Cinta Pertama Galaxy

Cinta Pertama Galaxy
Satu Hari Dengan mu


__ADS_3

Selama perjalanan Gala dan Kayra hanya berdiam diri, tak ada dialog diantara mereka . Entah mengapa situasi menjadi sangat canggung , Gala yang berhasil membawa Kayra dimobilnya tak dapat berpikir dengan baik . Ia hanya berusaha agar menyetir kendaraannya dengan hati-hati, karna saat ini pikirannya dipenuhi dengan hal-hal kotor.


"Shit, gue harus tahan . Gue gak boleh bertindak gegabah . please otong lu jangan bangun disaat yang engga tepat" Ucap Gala merutuki bagian didalam dirinya yang tiba-tiba terbangun karna melihat bahu Kayra terbuka.


Beberapa menit kemudian Kayra akhirnya mencoba mencairkan suasana yaitu memecah keheningan dengan membuka suara .


"Pak , maaf nih sebelumnya . saya boleh nanya sesuatu nggak?"


"hmm, tanya apa emang? asal gue bisa jawab pasti gue jawab" jawab Gala dengan tetap memperhatikan jalan


"Bapak temenan sama kak Dito udah berapa lama?


terus bapak pasti tau dong kesukaan Kak Dito apa aja? Makanan Favoritnya , atau suka Film-film seperti apa? dan----"


Belum sempat Kayra melanjutkan pertanyaannya ia sudah di serang dengan tatapan dingin Gala yang tentu saja tidak menyukai topik yang sedang di bahas Kayra . Hatinya panas , manakala sedang berdua dengan nya kenapa Kayra justru membahas orang lain? kenapa Kayra tidak bertanya apapun tentang dirinya? entah lah mungkin Kayra sama sekali tidak tertarik terhadap Gala .


" Engga ada pertanyaan yang lebih bermutu?" Jawab Gala dengan malas


" Yaudah kalo gamau jawab juga gapapa kok pak , maaf ya pak kalo saya lancang " jawab kayra dengan wajah datar


"oh ya lo udah makan siang belum?"


"belum pak, kenapa emangnya?"


"gue minta lo buat nemenin gue makan"


"jadi ceritanya bapak mau ngajak saya makan?"


"ya itung-itung sebagai permintaan maaf gue soal tadi."


"Gausah pak gapapa, tapi terimakasih sebelumnya"


"gue ga terima penolakan" ucap Gala dengan tidak memperdulikan jawaban Kayra


Gala pun memarkirkan Mobilnya di sebuah Mall dipusat kota . Dan memutuskan untuk makan disana .


"Turun!" ucap Gala memerintah hendak melepas sabuk pengamannya


"Kan udah saya bilang gaus----"


Belum sempat Kayra menyelesaikan kalimatnya ia pun mengecup bibir Kayra dengan lembut


"Bapak !!!!" protes Kayra yang tiba-tiba diserang oleh Gala


"Gue bilang kan turun , lo ngeyel sih "


"Tapi kan ga gitu juga pak, bapak ga sopan banget " protes Kayra lagi sambil berusaha menyeka bibirnya dengan telapak tangan


"Gue hitung sampe 3, kalo lo gamau turun gue cium lagi "


"Iya -iya " Kayra segera melepas sabuk pengaman kemudian turun dari mobil


Gala dan Kayra makan dengan hening seperti orang yang sedang bermusuhan . Kayra yang masih kesal karna perbuatan Gala sehingga ia makan dengan tidak berselera . Ditambah berita buruk yang baru saja ia terima , tentang beasiswanya yang kemungkinan tidak diperpanjang , lalu bagaimana nasib kuliahnya?


Gala yang memperhatikan tingkah aneh Kayra pun penasaran, ada apa gerangan ?


"lo kenapa sih? masih kesel karna yang dimobil tadi?"


"hmmm" Kayra hanya berdehem


"lo gamau jawab , mau gue cium disini?"


"Pak , walaupun bapak bos saya . Bapak gak berhak berbuat seenaknya sama saya . Kenapa bapak main cium-cium saya"


"Pertama gue tau lo ga punya pacar , kedua lo itu tadi ngeselin banget tanya-tanya soal Dito ke gue , dan ketiga gue suka sama lo" Ucap Gala tanpa basa basi


"uhhuk uhhuk uhhuk" Kayra tiba-tiba tersedak setelah mendengar ucapan Gala


"Bapak lagi gaenak badan ? atau kepala bapak habis terbentur?"


"maksud lo?"


"pak dengerin ya , saya itu cuma orang miskin gapantes buat bapak . Jadi mendingan bapak berhenti bercanda karn----"


Lagi-lagi belum sempat Kayra menyelesaikan kalimatnya Gala langsung melum*at bibir mungil Kayra .


Mata kayra membulat tak percaya, Gala dengan seenaknya menciumnya di tempat umum . Tapi bukan Gala namanya kalau tidak memikirkan pemilihan tempat dengan seksama . Ya, Gala memilih sebuah restoran di dalam mall dimana meja satu dengan yang lainnya terdapat pembatas yang cukup tinggi , sehingga pengunjung lain tidak dapat melihat aktifitas yang sedang mereka lakukan .


Napas Kayra tersengal , ia belum pernah berciuman sebelumnya. Gala seperti menghirup habis oksigen yang seharusnya ia dapatkan . Gala yang melihat ekspresi Kayra akhirnya menghentikan kegiatan yang menjadi hobi barunya , ya, apalagi jika bukan mencium Kayra .


"Napas lo sekarang, lo mau mati konyol ya? " ucap Gala sambil membelai bibir Kayla


"Gila bapak bener-bener gila" Ucap Kayra sambil memukul dada gala yang terbungkus kemeja berwarna maroon dengan lengan yang di lipat sampai siku .


"Iya, gue gila gara-gara lo . Jadi lo harus jadi milik gue"


"Engga , saya gamau pak " tolak Kayra dengan pasti


" kenapa? jangan bilang gara-gara Dito"


Tiba-tiba muka Kayra bersemu merah dan Kayra pun salah tingkah.


"Apaan sih pak" jawab Kayra malu-malu


"Sialan" batin Gala


"Saya ga mikirin itu untuk sekarang pak . Saya mau fokus kuliah dan kerja . Saya bukan orang kaya yang bisa sesuka hati menjalin hubungan . Saya harus kerja keras untuk bertahan hidup " Tiba-tiba tangis Kayra pecah tatkala mengingat notifikasi dari kampus bahwa ia tidak lagi sebagai penerima beasiswa.


"Kenapa lo nangis?"


"beasiswa saya dicabut, gimana saya mau ngejar cita-cita saya pak . Saya lagi tertimpa musibah bapak malah seenaknya mencium saya . Saya sudah jatuh tertimpa tangga pula " Ucap Kayra sambil sesenggukan


"Yaudah sekarang lo nangis deh sepuasnya biar hati lo lega . Gue kasih pundak gue hari ini buat lo gratis " Ucap Gala sambil menawarkan pundaknya pada Kayra


Benar saja tangis Kayra malah makin menjadi, Gala yang takut menggangu kenyamanan pengunjung lain karna tangisan Kayra akhirnya memeluk wanita itu dengan erat kedalam dadanya yang bidang berharap sedikit meredam suara tangisan wanita disampingnya yang benar-benar membuatnya jatuh hati.


Setelah puas menangis Kayra pun membersihkan wajahnya dari air mata dan ingusnya menggunakan tissue , entah mengapa ada rasa lega dan nyaman setelah ia meluapkan emosinya di depan Gala .


"Yah pak, maaf baju bapak jadi kotor kena air mata dan ingus saya"

__ADS_1


"Yah gapapa deh, dari pada ntar gue di gebukin sama orang-orang di resto dikira gue ngapain-ngapain elo"


" tapi kan bapak memang ngapa-ngapain saya"


"Boleh sekali lagi?" tanya Gala meledek


" Saya pukul pake sendok nih bibir bapak"


"haha lo bisa ga sih ga bikin gue gemes gitu, kalo gue lebih khilaf gimana?"


"apaan sih pak"


" Pak pak pak , emang gue bapak lo? berhenti manggil gue dengan sebutan itu"


"Engga mau"


"Panggil gue mas"


"Engga akan"


" Lo nantangin gue buat berbuat lebih khilaf nih ceritanya?


"oke mas oke oke" jawab Kayra dengan terpaksa


"nah gitu dong , habis ini lo mau nonton ga?"


"bapak eh mas eh pak , ishh susah banget buat manggil bapak dengan mas "


" ntar juga lama-lama lo terbiasa"


" jadi ceritanya mas mau ngajak saya kencan?"


" terserah lo mau sebut apaan"


" Boleh deh nonton film horor buat mengembalikan mood , yah walaupun gabisa mengembalikan beasiswa saya yang ga diperpanjang"


"loh? jadi beasiswa lo di cabut?"


"iya, mungkin karna kejadian di toilet tempo hari . Tapi kan udah jelas saya dijebak mas"


" yaudah nanti gue bantu cari jalan keluar , sekarang gue mau lo nemenin gue nonton"


*********************


Tak membutuhkan waktu lama mereka pun sudah berpindah tempat dari resto ke dalam bioskop , setelah membayar dan memilih film yang di tentukan oleh Kayra . Film bergenre horror yang merupakan film kesukaannya dan sahabatnya Fiona.


"huft coba ada Fiona pasti seru banget "


"jadi menurut lo nonton bareng gue membosankan? "


"Ya gak gitu juga mas , mas Gala kenapa baperan banget sih jadi orang?"


" dih siapa juga yang bap---"


" sssst udah jangan berisik" ucap Kayra sambil telunjuknya mengarah ke bibir Gala yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya.


"Kay , lo bener-bener bikin gue panas dingin " batin Gala sambil melirik Kayra yang sedang fokus menonton Film.


"Deg deg deg "


Tanpa sengaja mata mereka pun bertemu , gelapnya studio bioskop tidak menghalangi pancaran sinar dari mata Gala yang sangat mengagumi wanita yang ada di hadapannya.


"masih mau liatin muka gue berapa lama lagi? katanya mau nontom film kok malah jadi ngeliatin muka gue terus" ledek Gala yang menyadari Kayra yang salah tingkah


" Apaan sih mas , Lagian jadi orang iseng banget" kesal Kayra sambil bibir mungilnya mengerucut


"hahaha" tak sadar Gala tertawa dan berhasil membuat beberapa pengunjung yang lain menghadiahi mereka dengan tatapan sinis.


"sssst " ucap salah satu dari mereka.


"kan mas sih berisik" bisik Kayra sambil mencubit pelan perut Gala .


Gala yang sudah lama tidak pernah jatuh cinta dibuat mabuk kepayang oleh Kayra. Bagaimana tidak , seorang Ceo Sakti Jaya Group merasa sangat bahagia hanya dengan menonton film bersama pujaan hatinya . Padahal jika ia mau bioskop ini bisa dengan mudah menjadi miliknya .


Seperti nya memang benar bahwa kutipan "bahagia itu sederhana" ya memang sesederhana itu , salah satunya hanya dengan menghabiskan waktu bersama seseorang yang kita sayangi hidup kita terasa menjadi lebih sempurna.


Maka , sudahkah kamu bersyukur hari ini? ah, kurasa Gala sangat mensyukuri kesempatan yang tuhan berikan padanya hari ini.


"thank Kay , lo membuat hidup gue lebih berwarna" batin Gala dalam hati .


*******************


"Mas mau mampir ke Pantai ga?"


"ini kan sudah mulai gelap Kay"


" ya memang kenapa mas? kalo mas Gala gamau ke Pantai biar aku ke Pantai sendiri"


" oke-oke kita ke Pantai sekarang"


Setelah memakan waktu kurang lebih satu jam , akhirnya Gala dan Kayra sampai di pantai yang menyuguhkan pemandangan sore yang luar biasa indah .


Kayra berjalan di pinggir pantai dengan salah satu tangannya memegang kedua sandal yang ia pegang.


"Mas, aku mau tanya boleh?"


"boleh asalkan pertanyaanya gak bikin gue marah"


"Kenapa mas bisa suka sama aku?"


" hmmmm kenapa ya? gue juga nggak tau"


"ih kok gatau sih?"


"tapi aku rasa aku belum bisa menerima perasaan mas"


"Kenapa? apa karna Dito?"


"ya seperti yang aku bilang di resto tadi mas"

__ADS_1


"Gue kasih tau ya, Dito itu udah punya pacar "


"siapa? Sofia? yang gosipnya mereka di jodohkan?"


" Bukan , namanya Aisyah . Gue, Dito Aisyah, dan Riko udah kenal dari kecil . Semenjak SMP gue udah paham kalo Dito suka sama Aisyah. Dan Aisyah pun suka sama Dito . Tapi selama itu mereka ga mau pacaran takut kalo persabahatan kami rusak gara-gara cinta-cintaan. Tapi akhirnya merekapun mengumunkan akan mengadakan pertunangan tapi tiba-tiba Aisyah pergi gitu aja keluar negri 5 tahun lalu . Dan antara gue maupun Dito engga ada yang bisa ngehubungin dia"


"gyuuuuuut" ntah kenapa hati Kayra merasa nyeri seperti di cubit ketika mendengar cerita Gala .


"hello" panggil Gala sambil tangannya melambai didepan muka Kayra yang tiba-tiba melamun .


"Ah, Mas aku lapar . Kita makan di warung makan tenda di pojok sana . Aku yang bayar deh, gantian . Tadi kan mas udah bayarin aku makan siang dan nonton"


"loh aku kan laki-laki , jadi aku yang harus bayar lah"


"ish , no no mas . Aku juga punya uang walaupun ga sebanyak mas . Kalo cuma buat beli nasi pecel lele aku masih mampu mas " ucapa Kayra bangga yang membuat hati Gala makin jatuh padanya


" Selain cantik, baik, lucu, mandiri, lo juga ga matre Kay" batin Gala


****************


"Kak Kay?" teriak Icha yang melihat Kayra hendak menuju warung makan ayahnya


"wah Icha kamu bantu Ayah ya? pinter banget sih " ucap Kayra sambil mengusap puncak kepala Icha


" Iya kak, udah lama banget Kak Kay ga mampir ke Pantai"


" Kakak agak sibuk akhir-akhir ini Cha"


" Om yang bersama kak Kay siapa, pacar kak Kay?" ucap Icha berusaha berbisik namun tetap terdengar oleh Gala .


" Om?????emang muka gue tua banget ya ?"


" Hahahaha kenalin namanya Om Gala" Ucap Kayra sambil menahan tawa


"Icha om" ucap Icha sambil mengulurkan tangan


" Gala" Ucap Gala dingin


"Kak kok Om Gala keliatan galak ya kak?"


" Hahaha engga, dia marah karna kamu panggil om , harusnya kamu panggil dia Opa " ledek Kayra yang membuat Gala makin kesal namun menjadi gemas .


"eh neng Kayra , mau mamang siapin yang biasa?"


"Iya mang, dua ya "


" siap neng , sok mangga duduk heula "


"iya mang , mang ambu ga ikut jualan?"


" ambu lagi pulang kerumah neng , ngomong-ngomong saha atuh eta? "


" temen saya mang "


" Temen? sejak kapan kita temenan?" bisik Gala sambil melirik sinis kearah Kayra


"maenya atuh temen ? meni kasep kitu . alus pisan lah neng cocok jeng si eneng "


"Artinya apa Kay?" tanya Gala yang tidak mengerti apa yang diucapkan


"artinya mas bau" jawab Kayra asal sambil menahan tawa


"hah?" Ucap Gala tak percaya sambil mengendus lengan tangan dan kiri bergantian .


" Artinya teh Si masnya ganteng , Cocok sama neng Kayra yang cantik" Serobot ambu yang baru sampai warung


"eh ambu, apa kabar?" ucap Kayra sambil menyeruput es teh didepannya.


" Jelas dong bu" jawab Gala percaya diri


"mang mulai sekarang saya akan langganan di warung ini, akan saya rekomendasikan jika ada acara kantor"


"Kantor? emang mas kerja dimana?"


" Di Sakti Jaya----"


"Jadi apa mas? admin? akunting?"


"Jadi Kayra belum tau kalo gue CEO Sakti Jaya?" batin Kayra


"ya bagian Logistik gitu"


" ohhh hebat ya mas bisa masuk situ , besok kalo aku lulus ajarin aku kiat-kiat agar bisa lolos tes masuk sana ya"


"haha apa-apaan ini , kalo lo jadi istri gue akan gue berikan satu perusahaan buat lo Kay" batin Gala dalam hati


" Gampang Kay" Ucap Gala Sambil melihat makanan yang tersaji di depannya.


"cobain mas, ini pecel lele enak banget "


"hmmm" Jawab Gala di sertai anggukan dan merasa setuju dengan pendapat Kayra.


Setelah menghabiskan makan malam , mereka pamit dan segera pulang .


**************


" Makasih ya mas satu hari denganmu , setidaknya aku bisa melupakan sejenak beban di hidupku " Ucap Kayra sambil memandangi jalan dari kaca jendela mobil Gala


"iya, sama-sama" Jawab Gala sambil sesekali melirik wanita pujaan hatinya .


"Seperti apa sebenarnya latar belakang hidup lo Kay? Gue jadi penasaran" batin Gala seraya memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di kediaman Kayra , Kayra yang mungkin merasa kelelahan tertidur pulas di dalam mobil Gala .


Tanpa berniat membangunnya wanita pujaan hatinya , Gala berusaha melebas sabuk pengaman Kayra supaya ia bisa tidur dengan nyaman .


Tapi namanya juga lelaki, disuguhkan pemandangan indah didepannya seperti itu pasti sangat sulit ya .


Dapatkah Gala menahan godaan hasrat di jiwanya? kita tunggu saja ya teman-teman . . .

__ADS_1


****************


__ADS_2