Cinta Seiring Waktu

Cinta Seiring Waktu
Keringat


__ADS_3

🐣 BOCIL MINGGIR!!..🐣


.


.


Alana sungguh tidak menyangka jika Revan dapat membuat nya melayang tinggi hanya dengan menggunakan satu jari saja. "Aahh.." desah Alana lagi saat Revan memainkan jari jemari nya dengan lembut dan gerakan berputar di bawah sana.


Revan terus bermain, semakin dalam membuat tubuh Alana terus menggeliat tak karuan di bawah kungkungan Revan. Revan tersenyum melihat Alana yang sangat menikmati permainan Revan.


Revan turun dari tubuh Alana lalu menggendong tubuh mungil itu ke atas ranjang dengan sangat hati hati dan merebahkan nya perlahan lahan.


Setelah merebahkan Alana, Revan ingin berdiri untuk mengatur posisi yang pas namun sayang nya saat ingin melanjutkan aksi nya, tiba tiba saja ponsel Revan berdering


Revan mengumpat lalu mengambil ponsel nya namun Alana yang liar menarik kerah baju Revan. "Wooo woo girl, pelan pelan" kata Revan sedikit tersenyum.

__ADS_1


Alana menarik kerah baju Revan lalu kembali mencium nya. Revan yang tadi nya ingin mengambil ponsel nya malah tidak jadi karena istri liar nya sudah tidak sabar.


Revan menaruh ponsel nya di atas nakas dekat Alana lalu kembali melanjutkan aksi nya. Revan kembali menindih tubuh Alana lalu mencium bibir nya dengan lembut dan mengarahkan tangan Alana agar melingkar di leher nya.


Alana membalas ciuman Revan dengan sangat liar "Aku suka, lakukan" kata memberikan untuk Alana. Tangan Alana secara otomatis meremas rambut belakang Revan.


Ponsel Revan kembali berdering namun karena Revan sedang fokus menikmati permainan Alana, Revan mengabaikan ponsel nya dan perlahan lahan menurun kan lingerie yang di kenakan oleh Alana.


Tubuh Alana terekspos dengan sangat jelas di hadapan Revan. Mata Revan terbelalak melihat tubuh Alana dengan jelas, kulit Alana begitu putih dan sangat halus, sungguh pemandangan ini sangat indah bagi Revan.


Revan kembali mencium bibir Alana dan semakin lama ciuman itu turun ke leher jenjang Alana. "Aahh.. " Alana mende sah saat tangan nakal Revan meremas dua bukit Alana.


"Mende sah lah, aku suka desa han mu" kata Revan lalu memulai permainan ranjang nya. Sebuah permainan yang di sangka akan berakhir dengan cepat oleh Alana namun sayangnya Revan tidak langsung melakukan penyatuan.


Revan malah membuat malam ini menjadi terasa lebih panjang dari malam sebelum nya karena setiap detik nya akan di lalui dengan suara desa han dan keringat yang mengalir di kedua nya.

__ADS_1


Dengan tatapan penuh gairah Revan kembali ******* bibir Alana "Uhhmmm.. " desah Alana menikmati ciuman panas Revan.


Ini memang bukan pertama kali Revan melakukan nya, hanya saja kali ini sensasi nya lebih berbeda di banding saat Revan melakukan nya dengan adel dulu. Sungguh membuat Revan ketagihan.


Alana hanya pasrah saja menerima sentuhan Revan, sembari menggenggam erat sprei tempat tidur nya. Tubuh Alana benar benar sudah merangsang karena sentuhan Revan.


Revan yang melihat Alana sudah hampir sampai di puncak nya. Tersenyum, dan semakin mempercepat gerakan jari nya di bawah sana sembari menghisap dua benda kenyal di hadapan nya.


"Ahh! Faster Revan, please! Faster!" racau Alana, saat merasakan milik nya berdenyut semakin kuat.


Tentu saja dengan senang hati Revan mengabulkan permintaan Alana dan menambahkan satu jari lagi, membuat Alana semakin blingsatan. "Uhmm..! Yaa..! i like it" gumam Alana tertahan.


Revan semakin memperdalam permainan jarinya. "Revan..! Ahh.. haaa.. Aahhhh" teriak Alana merasakan kenikmatan yang tiada tara saat Revan menambah kombinasi permainan dua jari nya.


"Oochh yaa.. Ehmm" racau Alana dengan punggung yang sedikit terangkat dan tak lama kemudian tubuh Alana mengejang dengan kuat dan mengeluarkan cairan yang membasahi kedua jari Revan.

__ADS_1


__ADS_2