
Braaakk, suara benda jatuh itu membuat orang orang mendekati tempat tersebut termasuk jo dan Adam
'' Hei, apa yang kalian lakukan," Tegur sang pegawai toko dengan sentakan keras mata nyalang menatap tajam padaku, aku takut sumpah aku tak sengaja memecahkan manekin itu
'' Wanita ini yang memecahnya, dan dengan sengaja merusak gaun malam itu, " tuduh wanita dewasa di depanku dengan cepat
'' tidak !! itu fitnah, bahkan aku tidak menyentuh gaun itu," bela ku ketakutan badan ku bergetar. sungguh aku tak pernah memegang gaun itu
hiks hiks sir Adam tolong aku bisik ku dalam hati
pelayan toko itu sudah menatap ku sangar siap meledakkan sumpah serapahnya apa lagi melihat penampilanku,
'' hehh gembel miskin seperti mu tak pantas masuk butik ternama ini, mau mencuri kan mu disini " angkuh wanita itu lagi, sambil mendorong tubuhku kencang, aku yang belum siap langsung terhuyung kedepan, aku sudah memejamkan mataku untuk terima kesakitan sambil merapalkan doa, tapi dekapan hangat yang kudapatkan, '' Ada apa ini," desis sir adam, tajam, aku mendongakkan wajahku ke belakang, netra mata nya terlihat marah, rahang nya mengetat, mata nya menatam, ihh sereem
'' Maaf tuan, sudah menganggu kenyamanan anda, ada sedikit terjadi keributan disini, wanita itu sudah merusak gaun malam ekslusif butik ini menghancurkan manekin itu, kini ia malah menuduh nyonya ini yang melakukannya " suara pegawai itu terlihat lembut, padahal baru saja tadi marah marah dan memaki aku huuf pencitraan banget sebal ku,
" Itu fitnah," sanggah ku
" Jo, " desis Adam
Adam kini tersenyum miring, mendengar kata pegawai butik itu, sambil memberi kode pada jo yang langsung di pahami oleh asisten nya itu
" Siapa nama mu nona," tanya Jo
" Wirda subroto, " jawab wanita yang tadi bertengkar dengan ku sambil sedikit mendesah,
" Nona yunita, cepat panggilkan pemilik butik ini Tuan saya ingin bicara, " perintah jo sambil menatap tajam pada pelayan itu
" Siapa anda mencoba mengatur ku haah," Marah yuni pelayan itu
" Cepat lakukan, katakan Tuan Rexford ingin bicara," tegas Jo tak ingin di bantah dengan tatapan tajam, pegawai itu langsung pergi. sedangkan Adam mulai mengode Jo mengambil kursi untuk nya duduk, Wirda jangan di tanya ia mulai mengeluarkan gaya centil nya untuk menarik perhatian Adam yang di abai kan Adam,
" Aku tak melakukan apa pun, Aku kebeteluan lewat, patung itu jatuh sendiri dan baju itu rusak, aku tak bersalah, aku tak bersalah, '' rengek ku sambil menangis, aku takut, sangat ketakutan, Harga gaun itu sangat mahal, aku tak sanggup bila di mintai untuk ganti, dan takut di penjara,
'' Relax, Issabel ku, semua akan baik baik saja bila aku bersama mu ok," tenang Adam sambil memeluk ku, ya ini lah aku yang sebenarnya. kekanakan, dan manja, kini kami sudah duduk di single sofa, yang entah dari mana, sedang kan mata Wirda sudah mulut melotot pada ku, penuh benci
suara langkah kaki tergesa mulai mendekati kami,
__ADS_1
" Sir Rexford, Suatu kehormatan bagi kami ini dapat kunjungan dari mu," sapa pemilik butik ini ketika ada laporan tentang ada orang yang ingin bicara pada nya sambil berlari ia pun bergegas kesana,
" Hm, tapi Aku sangat menyesal pernah menapaki kaki ku di toko ini madam," jawab sarkas Adam
membuat Madam Fullya pemilik toko terhenyak, ia merasa ketakutan sekarang, siapa yang tidak tau kalau Adam Xavier Rexford pengusaha kaya raya, yang menpunyai saham di mana mana ini bukan pria baik yang mengampuni musuh nya begitu saja,
" kenapa, begitu tu tuan, biar saya yang melayani tuan " suara terbata itu terdengar lirih,
'' Pelayan mu dan wanita ini sudah menghina dan menuduh pendamping tuan Rexford merusak disini nyonya, bahkan mereka berani mendorong nya, " perihal jo dengan tajam
" Yuni, Kau di pecat, dan kau, berani nya kau membuat ulah disini pergi kau," Usir nya dengan kasar menghentak sehingga pembeli lain melihat nya, mulai berbisik bisik
" Ayo Issabell ' honey ', kita pergi, ku rasa toko ini tak cocok dengan kita," ajak Adam santai membuat Fullya merasa kesal
'' Jo urus toko ini dan kedua wanita sialan itu, " perintah Adam ambigu,
" Baru jadi pelayan saja mulai bertingkah," sindir Jo kesal nambah pekerjaannya saja ciih
" Adam, Aku gak mau masuk toko kayak gini lagi, penjual dan pembeli nya jahat, " celetuk Netta manja sambil menghapus air mata nya
Adam hanya tersenyum
" Sir Adam, mr jo ayo ambil boneka di mesin itu donk, Netta mau boneka cantik yang disana," ajakku pada dua pria disana
'' Kenapa gak beli saja Issabell, dan sekali lagi Call me Adam and Cukup Jo tak ada sir ataupun mr okay, kalau tidak aku akan menghukummu " tanya Adam heran, sampai meminta panggilannya sambil menatap netra ku intens membuat ku mengalihkan pandangan ku padanya, aku malu banget,
" Boneka disitu lucu lucu, aku pengen, ini kali pertama aku punya boneka semenjak orang tua k meninggal ," ungkap Netta dengan wajah sendu, membuat Adam terasa sakit di hati tercabik cabik
" Ok, aku bisa, mau berapa 'Sayang '," tanya Adam semangat
'' Satu cukup," jawab Netta girang, tak butuh banyak percobaan, Adam mendapatkan Dua boneka, satu boneka beruang warna pink cantik dan satu lagi boneka panda, hanya dengan tujuh koin saja, yang membuat netta girang bahkan berjingkrak jingkrak di sana, dengan wajah bahagia
" Hore, makasih boneka nya, " seru Netta sambil memeluk erat Adam,
deg
deg
__ADS_1
deg
Adam takut Netta mengetahui suara detakan jantungnya, sehingga ia pun langsung mengurai pelukannya,
"Jo, Kau payah itu saja tak bisa, " cibir netta membuat jo kesal
' *kalau bukan karna lirikan mata boss saya juga bisa kali nett,' desis Jo sambil menatap kesal ke netta
' tidak perlu menatap calon istriku begitu,' tegur Adam dengan lirikan mata nya saja dan jo sudah paham itu*
" Issabell kita makan siang dan pulang ya, " Ajak Adam lagi, karna sore ini ia adam pertemuan penting dengan klient yang ingin di temui nya semenjak kemarin
*******
Disini lah Netta sekarang, di dekat kolam renang dengan baju santai nya ditemani teman barunya, setelah pulang tadi dan membuat kehebohan setelah melihat kamar nya
'' Netta, ini kamar mu, " tunjuk Deva, anak kepala pelayan disana, yang di tunjuk langsung orkeh jo untuk menjadi pelayan pribadi Netta, dengan kedok asistennya, netta yang polos pun dengan menjawab ia, sambil membuka kamar mewah berwarna putih cream dengan desain indah, membuat netta mebulat kan mata nya takjub dan kagum,
" Di sebelah sana, pintu pertama, kamar mandi, pintu kedua walk in closet, ayo kita lihat, " ajak Deva lagi dengan senyum nya membawa Netta ke kamar mandi
'' Ini bath thub dan krannya, ini pengatur suhu nya dan ini shower nya, disitu perlengkapan mandi nya, dan tempat handuk nya," tunjuk satu satu deva dengan sabar sambil mengajari Netta cara pakai nya,
'' Dev, ini kamar mandi kenapa mewah banget sih, besar lagi, aku takut tersesat disini," ungkap Netta serius membuat Deva tertawa
" Ok, lupakan itu, mari keruang pakaianmu,"
" nah lihat ini baju mu, ini sepatu tas dan asessoris mu, dan itu brangkas perhiasaan mu, dan untuk membuka nya kau perlu kartu acces dan pin dari tuan Adam," tunjuk deva
" Ini kenapa banyak sekali, Adam jualan pakaian ya. oh pusing aku," celutuk Netta mulai pusing, melihat baju sepatu dan tas bermacam macam warna dan model, ya, sejak Netta gak jadi belanja tadi Adam menyuruh orang orang nya untuk membeli semua keperluan Netta termasuk pakaian dalam nya,
kini dia sedang meloncat loncat di atas kasur empuk untuk mainannya
'' Dev, Ayo kesini, ikut lompat bareng aku, " ajak ku, wihh seru tau kalian patut coba
'' Tidak Netta, Nanti tuan adam marah," tolak deva takut takut memikirkan bagaimana kejam nya Adam
" Tidak akan dev, Aku sudah mendapat kan izin dari nya, Kata nya ' lakukan apapun sesuka mu disini, ingat apapun itu tanpa terkecuali, buat kamu happy asalkan jangan coba coba untuk keluar dari mansion ini, 'nah gitu " kasih tau Netta dengan gaya bicara Adam tadi sebelum ia pergi
__ADS_1
dan dev pun mengingat peringatan dari Adam langsung, ' Ingat, jaga dia, dan turuti semua permintaan nyonya kalian, jangan membuat ia kesal apalagi marah dan menangis, apapun itu, kerugian dan kerusakan biar saya yang tanggung, dan bila sedikit saja ada keluhan dari nya, kalian kenal saya, dan bisa tau akibat nya, '
*******