
Gala mengantarkan Kayra ke rumahnya, selama perjalanan Kayra hanya diam membisu sambil menatap hiruk pikuk jalanan . Gala pun tidak berani membuka suara , ia tidak tahu bagaimana suasana hati kekasihnya saat ini . Dan mereka tetap seperti itu hingga tiba pada tempat tujuan .
Setelah tiba dirumah ternyata Pak Rudianto dan Bu Dilla sudah menunggu kedatangan Kayra . Dengan tatapan penuh tanda tanya mata Kayra menatap sendu kearah pria paruh baya yang kini sedang berdiri tepat dihadapannya .
Dengan seluruh kekuatan yang ia punya ditatap lah netra berwarna kecoklatan milik pria yang ada di hadapannya itu . Sedetik kemudian matanya beralih menuju wanita yang telah melahirkannya kedunia.
"Ibu, apakah Ayah Rudi yang pernah almarhum kakek ceritakan adalah pria ini?" Tanya Kayra sambil menahan air matanya.
"Kayra. . .tolong maafkan ibu . Maafkan ibu telah menyembunyikan identitas ayahmu " Ucap Kayra
" Tapi kenapa bu? kenapa? Aku berhak tau siapa ayahku?! apa ibu tau aku selalu merasa bertanya-tanya mengapa ayahku pergi? apakah aku adalah sebuah kesalahan sehingga ayah meninggalkanku? apakah ayahku tidak menginginkanku?" Ucap Kayra lagi sambil meneteskan air mata .
"Maafkan ibu Kayra bukan maksud ibu membuatmu berpikiran seperti itu " Jawab Bu Dilla dengan mata berkaca-kaca
"Selama ini aku hanya diam karna aku tidak ingin membuat ibu terluka dan khawatir , dan sekarang tiba-tiba ada pria yang mengaku sebagai ayahku? Lucu sekali bu lucu sekali" Ucap Kayra berusaha tersenyum saat air matanya terjatuh.
" Kayra . . .bukan salah ibumu, ini semua salah Ayah. tolong jangan menyalahkan ibumu nak" Suara bariton Pak Rudianto menjadi penengah antara Ibu dan Anak itu .
"Hah? Anda juga sama saja kenapa baru sekarang anda muncul kemana saja saat aku butuh kasih sayang dan perlindungan seorang ayah?? " Tangis kayra pecah.
"Maafkan Ayah nak, Bukan maksud ayah meninggalkan mu dan ibumu . Ayah hanya pergi sebentar dengan Kakakmu namun ketika ayah hendak menjemput kalian sudah tidak ada di rumah kita yang dulu. Ayah sudah berusaha mencari kalian kemanapun namun nihil . Ayah mohon jangan salahkan ibumu nak" Air mata Pak Rudianto akhirnya lolos dari matanya
"Ibu terlalu kecewa pada ayahmu dan sakit hati saat Oma dan Opamu tidak menerima ibu saat itu, jadi Ibu pergi dengan membawamu tanpa meninggalkan pesan apapun pada Ayah, maafkan ibu karna keegoisan ibu kamu menanggung beban pikiran seperti itu" Ucap Bu Dilla sambil memeluk tubuh anaknya.
"Ayah mohon kamu mau memaafkan ayah dan menerima ayah , ayah sangat bersyukur bisa menemukanmu dan ibumu nak . Ayah ingin kita bisa berkumpul bersama seperti keluarga bahagia pada umumnya" Ucap Pak Rudianto.
"Apakah itu benar?"
"Ya tentu saja nak"
" Bolehkah aku memanggilmu Ayah?"
"Ya sayang tentu saja, bolehkah Ayah memelukmu?"
Kayra langsung berpindah memeluk Ayah yang selama ini ia rindukan , betapa bersyukurnya ia masih diberi kesempatan untuk bertemu sang Ayah . Ia menumpahkan seluruh air matanya dipelukan Pak Rudianto .
Ternyata seperti ini rasanya memeluk seorang Ayah, rasanya seperti sangat aman dan terlindungi . batin Kayra.
"Ayah akan menebus seluruh kesalahan ayah padamu dan ibumu, Ayah berjanji akan membahagiakan kalian berdua mulai sekarang" Ucap Pak Rudianto.
"Cuma berdua aja nih yah? Aisyah engga dianggap nih?" Ucap Aisyah yang sedari tadi hanya menonton dari luar ruangan
__ADS_1
"Kemari nak" Ucap Pak Rudianto pada Aisyah
Pak Rudianto pun memeluk kedua putrinya. Bu Dilla yang melihat pertemuan Ayah dan anak itu begitu terharu dan bahagia, akhirnya sang anak dapat merasakan kasih sayang seorang ayah .
Kehangatan itu tidak berlangsung lama , tiba-tiba Tuan Soetarto dan Nyonya Tien tiba di kediaman Kayra . Suasanya yang tadinya haru berubah menjadi sangat dingin bagi Bu Dilla .
"Mama? Papa? kenapa bisa kemari ?" Tanya Pak Rudianto heran .
"Papa bisa melakukan apapun, apa kamu lupa?"
"Opa aku mohon jangan ganggu ibu dan adikku, sudah cukup mereka menderita selama ini" Ucap Aisyah dengan berani
"Cucuku memangnya apa yang akan Opa lakukan?" Ucap Tuan Soetarto.
"Opa hendak memisahkan kami lagi, bukan?"
" Hahahaha kata siapa Aisyah?" Tanya Opa sambil tertawa
" Opa dan Oma kesini mau meminta maaf pada ibumu sayang" Ucap Nyonya Tien yang berhasil membuat mata semua orang diruangan itu membulat.
"Maksud Mama?" Tanya Rudianto menyelidik
" Dilla, Mama minta maaf padamu atas perlakuan kami beberapa tahun lalu, mama tahu pasti sulit untuk melupakan kejadian beberapa tahun lalu . Tapi mama tulus meminta maaf padamu" Ucap Nyonya Tien sambil memegang Tangan Bu Dilla
"Maukah kamu memaafkan kami?" Tanya Nyonya Tien.
"Ya, tentu saja Ma. Tuhan saja maha pemaaf , apalah aku yang hanya manusia biasa . Aku juga minta maaf jika selama ini tidak sesuai harapan kalian" Ucap Bu Dilla
"Tidak , kamu tidak perlu meminta maaf, kamu wanita hebat bisa membesarkan cucuku seorang diri" Ucap Tuan Soetarto .
"Kayra, Cucuku maukah kamu memaafkan Oma?"Tanya Nyonya Tien.
"Oma? bolehkah aku memanggilmu Oma?"Jawab Kayra
"Ya tentu saja sayang, kemarilah Oma ingin sekali memelukmu" Ucap Nyonya Tien.
"Aku tidak menyangka, apa yang aku harapkan semuanya menjadi kenyataan" Ucap Kayra sambil melepas pelukan Nyonya Tien.
"Maksudmu sayang?"Tanya Nyonya Tien
"Aku selalu berdoa dapat bertemu dengan Ayahku dan aku bisa merasakan pelukan seorang nenek"
__ADS_1
Tiba-tiba air mata mengalir di wajah ayu Nyonya Tien yang dihiasi kerutan.
"Oma jangan menangis" Ucap Kayra sambil menghapus air mata di pipi Nyonya Tien .
"Ibumu berhasil mendidikmu dengan sangat baik sayang" Ucap Nyonya Tien sambil memegang wajah cantik Kayra
"Bolehkah Opa minta satu pelukan juga?" Tanya Tuan Soetarto
"Tentu saja Opa" Ucap Kayra sambil memeluk Tuan Soetarto.
"Aku seperti memeluk almarhum kakek" Ucap Kayra.
"Opa akan usahakan kamu bisa merasakan pelukan seorang kakek selama mungkin , selama sisa hidup Opa"
"Opa terimakasih" Ucap Kayra sambil mengeluarkan air mata bahagia
"Lalu bagaimana kelanjutannya?" Tiba-tiba Nyonya Tien mengajukan pertanyaan yang membuat semua orang bingung.
"Apakah kalian akan menikah kembali?" sambung Nyonya Tien .
"Aku masih sangat mencintai Dilla Ma" Ucap Rudianto mantap.
"Lalu bagaimana denganmu Dilla?apakah kamu masih mencintai Rudi? "Tanya Nyonya Tien pada Bu Dilla.
"Aku---" Ucap Bu Dilla bimbang.
"Ayolah bu, terima kembali cinta ayah " Ucap Aisyah.
"Ikuti kata hati ibu, Kayra percaya apa pun keputusan ibu itu yang terbaik" Ucap Kayra.
" mmmmmhhmmm " Ucap Bu Dilla mengambang
Tiba-tiba saja Pak Rudianto mengeluarkan Kotak berbentuk hati merah dari saku celananya . Dan segera berlutut dihadapan wanita yang selama ini ia cari . Dihadapan orang tua serta anak-anak mereka Pak Rudianto melamar Bu Dilla, seperti beberapa tahun lalu .
"Dilla , pujaan hatiku . Mungkin selama ini aku melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku karna telah menelantarkanmu dan anak kita , Kayra. Namun ijinkan aku untuk menebus kesalahanku dengan membahagiakanmu . Aku berjanji untuk menjagamu sepenuh hati dan jiwa ragaku . Dilla maukah kau menikah kembali denganku? "
Semua orang diruangan itu terkejut karna Pak Rudianto ternyata telah menyiapkan acara lamaran yang begitu manis untuk ibu dari anak-anaknya.
"Baiklah , aku mau menjadi istrimu kembali" Ucap Bu Dilla sambil meneteskan air mata bahagia .
Pak Rudianto langsung memeluk erat Bu Dilla seperti enggan untuk dilepaskan, Aisyah dan Kayra pun tidak ketinggalan memeluk Oma dan Opa mereka tanda bahagia dengan keputusan sang ibu.
__ADS_1
*************