Cinta Seiring Waktu

Cinta Seiring Waktu
Kecelakaan


__ADS_3

Hari senin adalah Hari yang paling di benci oleh Gibran sebab hari senin selalu Ada pemeriksaan dadakan dan harus datang tepat waktu sebab akan di adakan upacara penaikan bendera merah putih.


"Mau kamu apa sih!"


Gibran yang sedang tertidur pulas merasa terganggu saat mendengar teriakan ayah nya yang menggelegar bahkan sampai di dalam kamar nya.


"Aku mau kita cerai!"


Terdengar lagi suara bunda nya yang sudah beberapa kali meminta cerai namun karena egois nya sang ayah membuat nya tetap bertahan dalam rumah tangga yang membuat bunda nya menderita.


Gibran yang sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini hanya menghembus nafas nya dengan kasar lalu berjalan menuju kamar mandi.


Tiga puluh kemudian Gibran keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju lemari untuk mencari seragam nya.


"Pergi kamu!" Teriak bunda Gibran.


Gibran berjalan menuju pintu lalu membuka sedikit pintu dan mengintip dari celah pintu melihat orang tua nya masih bertengkar tepat di depan kamar nya yang hanya terhalang satu ruangan saja.


"Udah biasa" Kata nya dengan tersenyum sinis lalu kembali berjalan masuk ke dalam kamar nya untuk memakai seragam.


Setelah bersiap dan merasa penampilan nya sudah keren, Gibran lalu mengambil jaket denim nya dan kunci motor sport kesayangan nya.


Brakk


Orang tua Gibran yang tadi nya berdebat kini mengalihkan asistensi nya pada suara pintu yang tertutup dengan keras.


"Gibran!"

__ADS_1


Gibran tidak menghiraukan panggilan sang ayah dan melongos pergi begitu saja tanpa berpamitan.


"Lihat tuh anak kamu! Tidak punya sopan santun!"


"Gibran anak kamu juga, mas!" Kata bunda Gibran tak mau kalah.


"Iya tapi kamu tidak becus mendidik nya maka nya dia jadi seperti itu!"


"Mereka sama saja" Kata Gibran yang sudah berada di garasi sembari berjalan menuju motor sport kesayangan nya.


Brommm


Brommm


Gibran sengaja menaikan gas motor nya sebagai bentuk protes pada orang tua nya yang tidak pernah memikirkan perasaan Gibran.


Karena kurang fokus alhasil Gibran hampir menabrak seorang gadis yang sedang ingin menyebrang jalan menghampiri kakak nya di sebrang jalan.


"Akhh"


Mendengar suara pekikan gadis itu akhirnya dengan terpaksa Gibran membanting motor nya ke sebelah kanan hingga menabrak trotoar jalanan.


"Eren" Teriak Vano dari sebrang jalan saat melihat Eren hampir saja tertabrak motor.


"Akhh" Ringis Gibran sembari berusaha berdiri karena lutut nya luka dan siku nya juga berdarah


"Kamu ngak apa apa kan dek" Vano terlihat sangat khawatir.

__ADS_1


"I'm fine"


Setelah memastikan Eren tidak terluka, Vano pun menghampiri Gibran lalu dengan barbar nya menendang motor sport Gibran. "Anjir lu yah" Gibran menatap Vano dengan kesal sembari menahan amarah nya.


"Apa lo!" Vano mendorong bahu Gibran lebih dulu.


"Lo bisa lihat kan! cewek ini yang salah bukan gue! kalau punya mata tuh di pakai jangan di panjang doang" kata Gibran ngegas.


"Lo berani sama gue" Vano mencengkram kerah seragam Gibran.


"Lo pikir gue takut" Gibran tersenyum sinis lalu memberikan bogeman ke pipi Vano hingga kedua pria tampan itu berkelahi dengan barbar nya.


"Tolong" Teriak Eren sembari berusaha menghentikan perkelahian Gibran dan Vano.


"Sudah, hentikan" Kata Eren namun mereka berdua tidak memperdulikan teriakan gadis cantik itu malah terlihat mereka semakin semangat untuk adu mekanik.


Tidak lama kemudian datang beberapa warga untuk memisahkan mereka berdua namun karena mereka keras kepala akhirnya mereka pun di bawa ke kantor polisi oleh warga.


Setelah sampai di kantor polisi kedua orang tua mereka di panggil untuk datang menjemput anak nya dan menandatangani beberapa surat perjanjian.


"Sudah berapa kali ayah katakan untuk tidak berkelahi lagi, Gibran!" Kata sang ayah setelah berada di luar kantor polisi.


Gibran hanya diam. "Kenapa kamu tidak bisa mendengar ucapan ayah. Ayah hanya ingin yang terbaik buat kamu dan ingin melihat kamu sukses bukan jadi berandalan begini!!"


"Bukan Gibran yang mulai duluan yah tapi dia yang lebih dulu ganggu Gibran" Kata Gibran membela diri nya sendiri.


"Pokok nya ayah tidak ingin kamu membuat masalah lagi atau ayah akan mengirim mu ke asrama"

__ADS_1


"Terserah apa mau ayah" Kata Gibran lalu berjalan menuju motor kesayangan dan kembali melajukan motor nya ke sekolah.


__ADS_2