
'' *Sir Adam*, saya tidak melakukan apa apa, mereka duluan," jelas Netta takut, karna Adam semenjak mengangkut nya tadi diam tak berkata sampai mereka tiba di kediamannya
'' Kenapa Isabell, kenapa kau tak menampar nya, kenapa kau tak memukul nya, ketika kau di hardik tadi," tanya Adam dengan suara baritone nya
'' Aku takut Adam, mereka berdua, mereka orang kaya, dan selama ini selalu mengusikku, aku tak bisa lakuin apapun,'' sedih Netta. Adam menghelakan nafas nya, ia marah ia kesal pada keluarga itu,
'' Baiklah, sini peluk, kau itu sekarang Nyonya Rexford, dan seorang Rexford tak menginginkan nyonya nya di hardik lagi, ini untuk terakhir kali nya aku melihat mu menangis di sakiti orang, bila ada yang ada menyakiti mu, sakiti dia balik ok. apa pun resiko nya aku yang akan tanggung jawab," titah adam sambil merasakan pelukan hangat kekasih kecil nya dengan senyum menyeringai, licik, Netta mengangguk kecil saja dalam hati di iyain saja biar cepat,
sial si boss pintar banget ambil kesempatannya, dia mah tak rugi pulang dapat pelukan, lah aku jadi nyamuk doank, jo mulai mencak mencak dalam hatinya
'' Ya sudah, kamu istirahat, di kamar, aku kekantor dulu, ada rapat sebentar lagi, dan jangan menungguku, aku akan pulang telat," perintah Adam lagi sambil mencium kening, kedua pipi, dan bibir netta singkat di depan jo dengan sangat lembut membuat Netta blushing, dan dengan cepat wajah itu memerah seperti tomat,
'' Eh, kenapa pipimu memerah, kamu sakit," Melihat Issabell blushing membuat Adam gencar menggoda nya, sambil mengelus lembut pipi merah Netta,
'' Boss, kita sudah hampir telat," cegah Jo melihat Adam hampir saja ******* lagi bibir pink cherry milik Kekasih itu membuat jiwa jomblo nya berteriak menolak melihat adegan itu, dan pemberitahuan itu membuat Adam mendengus kesal, " Baik lah, aku pergi sayang " pamit Adam lagi sambil mencuri kecupan sekali lagi di bibir ranum itu membuat Netta langsung salah tingkah, kini mobil itu melaju ke perusahaannya lagi
'' Aku ingin Kedua keluarga itu hancur Jo, sehancur hancur nya, aku benci ******** itu," Desis Adam tajam di dalam mobil nya, Jo hanya mengangguk nya, dan sang sopir hanya diam saja, dia berfikir siapa lagi yang mulai bermain dengan pria kejam itu
Jo kini mulai menghubungi orang orang nya untuk melanjutkan tugas nya
*********
__ADS_1
Jonas, Sofia, Roland,ny Laila, ny Wina kini mereka pergi ke kediaman Arvindo, setelah di permalukan di depan publik oleh Adam, dengan muka kesal dan memerah, Ny Laila merengek meminta suami nya pulang dan kini dia dengan licik dan tak tahu malu nya melapor perihal tadi pada suami nya
" Papa lihat, Mama, jeng Wina, dan sofi di permalukan wanita ****** itu di butik, mama malu pa, kami malu," rengek Laila sambil menangis melancar kan aksi nya.
'' Ia pa, Sofi juga malu, dia dengan kasar nya bilang kalau aku benalu di keluarga ini," tambah sofi pada mertuanya, sambil menangis terisak
" Cukup sof, tak usah pura pura acting, aku tau kau dan kakakmu sering menyakitinya, dan kau dalang tabrak lari itu, " sanggah Jonas cepat membuat Sofi gelagapan,
" Aku muak, aku benci, kita bertemu di pengadilan, " sontak Jonas sambil berdiri pergi menuju ke kamar nya
'' Jonas, Maafin aku, bukan aku, aku tidak melakukan apapun itu fitnah, itu tidak benar, hiks hiks jangan tinggalin aku, aku cinta kamu, wanita jal**g itu menfitnah ku," Sofi dengan cepat memegang tangan Jonas untuk merayu nya lagi
'' Harus nya aku tak pernah menikahi wanita ****** seperti mu Sof, sudah cukup dua tahun ini aku bertahan,'' desis Jonas tajam
'' Jonas,'' suara Sofi terlihat pilu. wanita mana, yang tak sakit hati nya bila di hina pria yang sangat di cintai nya,
'' Apa?, Mau memukul ku, hem, pukul kalau berani, Wanita baik baik mana, yang sudah gak gadis lagi ketika di tiduri suami nya di malam pengantin mereka, cih menjijikan, dia tidak lebih baik dari jala** " Sembur Jonas marah sambil berdecih, sofi menegang, semua mata menatap sofi, ia ketakutan sekarang,
'' Kita bercerai, aku sudah tak sudi lagi berbagi kamar dengan wanita menjijikan seperti mu,'' desis Jonas lagi sambil melenggang pergi setelah menghempas kan tangan kakak ipar nya
'' Jonas," teriak Sofi lagi
semua hening, Kedua orang tua sofi terdiam dan kedua orang tua Jonas menatap jijik dan benci menantu yang dulu kesayangan mereka
plaakk
__ADS_1
plaakk
dua tamparan itu dilayangkan Nyonya laila pada pipi mulus menanru nya
'' Dua tamparan itu belum cukup untuk penghianatan mu pada putra ku, jadi selama ini putra ku mendapatkan barang bekas, kau beri barang bekas orang lain pada putra ku, heuh,'' hardik nya sambil mengoncangkan tubuh sofi
'' Dasar wanita hina, putra ku tak pantas mendapatkan barang bekas, semenjak lahir putra ku sudah makan dengan sendok emas tapi kini apa yang kau berikan, pergi kalian dari rumah ku, pergi," Laila mengusir mereka semua dengan kasar bahkan kini satpam pun mulai di panggil nya
'' Mama, maafin aku, aku tak bersalah, mama," rengek sofi sambil menangis dan memegang kaki mertuanya sambil memohon maaf
Plakk
'' kau sudah membuat harga diri papa hancur sof. kau mempermalukan ku di depan besan ku," Marah Sang papa sambil menampar anak nya dan langsung pergi disana dengan muka tertunduk malu, sedangkan mama nya hanya menangis tersedu sedu, ia kecewa pada putri bungsu kesayangannya,
'' Ini semua gara gadis itu," desis Sofi lagi marah melampiasan amarah pada Netta
'' Siapa maksud kalian," tanya sang papa nya Jonas mengangkat bicara
" Siapa lagi kalau bukan Netta dan sekarsng Rexford itu pun ikut campur," jawab laila cepat dengan wajah kesal nya,
'' APA,?"
" Rexford. habislah kita" lirih nya terbata,
dan tak lama Jonas pun pergi dengan membawa koper nya, entah ia pergi kemana,
__ADS_1
ini baru Awal, belum berakhir,
******