Cinta Seiring Waktu

Cinta Seiring Waktu
Mama Mertua


__ADS_3

Kini jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi namun karena hari ini Alana tidak ada kelas maka nya gadis itu ingin istirahat sebelum Azzam dan Azzura datang.


Sebenarnya mertua Alana tidak menyukai Alana karena Alana seorang artis. Hingga Azzam dan Azzura tidak di ijin kan untuk tinggal bersama Alana dan Revan.


Revan juga setuju jika Azzam dan Azzura tinggal bersama nenek nya agar nenek nya tidak terlihat murung lagi karena ada si kembar yang menghibur nya.


Suara bel rumah mengganggu tidur nyenyak Alana dan mau tidak mau pun Alana harus membukakan pintu untuk tamu tersebut karena di rumah itu tidak ada asisten rumah tangga.


"Bunda" Kata Alana saat melihat mama mertua nya datang berkunjung ke rumah nya "Silahkan masuk bun" Kata Alana sembari memberi ruang agar mama mertua nya bisa masuk bersama si kembar.


Alana mengajak si kembar untuk bermain di ruang tamu sedang kan mertua nya langsung berjalan menuju dapur untuk menyimpan beberapa makanan yang tadi dia beli sebelum sampai di rumah Alana.


"Kamu itu jadi istri ngapain aja? Ini udah jam 10 siang tapi rumah kamu masih berantakan" Kata Bunda Lina sembari duduk di sofa.


"Iya bun maaf" Hanya kata maaf yang keluar dari mulut manis Alana.


"Anak saya itu tidak pantas nikah sama kamu" bunda Lina melirik Alana dengan sinis. "Ngurus diri sendiri aja ngak becus, gimana mau ngurus anak dan cucu saya" Sambung bunda Lina.

__ADS_1


Penampilan Alana memang sedikit berantakan, rambut nya acak acakan karena baru bangun tidur bahkan Alana belum mencuci wajah nya dan masih memakai piyama nya.


Alana hanya terseyum simpul merasa malas meladeni ocehan mertua nya itu. "Iya bun" Kata nya sembari menguap "Hoaaammm".


"Dasar jorok, sana mandi dulu, saya jijik liat wajah kamu" bunda Lina mengibas ngibaskan tangan nya seperti mengusir sekor kucing.


Alana yang masa bodoh lalu melenggang pergi tanpa pamit meninggal kan mertua nya yang terus mengomel bersama si kembar.


.


.


.


"Kamu masih ingat dengan Adel kan, Van?"


Mendengar nama itu di sebut sontak Revan yang tadi nya sedang fokus mengerjakan sesuatu di laptop nya kini terhenti. "Kenapa?" Tanyak Revan datar lalu kembali melanjutkan kegiatan nya.

__ADS_1


"Ternyata adel sudah kembali dari luar negeri untuk berobat" Revan hanya diam saja dengan alis yang berkerut. "Kemarin bunda bertemu dengan nya di rumah sakit saat sedang kontrol.


" Adek sakit apa bun?" tanyak Revan sedikit penasaran.


"Sakit kanker stadium akhir" Bunda Lina nampak sedih. "Adel ingin bersama kalian di sisa hidup nya".


Prankkk


Mendengar suara benda terjatuh sontak mengalihkan asistensi Lina dan Revan. "Maaf tangan saya basah" mendengar perbicaraan mereka tanpa sengaja minuman yang di bawa Alana kini terjatuh dengan sendirinya.


"Saya akan buat kan lagi" Kata Alana lalu segera pergi menuju dapur dan beberapa menit kemudian Lina juga ikut ke dapur.


"Harus nya kamu itu sadar diri, sebelum Revan ceraikan kamu, ada baik nya kamu yang meminta cerai lebih dulu biar tidak terlalu sakit hati" Ingin rasa nya Alana mencakar wajah keriput mak Lampir di hadapan nya ini tapi Alana harus sabar karena orang sabar suami nya banyak.. Hehe


"Saya tidak akan menceraikan pak Revan sebelum pak Revan sendiri yang meminta nya" Kata Alana dengan tersenyum manis membuat Lina kesal.


"Ck! Revan tidak pantas dengan wanita mandul seperti mu! Sudah menikah lima bulan tapi belum hamil juga" Sindir Lina dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


Ingin rasa nya Alana tertawa sekeras mungkin mendengar ocehan mak Lampir. Bagaimana mau hamil jika Alana dan Revan saja belum pernah melakukan hubungan badan bahkan saat ini Alana masih perawan, miris bukan.


__ADS_2