
'' A. aku, Aku, aku," jawaban terbata bata dari Netta membuat Adam mengambil tindakan dia tidak sadar disekitar nya bukan hanya diri nya saja,
'' Hei, jangan di jawab bila jawaban mu No, aku gak mau dengar, Kau tak di izinkan untuk menolak ku," tegas Adam tajam dengan tatapan mengancam membuat Netta gelagapan
" apakah itu cinta, cinta tak bisa di paksa, Mr Adam, dan kau menyatakan cinta pada ku di tengah malam gelap di bawah pohon mangga begini, Tidak Romantis," Desis nya acuh tak acuh mencoba melepaskan dekapan dari Adam
'' Hei, kurang Romantis katamu, Aku merengkuh mu, memeluk mu, bahkan memberimu sebuah ciuman disaat ku menyatakan perasaan ku, kurang apa lagi," Dengus adam kesal, perkataan Adam membuat Netta malu, hingga menyelusupkan wajah nya ke dada bidang Adam apa lagi melihat banyak orang disana
'' Aku malu, " cicit nya
'' kenapa harus malu hm, mereka tidak melihat nya, ya kan Jo," Jawab Adam santai sambil bertanya pada Jo
Jo yang masih jomblo itu pun menghela kan nafas nya melihat sifat genit tuannya itu
'' Ya, '' jawabnya Malas
'' Ayo kita pulang,'' Titah Adam sambil mengendong netta ala bridal, membuat netta kaget dan langsung mengalungkan tangan nya di leher Adam,
'' Adam, '' teriak Netta kaget dengan wajah sembab nya dan cemberutnya
'' Jangan memancing ku sayang," goda Adam
Netta terdiam
'' Tidurlah, Aku akan menemani mu disini, " perintah Adam sambil mengelus rambut Netta lembut setelah menidur kannya di tempat tidur, tak lama pun ia tertidur pulas membuat ia pun tersenyum dan mengecup pelipis mata hidung kedua pipi terakhir ******* sedikit bibir manis yang masih terasa mangga itu,
__ADS_1
'' Good nite baby, always love you, Mine,"
gumam nya sebelum keluar dari kamar itu
********
'' Adam, kini sudah saat nya kita kembali, masalah kita disini pun sudah kelar lama, Netta pun sudah kau miliki kan" saran Jo untuk kembali ke New York
'' Yaah, Berikan kami waktu untuk cinta ini, untuk meyakinkan hati nya padaku, Netta bukan gadis biasa yang langsung cepat bisa di pengaruhi phisikis nya, dia terkadang dewasa tapi terkadang juga kekanak kanakan, '' kata Adam meragu
Dreeettt dreeettt
suara getar hp di saku Adam terdengar, Adam mengeryit kening nya melihat siapa yang menelpon, Adam senyum menyeringai,
'' Rolando Ark Rudolf, Dalang di balik kecelakaan 15 tahun silam yang menewaskan Ny Laksmi Issabella dan Tn Wandy Wardiyoko, kecelakaan tunggal dengan tersangka anak di bawah umur, sedikit uang, pengadilan menutup mulut," Tembak Derrick langsung, Derrick Bowman adalah teman dari Adam yang di pintai Untuk menyelidiki kematian keluarga Netta,
'' Ok, thank, kutunggu kabar selanjutnya, '' tutup adam kesal
'' Mau kemana?" Tanya Adam melihat Netta sudah rapi dan terlihat cantik dimata nya
" Jalan jalan sebentar boleh, sekalian mau beli sesuatu, juga, bosan dirumah terus,"
'' Baiklah, jam 4 sore harus ada dirumah, jangan telat awas, keliling dan belanja sepuas nya, beli apapun yang kalian suka, Deva temani kamu kan, Sandi nya Ulang tahun kamu!!" jawab Adam lembut, sambil menyodorkan Black Card nya, Jo mendengus giliran ma netta saja lembut
muuaachh
__ADS_1
'' Terima kasih, " girang Netta sambil memeluk leher Adam cepat dan erat sambil mencium kartu itu, dan pipi Adam cepat, membuat Adam kaget dengan gadis manja ini, sedang kan Jo hanya melongo,
'' Maaf, Ayo dev,kita belanja, " seru Netta sambil berlari keluar karna malu sekali dengan tindakan bahagianya. ia memang sedikit menghindar setelah di tembak Adam minggu lalu
'' Issabell sayang, jangan Lari lari nanti jatuh, '' Teriak Adam sambil memegang pipinya, wajah nya memerah, dan menggelengkan kepala nya melihat tingkah gadis itu
''cih merona, di cium di pipi aja, Ratusan juta lenyab tuh," Ledek Jo menggoda bossnya
'' Aku kerja buat siapa kalau gak buat dia, kasian Orang bank, pening hitung banyaknya uangku kalau gak ada yang kurangin, " jawab Adam acuh sambil keluar kekantor, dia memang sedikit terlambat hari ini membuat Jo berdecak kesal
Sesampai Netta di Mall, '' Deva, kita punya waktu sampe jam 3, jam 4 harus sudah dirumah bila perlu, harus sudah cantik dan wangi , keliling sepuas nya, bermain dan belanja sepuas nya, '' beritahu Netta antusias sambil mengulang pemberitahuan pacar nya itu, Deva hanya tersenyum menyeringai,
" Kita boss Adam secinta Apa sama kamu mau?" tanya deva dengan Ide licik nya Netta menatap heran dengan wajah bingung,
'' Belanja, sebanyak nya itu seudah gak akan membuatnya marah Netta, Tapi pulang terlambat akan membuat Pria dominant itu khawatir," Jelas nya
'' Sorry Dev, Aku belum berani," lirih netta, ia tau gimana kalau Adam marah, ia bisa menghancurkan apapun itu, Netta sendiri pernah melihat para bodyguard di tampar kala saat itu mereka tak sengaja terkunci di gudang, dan itu menyeramkan,
'' Hahaha, tidak netta aku gak siap di panggang sir Adam," ketawa Deva kencang
kita mereka sedang Asik memilih pakaian santai dan sepatu,
beberapa accesoris pun tak luput dari belanjaan nya, mereka terus berburu belanjaan mereka sampai lelah, mereka hanya rehat sebentar untuk makan siang saja, Bahkan mungkin Kartu yang dia bawa itu pun mulai bosan di gesek terus,
Kini mata nya terpaku pada tas cantik mungil warna gold itu di dalam etalase, kaki nya mendekat untuk mengambil setelah mengambil, ia pun berlalu kekasir tapi tiba tiba, Bruukk,, seseorang mendorong nya keras sehingga ia terbentur, dan menengok ke belakang siapa yang mendorong nya mata nya membulat, ia ketakutan sangat, bibir nya bergetar, air mata nya meluruh, nama Adam di lirih nya untuk keamanan hati nya
__ADS_1
*****