
Kini malam pun semakin larut dan Alana benar benar akan melakukan rencana nya malam ini. Jauh di lubuk hati nya, Alana sangat malu tapi demi meluluhkan hati Revan, Alana rela menjatuhkan harga diri nya.
Di dalam kamar mandi terlihat Alana yang sedang berdiri di depan cermin sembari menatap penampilan nya di pantulan cermin. Perempuan itu berdiri menyamping memperlihatkan lekuk tubuh nya yang tercerak sangat jelas karena memakai lingerie yang sangat seksi.
Alana mengatur nafas perlahan lalu bersiap keluar dari kamar mandi. Alana berdoa semoga saja Revan tidak terusik dengan pakaian yang di kenakan oleh Alana.
Setelah mengumpulkan keberanian, Alana lalu menarik kenop pintu dan berjalan menghampiri Revan yang sedang fokus mengkoreksi tugas siswa di kampus.
Alana berjalan dengan berlenggok lenggok agar Revan tergoda tapi nyatanya pria itu terlalu sibuk dengan laptop hingga tidak menyadari keberadaan Alana.
Alana duduk di samping Revan, Alana benar-benar tidak menyusahkan jarak hingga paha nya bersentuhan dengan paha Revan yang hanya menggunakan celana pendek selutut. "lagi ngapain, pak" tanya Alana basa basi.
Revan belum merespon dan masih sibuk mengetik di laptop nya. Tapi Alana tidak tinggal diam begitu saja. "Aku mau cobain kopi nya yah, pak" Alana membungkuk kan sedikit tubuh nya, berusaha meraih gelas kopi yang berada di atas meja depan Revan.
Dada Alana tak sengaja menyentuh paha Revan, hingga fokus Revan teralihkan cukup lama menatap Alana.
__ADS_1
Expresi Alana berubah masam setelah mencoba kopi Revan. "Gila, pahit banget" kata Alana sembari kembali meletakkan kopi tersebut ke atas meja. "Pantesan muka pak Revan pahit terus, orang minuman nya aja pahit gini" Oceh Alana.
"Maksud kamu.. muka saya pahit, begitu?"
"Iya" sahut Alana cepat tanpa rasa takut.
Revan dengan cepat membuang pandangan nya saat netral nya tanpa sengaja manatap dada Alana. Revan tidak tahu apa maksud Alana mengenakan lingerie ini dan duduk di samping nya dengan jarak yang sangat dekat.
Alana dengan cepat bergelayut manja di lengan Revan. "Malam ini panas banget yah pak" Alana masih berusaha menggoda Revan.
Alana berdecek. "Ck nyebelin!!" batin Alana merasa kesal. "Baju saya bagus ngak pak?" tanya mencoba menggoda Revan lagi.
"Ya"
Alana menankup kedua pipi Revan kemudian mengarah kan wajah Revan menghadap nya. "Lihat dulu dong, dari tadi pak Revan gak liat saya" kata Alana lalu berdiri dan berputar di hadapan Revan agar Revan dapat melihat lekuk tubuh Alana yang sangat seksi.
__ADS_1
Revan berdeham pelan "Ya, bagus" kata nya lalu kembali menatap laptop nya. fokus Revan mulai buyar karena ulah Alana, akh sungguh indah lekuk tubuh Alana. pikir Revan.
Alana tersenyum saat melihat telinga Revan memerah, arti nya rencana nya kali ini berhasil. Alana kembali duduk di samping Revan sembari bersandar di bahu Revan yang masih fokus melihat laptop nya padahal fokus Revan sudah buyar.
Tangan Alana tidak tinggal diam, tangan nya terus bergerak mengusap lengan Revan. Alana tidak menyadari jika ulah nya itu membuat Revan menggila tapi Revan tetap tenang.
Gadis nakal itu kemudian menumpu dagu nya di bahu Revan. "Pak Revan" panggil Alana, karena jarak nya yang terlalu dekat, nafas Alana begitu terasa di leher Revan.
Revan menoleh membuat hidung mereka bersentuhan. "Kenapa?" tanya Revan seraya memaling kan wajah nya.
Alana yang nakal lalu berpindah posisi naik ke pangkuan Revan, membuat Revan semakin kewalahan karena ulah Alana.
Alana duduk di pangkuan Revan sembari melingkar kan tangan nya ke leher Revan. "Pak Revan belum ngantuk?" kata Alana dengan manja.
Revan bener bener sudah tidak tahan dengan ulah Alana. "Kamu mau apa" tanya Revan balik dengan suara yang sangat pelan sembari mendekatkan wajah nya ke wajah Alana. Tatapan Revan mulai terlihat sayu, seperti nya Revan sudah tidak tahan lagi.
__ADS_1