
Kini jam sudah menunjukan pukul 11 malam namun mereka berdua masih asyik bercerita dan dengan gampang nya Revan tertawa saat bersama Adel
Sedangkan di depan Alana, Revan selalu menunjukan wajah dingin dan tak pernah tersenyum apalagi tertawa.
.
.
.
Di sisi lain..
Malam ini Gibran kembali melakukan balapan liar. Anzel yang tidak Terima kekalahan nya malam itu kini menatang Gibran untuk balapan lagi.
Suara pekikan dari arena tribun sirkuit saling bersahutan. Teriakan yang paling dominan terdengar ialah suara perempuan yang histeris meneriaki nama Gibran. Sedangkan yang di teriaki hanya diam sembari memasang helm full face nya.
"Gue pastikan lo bakalan kalah malam ini" Anzel tersenyum sini sedang kan Gibran hanya memutar bola matanya dengan malas.
Beberapa menit kemudian datang seorang wanita muda yang seksi menghampiri mereka lalu berdiri sembari mengibarkan bendera hitam putih keatas tanda nya balapan akan di mulai.
"READY.. SET.. GO!"
__ADS_1
Suara decitan motor yang beradu dengan aspal menjadi sebuah percikan api yang di indah di malam gelap.
Kedua motor besar itu membelah jalanan yang sepi. "Gue ngak bakal biarin lo ngalahin gue malam, Gibran" teriak Anzel saat motor Gibran sejajar dengan nya.
Gibran hanya tersenyum sini tanpa ingin menjawab ucapan Anzel.
Bug..
Dengan licik nya Anzel menendang motor sport hitam Gibran yang berada di samping nya sehingga motor Gibran sedikit oleng.
Namun tidak mudah bagi Gibran terjatuh karena ia bisa langsung menyeimbangi nya. Anzel merasa kesal karena tidak bisa membuat Gibran jatuh dari motor sport nya.
Dan dengan sengaja Anzel menyeret motor Gibran ke samping trotoar jalanan membuat Gibran mendengus dengan kesal.
"Ck! Menyusahkan" gumam Gibran dan membiarkan apa yang mau di lakukan lawan tanding nya malam ini.
Motor besar Gibran menimbulkan percikan api saat mesin nya bergesekan dengan besi jalan.
Gibran menyeringai di balik helm full face nya. "Menyingkir atau lo bakal tahu akibatnya" itu adalah sebuah peringatan namun Anzel tidak perduli.
Motor Anzel mulai melakukan ancang ancang untuk menubruk kan motor nya dengan motor Gibran. Namun sebelum itu terjadi Gibran lebih dulu menurunkan laju kecepatan nya membuat motor Gibran mundur dan sial nya malah motor Anzel yang terkena imbas nya Akiba ulah nya sendiri.
__ADS_1
Tubuh Anzel terhempas jauh dari motor nya yang terlihat rusak akibat menabrakkan diri ke arah perbatasan besi jalan.
Gibran yang tahu jika Anzel terjatuh di belakang sana hanya tersenyum simpul lalu kembali menaikan laju motor nya tanpa berniat membantu Anzel.
Kehidupan malam bagi nya begitu indah apalagi ketika dia memacu motor kesayangan nya di bawah langit hitam bertabur kan bintang dan malam ini Gibran kembali memenangkan pertandingan balapan liar.
*****
Keesokan harinya Alana yang baru bangun segera bergegas ke dapur untuk membuat kan sarapan untuk Revan dan si kembar namun Alana di buat terkejut saat sampai di dapur ternyata sudah ada Adel yang memasak. "Mbak Adel ngapain?"
"Buatin nasi goreng kesukaan mas Revan" Kata nya tanpa rasa malu sedikit pun.
Alana terdiam sejenak lalu tersadar saat Revan sudah duduk di meja makan "Morning pak Revan" Bukan nya menjawab sapaan Alana, Revan hanya mengangguk dan melirik Alana sebntar lalu kembali memperhatikan Adel yang sedang membuat nasi goreng.
Alana yang merasa di abaikan pun kembali masuk ke dalam kamar nya. "Kenapa hati ku sakit" Kata Alana dengan lirih di iringi butiran air mata yang lolos keluar dari pelupuk mata nya. Tanpa Alana sadari ternyata Alana sudah mulai mencintai Revan dan merasa sakit hati dengan sikap Revan.
Wajar saja sih jika Revan belum bisa move on dari mantan istri nya sekaligus teman masa kecil nya itu. Yaa, Revan dan Adel sudah mengenal sejak mereka masih SD dulu hingga saat ini.
Awal nya Revan menikahi adel karena keterpaksaan dari ayah nya. walaupun mereka sangat dekat tapi hubungan mereka hanya sebatas teman tidak lebih.
Beberapa bulan setelah menikah, Revan mulai mencintai adel dan mulai membangun keluarga kecil bersama adel hingga beberapa bulan kemudian lahir lah si kembar.
__ADS_1