
Prilla merebahkan tubuhnya diranjang. Mencoba sedikit melepas penat karna dari pagi hingga siang ia bersih2 rumah.kadang ia merasa hari minggu itu sangatlah membosankan saat tak ada kesibukan yang berarti. Ia memejamkan matanya, dan mencoba merilekskan ototnya yang tegang .
Ia melirik jam dinding. Sudah jam 2. Ia merasa sangat bosan dirumah. Papanya pergi ke Palembang karna ada urusan bisnis, sedangkan mamanya pergi ke Jogja untuk menghadiri undangan kolega bisnis papanya, mewakili papanya yang berhalangan hadir. Ingin rasanya ia menelfon adiknya, namun ia tahu hari minggu pun adiknya sibuk.
Ia mencoba memainkan game yang ada diponselnya untuk menghilangkan kebosanan. Namun hasilnya nihil, ia masih saja merasa bosan.
Ia lantas memutuskan untuk mandi. Mungkin bisa sedikit membuat moodnya baik, pikirnya.
Selepas mandi ia turun kebawah hendak menonton tv sambil membawa novel romance yang baru ia beli beberapa hari yang lalu.
Ia mencoba mencari acara tv yang bagus. Namun entah menggapa ia merasa semua acara tv itu membosankan. Ia lantas mematikan tv dan beralih ke novelnya. Melanjutkan kembali bacaan yang belum selesai.
Ia terhanyut sendiri dengan bacaannya. Hingga suara azan asar mengalihkan fokus perhatiannya. Setelah lumayan lama membaca novel ia merasa agak bosan. Ia lantas kembali kekamarnya hendak mengambil hpnya. Takut jika papa atau mamanya atau bahkan adiknya menghubunginya.
Saat memasuki kamar ia mendengar hpnya berbunyi. Dahinya berkernyit membaca nama yang terpampang dilayar Hp. Ia langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum" sapanya .
"Waalaikumussalam mas,tumben sore2 nelfon?" tanya Prilla to the point.
"ehh... Kamu, kamu ada acara ngk sore ini?" tanya sang penelfon yang tak lain adalah Ali.
"enggak mas, kenapa ya? "
"boleh minta temenin jalan kepantai ngak?" Tanya Ali dengan mengigit bibir nya. Takut jika Prilla menolak.
"Fikrinya ikut kan? "tanya Ila.
"eh, maaf La. Fikri lagi ke Depok. kerumah nenek yang satunya. "ucap Ali menjelaskan.
"gimana bisa ngak?" terdengar nada memohon saat Ali berbicara. Ila tampak berpikir sejenak. Ia sendiri takut jika hanya jalan berdua dengan Ali. Padahal ini sore. Tapi jika menolak ia juga merasa tidak enak mengingat Ali yang sangat baik padanya.
"eh, Aku ijin mamah dulu gimana mas?" jawab Prilla setelah beberapa detik hening.
"ya udah, gpp. Nanti kalau boleh kabarin ya? "ucap Ali.
"assalamualaikum"
"waalakumussalam"
Prilla langsung mengirim pesan kepada mamanya perihal niat Ali ingin mengajaknya kepantai. Tak berselang lama mamanya langsung membalas dan memperbolehkn cuma jangan pulang terlalu malam. Seulas senyum tercipta diwajah Prilla begitupun dihatinya. Ia lantas mengabari Ali.
"mama ngijinin mas"
Tak lama Ali membalas
Oke kalau gitu habis ini aku jemput ya.
Prilla tersenyum simpul membaca pesan balasan dari Ali. Ia lantas bergegas untuk bersiap2.
Disisi lain, Alipun tak kalah senangnya.
*****
Selesai bersiap2 Prilla langsung turun kebawah. Dan menunggu Ali diteras rumah sambil memainkan hpnya.
"lho, non mau kemana? "tanya Pak Maman.
"mau main sebentar pak, gpp kan saya tinggal sendiri?"tanya Ila sambil terkekeh.
"non Ila ni, emang saya anak kecil "jawab Pak Maman smbil tertawa. Dan berlalu masuk kedalam rumah.
Tak lama deru suara mobil terdengar didepan gerbang. Prilla langsung bergegas menghampirinya.
Ali yang melihat Prilla tersenyum. Betapa ia terlihat begitu anggun dengan gamis berwarna Biru,dengan jilbab warna senada yang Ali berikan tempo hari semakin membuat Ali senang. Prilla yang menyadari tengah diperhatikan oleh Ali menjadi salah tingkah. Ia memperhatikan tampilannya sendiri, apa ada yang salah?tanya Prilla dalam hati. Ali yang menangkap kebinggungan diwajah Ila pun tertawa kecil.
"ada yang salah ya? "tanya Ila polos dengan tetap memperhatikan penampilannya sendiri .
"kesalahannya karna kamu terlalu cantik"ucap Ali sambil tersenyum.
Blushh... Pipi Prilla seketika merona.
"udah yuk, keburu sore"ucap Ila mencoba mengalihkan perhatian. Ali yang sudah tahu betul kalau Prilla tengah tersipu hanya mampu tersenyum dan mngigit bibir bawahnya gemas. Ia langsung membukakan pintu untuk Prilla.
Karna jarak rumah Prilla dengan pantai tidak terlalu jauh, tak berselang lama mereka sampai. Karna hari ini hari minggu, suasana pantai masih terbilang ramai. Ali dan Prilla langsung berjalan beriringan melewati jalanan setapak kecil. Mencoba mencari tempat yang cocok untuk duduk dan bersantai menikmati hembus anginnya.
Tidak ada perbincangan diantara mereka. Prilla masih terbuai dengan hembus angin pantai yang sangat ia suka, sedangkan Ali tengah asik membidik objek dengan lensa kameranya. Tanpa Ila tahu, sedari tadi sebenarnya Ali juga mencuri fotonya.
Tak terasa pengunjung mulai pergi satu persatu, tinggal beberapa pengunjung saja yang masih setia menikmati pemandangan pantai. Terlihat Ali masih agak tertinggal dibelakang,ia masih asik menjepret beberapa pengunjung, mengambil candid mereka. Ila tersenyum memperhatikan Ali. Ia terlihat begitu tampan dengan mengenaakn celana jeans berwanra navy kaos polos berwarna coklat serta jaket hitam yang terlihat nampak begitu pas ditubuhnya. Dan tak lupa, kacamata hitam yang bertengger manis menutupi keindahan matanya. Ia tersadar dari pikirannya, merutuki sifatnya sendiri yang diam-diam sudah terpesona dengan Ali. Ia lantas memilih untuk menunggunya sambil melihat debur ombak pantai .
Nuansa jingga mulai terlihat dicakrawala. Terlihat beberapa burung camar terbang semakin membuat indah suasana senja. Prilla tersenyum saat melihat ibu, ayah dan anak yg tengah bermain dibibir pantai, rona kebahagiaan terukir dijelas diraut wajah mereka.
__ADS_1
Tiba2 suara bidik kamera mengalihkan perhatiannya pada keluarga bahagia itu. Ia menoleh kearah Ali yang tengah tersenyum padanya, senyum yang sama namun tak pernah ila bosan tuk memandangnya.
"cantik" ucap Ali dengan melihat bidikan kamera yang menangkap wajah Prilla. Ila mencoba tak memperdulikan dan membuang pandangannya kearah pantai.
Ali hanya tersenyum melihatnya. Ali lantas berjalan mendekat kesamping Ila dengan tetap menjaga jarak,bersandar pada pagar pembatas besi. Sejenak Ali memandangi Ila. Lagi dan lagi Ali kembali terpana pada Prilla. Rasa bahagia menyeruak masuk kedalam hatinya tiap kali ia memandang Prilla. Rasa bahagia yang sangt berbeda. Ia lalu membuang pandangannya kearah pantai.
Hembus angin pantai yang menerpa mengibar-ibarkan rambutnya juga jilbab ila. Dimata Ali ,gadis disampingnya ini begitu sempurna. Namun kadang saat memikirkan Ila, ia bertanya pada diri sendiri apa ia memang mencintai Prilla atau hanya sekedar kagum belaka? . Senja yang semakin terlihat jelas dicakrawala menambah suasana syahdu sore itu. 2 insan manusia terdiam menikmati khayal masing2 bersama sang senja. Sama2 memikirkan tentang degup yang selalu saja berdebar kala mereka berdekatan. Sama2 memikirkan tentang degup yang semakin lama membuat mereka semakin tak berdaya karna rasa.
"ikut aku yuk? "ucap Ali mencoba memecah kebisuan.
"kemana mas? "tanya Ila penasaran.
"udah ayo" jawab Ali lembut.
Ali membawa Ila kebibir pantai, namun tidak terlalu dekat. Takut jika ada ombak baju akan basah. Setelah berjalan-jalan sebentar akhirnya mereka menemukan tempat yang pas untuk melihat sunset. Ali mencari alas untuk tempat duduk, sedangkan Prilla tersenyum mendapati tingkah Ali yang tengah mondar mandir mencarinya.
Tak berselang lama Ali membawa pelepah daun kelapa yang sudah agak kering, Prilla sendiri binggung dari mana Ali mendapatkannya.
Mereka duduk bersama dengan tetap menjaga jarak. Mereka sama2 melihat senja yang sebentar lagi akan hilang digantikan sang malam. Debur ombak pantai menjadi lagu syahdu untuk mereka berdua.
"indah bukan? "ucap Ila dengan tetap menatap kearah matahari terbenam.
"tapi sementara" jawab Ali .
"senja itu mengajarkan kita untuk tidak terlalu hanyut dalam keindahan " imbuh Prilla sambil melirik kearah Ali. Rambut Ali yang berkibar2 diterpa sepoi angin semakin membuatnya terlihat lebih tampan.
Ali menatap Prilla dengan wajah bingung meminta penjelasan. Prilla tersenyum
"senja itu mengajarkan kita untuk tidak terlalu hanyut dalam keindahan. Bukankah kita sering terhanyut dalam kebahagiaan hingga kita melupakan kesedihan? Bukankah segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik? Seperti halnya cinta. Jika kita terlalu mencintai seseorang, apalagi yang belum halal maka kita juga harus bersiap untuk menerima kesakitan yg luar biasa jika suatu saat kita ditinggalkan. Begitupun dengan membenci.
Jika kita terlalu terbuai oleh senja kita tidak akan pernah menyadari indahnya langit malam. Hilangnya senja tak membuat cakrawala hilang kecantikan. Ia masih mempunyai bintang dan bulan yg selalu setia menghias langit malam dan saat malam akan berakhir ada sun rise yang sudah bersiap menggantikan."ucap Prilla menjelaskan. Ali sedari tadi menyimak setiap kata yang Ila ucapkan tanpa ingin memotong.
"aku ingin menjadi sunrise dan sunsetmu" balas Ali sambil tersenyum lembut kearah prilla. Prilla teesenyum mendengar jawaban Ali, memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"suatu saat akan ada seseorang yg bukan hanya menjadi sunrise dan sunsetmu, dia akan menjadi awal pagimu, siang harimu, senjamu dan malammu"jawab Prilla lembut.
"Dan aku berharap orang itu kamu" jawab Ali penuh pengharapan.
"insyaallah" ucap Prilla lembut. Dan didalam hati Prilla diam2 mengamini nya.
Ali melirik arlojinya. Sudah jam 6.15. Ia lantas mengajak Ila untuk pulang karna hari sudah semakin malam dan udara pantai terasa semakin dingin. Prilla menyetujuinya. Ali melihat Prilla tampak menggosok2kan telapak tangan dan lengannya. Ali langsung melepas jaketnya dan memakaikannya pada Prilla. Prilla terlonjak kaget dengan sikap Ali yang tiba2 mengenakan jaket ketubuhnya.
"gpp mas,aku kan pakek baju panjang. Buat mas aja" ucap Ila tidak enak.karna Ali memang hanya memakai kaos lengan pendek.
Suasana pantai sudah sangat sepi. Prilla dan Ali bergegas masuk kedalam mobil.
Mereka turun disebuah restoran yang tak jauh dari pantai.
"Mas aku nunggu didalem aja ya? "ucap Prilla saat baru keluar dari mobil.
"enggak sholat? "tanya Ali keheranan.
Sedangkan Prilla nampak binggung hendak menjelaskan, harusnya Ali paham. Prilla mengaruk tengkuknya yg tak gatal.
"eh.. Biasa mas. Ada tamu bulanan"ucap Prilla malu. Ali yang baru menyadarinya pun tersenyum simpul.
"oh iya, maaf. Ngak peka"jawab Ali dengan cengiran kudanya.
"Mas mau pesen apa, tar biar aku pesenin sekalian? "tanya Prilla sambil berjalan menuju arah restoran.
"terserah kamu aja deh, aku sholat dulu ya? "ucap Ali sambil berlalu menuju musholla yang tersedia direstoran tersebut.
Pengunjung restoran terlihat ramai. Prilla mencari2 meja yang kosong. Tak lama ia menemukan meja kosong yang dekat dengan jendela. Ia bergegas menujunya. Prilla memanggil pelayan, dan memesan makanan. Iaa binggung hendak memilihkan pesanan apa untuk Ali. Ia berpikir sambil melihat daftar menu.
"mbak, spagetinya 2 ya. Minumnya jus jeruk satu, sama jus melon 1."
"itu saja mbak? "tanya pelayan itu.
"iya mbak"
Sambil menunggu pesanan datang Prilla memainkan hpnya, hingga tak menyadari ada orang yang mendekat padanya.
"ekhmm"Ali berdehem sambil duduk didepan Prilla. Prilla yang sudah hafal suara Alipun mendongakan kepala dan tersenyum, memperlihatkan deretan gigi rapihnya.
"eh mas, udah sholatnya? "tanya Prilla basa basi.
"udah, sibuk amat main hp? "
"enggak kok, cuma main games "jawab Prilla singkat.
Tak berselang lama pesanan mereka datang.
__ADS_1
"maaf, tadi aku binggung mau pesenin apa. Trus aku samain deh kayak pesenan aku" Imbuh Prilla .
"apa aja yang kamu pesenin aku makan kok"jawab Ali .
"mulai gombal deh"jawab Prilla .
"gombal sama calon istri gpp dong"timpal Ali lagi .
"udah makan mas, tar keburu ngak enak makananya"ucap Ila mencoba mengalihkan pembicaraan.
"makan nasi putih doang kalo sambil liatin kamu jadi enak kok La"ucap Ali sambil mngedipkan sebelah matanya ke arah Prilla.
"Mas ..."ucap Prilla menahan geram. Yang membuat Ali langsung menyantap makananya sambil terkekeh. Prilla pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Ali. Menurut Prilla saat bercanda seperti tadi muka datar Ali tidak terlihat, ia malh terlihat sangat ramah.
Didalam mobil mereka nampak terfokus pada pikirannya masing. Ali melirik kearah Prilla yang sepertinya terlihat lelah. Ali menepikan mobilnya sejenak dan mengambilkan jaketnya untuk diberikan pada Prilla.
"udaranya masih dingin. tidur aja gpp. Kalau udah sampe rumah tar aku bangunin. "ucap Ali lembut.
Prilla yang memang sudah sangat letih tampak ragu dan berfikir sejenak. Ali yang menangkap raut keraguan pada Prilla pun tersenyum.
"tenang, aku ngak bakal macem2"ucap Ali sambil kembali menjalankan mobilnya.
"maaf mas"jawab Prilla lembut.
Prilla menghirup dalam2 aroma tubuh Ali dari jaketnya,yang terasa menenangkan. tak lama matanya mulai terpejam.
Ali melirik Prilla yang tengah tertidur pulas. Rasanya tak tega jika harus membangunkannya. Wajahnya terlihat begitu damai saat tidur, bahkan menurut Ali semakin terlihat cantik. Tangan Ali terulur mengelus pucuk kepala Prilla lembut. Sadar apa yang dilakukannya, Ali langsung menghentikan aksinya. Ia sungguh tidak enak hati.
Ia lantas menepuk2 lengan Prilla lembut, mencoba membangunkannya. Tak sulit untuk membuatnya bangun. Ia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya, mengumpulkan kesadarannya.
"duh, maaf mas. Jdi ketiduran lagi"ucapnya sambil merapikan jilbabnya.
"iya gpp.Makasih ya udah mau temenin aku" ucap Ali yang dihadiahi senyuman manis dari Prilla
"aku masuk dulu ya mas. "ucap Prilla setelah keluar dari mobil
"assalamualaikum"imbuh Prilla sambil tersenyum.
"waalaikumussalam"
Saat Ali hendak masuk kedlam mobil Prilla kembali memanggilnya.
"mas Al, hati2 dijalan"ucap Prilla malu malu.
"pasti"ucap Ali mantap
*****
Setelah mengantarkan Prilla, Ali tidak langsung kembali kerumah. Ia memutuskan untuk main ke apartemen Andra terlebih dulu.
Sekitar 20 menit perjalanan ia sampai diapartemen Andra.
Tok.. Tok...Tok
Tak berselang lama Andra membukakn pintu sambil membawa secangkir kopi yang baru ia buat. Tanpa permisi Ali langsung mengambil kopi itu dari tangan Andra dan menyesapnya. Andra yang sudah terbiasa dengan Alipun tak terkejut.
"seger bener tu muka? Habis kesalon?"tanya Andra yang langsung dihadiahi toyoran dari Ali.
"ngiri aja lu liat gue seneng" jawab Ali santai sambil berlalu ke kamar Andra untuk mengambil laptopnya.
Andra menyalakan tv mencoba membuat suasana menjadi agak bising sedikit. Ali yang baru datang pum duduk disalah satu sofa dekat tv sambil mengutak atik laptopnya.
Ali sibuk menyalin hasil jepretan fotonya tadi keflashdisk. Ia tersenyum saat melihat foto Prilla. Ia tetap cantik walaupun difoto candid.
Andra yang penasaran melihat Ali senyum senyum sendir pun heran. Jiwa kepo yang sudah mendarah daging di dirinya pun muncul. Segera ia mndekati Ali.
Ali yang tengah sibuk dengan foto Prilla pun tak menyadari Andra. Andra tertawa setelah tahu alasan Ali tersenyum.
"Pantesan tu muka seger bener, ternyta habis jalan sama bu guru"ucap Andra tiba2. Ali yang sudah tahu sifat Andra pun santai saja dan tetap melanjutkan aktifitasnya menyalin foto.
"ciee... Captain ganteng jalan sama bu guru"goda andra dengan tertawa lepasnya.
"berisik lu ndra, awas sana. "usir Ali pada Andra yang tak henti2nya mengodanya.
"cieee.. Ali.. Cieee"goda andra sambil berjalan kearah sofa yang tadi ia tinggalkan. Ali yang jengah dengan sikap Andra langsung melemparkan bantal sofa kearahnya. Sia2. Andra tetap sama saja. Hingga pertandingan Bola mengalihkan perhatian Andra.
*****
__ADS_1