
Sudah sebulan lebih Netta tinggal di mansion utama milik Adam, setelah menjelajahi seluruhbisi mansion mewah itu, bahkan sudah sebulan ini ia wara wiri di perpustakaan tapi tetap saja, rasa bosan kini hinggap di hati dan pikiran nya, ingin rasa nya ia bekerja apa saja, tapi itu tidak mungkin bila menentang sang boss, tapi demi untuk menekankan janji nya membalas jasa Adam yang dulu telah berjanji gak akan mengeluh apapun,
*Ya Tuhan, akhir nya, setelah menjalani operasi sampai 5 jam lebih, Operasi penyempitan pembuluh darah di bagian belakang leher ,netta berjalan lancar,
'' Sir Adam, terima kasih atas kebaikan mu, aku tau rasa terima kasih ku tak akan cukup untuk kebaikan mu, pada ku, dengan begitu, aku akan terus menurut pada mu, sesakit apapun aku kau sakiti aku tak akan pernah pergi, kecuali kau yang minta, Suatu saat nanti bila aku memiliki kesempatan akan ku balas jasa mu itu, inilah janjiku, " kata kata itu tak sengaja terucap di bibir Netta ketika di sadar dari operasinya, 4 bulan yang lalu*,
'' Hai, sedang apa ? kenapa kamu melamun terus hem," tanya Adam lembut sambil mengelus rambut yang berterbangan di sisi pipinya,
ingin rasa nya, ia menjawab bosan, dan rindu tanah air nya, tapi tidak, ia tidak ingin mengecewakan pria nya itu,
" Tidak apa apa?" jawab netta dengan lirihan yang madih terdengar jelas oleh adam, Adam yang pendengaran nya sangat peka itu langsung tau ada sesuatu dari Gadis nya itu
Ingin Ia peluk erat gadis itu. melihat senyum paksa di bibir mungilnya, tapi suara getar hp menginterupsi nya,
'' Apa? Ok Saya kesana sekarang," Itulah yang di jawab Adam sebelum memerintah kan Netta ikut
" Netta, ikut aku, " panik Adam segera memberi perintah pada Netta yang mengambil Hp dan langsung bergegas karna melihat mobil pun sudah siap
__ADS_1
'' Tom, Kita ke Kerumah sakit sekarang," perintah Adam cepat, setelah mereka sudah duduk di mobil itu, keringat dingin bercucuran di dahi nya, bahkan tangan nya ikut gemetar,
'' Ada apa sayaang, " dengan lirihan nya Netta bertanya ia merasa takut dengan tubuh gemetar, yang di tanya hanya terdiam membisu dengan tatapan kosong, tommy yang mengerti ia hanya diam saja, tak lama, mereka sampai di rumah sakit AR Hospitals, rumah sakit yang di naungi nya sendiri, ia pun langsung berlari menuju ruangan khusus untuk Orang yang sangat di cintai nya itu,
" Bagai mana?" tanya Adam dengan sangat lirih,
'' Kami semua sudah berusaha Adam, Tapi Tuhan berkehendak lain," Ucap salah satu Dokter Ahli senior disana
Tubuh kekar itu langsung terjatuh ke lantai tanpa berniat menahan nya,
'' Daddy, '' Lirih nya Air mata kini menetes di mata tajam itu, kedua tangan nya mencengkram kuat rambut nya ia merasa frustasi,
" Adam," Lirih Netta setelah tau duduk masalah nya, Ia pun bersimpuh dilantai di depan Adam bersimpuh, meraih tangan pria nya dan mengapai nya untuk di tangkupkan di pipi nya,
'' Sayang, Maafin aku yang tak bisa menghilangkan duka mu, tapi setidaknya izin kan aku untuk berbagi duka bersama mu, duka mu adalah luka ku, biar sama sama kita tanggung rasa sakit nya kahilangan ini," Lirih Netta, sambil menangis, air mata itu terus mengalir di pipinya, ia tau bagaimana rasa sakit nya di tinggalkan oleh orang yang kita sayangi, Adam hanya terdiam
'' Ayo, kita temui daddy mu untuk terakhir kalinya," Ajak Netta sambil berdiri dari bersimpuh nya menarik pelan tubuh pria yang selalu mengakali dan mengekang nya, bahkan pria itu mengurung nya di istana nya itu,
__ADS_1
sesampai di ruangan itu, Alat alat penyangga kehidupan pada daddy pria nya itu sudah terlepas, terlihat tubuh kurus ringkih dengan bibir pucat, Adam hanya terdiam menatap kosong pada pria yang mirip dengan nya itu seolah ia mengenang wajah tua itu untuk selama nya
'' sir, Aku Arnetta, Seorang gadis yang sempat di tolong putra mu, Aku Issabell gadis gembel yang di pungut Putra tampan mu, Tapi gadis miskin ini kini sangat mencintai putra mu itu. Untuk pertama kali nya Aku memohon izin restui kami, izin kan aku merepot kan nya," Suara Netta terdengar santai tapi sangat lirih, seperti bercerita tentang hati yang terluka tangan mungil nya menggenggam erat tangan pria tua itu
'' Sir semoga kau tenang disana, tapi putra mu sangat menyayangi mu disini, hati terluka melihat mu pergi, bahkan ia menangis melihat mu terbujur kaku disini, kalau boleh saya meminta, kalau boleh gadis miskin nan malang ini memohon, kembali lah, kembali untuk memeluk putra mu yang terlihat tegas dan bengis ini padahal ia begitu rapuh, Kembali lah sir," Netta bukan hanya menangis tapi kini isakan pilu bayangan kematian orang tua nya pun terbayang di ingatan nya, bahkan kini Adam sudah memeluk nya Erat untuk melampiaskan luka hati nya
" Dia telah pergi meninggalkan ku Issabell," ucap Adam seperti seorang anak yang mainnnya hilang melapor pada ibu nya
Netta yang di pelukpun menerima pelukan itu, meskipun ia masih memegang tangan daddy dari pria yang di cintai nya, deru tangis luka duka terlihat jelas dari ruangan itu,
bahkan mereka berdua tidak sadar ketika tangan pria tua ringkih itu membalas genggaman tangan mulus kecil itu
'' Adam, Kalau kau ingin genggam tangan ku lebih erat lagi, agar rasa sakit itu tersalurkan pada ku," lirih netta lagi,
'' Aku mendekap mu Issabel, tidak menggenggam tangan mu," jawab Adah dengan suara sengau, tapi tatapan bingung nya terlihat jelas, Netta langsung melepaskan pelukan itu dan melihat tangan siapa yang mengenggam tangannya erat,
Adam pun melihat itu mereka membelalakkan mata nya melihat siapa pelakunya, Rasa tak percaya muncul di otak Adam,
__ADS_1
tapi ia dengan segara berlari keluar sambil berteriak, memanggil dokter, dan membuat dua guar dan Tommy di depan pintu ruang ikutan panik dan menyusul Tuan nya,