Cinta Seiring Waktu

Cinta Seiring Waktu
Balapan liar


__ADS_3

Di bawa bulan yang bersinar terang, seorang pria yang memiliki mata hitam legam, menggunakan baju kaos hitam yang di lapisi dengan jaket yang senada dengan lambang Elang di jaket tersebut, baru saja menaiki motor kebanggaan nya lalu memakai helm full face.


"Siapin uang lo 10 juta kalau lo kalah malam ini"


Gibran hanya tersenyum sinis di balik helm nya. Gibran terlalu malas untuk menjawab ucapan lawan tanding nya malam ini.


"Gue pastikan lo bakal kalah malam ini" Kata sang lawan.


"Mari kita bukti kan" Jawab Gibran dengan nada dingin dan tersenyum sinis.


Lalu seorang wanita berpakaian seksi berjalan ke tengah tengah mereka lalu gadis seksi itu mengibarkan bendera hitam putih ke atas sebelum akhirnya terdengar suara tembakan tanda balapan akan di mulai.


"READY.. SET.. GOO!!"


Motor sport yang di kendarai oleh Anzel melaju lebih dulu dan meninggalkan Gibran yang baru saja menaikan laju motor nya.


Kedua motor besar itu membelah jalan raya yang sepi di bawa langit malam yang menyaksikan mereka berdua beraksi malam ini.


"Gue ngak bakalan biarin lo menang malam ini, Gib" Teriak Anzel saat motor Gibran berhasil sejajar dengan motor nya.

__ADS_1


Gibran tidak merespon karena mata hitam legam nya hanya fokus melihat kedepan karena sebentar lagi garis finish mulai terlihat.


Satu hal yang harus kalian tahu jika Gibran adalah raja balapan liar yang tidak pernah kalah selama diri nya menempuh dunia malam.


Beberapa menit kemudian sirkuit finish mulai terlihat, Gibran akan memenangkan pertandingan malam ini seperti malam malam sebelum nya. Tidak ada yang bisa mengalahkan Gibran dalam pertandingan balapan liar.


Dan benar saja Gibran berhasil memenangkan pertandingan ini dan meninggal kan Anzel jauh di belakang. Setelah sampai di finish seluruh penonton bersorak meneriakan nama Gibran.


"Aaaarrrrggghh.. Sialan" Anzel mengumpat karena malam ini dia kembali di kalah kan oleh Gibran dan harus membayar uang taruhan 10 juta.


Brak..


"Party lagi bro malam ini" Kata teman Gibran yang bernama Adhyt.


Gibran tersenyum menampilkan gigi ginsul nya membuat nya terlihat sangat tampan. "Yuk ke basecamp, kita party" Kata nya sembari berjalan menuju motor kebanggaan nya.


.


.

__ADS_1


.


Setelah party di basecamp bersama teman teman nya, Gibran pulang jam tiga subuh dengan keadaan mabuk tapi Gibran masih bisa mengontrol diri nya.


Plakkk


Baru saja Gibran membuka pintu kamar nya ternyata sang ayah sudah menunggu nya di dalam dan memberikan tamparan keras ke wajah Gibran.


"Sudah berapa kali ayah katakan jangan balapan lagi! Kenapa kau tidak mau mendengar ucapan ayah, Gibran"


"Ayah ingin kau seperti kakak mu, yang udah berhasil menjadi dosen di kampus ternama di kota ini"


Gibran tersenyum sinis. "Itu karena ayah selalu memberikan support pada kak Revan! Apapun yang kak Revan ingin kan, ayah selalu menuruti nya tapi bagaimana dengan aku? Ayah selalu menuntut ku agar menjadi dokter padahal Gibran sama sekali tidak ingin jadi dokter"


"Lalu kau ingin jadi apa!! Kau ingin jadi pria brandalan di luar sana, begitu?"


"Sekali saja, coba sekali saja ayah ikuti keinginan Gibran" Kata nya dengan lirih.


Tanpa menjawab ucapan Gibran, sang ayah malah berlalu dan meninggalkan Gibran. "Aaargghh" Gibran meninju dinding dan meluap kan amarah nya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya lalu membaringkan tubuh lelah nya di atas ranjang empuk.

__ADS_1


__ADS_2