahun-tahun . Namun mereka takut jika orang tua dari Rudianto akan menolak Kayra sebagai cucu mereka , walaupun Aisyah dan Kayra sama-sama terlahir dari rahim yang sama .
"Ayah, aku ingin segera memberi tahu Kayra jika kita adalah keluarga . Aku juga ingin Oma dan Opa tahu jika aku masih memiliki adik"
"Ayah paham maksudmu Ai, tapi apakah Kayra akan menerima kita?"
"Baiklah Ai, besok setelah Kayra pulang kerumah dan jika keadaanya sudah membaik mari kita bersama menjelaskannya pada Kayra"
" Lalu bagaimana Oma dan Opa yah?"
"Itu biar Ayah yang menjelaskan, bagaimana pun juga Ayah tidak ingin kehilangan anak bungsu dan wanita yang selama ini Ayah cintai yaitu ibumu Ai"
"Ayah masih mencintai ibu?"
"Tentu saja nak, selamanya hati Ayah hanya untuk ibumu"
"Lalu bagaimana dengan Mama Joana?Aku mohon ayah ceritakan semuanya padaku . Aku juga berhak tahu yah"
"hmm baiklah nak . Ayah dan Mama Joana sebenarnya sudah di jodohkan sejak lama , tapi Ayah sudah berpacaran dengan Ibumu . Ayah sangat mencintai ibumu"
"Lalu ?"
" Saat keluarga Ayah mengatur acara pertunangan , Ayah dan ibumu memutuskan untuk kawin lari . Ayah masih ingat masa-masa indah bersama Ibumu dulu . Walaupun hidup sederhana tapi setiap hari Ayah merasa sangat bahagia "
"Lalu kenapa kalian berpisah jika Ayah bahagia?"
__ADS_1
" Itu hanya bertahan 4 tahun , hingga ketika adikmu lahir kebutuhan hidup terus menuntut lebih sedangkan pekerjaan Ayah dulu sangat tidak memungkinkan . Akhirnya Mama Joana dan Oma Opa mu menemukan kita . Oma dan Opa mencaci dan menghina ibumu dengan sangat parah. Mama Joana mengancam akan bunuh diri dan melaporkan jika Ayah penyebabnya dan akan menjebloskan Ayah ke penjara . Akhirnya Ayah pergi dengan membawamu"
" Ayah meninggalkan Ibu dan Kayra?" Air mata Aisyah mulai menetes
" Bukan maksud Ayah seperti itu, Ayah kembali ke rumah kita yang dulu tapi Ibumu dan Adikmu sudah tidak ada disana. Selama setahun Ayah mencari mereka diseluruh kota tetap tidak ketemu . Hingga akhirnya Oma dan Opa memaksa Ayah untuk menikah dengan Mama Joana . "
"Tapi kenapa Ayah tidak pernah cerita jika aku bukan anak Mama Joana?"Air mata sudah membanjiri wajah teduh Aisyah
" Mama Joana tidak bisa memiliki keturunan akibat usahanya untuk bunuh diri, sehingga ia memutuskan untuk menulis namanya sebagai ibumu di Akte kelahiranmu nak"
" Walaupun kamu bukan anak kandung Mama Joana, dia sangat mencintaimu"
" Iya Ayah walaupun Mama Joana sedikit dingin padaku tapi aku dapat merasakan jika Mama Joana tulus membesarkan Aku" Ucap Aisyah dengan sesenggukan.
"Itulah mengapa Ayah bertahan dengan Mama Joana hingga akhirnya Mama Joana pergi untuk selamanya"
"Huft, aku tidak pernah menyesal hidup bersama Mama Joana yah. Kapan-kapan mari kita kunjungi makam Mama Joana" Ucap Aisyah sambil memeluk Ayahnya.
"Beruntungnya aku memiliki anak sepertimu nak, sifatmu yang baik, ramah, dan dewasa benar-benar membuat Ayah bersyukur. Semoga hidupmu selalu bahagia " Ucap Rudianto dalam hati .
Ternyata diam-diam asisten rumah tangga dikediaman Rudianto merekam percakapan mereka, ia merupakan orang kepercayaan Tuan Soetarto dan Nyonya Tien . Orang tua dari Rudianto, Oma Opa dari Aisyah . Tanpa membuang waktu Asisten itu mengirimkan hasil rekaman percakapan antara Ayah dan Anak yang benar-benar menguras emosi .
Tuan Soetarto menaruh curiga pada anak dan cucunya, ada apa sebenarnya mengapa akhir-akhir ini Aisyah sering sekali mengunjungi rumah sakit.
"Ayah? Apakah ayah akan kembali bersama Ibu?"
" Ya tentu jika itu memungkinkan"
" Pasti hidup Ayah akan lebih berwarna ya Ayah"
" Ayah serahkan semua pada kuasaNya , jika Ayah memang diberi kesempatan Ayah benar-benar tidak akan menyia-nyikan mereka lagi nak"
"Iya Ayah, Aisyah juga akan membantu membujuk ibu Agar mau kembali hidup bersama Ayah"
"Oh ya Ai, bagaimana kabar Dito? Karna sekarang kamu sudah kembali mengapa kalian tidak langsung menikah? Kini Dito sudah mulai terlihat taringnya di dunia bisnis, walaupun diselingi dengan kegiatan kuliahnya tapi ia mampu mengatur keduanya agar seimbang . Ayah salut pada Dito"
"Ayah setuju aku menikah dengan Dito?" Tanya Aisyah berbinar
" Tentu saja sayang , Ayah hanya ingin melihat kesungguhan Dito untuk menggapai masa depannya . Itulah alasan Ayah setuju kamu melanjutkan pendidikanmu di Belanda. Karna Ayah sudah merasakan sendiri hidup susah ketika menikah itu sangat berat . Ayah tidak ingin kamu merasakan apa yang Ayah dan Ibumu rasakan dulu"
"Ayah, terimakakasih sudah menyetujui hubunganku dengan Dito . Aku sangat bersyukur menjadi anak Ayah . Aku sayang sekali pada Ayah " Ucap Kayra sambil memelik Ayahnya dengan Erat .
*****************
__ADS_1