
Tangan nakal Gala mulai menelusuri setiap inci wajah Kayra, di singkirkannya beberapa helai rambut ke belakang telinga wanita itu . Semakin memperjelas ke-ayuan wanita yang kini sedang tertidur pulas didalam mobilnya . Wajah sayu seakan berbicara lelah menghadapi kehidupan yang seakan tidak berpihak padanya.
Tangan nakal itu kini mulai menuruni leher jenjang Kayra dan hampir menyingkap kaos oversized yang membuatnya penasaran ingin melihat apa yang ada di balik kaos itu , beruntung Kayra yang merasa tidurnya terganggu akhirnya membuka mata . Jika tidak entah apa yang akan Gala perbuat padanya , mungkin sudah habis dimakan oleh pria yang sedari tadi menunggui tidurnya.
"Mas ngapain deket-deket aku?" tanya Kayra sambil mengucek matanya
"mau bangunin lo, tapi lo ga bangun-bangun . kalo ada gempa bumi gimana? masa iya gue harus gendong lo?" ucap Gala beralasan
"haha masa sih mas?kok gak lucu ya"
"iya, yaudah cepet sana turun"
"mau mampir mas?"
"mampir lah, masa engga? gue juga mau kenalan sama nyokap lo"
Mereka berdua pun turun dari mobil , Entah mengapa rasa gugup menyelimuti Gala . Ada rasa takut di tolak oleh orang yang ia anggap akan menjadi calon ibu mertuanya, ya tentu saja jika Kayra menerima cintanya.
"Assalamualaikum bu, ibu Kayra pulang"
"Waalaikumsalam, kok pulangnya malam sekali nak? ada tugas lagi?"
"Engga bu, emmmm Kay suntuk habis jalan-jalan terus mampir warung mang ujang dipantai"
"wah sudah lama ibu tidak ke sana , bagaimana kabar mang Ujang , ambu dan Icha?"
"mereka semua baik bu"
" wah syukurlah kalo begitu, kapan-kapan ajak ibu kesana kay"
"iya ibu siap, oh iya bu kenalin ini Mas Gala"
Di mata Gala terlihat seorang wanita paruh baya dengan wajah teduh dan ramah, mengenakan jilbab yang menutupi bagian dadanya. Ya, ini calon mertua gue batin Gala.
"Gala tante" jawab Gala sambil menyalimi tangan Bu Dilla
"nak Gala temennya Kayra atau ?"
"Saya senior di kampusnya tante" Dengan suara tenang dan berwibawa , ia tidak mau meninggalkan kesan yang tidak baik didepan calon mertuanya ini .
Dahi Kayra mengerut tanda kebingungan , tapi daripada ia bingung menjelaskan kepada ibunya siapa Gala ia mengangguk saja . Karna tidak mungkin Kayra bercerita jika sekarang ia sedang bekerja di Aminda Caffe.
"oh begitu, terimakasih nak Gala ya sudah mengantarkan Kayra dengan selamat"
"Iya tante, saya pasti jagain Kayra dengan baik"
"Jagain gimana emang gue anak kecil" batin Kayra dalam hati
"Yaudah lebih baik mas Gala pulang dulu lagian udah malem"
" i-iya Tante , kalo gitu saya pamit pulang ya. kapan-kapan saya mampir lagi " jawab Gala sambil menjabat kembali tangan bu Dilla dengan senyum yang membuat bu Dilla terpesona .
**************
Dito sedang membaringkan tubuhnya di samping serambi masjid kampus, setelah melaksanakan sholat dhuha rasa kantuk menghampiri pria tampan ini . Bagaimana tidak semalaman suntuk ia gunakan waktunya untuk menyelesaikan tesis nya .
Sementara disudut taman Kayra dan Fiona sedang duduk sambil menikmati es teh mereka .
"Kenapa lo bengong terus Kay?"
"emmm gue mau tanya, tapi lo jawab jujur ya Fi?"
"gaya lo jawab jujur kayak apaan aja" Celetuk Fiona yang merasa penasaran dengan ucapan Kayra
"lo kenal yang namanya Aisyah gak?"
"Aisyah angkatannya Kak Dito maksud lo?"
"gue ga kenal sih, cuma tau-tau sekilas . Kenapa emangnya?"
"Ya kan gue bilang gue cuma tanya Fi"
"Setau gue kak Aisyah itu cantik, lemah lembut , terus imagenya sholehah yang gue tau . Tingginya ga jauh beda dari lo mukanya ramah ga kaya lo Galak , terus dia pake jilbab " Terang Kayra yang makin penasaran dengan sahabatnya.
"oh tunggu, kayaknya gue pernah foto bareng waktu kegiatan amal acara perusahaan Kak Dito deh" Ucap Fiona sambil mencari foto lama di handphone nya .
" nih Kay ketemu, cantik kan? tunggu dulu gue lihat-lihat hampir mirip sama lo deh " jawab Fiona tak percaya , sambil memandang foto Aisyah yang ia zoom bergantian dengan memandang Kayra.
"Cantikan gue lagi Fi" Ucap Kayta berusaha percaya diri . Karna dari ekpresi Kayra dapat terlihat jika ia merasa apa yang baru saja sahabatnya katakan itu benar . Entah mengapa tiba-tiba jiwa egoisnya muncul, ia takut jika Aisyah kembali.
"Coba lo pake jilbab makin mirip deh Kay" Ucap Fiona sambil memakaikan slayer yang ia gunakan pada Kayra
" Tuh kan lo mirip banget sama Kak Aisyah " ujar Fiona sambil kedua tangan menutup mulutnya yang menganga .
Dito yang sudah cukup mengisi energinya pun bangun dan pergi meninggalkan serambi masjid .
__ADS_1
Tiba-tiba langkah kaki Dito terhenti ketika didapatinya sosok wanita yang selama ini ia rindukan sedang tertawa bersama Fiona . Namun seketika dirinya disadarkan bahwa yang ada dihadapannya bukan Aisyah, melainkan Kayra .
"Kayra?" panggil Dito
"Kak Dito, ada apa?" sambil melepas slayer yang menutipi rambut nya dan mengembalikan pada Fiona
"Kamu cantik pake jilbab tadi" ucap Dito terus terang
"Kan betul apa kata gue Kay " ucap Fiona
"Kak Dito ini bisa aja" Jawab Kayra dengan wajah bersemu merah .
*****************
Kayra dan Fiona sudah tidak ada kelas . Fiona yang ingin ke Aminda Caffe berencana mengantarkan sahabatnya untuk berangkat kerja.
Di Aminda Caffe ternyata sudah ada Gala dan Putra yang sedang meeting santai dengan klien mereka. Seorang klien wanita muda yang sesekali menggoda Gala . Tanpa membuang kesempatan Gala mencoba membuat Kayra cemburu . Namun sayang sekali usahanya sia-sia bahkan melihat Gala saja tidak.
Fiona dan Putra yang dipertemukan tidak sengaja bertemu pun saling melempar senyuman .
Fiona memilih meja di sudut Caffe dengan pemandangan jalan raya dibalik kaca . Putra pun mengirim pesan kepada Fiona .
" Kamu kesini sama siapa?"
"Aku habis nganterin temenku , dia kerja disini mas"
Setelah meeting selesai, Putra pun menghampiri Fiona yang duduk sendirian . Kayra juga menghampiri sahabatnya untuk mengantarkan pesanan . Tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Kayra melihat Fiona sedang duduk berbincang dengan seorang pria. Sedangkan Gala yang merasa moodnya rusak kembali ke kantor tanpa diikuti Putra.
" ini makanan dan minuman lo fi"
"oke, makasih ya Kay"
"ngomong-ngomong kenalin ini namanya mas Putra Kay"
"Putra" sambil menjulurkan tangan kepada Kayra
"Kayra" jawab Kayra sambil membalas jabat tangan Putra
"Jadi sekarang yang jomblo gue doang ni ? lo udah ngerahasiain ini sejak kapan?"
" Apaan si Kay, gue sama mas Putra cuma temen " Ucap Fioma dengan wajah bersemu merah
"Temen ntar lama-lama juga demen" ledeknya lagi
"nahlo , to the point juga ni mas Putra lo"
"Mas apaan sih, malu tau . ni Id Cardnya mas" Sambil mengeluarkan Id card dari dalam tasnya
"oh mas Putra kerja di Sakti Jaya Group?"
"iya kay, kenapa?"
"Kenal sama Pak Gala dong?"
" Dia bos saya, dia pemilik Sakti Jaya Group" Jawab Putra dengan terus terang.
"hah?" Dahi Kayra berkerut, kenapa Mas Gala berbohong? apa karna takut aku memoroti hartanya?" batin Kayra sedikit kecewa.
"Kak Gala maksud lo Kay? Yang baru balik dari cuti kuliah? lo kenal Kay?"
"engga juga sih . Yasudah , gue balik kerja dulu yaaa . Gaenak ngobrol mulu nanti kalo lo mau balik hati-hati ya . Kalo perlu Mas Putra Antar deh tuan Putri Fio ini" ledek Kayra yang berhasil membuat mereka salah tingkah.
****************
Jam menunjukan Pukul 24.05, Dito berdiri di parkiran menunggu Kayra keluar. Sejak kejadian slayer entah mengapa ia ingin sekali menghabiskan waktu dengan Kayra . Mungkin hanya untuk melepas rindu pada wanita yang sangat mirip dengan pujaan hatinya.
"Kak Dito , ngapain disini malam-malem?"
"Jemput kamu , yuk masuk" Ucap Dito sambil menuntun Kayra masuk ke dalam mobil.
"loh kak Dito gausah repot-repot"
"udah masuk aja"
Tanpa mereka sadari sepasang mata sedang memanas melihat ke dua insan itu masuk ke dalam mobil yang sama . Sambil memukul-mukul kemudi Gala mengumpat dalam hati , ia sengaja datang ke Aminda Caffe hanya untuk menjemput Kayra . Namun ternyata ia kalah cepat , Kayra sudah masuk ke dalam mobil Dito dan mereka pun pergi meninggalakan Gala yang dipenuhi sesak di dadanya.
"Sialan lo Dit, apa yang harus gue lakukan"
" Buat dia hamil" Ucap Riko yang tiba-tiba duduk disamping Gala
" set*n lo ya main masuk aja"
" sebentar lagi gue bakal dapet mobil sport kayaknya, lagian lo bergerak lambat" Riko berusaha memprovokasi.
"Diem lo, gue belum kalah ya catet itu" Gerutu Gala yang tidak terima dengan ucapan sahabatnya
__ADS_1
"Gue udah bilang buat Kayra hamil, dia akan jadi milik lo seutuhnya . Tanamkan bibit unggul lo itu di rahimnya bro" Perkataan Riko makin tidak karuan.
***************
.
Selama di perjalanan Dito dan Kayra mengobrol santai, sesekali Dito mengacak-acak rambut Kayra yang berhasil membuat bibir mungilnya mengerucut.
" oh iya Kay, Kamu punya kakak? " tanya Dito penasaran
" Engga kak, aku anak tunggal. Dari kecil aku tinggal dengan Kakek dan ibuku . Sejak Kakek meninggal aku jadi hidup berdua dengan ibu "
"ohh, maaf ya aku malah tanya-tanya masalah pribadi"
"Gak papa kok kak"
Tidak terasa mereka pun tiba di rumah Kayra .
hari berganti hari , Dito dan Kayra sering menghabiskan waktu bersama . meski tanpa sebuah status yang jelas . Karna Kayra juga takut bisa menjalankan komitmen si hubungannya dengan Dito . Kayra selalu saja menolak ajakan Gala untuk bertemu . Hanya untuk sekedar mengangkat telp saja Kayra enggan. Entah mengapa setelah Putra memberi tahu Kayra bahwa Gala adalah pemilik Sakti Jaya Group Kayra ingin lelaki itu jauh dari hidupnya .
Kayra merasa sangat senang dan nyaman bersama Dito karna Dito sangat baik dan sangat menjaga kehormatannya . Tidak seperti Gala , yang belum apa-apa sudah menyerobot bibitnya dengan seenak hati.
Gala tidak bisa membenci Dito, karna ia adalah sahabatnya . Dan bukan salah Dito jika Kayra tidak menyukainya . Ini masalah hati , yang tidak bisa dipaksakan kemana tempatnya menjatuhkan diri.
*************
Disaat Kayra yang semakin akrab dan dekat dengan Dito, justru tiba-tiba wanita yang selama ini hilang kembali pulang . Ya, Aisyah Ahmad kembali ke Indonesia .
Aisyah datang ke Aminda Caffe dengan perasaan takut dan rindu. Takut jika nanti ia di tolak oleh Dito. Takut jika Dito tidak mau mendengarkan penjelasannya . Dan rindu pada sahabat-sahabatnya yang benar-benar menyiksa hati.
"Ais!!!!" Ucap Riko tidak percaya .
"Riko" Mata Aisyah berkaca-kaca tatkala mendapat sapaan hangat dari sahabatnya.
" Lo kemana aja , kita semua nyariin lo tau ga? Dito sampai frustasi gabisa nemuin lo"
"iyakah ko?gue ada alesan sendiri . Dan gue cuma bisa cerita ini ke Dito . maaf ya . "
" yaudah gapapa, gue ngerti . yang penting sekarang lo udah balik . Dan gue seneng banget , ya walaupun seoertinya gue akan gagal mendapat mobil sport gratis"
"maksud lo rik?" Tanya Aisyah kebingungan
" haha engga ada maksud apa-apa kok, oiya lo mau minum apa?"
"Yang jelas bukan sesuatu yang memabukan ya Rik" Ucap Aisyah bercanda
"haha tenang aja , Caffe gue ini bebas alkohol . Dito kekeuh mencoret daftar miras di menu Caffe ini . Kalo gue ga nurut dia mana mau ikut kelola Caffe ini"
Aisyah merasa senang karna Dito sepertinya tidak berubah sedikitpun, masih seperti Dito yang dulu ia kenal.
"huft, syukur lah . Dito nggak kebawa bandel kaya lo sama Gala" Ucap Aisyah dengan senyum diwajahnya, sedangkan Riko tertawa dibuatnya.
Sementara itu Dito baru saja memarkirkan mobilnya, lalu berjalan santai menuju Caffe . Entah mimpi apa ia semalam , cintanya yang dulu hilang kini tlah kembali pulang .
Di depan pintu masuk Dito diam mematung, antara percaya dan tidak . Aisyah wanita berjilbab dengan wajah teduh yang selama ini ia cintai ada di hadapanya . Dito pun menguatkan hati agar tidak membuat drama, ia memutuskan bersikap dewasa .
Ia akan mendengarkan penjelasan Aisyah, tanpa menghakimi terlebih dahulu . Dito yakin apa yang dilakukan Aisyah pasti ada alasanya . Bagaimana tidak? 5 Tahun lalu mereka hampir meresmikan hubungan mereka , namun Aisyah justru pergi meninggalkannya tanpa kata .
Dito berusaha bersikap tenang , ia langkahkan kakinya selangkah demi selangkah hingga mencapai titik wanita itu berada . Riko yang menjadi sakti perjalanan mereka mencoba memberi ruang dengan undur diri dari sana .
" Hay Dit, sudah lama ya? " Ucap Aisyah tak dapat membendung air matanya hingga lolos membahasi pipinya .
" Hay juga Ais, gimana kabar lo? gue akan dengarkan apapun alasan lo , jadi lo berhenti nangis oke?" Dengan lembuy Dito menepuk pundak Aisyah .
"Dit, gue mau minta maaf sama lo . Gue pergi tanpa kabar ninggalin kalian ninggalin lo terutama "
"Iya-iya"
" Oma sama Opa gue tau kalo kita berencana tunangan di usia yang terbilang masih sangat muda . Mereka amat sangat menyayangkan hal itu . Opa yang memang kurang suka sama lo akhirnya memutuskam untuk menyuruh gue ngelanjutin kuliah di Belanda atau menikah dengan orang pilihan mereka"
"terus Ayah lo? "
" lo tau sendiri ayah gue ga punya kekuatan jika Opa sudah bicara" Ucap Aisyah yang mengingat hari hari berat sebelum kepergiannya.
"Iya gue paham maksud Oma Opa lo , mereka pasti takut kalo cucu kesayangan mereka satu-satunya hidup susah bareng gue yang saat itu belum punya apa-apa"
"engga bukan gitu juga Dit, Oma pun sudah memberi saran agar kita menikah saja tidak perlu tunangan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan . Tapi opa berfikir usia kita terlalu muda . Opa tidak ingin kehidupan pernikahan gue berakhir seperti orang tua gue . Dan lo tau ga gue selalu di hantui dengan rasa takut kalo lo udah sama orang lain" Mata Aisyah kembali berkaca
"yasudah, lo minum dulu nih biar tenang"
Diperlakukan seperti itu Aisyah akhirnya meluapkan seluruh emosinya, air matanya tumpah ruah tanpa terjeda . Dito yang lega mendengar penjelasan Aisyah berusaha menenangkan wanita berjilbab itu . Dengan lembut Dito menepuk-nepuk dan akhirnya memeluk Aisyah agar wanita itu merasa nyaman .
Kayra yang baru selesai kuliah tiba di Aminda Caffe disaat yang tidak tepat , matanya membulat tak percaya ia mendapati Dito sedang memeluk wanita lain . Dan ya, apa yang ditakutkannya selama ini akhirnya terjadi . Aisyah kembali .
*********************
__ADS_1