Cinta Pertama Galaxy

Cinta Pertama Galaxy
Harus Bergerak Cepat


__ADS_3

Bagai disambar petir di siang bolong, Dito baru saja membatalkan perjodohan antara Sofia dengan dirinya . Pak Anton Wijaya seketika langsung naik pitam , emosi menguasai dirinya . Ia ta percaya anak perempuan kesayangannya di tolak mentah-mentah oleh Dito.


"Papa!! apa yang papa lakukan? kenapa papa menampar Kak Dito?"


Mama Intan yang syok hanya bisa diam mematung melihat pemandangam di depan matanya , ia berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi .


"Laki-laki ini dengan sombongnya membatalkan perjodohan kalian !"


"apa?????" mulut Sofia mengaga tanda ta percaya


Sambil berusaha meraih tangan Dito, Sofia memohon kejelasan pada Dito bahwa apa yang baru saja Papanya katakan adalah sebuah kesalahan .


"Kak please ini semua ga benarkan? kaka tidak membatalkan perjodohan kita kan?"


"Kedatanganku hanya untuk mengatakan itu , jadi saya mohon pamit " ucap Dito dingin seraga meninggalkan kediaman Anton Wijaya


Sofia masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi . Ia pun lemas lunglai dan akhirnya pingsan tidak kuat menerima kenyataan. Mama Intan segera menghampiri anaknya yang tergeletak . Sementara pak anton wijaya segera menghubungi Dokter pribadi mereka .


******************


Kayra mengantar pesanan ke meja Gala yang sedang duduk sendirian sambil menunggu Putra . Gala dengan sengaja membuat Kayra tersungkur sehingga minuman yang di bawa Kayra tumpah membasahi baju Gala.


" anda sengaja mau buat saya di omelin Pak Riko?" ucap Kayra dengan berani . Sebenarnya Kayra tidak tahu jika Caffe ini juga milik Gala .


"Apaan sih lo, makanya kalo jalan pake mata dong lo . kerja ga becus" ucap gala sambil mengangkat bibir sebelahnya


"saya tadi jalan hati-hati , kaki bapak kenapa disitu waktu saya mau lewat " protesnya lagi membuat Gala semakin gemas memandangi wajah cantiknya


"Udah diem lo gausah ngomel . . bersihin baju dan sepatu gue sekarang juga "


Dengan malas Kayra mengelap Kemeja yang dikenakan oleh Gala , tangan mungilnya menyentuh setiap sudut pakainya Gala yang basah . Bagai di sengat Listrik entah mengapa ada sesuatu yang sudah lama tertidur tiba-tiba terbangun berkat sentuhan jemari lentik Kayra.


Tidak berhenti disitu, Gala juga memerintahkan Kayra untuk membersihkan sepatu Gala yang terkena minuman .


"bersihin sepatu gue juga, Cepet gapake lama"


Kayra pun berlutut didepan Gala hendak membersihkan sepatu yang tentunya gaji Kayra tak mungkin cukup unruk membeli nya . Mau tidak mau Kayra pun menuruti apa yang di perintahkan Gala .


Ketika hendak membersihkan sepatu tiba-tiba Dito menarik tangan Kayra supaya berdiri . Entah mengapa Dito merasa Gala keterlaluan memperlakukan Kayra .


"Kak Dito"


"Udah kamu kembali ke belakang gausah ladenin dia"


"Apaan sih lo Dit" ucap Gala tidak terima


"sialan Dito mengganggu kesenangan gue" batin Gala


Kayra yang saat itu merasa dipermainkan oleh Gala merasa bahwa Pria itu sudah menabuhkan genderang perang dengannya .


Kayra pun kembali bekerja setelah menatap tajam kearah Gala . Yang di sambut senyum licik di wajah tampannya .


"kalo suka tembak dong" ucap Riko tiba-tiba


"apaan si lo, gamungkin gue suka sama perempuan galak kaya dia "


"kalo ga suka kenapa lo ngeliatin dia terus?"


"urusin aja urusan lo sana ganggu gue aja "


"keburu keduluan Dito noh" jawab Riko lagi berusaha memprovokasi .


"Kita taruhan gimana?"


"Siapa diantara lo atau Dito yang bisa dapetin Kayra boleh minta mobil sport deh . Gimana?"


"males gue "


"bilang aja lo takut"


"oke gue terima tantangan lo"


"hahaha dasar lo ya "


**********************


Dingin nya malam menjadi teman akrab Putra akhir-akhir ini, bagaimana tidak? semenjak Gala menjadi Bos nya pekerjaan Putra pun bertambah .


Sambil merenggangkan badan dan merusaha melemaskan otot-ototnya yang kaku, Putra menengok jam di lengannya sudah menunjukan pukul 21.00


Gemuruh cacing di perutnya memberontak pertanda minta jatah makan . Putra memutuskan menyudahi kerja rodinya untuk hari ini .


Putra pun menstarter mobilnya membelah ibu kota sambil melihat-lihat resto mana yang masih buka pada jam malam . Setelah berputar-putar Putra memutuskan untuk mengisi energi di sebuah Resto cukup terkenal di Kota itu , Java's Resto .


Dengan lengan kemeja ditekuk sebagian Putra melangkahkan kaki menuju pintu masuk restoran , namun tiba-tiba ia bertemu dengan Fiona .


Dengan mengenakan Dress biru navy selutut , rambut panjang coklat keemasan yang terurai rapih dan sepatu hak tinggi hitam manis mempercantik tampilan Fiona saat itu.


Entah suatu keberuntungan atau kesialan , sepatu hak tinggi hitam manis itu justru membuat Fiona terjatuh karna patah disaat yang tidak tepat .


"aduuh" Ucap Fiona


Putra yang berada di belakang Fiona tidak sengaja hampir menabrak Fiona, namu dengan sigap tangannya memegang pundak Fiona sehingga gadis cantik itu tidak terjerembab .


Ketika ia hendak bangun ternyata rambut coklat keemasan itu telilit disalah satu kancing kemeja yang Putra kenakan.


"aww sorry mas" ucap Fiona tidak enak hati


"gapapa sebentar"


tangan kekar itu dengan telalen membuka lilitan rambut Fiona dengan sabar , takut si empunya akan kesakitan bila ia melerai rambut-rambut itu dengan kasar .


sedetik kemudian manik mata mereka bertemu , yang berhasil membuat wajah Cantik Fiona bersemu merah. Dan tentunya membuat jantung Putra lelaki dingin ini berdegup kencang .

__ADS_1


"Fio !!!!!" ucap salah seorang dari dalam resto yang ternyata adalah teman SMA Fiona .


Fiona datang ke Java's resto dalam rangka menghadiri Reuni Sekolahnya . Pantas saja ia terlihat sangat cantik.


Teriakan teman Fiona menyadarkan mereka . Dan akhirnya rambut Fiona berhasil terlepas dari kancing baju Putra.


Karna malu Fiona berlalu dari tempat ia terjatuh dan segera menghampiri teman-teman nya .


Sementara Putra yang keheranan langsung masuk dan memilih duduk disudut meja yang jauh dari keramaian.


Setelah memuaskan cacing di perutnya Putra pun pulang menuju apartemen yang ia beli dari hasil kerja kerasnya mengabdi pada perusahaan Sakti Jaya Group.


Putra masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri , lalu naik ke atas kasur dengan hanya mengenakan boxer tanpa menggunakan atasan sehingga menampakan guratan-guratan ototnya .


Ketika Putra hendak menutup mata tiba-tiba notifikasi telpon genggamnya berhasil membuat Putra batal pergi ke alam mimpi .


Ternyata sebuah direct mesasage dari akun Sosial medianya.


" Hallo mas , saya Fiona yang tadi di Java's resto"


degdegdeg tiba-tiba jantung putra kembali berdentum.


Dengan hati-hati putra pun membalas pesan dari Fiona .


"Iya hallo, kok kamu bisa tau akun Sosial media saya? "


"tadi waktu mau pulang aku nemuin Id Card mas, ada namanya Mahardika Putra . Terus iseng aku cari di sosial media ternyata ketemu "


"oh iya betul itu Id Cardku, panggil saja aku Putra"


"oh mas Putra . maaf ya aku tadi lupa bilang makasih . "


tanpa terasa perbincangan mereka berpindah melalui telp . Dan menghabiskan waktu 2 jam . Sungguh membuat alat pendengeran menjadi lelah . Namun tidak bagi kedua insan yang mulai saling memiliki rasa ketertarikan .


**************


Tetesan embun pagi membuat hari libur Kayra bertambah sejuk . Sudah lama ia tidak bangun siang karna kegiatan kampus dan pekerjaan Part timenya .


Sinar mentari pagi yang muncul dari balik jendela yang Bu Dilla singkap membuat Anak gadisnya terbangun


"Sayang tolong antarkan jas ini kerumah nak Dito ya "


"loh bu kok ibu masih berhubungan dengan Kak Dito?"


"kalimatmu itu nak, seperti ibu ada hubungan apa dengan nak Dito "


"hehe maaf bu"


"seminggu yang lalu nak Dito telp ibu, katanya minta di buatkan jas"


"Ibu tau alamat kak Dito?"


"ini tadi nak Dito minta ibu antarkan menggunakan jasa pengiriman online , tapi berhubung kamu gak kemana- mana kamu saja yang antarkan "


"iya sayang"


Kaos Oversize , celana jeans dan sepatu kets merupakan gaya busana favorit Kayra . Dengan di bubuhi makeup tipis membuat Kayra telihat sangat segar sepeti bunga matahari yang bermekaran .


"Ibu Kay pergi dulu ya"


"ya nak hati-hati"


"Ibu bilang katanya gue gaboleh berharap lebih sama kak Dito , kok malah suruh ke rumahnya sih ya walopun gue seneng " batin Kayra


****************


Kayra pun tiba di kediaman Wicaksana .


Kayra membunyikan bel cukup lama , dan setelah beberapa waktu akhirnya pintu dibuka oleh asisten rumah tangga mereka.


"Maaf mba saya mau ketemu Kak Dito , mau anter Jas . Kak Ditonya ada?" Tanya Kayra


"non siapa ya?"


"mm saya temennya kak Dito mba


"oh ada non, tadi mas Dito pesen kalo ada temennya suruh masuk aja ke kamar mas Dito" ucap bi imah


"terus kamar kak Dito di mana ya mba?"


"dilantai atas kamar ke 2 non"


"oh ya makasih ya mba "


Bi Imah yang salah mengartikan perkataan Dito malah menyuruh Kayra masuk ke kamar Dito . Padahal teman yang dimaksud adalah Gala .


"Kak Dito, ini kayra kak "


"loh kok kamu disini?"


"ini aku disuruh ibu anter jas pesenan kak Dito"


"ohh yaudah taruh disitu Kay sambil menunjuk lemari pakaian yang ada dikamarnya


"wah kak ini ikan nemonya lucu banget sih kak" ucap kayra sambil mengetok-ngetok aquarium yang ada di dalam kamar Dito


"jangan di ketok aquariumnya nanti si Samin pusing tau"


"hah Samin?"


"heem , nama dia samin"


"ga keren kak, gimana kalo Sam? kan kece ya Sam " ucap karya sambil melambaikan tangan pada ikan nemo kesayangan Dito dan berhasil membuat Dito tertawa.

__ADS_1


Dito yang semula duduk didepan meja , beranjak menuju kamar mandi karna merasa kandung kemihnya penuh . Namun saat hendak ke kamar mandi tiba-tiba seekor burung masuk ke dalam kamar Ditomelalui pintu balkom yang tidak tertutup.


Kayra dan Dito sibuk mengusir burung nakal itu dari kamarnya . Kayra yang tidak melihat didekatnya ada guci hampir membuat guci itu terjatuh . Kayra pun selamat dari pecahan guci yang harganya pasti sangat mahal .


Dan sekarang justru Dito yang tersandung karpet kamarnya ketika mengibas-ngibaskan lengannya seraya mengusir seekor burung . Dan tiba-tiba Dito jatuh diatas Kayra yang sedang memegang Guci .


dan. . .


"pyar!!!!!!"


Guci yang semua Kayra lindungi akhirnya pecah juga .


Gala yang mendengar suara barang pacah langsung berlari menuju kamar Dito


Kedua alis Gala mengerut , mulut Gala menganga . Matanya merah padam . Entah apa yang merasukinya yang jelas ia merasa sangat kesal saat melihat Dito menindih Kayra.


"Gala ?"


"hah ? elo? kaget kayra yang melihat Gala masuk ke kamar Dito


" elo???!!!!" ucap Gala berbarengan dengan Kayra


"maaf kay aku kebelet pipis" ucap Dito berlari menuju kamar mandi dengan segera.


" hah? apa apan mereka ? apa yang mereka perbuat sebelum gue datang" berbagai pertanyaan muncul dalam benak Gala


"kenapa sih lo liatin gue begitu?" tanya kayra dengan tatapan tajam


" lo habis ngapain sama Dito?"


"bukan urusan lo ya"


"gue tanya sekali lagi lo habis ngapaian!!!!? tanya Gala tanpa sadar dengan nada tinggi.


"apaan sih lo, kok marah-marah sama gue?mau gue ngapain kek sama kak Dito terserah gue"


Dengan mencengram tangan Kayra Gala berusaha mendapat penjelasan dari kejadian yang baru saja ia lihat . Berharap kejadian yang tidak dia inginkan tidak terjadi .


"tangan gue sakit, lepasin gak?!!!"


"jawab gue dulu, lo habis ngapain sama Dito??!?!


"hah gue tau lo pasti berusaha menggoda Dito kan? emang ya perempuan kayak lo memang suka menggoda pria . Bermodalkan wajah dan tubuh itu sarana lo buat nyari uang?"


"plakkkk?!?!" tamparan keras berhasil mendarat di pipi Gala membuat Gala diam mematung tak percaya ada orang yanv berani menamparnya .


"jaga ucapan lo, gue bukan perempuan seperti yang lo tuduhin!??"


Dito yang baru selesai menuntaskan hajatnya dibuat heran dengan kedua orang yang ada dikamarnya.


"kalian kenapa?"


"kak aku pulang dulu, males aku terlalu lama disini"


"oh ya ini uang jasnya, dan sampaikan terimaksihku pada ibumu "


"ok kak makasih , aku pergi dulu ya Sam". ucap kayra sambil melambaikan tangan pada nemo yang menjadi saksi bisu perdebatannya dengan Gala .


Gala yang mendengar ucapan mereka tersadar bahwa ia telah salah sangka terhadap Kayra . Namun disisi lain ia merasa kalah langkah , kenapa Dito bisa kenal dengan Ibu kayra . Gala sibuk dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di kepalanya , cemburu telah membutakan pikirannya .


"gue harus bergerak cepat sebelum benar-benar terlambat" Gumam Gala dalam hati .


"lo kenapa Gal, katanya lo mau ngobrolin hal penting?"


"udah ga mood gue"


"kenapa?dasar aneh lo"


"berisik lo ah, oh gue lupa gue harus ke kantor" ucap Gala beralasan .


Berharap Kayra belum pergi terlalu jauh ,Gala segera turun dan mengejar Kayra


***************


Kayra berjalan sambil menunggu kendaraan umum tiba-tiba saja sebuah pesan masuk ke telepon gengganya . Sepertinya ia mendapat kabar buruk . pasalnya setelah membaca pesan tersebut ia terduduk lemas .


Ternyata pesannya berisi tentang beasiswa Kayra untuk semester depan tidak diperpanjang . Apa karna kejadian di toilet beberapa waktu lalu? ah entah lah yang jelas kini Kayra sedang sangat kecewa .


Gala yang mendapati Kayra yang sedang terduduk di pinggir jalan menghentikan laju mobilnya dan menepi


"hey lo, Kayra ya? gue mau minta maaf nih"


"tau dari mana nama gue lo" jawab kayra acuh


"ya kan lo kerja di Caffe gue"


"hah? yakin gue kok sial banget "


"sebagai bos yang baik gue mau ngasih lo tumpangan"


"engga perlu pak bos , gue mau naik angkot aja"


"gue ga menerima penolakan ya, atau lo mau gue pecat?" ancam Gala berharap jalan terakhir berhasil


" baiklah, tapi awas ya kalo lo macem-macem sama gue"


"engga tenang aja"


Akhirnya rencana 1 pun berhasil , Gala masih menyusun beberapa rencana di kepalanya .


sambil tersenyum penuh misteri Kayra yang melihat bosnya seperti itu bergidik ngeri .


"gesek otak lo ya?"

__ADS_1


*****************


__ADS_2