Cinta Seiring Waktu

Cinta Seiring Waktu
JGN DI BACA


__ADS_3

Hari ini sangat sial bagi Gibran karena insiden tadi pagi Gibran jadi terlambat mengikuti upacara dan malah di hukum oleh guru bk membersihkan toilet.


"Hahaaha" Terdengar suara tawa seseorang saat melihat ketua geng motor Azragon sedang membersihkan toilet.


"Gila, seorang Gibran Wijaya raja jalanan sedang membersihkan toilet" Kembali terdengar suara tawa dari teman teman Gibran.


Gibran menatap mereka dengan dingin. "Ngak usah nangis lo! Sini bantuin gue" Kata Gibran sembari menyodorkan kain pel kehadapan adhyt.


"Siapa yang nangis njir. Gue lagi ketawa" Jawab nya dengan sewot.


"Bodoh amat. Cepat bantu gue"


Mau tidak mau terpaksa Adhyt bantuin Gibran membersihkan toilet. "Gib, lo udah tau belum kalau Anzel ngajak lo balapan lagi?" Kata Ryan yang sedang bersandar di dinding sembari memasukan tangan nya ke dalam saku celana layak nya seorang bos.


"Udah" Jawab Gibran singkat sembari menyalah kan sebatang rokok dan memperhatikan Adhyt yang sedang mengepel.


"Lo Terima tantangan Anzel?"


Gibran tersenyum melirik Ryan. "Tentu saja" Ucap Gibran sembari menghembuskan asap rokok dari mulut nya.


"Nyesel gue kesini, kalau tadi tau mau bersihkan toilet gini mending gue ke kantin tadi sama Ryan" Oceh Adhyt.


"Buruan beresin setelah itu gue traktir makan di kantin"

__ADS_1


"Serius lu gib?" tanyak Adhyt memastikan.


"Buset kagak percaya lu sama gue"


"Iya iya"


Beberapa menit kemudian Adhyt sudah selesai mengepel toilet dan sekarang mereka bertiga berjalan menuju kantin.


*****


Tanpa terasa langit sudah berubah warna menjadi hitam pekat di atas awan di temani bintang dan bulan yang bersinar terang. "Pak Revan makan malam yuk" Alana mengetuk pintu kamar cukup keras.


"Saya ngak budeg, ngapain ketuk pintu keras gitu" Kata Revan lalu menepis badan Alana yang berdiri di depan kamar.


Seperti biasa, Alana selalu mengambil kan nasi dan lauk ke dalam piring makan Revan. "Nih pak" Alana menyodorkan piring yang sudah penuh dengan lauk pauk ke hadapan Revan.


Setelah mengambil kan untuk Revan makanan kini giliran si kembar untuk di ambilin makanan lalu di suapin.


Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada berbicara namun saat sedang menyantap makanan tiba tiba saja suara bel rumah berbunyi sontak mereka berdua pun saling pandang. "Biar saya yang buka" Kata Alana lalu berdiri dan berjalan menuju pintu.


"Cari siapa mbak?" Tanyak Alana sembari mengamati penampilan wanita itu dari atas ke bawah.


Wanita itu juga melakukan hal sama, mengamati penampilan Alana lalu tersenyum dan berkata. "Mas Revan nya ada?" Tanyak wanita tersebut.

__ADS_1


Mendengar wanita ini memanggil dengan sebutan Mas Alana bisa menebak jika wanita ini pasti mantan istri Pak Revan. "Mbak Adel, bukan?" Sapa Alana dengan ramah.


Bukan nya menjawab ucapan Alana, wanita itu malah menepis tubuh Alana lalu masuk kedalam rumah mencari keberadaan Revan. "Mas Revan" Teriak Adel sok imut.


Wajah Adel berbinar setelah melihat Revan yang sedang berjalan menuju diri nya dan dengan cepat Adel berhamburan ke pelukan Revan di depan Alana.


Revan terlihat biasa saja dan membiarkan Adel memeluk nya bahkan Adel juga menciun bibir Revan di depan Alana tanpa rasa malu sedikit pun.


Tapi bukan Alana nama nya jika harus tinggal diam menyaksikan keromantisan mereka berdua.


Alana menarik pelan tangan Adel agar melepaskan pelukan nya pada Revan. Tarikan itu sukses membuat Adel menatap Alana dengan sinis. "Oh ini yang nama nya Mbak Adel" Alana tersenyum lalu bergelayut di lengan Revan. "Kenalin, aku Alana istri muda nya pak Revan" Kata Alana memperkenalkan diri nya sembari tersenyum dengan manis.


Revan menepis pelan tangan Alana lalu berkata. "Bawah anak anak ke dalam kemar" kata nya tanpa perduli perasaan Alana.


Revan lalu mengajak Adel duduk di sofa ruang tamu nya. Entah kenapa ingin rasa nya Alana menangis namun dia tahan dan berusaha tegar demi si kembar..


Mereka berdua duduk berdampingan. "Harus nya saya yang duduk di sana" Batin Alana menatap risih kedua insan tersebut dari kejauhan.


Namun seolah Adel sengaja memperlihatkan kedekatan nya dengan Revan. Adel dengan manja nya bergelayut di lengan Revan dan Revan hanya diam saja membiarkan Adel melakukan apapun yang dia mau. Sungguh Alana sudah muak dan memutuskan untuk mengajak si kembar ke dalam kamar nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2