
🐣BOCIL MINGGIR.. AREA 21+!!🐣
.
.
.
Revan bener bener sudah tidak tahan dengan ulah Alana. "Kamu mau apa" tanya Revan balik dengan suara yang sangat pelan sembari mendekatkan wajah nya ke wajah Alana. Tatapan Revan mulai terlihat sayu, seperti nya Revan sudah tidak tahan lagi.
Alana tersenyum melihat expresi Revan. "Pak, spill soal kuis minggu depan dong" kata Alana dengan manja namun bukan nya menjawab ucapan Alana, Revan malah menatap Alana dan begitu sebaliknya.
Tatapan mereka pun saling bertemu dan perlahan lahan wajah Revan semakin mendekat. Bibir itu pun kini menyatu dan menyesap, semakin lama semakin ingin menginginkan lebih dari esapan bibir saja.
Alana tersentak karena mendapatkan ciuman dadakan, Alana pikir Revan tidak akan tergoda ternyata Alana salah.
__ADS_1
"Ehkmm" desah Alana dengan nafas naik turun menatap wajah tampan Revan begitu dekat.
Mendengar Alana mendesah sontak Revan menghentikan aksi nya lalu kembali menatap Alana. Revan menatap Alana dengan tatapan sayu dan bibir yang berjarak hanya seangin angin saja.
Alana cukup mengerti dengan tatapan Revan, lalu dengan berani nya Alana mencium bibir Revan sembari memejam kan mata. Revan hanya tersenyum melihat keberanian istri nakal nya.
Revan mencium bibir Alana dengan agresif dan liar membuat Alana terus mendesah "Aahhh.." gumam Alana yang meresa sangat bebas untuk pertama kali dalam hidup nya.
"Buka mulut mu beby" Alana menurut saja dengan arah Revan, hingga tanpa ragu ragu Alana membalas ciuman Revan dengan sama liar nya.
Alana tersenyum manis. "Ayo kita nikmati malam ini" ucap Alana sembari meraba raba dada Revan dengan jari jemari nya yang lentik. Alana bener bener membiarkan sisi liar nya malam ini keluar tanpa rasa malu sedikit pun.
Wajah Revan kembali mendekat "Kau yakin?" tanya Revan di telinga Alana. Membuat seluruh bulu romanya berdiri karena sensasi geli yang terasa sensual di telinga nya.
Alana hanya mengangguk menandakan bahwa dia sudah yakin akan memberikan mahkota nya malam ini untuk Revan.
__ADS_1
Revan tersenyum lalu mulai mencium leher Alana, mulai dari bagian bawah telinga hingga ke tengkuk leher Alana. "Aakkhhh..." sungguh Revan adalah pemain handal dalam hal ini. Sudah berapa kali Alana mendesah karena sentuhan nya.
Dengan hati hati Revan lalu merebahkan tubuh Alana ke sofa tanpa melepaskan ciuman nya. "Aahkk uhh.. " Revan mencium leher Alana lalu meninggalkan jejak merah di leher Alana.
Semakin lama ciuman Revan pindah semakin kebawah membuat Alana terus mende sah menikmati. "Akhh uhh" tangan Revan tidak tinggal diam. tangan Revan mulai meraba paha Alana. Akhh Alana bener bener sudah hampir gila karena sentuhan Revan.
"Uhmm.." Desah Alana tertahan sambil mengigit bibir bawah nya dan menggengam tangan Revan yang berada di samping kepala Alana untuk menahan tubuh nya.
Alana sungguh tidak menyangka jika Revan dapat membuat nya melayang tinggi hanya dengan menggunakan satu jari saja. "Aahh.." desah Alana lagi saat Revan memainkan jari jemari nya dengan lembut dan gerakan berputar.
Revan terus bermain, semakin dalam membuat tubuh Alana terus menggeliat tak karuan di bawah tubuh Revan.
.
.
__ADS_1
.