Cinta Pertama Galaxy

Cinta Pertama Galaxy
Kebenaran


__ADS_3

Waktu terasa berhenti sejenak . Rasa kesal sesak dan emosi memenuhi dada Bu Dilla , ingin rasanya ia pergi dari rumah sakit bila memungkinkan . Namun pikiran itu segera ia tepis, karna kini anaknya sedang terbaring tidak berdaya.


Sedangkan Pak Rudianto merasa senang dan lega , ia bisa melihat wanita yang sangat ia cintai kini berada di hadapannya .


Dito dan Gala segera menghampiri mereka dan menceritakan kronologi kejadian. Bu Dilla yang mendengar penuturan tersebut terduduk lemas pasalnya sebelum kejadian Bu Dilla memang sudah memiliki firasat buruk akan putri kesayangannya .


Dokter keluar dari ruangan dan menyampaikan bahwa Kayra kehabisan banyak darah . Ia membutuhkan darah O sedangkan petugas bank darah mengatakan bahwa persediaan Kantong darah golongan O sedang habis .


"Keluarga Pasien atas nama Kayra?"


" Saya dok, saya ibunya "


" Maaf bu, nona Kayra kehabisan banyak darah. Sedangkan persediaan kami sedang kosong. Apakah dari pihak keluarga ada yang memiliki golongan darah O?"


" Saya A dok, bagaimana ini" Ucap Bu Dilla sambil menutup matanya yang sudah basah penuh air mata


" Saya Ab dok" Ucap Gala sambil mengusap wajahnya dengan kasar


"saya A juga dok" Ucap Dito dengan wajah Khawatir


" Pakai darah saya saja dok golongan saya O , Saya Ayahnya" Ucap Pak Rudianto mantap


" Baik lah, mari ikut saya Pak"


Gala dan Dito tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar . Jadi Kayra adalah anak dari Rudianto? lalu Aisyah? banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepala mereka . Namun mereka berusaha menutupi rasa penasaran mereka dan bersikap tenang . Karna ini bukan waktu yang tepat untuk mempertanyakan hal itu.


Bu Dilla yang mendengar segera menghapus air matanya dan menatap kepergian Pak Rudianto ke dalam Ruangan dengan tatapan nanar.


"Nak Dito, Ibu mau tanya . Apa orang yang bersama Kayra dimobil adalah Aisyah? Anak dari Pak Rudi? "


" I---iya bu" Jawab Dito ragu .


Hatinya semakin sakit, tatkala mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Tak terasa air mata jatuh ke pipi bu Dilla . Dito dan Gala cemas dan bingung tidak tahu bagaimana cara menenangkan wanita di depan mereka. Beberapa menit kemudian Pak Rudianto dan dokter keluar dari dalam ruangan.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya bu Dilla


" Syukurlah anak ibu bisa cepat mendapat donor, sehingga dapat tertolong . Jika keadaanya semakin baik nona Kayra akan segera di pindahkan ke kamar rawat inap"


" Syukurlah dok" Ucap Bu Dilla dan Gala secara bersamaan.


" Aisyah bagaimana dok?" Tanya Dito khawatir.


" Nona Aisyah baik-baik saja , mungkin beberapa menit lagi sadar dan boleh pulang . Hanya rawat jalan saja "


"Syukur lah , terimakasih dok"

__ADS_1


Pak Rudi menghampiri Bu Dilla , ia ingin berbicara 4 mata . Ia mengajak bu Dilla untuk duduk di taman rumah sakit .


"Dilla , ada yang ingin aku bicarakan . Mari ikut aku "


" Baiklah "


Gala dan Dito tetap pada tempat mereka menunggu sang pujaan hati yang terbaring lemah , sambil menatap kepergian dua orang yang membawa tanda tanya besar dikepala mereka.


**************


Mereka duduk ditaman berdampingan, tanpa melihat satu sama lain . Banyak sekali uneg-uneg yang ingin dicurahkan .


" Dilla, sudah lama ya?"


" Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan?"


" Kayra sudah dewasa ya, dia cantik sama seperti dirimu"


" Jangan katakan pada Kayra jika kau adalah ayahnya"


"Kenapa?"


"Apa kau tidak malu? kau lebih memilih harta orang tuamu ketimbang istri dan anakmu . Aku berjuang seorang diri membesarkan Kayra tanpa sosok ayah disampingnya"


"Jangan harap Rudi, terlalu sakit hatiku untuk menerimamu kembali . Aki tidak ingin orang tua mu menginjak-nginjak harga diriku lagi"


"Apakah kamu tidak rindu pada anak sulungmu? Aisyah "


"Aisyah?" Tiba-tiba air matanya mengalir deras .


"Ya, Dia anak yang sangat baik dan pengertian . Aku bersyukur dia menuruni banyak sekali sifatmu"


"Aku ingin sekali memeluknya, tapi apakah dia akan menerimaku?"


"tentu saja , Aisyah anak yang sangat baik . Dia pasti akan senang mengetahui bahwa ibu kandungnya masib hidup"


Ternyata Aisyah sudah siuman dan tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka . Betapa terkejudnya ia mendengar kenyataan yang selama ini disembunyikan ayahnya . Aisyah hanya tau bahwa dia adalah anak dari mama Joana, Wanita yang kini telah tiada .


"Ayah? Apa yang ayah katakan tadi semuanya benar?" Ucap Aisyah sambil berjalan tertatih menghampiri kedua orang tuanya.


"Aisyah? Apa kamu baik-baik saja"Tanya Pak Rudianto.


"Ayah jawab aku!!!"


"Baiklah, mungkin ini waktunya kamu mengetahui kebeneran yang selama ini ayah sembunyikan"

__ADS_1


"Jadi benar mama Joana bukan ibu kandungku yah?" Tanya Aisyah sambil menahan air matanya.


"Iya nak, Mama Joana Bukan ibu kandungmu" Ucap Pak Rudianto terbata .


Pandangan Aisyah berpindah pada sosok wanita paruh baya di sebelah ayahnya . Bu Dilla hanya memandangi Aisyah , ia tidak memiliki keberanian untuk berbicara . Namun sedetik kemudian kedua telapak tangannya sudah berada dipipi kiri dan kanan Aisyah .


"Aisyah, cantik sekali kamu sayang" Ucap bu Dilla berusaha tersenyum walaupun di sertai tetesan air mata .


"Dia adalah ibu kandungmu Ai" Ucap Pak Rudianto sambil menganggukan kepalanya .


"Ibu?" Ucap Aisyah tidak percaya .


" Iya nak, Aku ibumu . Maafkan ibu nak maafkan ibu " Akhirnya air mata Bu Dilla tumpah dihadapan anak sulungnya .


Aisyah langsung memeluk bu Dilla dengan sangat erat , rasanya begitu hangat dan nyaman . Sekarang ia mengerti mengapa Mama Joana bersikap sangat Dingin walaupun sejujurnya ia juga sangat menyayangi almarhum ibu yang sudah membesarkannya itu.


"Engga bu, Engga ada yang perlu dimaafkan. Mungkin karna keadaan saat itu kita harus di pisahkan . Tapi aku bersyukur aku masih sempat bertemu dengan ibu kandungku" Ucap Aisyah dengan suara parau .


"Terimakasih nak kamu sudah mau mengerti" Ucap bu Dilla lega .


"Ibu cantik sekali, jangan menangis lagi" Ucap Aisyah sambil menyeka air mata yang membasahi pipi wanita yang telah melahirkannya.


"Iya nak, ibu menangis karna bahagia"


"Kalian memang sangat cantik, Ayah beruntung memiliki kalian" Ucap Ayah dengan mantap.


Dari kejauhan Dito dan Gala menyaksikan pertemuan antara ibu-anak suami-istri yang telah terpisah selama bertahun-tahun .


"Gue hampir nggak percaya" Ucap Dito


" Gue juga, gak percaya kalo gue bakal jadi adik ipar lo takdir memang lucu ya Dit" Ucap Gala tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.


"Hah? Maksud lo ?"


"Gue dan Kayra udah resmi pacaran, Jadi gue harap lo jaga jarak dengan Kayra. Dan karna Aisyah lo juga udah balik jangan sampe dia pergi lagi"


Dito sedikit terkejut dengan ucapan Gala . Mengapa hatinya sedikit tidak nyaman? Padahal benar apa yang dikatakan Gala, Aisyah telah kembali lantas mengapa ia gelisah ? Dito tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Sementara Gala menatap tiga orang di taman dengan perasaan senang, karna keinginan sang pujaan hati bukan mimpi lagi . Ya, akhirnya Kayra bisa merasakan kasih sayang seorang ayah .


"Gue kenapa? bukannya gue harus seneng ya dengan kembalinya Ais? Tapi kenapa hati gue sakit mendengar Kayra dan Gala menjalin hubungan?"


mohon dukungannya teman-teman . Kritik dan saran sangat membantu 😇


**************

__ADS_1


__ADS_2