
Semua mata tertuju pada Kayra dan Riko , tak terkecuali Sarah yang merasa terkejut karna ke dua orang itu saling berteriak satu sama lain .
"BAPAK NGAPAIN DISINI?!"
"LAH SAYA NEMENIN OMA SAYA DISINI"
" BUKAN, MAKSUD SAYA BAPAK NGAPAIN DI KL?!"
" LIBURAN LAH, MASA SAYA SURUH KERJA TERUS"
"Sudah-sudah jangan berteriak terus , sakit telinga oma" Ucap Oma Tien pada cucunya dan Riko .
" Sepertinya kalian harus membicarakan masalah diantara kalian dengan empat mata" Saran Oma Ita
"Iya betul, jantung oma seperti mau lompat ini kalian berteriak" Ucap Oma Rose.
"BAPAK IKUT SAYA KELUAR!?" ucap Kayra dengan membentak sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
" Lah kan saya bos nya kenapa dia yang galak?"ucap Riko perlahan sambil mengikuti Kayra keluar .
Ketiga Oma dan Sarah hanya geleng-gelang kepala melihat tingkah dua orang yang baru saja keluar dari ruangan .
Sementara diluar ruangan Kayra sudah duduk sambil menatap tajam ke arah Riko .
"Bapak jujur sama saya, bapak ngapain disini?"
" Kan tadi saya sudah bilang Kay"
"Serius bapak gak mata-matain saya?"
" Engga lah, emang saya kurang kerjaan . Saya juga nggak tahu kalau kamu ada di Malay"
"Oke anggap aja apa yang bapak bilang itu benar . Saya mohon bapak rahasiakan keberasaan saya kepada siapa saja, termasuk Orang tua dan Kakak saya "
"Hmmm baiklah, tapi apa saya boleh bertanya satu hal?"
" Apa pak?"
" Kamu sungguh sudah melupakan Gala?"
"hmmm, awalnya sulit . Bahkan aku merasa apakah tindakanku salah? Tapi ternyata keputusanku tepat pak"
"Loh kenapa berpikir demikian?"
"Bulan-bulan pertamaku disini Opa mengutus orang untuk mengintai dia, dan ternyata dia dan wanita itu masih berhubungan . Jika memang dihatinya hanya ada aku tidak mungkin dia ada pikiran mendua"
" Jadi kamu dan Gala sudah tidak bisa?"
__ADS_1
" Ya , sepertinya memang aku bukan yang terbaik untuknya . Sekarang aku sudah tidak begitu merasakan sesak karna perbuatan nya . Aku beruntung bertemu dengan Sarah, ia mengajarkanku bagaimana caranya ikhlas agar hidupku lebih bahagia"
" Baiklah aku ikut senang jika kamu sakarang merasa lebih baik "
"Hmm disini aku dikelilingi oleh orang-orang baik"
"Tapi sampai kapan kamu akan tetap tinggal disini?"
"Beberapa waktu lalu aku sempat berfikir untuk kembali ke Indo sebelum melanjutkan S2 ku, tapi entahlah pak aku merasa belum siap jika sewaktu-waktu bertemu dengan pria itu" Ucap Kayra yang enggan menyebut nama Gala.
"Apapun keputusanmu semoga itu yang terbaik Kay"
"Terimakasih pak, kalau begitu kita masuk nanti dikira para oma kita sedang apa lagi"
Setelah berbincang empat mata , Riko dan Kayra bergabung dengan para Oma dan juga Sarah di taman bekakang . Rupanya mereka sudah menyiapakan bahan-bahan untuk pesta barbequ . Dengan sigap Riko membatun Sarah yang mulai berkeringat memanggang Daging dan Ayam . Sementara Kayra sibuk berbenah meja bersama Oma Tien . Dan Oma Ita dan Oma Rose sibuk merencanakan upaya perjodohan cucu mereka .
"Rose, sepertinya cucuku tertarik pada Sarah, bagaimana kalau kita coba saja ? Siapa tahu mereka berjodoh"
"Aku setuju saja , nanti biar kutanya lah pada Sarah mau atau tidak dengan Riko"
"Iya , mereka terlihat sangat cocok"
*************
Beberapa hari kemudian Kayra mengajak Sarah untuk berjalan-jalan dimalam hari . Suasana yang begitu tenang dan indah membuat Kayra betah berada disana .
" Sar, bulan depan rencana aku ingin kembali ke Indo . Sebelum kita wisuda"
" Tapi aku masih merasa sedikit takut jika aku bertemu dengan Gala"
"Biarkan mengalir seperti air Kay"
"Kamu pasti akan merindukanku tak bertemu beberapa bulan"
"Itu sudah pasti Kay"
"Apa kamu mau ikut denganku?"
" Haha mungkin suatu hari nanti Kay"
"Sar, terimakasih sudah menjadi sahabatku selama disini . Terimakasih sudah membantuku belajar sabar dan menjadi pribadi yang lebih baik"
"Tidak Kay, itu semua berkat dirimu sendiri aku hanya memberimu dukungan"
"Peluk boleh dong Sar" Ucap Kayra sambil membuka kedua tangannya pada Sarah .
"Semoga ini keputusanku yang terbaik, aku harus menyiapkan hatiku" Ucap Kayra dalam hati .
__ADS_1
Kayra pun kembali kerumah, didapatatinya sang Oma dan asisten rumah tangga sedang membereskan semua barang yang akan dibawa ke tanah air .
"Oma senang kamu sudah mau pulang ke Indonesia" Ucap Oma sambil tersenyum sembari melipat beberapa baju .
" Iya Oma, aku sudah sangat rindu pada Ibu" Ucap Kayra sambil memasukan beberapa barang ke dalam koper .
Setelah selesai merekapun segera bergegas menuju bandara . Tangan Kayra tiba-tiba dingin, hatinya pun seketika bimbang apakah ia siap bila nanti bertemu dengan Gala? pria yang sengaja ia hindari selama satu tahun ini ?
Adam yang melihat Kayra diam membisu mencoba menyadarkan cucu majikannya itu dengan melambaikan tangan didepan wajah Kayra .
"Non?non Kay?"
" Eh Dam, kenapa?"
" Dari tadi saya perhatikan non melamun"
" Aku tiba-tiba ragu ya dam , aku takut----"
" Tenang non, ada saya . Saya akan menemani dan melindungi non Kayra sesuai perintah Tuan Soetarto"
" Iya dam, ayo kita ke sana kasian Oma duduk sendiri" Ucap Kayra menunjuk ke arah Oma yang duduk dikursi tunggu menunggu keberangkatan .
Opa Soetarto yang mengetahui istri serta cucunya akan kembali ke tanah air sudah menunggu kedatangan mereka dibandara . Opa sudah datang di bandara sejak 1 jam yang lalu . Bagaimana tidak sudah 1 tahun Opa hanya melihat istri serta cucunya melalui sambungan telpon .
Kayra melarang Opa untuk sering-sering mengunjungi mereka, mengingat kesehatan Opa yang kurang baik . Tentu Opa menurut saja pada cucu bungsunya itu . Apapun akan Opa lakukan untuk menebus kesalahannya beberapa tahun lalu.
Akhirnya Kayra, Oma Tien dan Adam tiba ditanah air . Opa segera melambaikan tangannya dan dilihat oleh Adam . Opa Soetarto langsung memeluk Oma Tien dengan sangat erat . Lalu berpindah pada sang cucu , tidak lupa ia mengecup puncak kepala Kayra .
"Opa rindu sekali pada kalian, setiap hari hanya bisa melihat dilayar tanpa bisa menyentuh" Ucap Opa sambil mengelus puncak kepala Kayra .
"Aku juga rindu pada Opa"
" Kamu ingin pulang kemana ? rumah ayahmu? rumah kakekmu atau rumah Opa?" Tanya Opa memberi pilihan pada cucunya.
" Haha Opa, memberiku pilihan seperti menu saja"
"Opa hanya tidak ingin menekanmu sayang, Kamu bebas menentukan dimana kamu ingin tinggal"
" Kalau begitu aku ingin tinggal di rumah Opa saja"Ucap Kayra sambil memeluk Tuan Soetarto .
" Nah kalau itu pilihan terbaik " Ucap Opa sambil menggandeng tangan cucunya menuju mobil yang sudah menunggu mereka sedari tadi .
"Hmm begitu ya Oma di tinggal , dasar Opa dan Cucu sa saja" Ucap Nyonya Tien sambil menggelengkan kepalanya karma ditinggal oleh suami dan cucunya .
"Biar saya yang menggandeng Nyonya" Ucap Adam sambil membuka lengannya
" Hahaha kamu memang pengertian ya Dam"
__ADS_1
Mereka pun segera menuju kediaman Soetarto .
**********