Cinta Sang Penguasa

Cinta Sang Penguasa
CSP part 6 _ Tugas Baru


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Netta masuk kerja, menjalani tugas tugas nya. tepat jam 6 pagi, Netta sudah selesai mandi dan kini sedang mencoba membuat nasi goreng kesukaannya untuk sarapan, ya untuk nya, kalau untuk Adam sudah ada chef yang membuat nya, tak lama berkutat dengan bahan bahan ia pun sudah selesai, nasi goreng sea food ala Netta sudah selesai, dan dua cangkir kopi espreso racikannya pun selesai


kini tinggal menata nya di meja makan, dan tak lama Adam dan Jo pun sudah duduk manis di meja makan,


Adam dan Jo mengambil sandwich nya, dia heran melihat Netta mengambil piring dan mencoba mengambil nasi goreng di depannya, ada juga telur mata sapi, dadar gulung juga, dan Ayam goreng,


'' Issabell, nasi goreng nya hanya itu,?" tanya Adam, sambil melihat piring besar tertata rapi nasi gorengnya, irisan timun, tomat, selada mempercantik bentuknya,


" Ya Adam, aku hanya membuat ini untuk ku karna kalian setauku tidak sarapan nasi kalau pagi, dan maaf sudah memakai bahan bahan mu di kulkas, oh ya, kamu mau coba, ku pasti kan layak di makan meskipun tidak seenak masakan chef disini" tawar netta ragu ragu


rasa nasi goreng itu enak gak enak patut di coba, itu karna buatan gadis ku kapan lagi di bisa mencoba nya


'' boleh, '' jawab Adam cepat


'' Aku juga mau," sela jo penasaran, karna bentuk nya gak aneh, terlihat rapi, aroma nya enak, juga menurut nya lumayan lah, patut di coba, apalagi Terlihat udang tanpa kulit dan cumi yang besar mengiurkan


jadilah Netta kini menyendokkan nasi goreng yang hanya empat sendok nasi itu untuk Adam dan Jo, sama sama satu sendok, sedikit biarin


netta memberi lauk nya sedikit dadar gulung dan sepotong telur mata sapi setengah matang, sedikit irisan tomat, dan ayam goreng bumbu buatannya


setelah menyuapi nasi goreng dan menguyahnya, Adam membelalakkan matanya Rasa nya sangat enak dan sangat pas di lidah nya, ia terus menyuapi makannya


rasanya sangat enak, dan pas, tidak bikin eneg,, baru kali ini aku mencicipi masakan seenak ini, aku menyesal memberi izin jo mencicipi nya, sialan batin adam


'' Enak, kau hebat, pintar masak issabell, boleh kan kalau nanti siang ku pinta makan siang dari rumah '' puji Adam tulus sambil meminta netta memasak lagi, kini pandangan nya lekat ke mata ku


" Ia netta, ku rasa adam benar, masakan mu enak, kita patut coba menu masakan mu lainnya, siapa tau Adam punya niat buat buka resto khusus untuk mu," tambah Jo lagi, semangat


" Ad am, aku gak bisa memasak, hanya melihat orang pernah memasaknya dah itu saja ,'' Jawab netta gugup


" masaklah apapun itu untuk ku nanti siang dan ku tunggu kirimannya, ingat jangan melakukan apa pun dan jangan kemana mana tanpa izin dari ku, " perintah Adam tegas sambil menatap tajam mata Netta sambil mengelus rambut nya pelan


'' Baiklah," jawab netta lirih,


kini dia sedang mengantar Adam dan jo ke depan, sampai di depan pun malah ia masih menunggui mobil adam melaju jauh


******

__ADS_1


Nah kini Netta sedang duduk santai sambil membaca novel, di taman belakang dengan segelas jus dan setoples cemilan yang di sediakan Adam untuk nya, sedang kan Deva izin ke toilet sebentar,


*lihat lah dia, hidup santai setelah di pungut oleh tuan adam cihh,


ia kini deva pun terlihat lebih santai tanpa tugas berat kayak kita


ya, bahkan tugas deva di alihkan ke kita, itu semua gara gara wanita gembel itu merepotkan saja,


cantikan juga aku kemana mana*,


kasak kusuk bisikan di belakang nya membuat Netta mengernyit heran, dan tak terasa pun Deva kembali,


'' Dev, mereka kenapa bisik bisik,"


'' Yah, biasa lah kelelahan," jawab deva berdecak, ia tau dua maid senior nya tidak menyukai calon nyonya rumah ini


'' Oh, oya Dev, sebelum kita masak makan siang untuk mereka, Aku mau lihat lihat donk kinerja para pegawai nya Adam boleh," pinta Netta


" Bo bo leh, " Deva menjawab gugup, ia takut di amuk tuan Adam karna membantah keinginannya nyonya besar, mereka pasti tidak suka pekerjaannya di pantau begini netta dengan semangat berjalan jalan mengamati tukan kebun, maid bersih bersih, mencuci baju, bahkan tukang masak pun. sudah mulai bersiap, mereka melakukan tugas sebaik mungkin, belum para pria bertubuh besar yang berkeliling mengamati sekeliling rumah itu bergiliran dia amati dengan seksama di ikuti deva, mata polos nya terus menelusuri mansion megah itu sampai ke halaman belakang sedikit jauh dengan kebun bunga, ia melihat ada pohon besar besar disana


" Pak, Netta mau tanya donk boleh,'' tanya netta sopan


'' Itu pohon punya siapa,?" tanya Netta antusias sambil menunjuk pohon mangga, pohon jambu bahkan ada pohon rambutan disana, Netta takjub, apalagi pohon rambutan dan pohon mangga buahnya sedang mengkal dan banyak, pasti rasa manis, pikir nya,


" Ini semua milik tuan Adam nyonya, Kami yang merawatnya, '' jawab Tukang kebun itu lega dengan senyum sumringah di wajah tua nya


" oh, Makasih pak, panggil Netta saja, kalau tidak, nanti saya lapor Adam," sahut netta sambil berlalu dari sana, di penuhi akal liciknya


kini Netta, Deva dan chef adam pria berusia 40 tahun itu, sedang di dapur mereka sedang memasakkan Adam makan siang, Pilihan kali ini mereka ada pada Soup iga, ikan patin kuah kuning, bebek bakar bumbu, dan cah kangkung saus tiram, tidak lupa sambal nya, setelah melihat bahan bahannya tadi dan bertanya pada chef apa Yang Adam sukai dan pilihannya jatuh pada pilihannya itu, kini semua masakannya telah siap di masukan ke tempat bekal itu, kini Netta sedang membuat Mengambil Jahe lemon madu yang sudah membeku dari tempat coffinya, untuk Adam dan Jo, yang dia buat tadi pagi di kulkas, dan seloyang Puding coklat kopi dan potongan buah buahan, untuk cuci mulut,


'' Tolong di antar ke kantor Adam ya pak," pinta Netta pada sopir adam di depan pintu sambil tersenyum dan sang supir pun tersenyum ramah melihat betapa lincah nya sang nyonya


di kantor Rexford Company adam sedang sibuk dengan berkas nya membaca dan mengkaji ulang sebelum menanda tangani berkasnya mata nya tak luput dari Laptop nya,


'' Boss, Jam makan siang, mau makan siang bareng," Ajak jo profesional setelah menduduki bokong nya di sofa dalam ruangan itu


'' Issabell akan mengirimkan makan siang untukku, aku sedang menunggu nya, '' jawab adam tanpa menoleh melihat siapa lawan bicara nya

__ADS_1


" Oh ia, Lupa, beliin Netta Handphone dan tablet, isi aplikasi penting dan beberapa game, aku ingin dia punya alat komunikasi dan aku ingin memantau nya dari jauh, " perintah Adam yang segera di laksana kan cepat oleh jo, kini mereka pun membahas tentang bisnis, pekerjaan mereka di newyork, dan inggris, proyek baru mereka


tok tok tok, suara ketukan menginterupsi perbincangan mereka, setelah mendengar perintah masuk akhir nya sang reseptionis pun masuk,


'' Maaf sir ada titipan dari alamat rumah tuan, karna saya pikir penting saya sendiri yang membawa nya kemari," terang nya dengan sopan tanpa ada niat untuk menggoda atasannya, Adam hanya acuh tak peduli


'' Letakkan di situ dan silahkan keluar," Datar Jo


Adam langsung bergegas mendekati tempat paper bag yang berisi makanan dan minuman kiriman Netta setelah menyimpan data data di laptop nya


" Jo, Ambil kan minuman, dan tempat makannya, cepat, dan masukkan ini ke kulkas" perintah Adam cepat melihat jo mulai membuka tempat makanan tersebut, jo dengan raut wajah kesal mengikuti perintah adam


kini ia mengambil dua pisau kecil, garpu, sendok. dua piring dan botol sedang air mineral di taruh nya di depan meja dekat sofa,


Dan langsung membuka rantang makanannya


Adam mengernyit kening nya melihat menu tersebut,


" Wihh, Ikan patin kuah kuning, Sop iga, bebek bakar bumbu, dan cah kangkung, dan sambal ck ck makan besar ini," seru Jo antusias melihat dua potong ikan patin besar, dua potong bebek bakar bumbu juga dengan ukuran jumbo, dan semangkok sop iga,


" Tradisional," tanggap Adam


" yes, ingat seperti kata mu, masak lah apapun, ku pikir Netta bisa nya hanya masakan daerah, " peringat Jo lagi,


" Ya, Akan ku coba, " mantap adam sambil mengambil menu nya, mencoba satu satu jo pun melakukan hal yang sama tanpa sadar mereka sudah menghabiskan semua makanan tersebut tanpa sisa, bahkan keringat sudah keluar di leher dan kening mereka berdua karna sambal sedikit pedas, tapi cita rasa nya pas


''Masakannya enak banget, Kalau begini terus, kita harus giat lagi berolah raga, aku takut perut kotak kotak ku membuncit," keluh Jo sambil mengelus perut nya yang merasa kekenyangan


'' Iya, mulai sekarang aku ingin terus di kirimi makan siang, tapi aku akan meminta porsi nya untuk ku saja, kamu tak usah," jawab Adam sewot


'' Heeh, jangan serakah donk, aku juga mau kali makan enak terus," Jo tak mau mengalah


'' Adam, ku rasa ada lagi deh kiriman Netta, " peringat Jo tentang apa yang di pintai adam tadi dan tanpa aba aba ia langsung mengambil nya, huuf tadi bilang takut buncit sekarang apa,


'' Buah segar, puding coklat rasa kopi dan minuman apa ini,?" Beritahu nya pada adam sambil melihat dua buah cup minuman sambil memberi nya pada Adam


'' Dingin, nikmat dan menyegarkan, sangat pas ketika cuaca panas dan habis makan daging gini, " Tambah Jo lagi ketika menyeruput minumannya dan menikmati nya

__ADS_1


'' Kenapa kau minum, ini tuh untuk ku, " sela Adam kesal, jo terus terusan mengambil milik nya


'' Netta kirim dua porsi sudah pasti untuk kita lah,," jawab Jo langsung berlalu, dari ruangan itu


__ADS_2