Cinta Sang Penguasa

Cinta Sang Penguasa
CSP 13 - Pembalasan


__ADS_3

Dunia bisnis kini di hebohkan dengan colab nya Perusahaan Rudolf dan terguncang nya perusahaan Arvindo's, yah karna Adam tak mau berbelit belit, dia langung melempari mereka dengan bom waktu, kini Sofi sedang menjerit histeris di kamar pribadi nya di rumah orang tua nya, semenjak kejadian itu ia langsung pulang kerumah nya, Tuan Arvindo marah besar atas sikap istri nya yang pernah menyinggung Adam sehingga pembalasan ini terjadi, sedang kan Tuan Rudolf sudah menghancurkan guci guci di rumah nya ia marah besar


'' Lihat, lihat hasil didikan mu pada putri kesayangan mu, di membuat kita jadi gembel sekarang, gara gara dia Tuan Rexford marah karna kalian mencoba menyakiti wanita nya,''


" Semua hancur, smua yang ku rintis dari nol kini hancur dalam sekejab hanya karna gengsi mu, ego kalian," bentaknya tajam


'' Dan lihat, Bahkan dia tak melepaskan Putra kita, dia menjerat Roland dengan kasus penyuapan, korupsi, dan tabrak lari, " huh apa ini, mereka bahkan belum punya uang untuk menyewa pengacara, perusahaan bangkrut, rumah di sita pihak bank, dan sekarang anak sulung nya di kantor polisi terjerat kasus besar,


'' Kita harus apa Pa, hiks," rintih nyonya rudolf hilang sudah ego nya, semua nya sudah hancur,


'' Kita harus memohon pada nya,"


'' Sialan ********, brengsek," makian apapun itu kini keluar dari mulut Roland ketika di tarik paksa untuk masuk penjara,


Melihat berita kehancuran kedua perusahaan itu, membuat Adam senyum menyeringai, ia masih memiliki kejutan kejutan baru untuk musuh nya itu,yah kalian benar, Adam lah yang membuat Kedua keluarga itu hancur sehancur hancur nya, kini keempat orang tua itu dua pria paruh baya dua wanita paruh baya itu menghampiri nya di kantor memohon kebajikan dari sang rexford,


'' Tuan, Ampuni keluarga kami, pihak kami tidak melakukan apapun atas wanita tuan," Suara penuh permohonan dari tuan Arvindo terdengar lirih sambil memohon mohon pada Adam yang duduk di sofa dalam kantor nya sambil meminum Teh jahe madu kiriman Netta tadi dengan santai Jo yang berdiri di dekat nya hanya menatap mereka datar,


'' Ampuni kedua anak kami tuan, mereka terlalu manja dan masih butuh bimbingan, mereka belum tau apaapa, " Suara nyonya Rudolf kini mengalun indah dengan isakan tangis pilu nya karna kehilangan harta yang di banggakannya,

__ADS_1


Adam mengetat rahang nya, ia marah apa kata tadi belum tahu apa apa, mencoba menghina calon ibu dari anak anak nya,


'' Tuan, berikan kami kesempatan, " pinta Tuan Arvindo lagi,


" Kalian tau siapa aku, hem, Tak ada dalam kamus Rexford melepaskan musuh nya, apa lagi ini menyangkut nyonya besar Rexford, " Seru adam penuh dendam, meskipun mereka menghiba mencium telapak kaki nya dia tetap akan melakukan niat nya yaitu menghancurkan musuh musuh nya,


setelah memohon mohon dan menghiba tak ada respon dari Adam merekapun pulang, sedang kan Keluarga Rudolf kini mereka menuju ke kantor polisi,


'' Papa, bebaskan aku, aku di pukuli disi oleh tahanan lain dan oknum disini, aku takut pa," rengek Roland dengan wajah yang babak belur, yah dengan kuasa nya Adam bahkan membayar tahanan yang satu sel dengan Roland untuk memukuli nya, sungguh kejam dan licik kamu adam, sedang kan mereka hanya diam tak bicara apapun lagi, kini dua paruh baya itu pun pulang menuju rumah mereka,


'' Hanya Ada satu cara kita bisa hidup mrwah lagi Mama," seru Tuan Rudolf,


'' Tuan Wiryanto, pemilik club nite ternama kota ini, kita Nikahkan Sofi pada nya untuk di jadikan istri ke empat nya, sebulan lalu ku dengar ia ingin menikah lagi," sahut sang suami


'' Ia papa benar, ini terjadi karna Sofi juga nama gak sudi hidup miskin pa,'' antusias sang mama, demi uang mereka rela menjual anak nya dasar tak tahu malu


Aku akan membalas mereka semua,


desis seseorang

__ADS_1


********


Suasana taman tampak sangat indah di malam hari di hiasi lampu remang remang Netta sedang duduk lesehan santai di taman dekat danau buatan yang di alas dengan karpet di bawah pohon, tertutup, dan sepi, cuaca yang dingin tidak membuat Netta bergegas dari sana, sambil melihat rembulan ia pun terdiam diri


'' Sayang, " panggil Adam mesra sambil memeluk netta dari belakang dengan mudah mengangkat Netta ke pangkuannya, membua Netta kaget dan terkejut


'' Mass, '' lirih Netta sambil mendesis karna Adam bukan nya, memeluk saja tapi ia juga mencoba mencium tengkuk kekasih nya itu,


" Kenapa disini hem,?" tanya nya sambil memberi kecupan kecupan ringan di telinga menuju dagu sang kekasih, netta mendongakan wajah nya ke atas melihat mata coklat bening sang pujaan hati, dan Adam dengan cepat menggunakan kesempatan untuk mencium bibir kekasih nya yang sudah jadi candu baginya gaun tidur warna pink itu terlihat cantik ditubuh indah sang cinta, dengan lembut ciuman ciuman itu kini turun kedagu, tulang selangka leher terlihat bercak bercak merah disana, belum cukup disitu juga kini tangan nya tak tinggal diam, ia mulai membuka ikatan gaunnya tali sepagethi gaun itu merosot, dua belahan itu mengintip ke arah Adam dengan kilatan Gairah yang menggebu, adam pun membenamkan kepala nya di sana,mengecap rasa itu seksama, Netta yang pertama kali pun merasa kannya terbuai nikmat ia tak sadar mendesah


'' Mas Adam," desahnya membuat Adam terlonjak, Ia sadar telah melewati batas dengan cepat ia mengikat kembali gaun itu dan mengendong kekasih nya ke kamar, Netta pun terdiam saja. ia merasa kagok,


'' Kamu istirahat ya, love you, " setelah meniduri Netta ia pun kekamar nya dan langsung ke kamar mandi, mandi air dingin lagi kwkwkwk,


'' Godaan apa lagi ini Tuhan, " desah Adam sendiri di bawah pancuran air


'' Dia begitu manis dan sangat lembut, shit'' Gumamnya karna sepertinya acara mandi nya harus sedikit lama


******

__ADS_1


__ADS_2