
Arnetta kini memasuki Jet pribadi milik Adam yang di badan jetnya tertulis dengan nama Rexford dengan tulisan tinta Emas besar, belum selesai mengagumi interior pesawat nya, mencoba melihat lihat, tapi Adam membawa nya ke kursi tempat duduk nya, dan kini Jo mulai mengusili nya,
'' Adam, ini bagus banget, kita lihat lihat dulu sebelum kita terbang ya," pinta Netta polos dengan wajah imut nya,
'' Jangan norak deh, kamu tuh calon Nyonya Rexford, jadi biasakan dirimu untuk kemewahan ini, tak perlu katro, pantaskan posisi mu mulai sekarang,jangan malu maluin, " decak Jo sambil terkekeh ia iseng banget gangguin Netta Adam hanya memakainya pengaman ketika melihat para pramugari kini memberitahukan bahwa mereka akan terbang, ia pikir Jo hanya bercanda saja
'' Jo, kamu ingin mengusikku ya," desis Netta kini ia tau kelakuan Jo gimana, hobi banget ngusilin Netta, suka menyindirnya
'' Ya gak lah, buat apa, aku hanya berkata kenyataannya, biasa saja dimana ada Adam disitu adam Kemewahan semua milik nya itu eklusif, tak perlu heran hanya kau milik Adam yang ku rasa standart,"
'' apa salah saya Jo, saya hanya ingin melihat lihat, saja sebentar, " lirih Netta, suara nya mulai mengecil bahkan Adam yang sudah duduk di kursi seperti sofa itu pun mulai melihat ke arah nya sekarang, melihat mimik wajah Netta yang menyendu
__ADS_1
'' Netta, netta, kamu seperti gadis kampungan saja, tak pernah melihat barang mewah '' celetuk Jo tanpa sadar sudah menyakiti hati Netta
'' Saya memang gadis kampung yang gak pernah lihat bentuk pesawat apalagi isinya, tak perlu di ingatkan lagi, bahkan saya tidak pernah bermimpi untuk sesuatu yang mewah" suara tercekat itu mengalun rendah dan serak,
" Tapi terima kasih atas pemberitahuan anda tuan, saya sadar diri kok, saya memang kampungan , aku gak akan minta melihat lihat lagi, aku akan duduk tenang, dan aku gak akan ganggu kalian lagi, apalah aku ini melihat pesawat saja baru kali ini, bahkan datang ke bandara saja baru kali ini tapi sudah dapat hinaan serendah ini, maafkan aku bila aku merepotkan kalian, " Lirih Netta, kini mata nya sudah berkaca kaca, agar tidak ada yang tau ia menutupi mata nya menahan rasa takut nya ketika merasakan pesawat mulai terasa berjalan semua terdiam hening tiada yang bersuara, dan menahan rasa nyeri di hati nya akibat sentilan di hatinya
''Jo, Asal kamu tau, aku tidak pernah meminta sir Adam untuk menjadikan aku pacar nya, Aku akan terima bila memang nanti Sir Adam ingin mendepak ku dari hidup nya, Sesungguh nya Aku merasa tidak nyaman ikut pergi meninggalkan tanah airku, tempat kelahiranku, dengan Mu Adam, tapi aku berfikir untuk tidak membangkang dan jadi gadis penurut seperti keinginan Sir Adam supaya kau tidak terbebani dengan aksi penolakan ku, aku berfikir kau sudah terlalu baik untuk menampung gadis gembel sepertiku di istana mu memberi aku makan tempat tinggal, uang yang banyak, fasilitas yang mewah, dan pelayanan bagai putri, jadi sudah sepatut nya aku ikuti semua kemauan mu, itu sudah seperti timbal balik nya, setidaknya meskipun sir Adam merugi tak kan terlalu besar, tapi meskipun sekecil apapun itu aku tak sanggup membayar nya, " Lirih Netta pelan tapi masih bisa di dengar oleh Adam, Jo dan beberapa pramugari yang sedang menyusun makan siang untuk mereka, Adam tercekat, merasa terluka hati nya mendengar keluhan calon istri nya, ya selama ini Netta terlihat mengemas kan dengan kelakuannya dan meskipun di isengin oleh nya dia tetap diam saja meskipun terkadang ia merengut kesal,
sedang kan Jo merasa bersalah dan menyesali perkataan pedas nya sudah menyakiti hati gadis yang di cintai teman masa kecil nya
'' Sayang,Mari makan siang, " ajak adam pelan yang diangguki Netta setelah membuka mata nya, dengan tersenyum kecil setelah mengambil nasi lauk dan sayur untuk Adam dan dia pun mengambil untuknya, dan makan dalam diam tidak ada suara yang terdengar sampai selasai acara makan dan alat makan pun langsung di pindah kan oleh para pramugari tersebut
dug
dug
__ADS_1
suara jantung Jo terdengar, ia menyesal telah berkata begitu, ia tidak menyadari kata kata telah menyakiti sahabat bagai saudara nya itu
'' Maafin aku netta, aku minta maaf udah sakiti hatimu dengan lidah ku, aku menyesal, " ucap nya sambil menyentuh bahu nya, membuat Netta tersentak, terkejut,
'' Ia, tak apa, aku gak papa, tak perlu minta maaf, kamu tak salah kok, apa yang kamu katakan itu memang benar, hanya saja aku yang baper, '' jawab Netta pelan dengan senyum kecil, tak sampai kehati, Adam yang melihat nya semakit tercekat hati nya sakit,
ia langsung memeluk nya isakan tangis pun terdengar, sangat memilukan
'' Aku akan bekerja sampai disana, apapun itu pekerjaannya, tidak masalah bagiku, pelayan, pembantu, ******* pun akan ku jalani, asal aku tidak menbebani mu lagi, aku tau kok aku sudah sangat malu maluin, dan udah sangat nyusahin kamu, dengan aku bekerja aku bisa biayain hidup aku tanpa membebani mu lagi, dan soal biaya operasi penyumbatan sel darah otak belakang ku 6 bulan lalu, Aku akan menyicilnya, dan sebagai bunga plus jaminannya, Aku rela naik ke ranjang mu kapan pun kau mau sebelum uang itu terlunasi, dan bila kau ingin cepat uang itu terlunasi, jual saja tubuhku ke rekan bisnis mu" Racau Netta pada Adam dalam isakan tangisan pilu nya, membuat Adam murka, ingin memukuli siapa pun saat ini juga,
'' Issabell sayang, apa yang kau katakan, Aku ini kekasih mu, calon suami mu, Aku milik mu. dan semua yang ku miliki sudah pasti milik mu juga, kenapa kau bisa berfikir seperti itu, ada apa hem, kurasa ini bukan hanya masalah perkataan Jo saja, karna memang kalian berdua sering sekali suka mengejek kan,katakan pada ku,"
'' Netta maaf bila kata kata ku ke lewat batas, aku gak ada niat gitu, aku hanya ingin mengusili mu agar kau merengek rengek untuk minta lebih sehingga Adam sedikit teralihkan, aku gak maksud sakiti kamu beneran sumpah," Jujur Jo,
" Katakan pada Issabell, ada apa, sebelum aku mencari tagu sendiri," tekan Adam
__ADS_1
'' Sebenar, .,,,,, "
**********