Cinta Seiring Waktu

Cinta Seiring Waktu
Jalan jalan


__ADS_3

Siang hari Alana dan si kembar baru keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi hendak ke mall bersama si kembar.


Langkah Alana terhenti ketika melihat Revan muncul dari arah pintu. "Mbak Adel mana pak?" Tanyak Alana sembari celingukan.


"Pulang" Jawab Revan seraya mengamati penampilan Alana dari atas ke bawah "Mau kemana?"


"Bukan urusan bapak" Jawab Alana lalu kemudian melanjutkan langkah nya namun tangan nya di tahan oleh Revan ketika melewati Revan. "Kenapa pak? Ada masalah?".


"Kemana?" Ulang Revan dengan tegas dan tatapan yang menusuk sukses membuat Alana gugup.


Alana agak takut saat ditatap dingin oleh Revan. "Jalan jalan" Jawab nya singkat lalu menepis tangan Revan.


"Saya tidak suka melihat kamu pulang larut malam dan pergi tanpa seizin saya" Kata Revan dengan tegas. "Kamu harus bersikap layaknya seorang istri" Sambung Revan membuat Alana tersenyum sinis.


"Lalu bagaimana dengan bapak, apakah bapak sudah bersikap layak nya suami?" Alana membalikan ucapan Revan. "Kenapa saya harus bersikap layak nya seorang istri sedang kan bapak saja sama sekali tidak menjalan kan tugas bapak?" Alana masih ingat betul saat adel memeluk Revan sedang kan Revan hanya diam saja tanpa perduli perasaan Alana saat itu.


Revan menghela nafas kasar. Seperti nya suasana hati Alana tidak baik. "Jangan pulang malam, Entar malam si kembar akan kembali rumah nenek nya" Revan lalu masuk kedalam kamar nya tanpa memperdulikan Alana yang masih menunggu jawaban nya. "Pak Revan" Panggil Alana namun Revan tidak menjawab.

__ADS_1


****


Jam dua belas siang Alana baru sampai di cafe yang biasa dia tempati bersama Tamara. Alana langsung masuk menemui Tamara yang sudah menunggu nya di dalam bersama si kembar.


"Lo kenapa?" Tanya Tamara yang peka dengan suasana hati Alana.


Alana hanya tersenyum miris. "Capek gue Ra" Kata Alana lalu mempelkan pipi nya di atas meja.


"Maksud lo apa? Coba cerita sama gue"


Tamara tertawa. "Hhahaha, lo itu udah jatuh cinta sama pak Revan" Tuding Tamara membuat Alana melotot kesal karena merasa malu apalagi si kembar menatap Alana dengan bingung.


"Nih makan es krim nya sayang" Alana memberikan Es krim pada anak kembar nya lalu kembali menatap Tamara.


Alana menoyor pelan kepala Tamara. "Mana mungkin. Lo jangan asal ngomong" Kata nya.


"Apanya yang tidak mungkin? Kalian sudah menikah lima bulan, tinggal di rumah yang sama dan belajar di kampus yang sama. Kalian bertemu hampir 24 jam dan bisa saja kan lo jatuh cinta pada pak Revan" Jelas Tamara membuat Alana bungkam.

__ADS_1


"Lo salah Ra. Walaupun gue tinggal di rumah yang sama dan tidur di kamar yang sama dengan pak Revan tapi pak Revan tidak pernah nyentuh gue atau meminta hak nya sebagai suami" Kata Alana, kemudian meneguk minuman dingin rasa jeruk di depan nya.


Tamara yang tadi nya fokus makan, kini terhenti lalu menatap Alana dengan serius. "Pak Revan ngak gay kan?" Pertanyaan Tamara sontak membuat Alana melotot lalu kembali melayangkan toyoran di kepala Tamara.


"Sinting lo!" Mana mungkin pak Revan gay sedangkan dia saja sudah punya dua anak" Alana memutar bola matanya dengan malas.


Tamara tanpak berfikir. "Kok bisa tiba tiba mantan istri nya datang? Pak Revan ngak curiga gitu, ada yang aneh?" Kata Tamara.


"Entahlah gue aja bingung. Gue sempat mikir untuk pisah dengan pak Revan setelah lihat kejadian semalam "Kata Alana seperti wanita putus asa.


"Lo sinting yak! Ngak bisa gitu lah, lo harus pertahan kan rumah tangga lo jangan nyerah gitu. Bisa saja kan ini hanya alasan mantan istri nya pak Revan agar bisa balik lagi sama pak Revan" Alana hanya diam, rasa nya sangat pusing jika memikirkan masalah ini.


Tamara tiba tiba saja mendekat pada Alana lalu berbisik. "Coba dehh, lo duluan yang godain pak Revan kali aja pak Revan tergoda dan mulai buka hati sama lo" Lagi lagi Tamara mendapatkan toyoran dari Alana. "Aww sakit bego" Ringis Tamara.


Alana tampak berfikir "Otak lo mesum banget dehh tapi nanti gue coba deh saran lo semoga aja ampuh buat luluhin hati dingin nya pak Revan si kutup utara" Kata Alana lalu memeluk erat tubuh Tamara.


Setelah perbincangan yang gada faedah nya akhir nya mereka berdua pun melanjutkan jalan jalan nya mengelilingi mall bersama si kembar.

__ADS_1


__ADS_2