CINTA TAK SEIRAMA

CINTA TAK SEIRAMA
chapter 4


__ADS_3

Jam sudah menunjuk pukul 8 malam saat ila telah selesai mengecek tugas anak didiknya.  Ia lantas menyiapkan beberapa materi yang akan ia ajarkan esok hari.  Ia mengambil hp dinakas lalu memencet no adiknya. Nada sambung masih terdengar beberapa saat.


"assalamuaalikum kak"sapa ily.


"waalakumussalam"jawab ila lembut.


"udah pulang? "


"ini lagi dijalan,  tadi gimana acara lamarannya kak? "tanya ily antusias


"alhamdulillah lancar kok dek, gimana tugas kamu dibali?  Betah ngak? Tanya ila kemudian.


"alhamdulillah lancar kak. Orangnya juga baik2 kok. Oh iya, calon kakak gimana orangnya? "tanya ily dengan nada penasaran.


"ya gitu deh" jawab ila santai


"gitu deh gimana? "jawab ily dengan nada agak menggoda.


"kalo ganteng sih ganteng, cuma kalo dilihat sekilas orangnya tu kayak jarang banget senyum.jadi kesannya dingin" jawab ila


"harusnya kakak bersyukur, itu tandanya dia ngak  gampang TP TP ke cewek lain" jawab ily sambil tertawa. "tapi orangnya baik ngak kak? "tanya ily kemudian


"kalo dari cara dia bicara sih keknya baik, sopan juga. Cuma ya itu, jarang senyum"jawab ila dengan terkekeh kecil.


"syukur deh kalo gitu kak.aku juga yakin kalo pilihan papa juga ngak akan salah kok" jawab ily lembut


"dan semoga juga keputusan kakak tepat dek"


"aamiin, jadi kapan tgl pernikahannya?" tanya ily


"akhir bulan depan, kamu harus datang." jawab ila dengan penekanan di kata datang.


"siap, kalo ini ily bakalan dateng.apa sih yang ngak buat kakak tercinta belahan jiwa" timpal ily diiringi tawa renyahnya.


"bisa aja kamu, ya udah kamu istirahat, jangan lupa sholat, terus makannya teratur, jangan banyak makan permen, nanti giginya ompong"timpal ila dengan terkikik geli.


"oke deh, tpi kalo buat permennya ngak janji lho" jawab ila


"ngeyel, ya udah kamu hati hati. Assalamualaikum"


"waalaikumussalam"


Ila mencoba memejamkan mata namun belum juga bisa. Ia lantas beranjak menuju balkon kamarnya, udara terasa dingin malam ini, semilir angin menerpa jilbab pinknya. Biasanya ia menyetel murotal quran kalo tidak bisa tidur, sudah ia lakukan.Tapi entah menggapa ia belum juga bisa terlelap.


 Menikah diumur muda memang tidak pernah terlintas dibenaknya sekalipun.  Ia masih ingin mencari berbagai hal baru yang belum pernah ia jumpai. Namun terkadang apa yang kita rencanakan tak sejalan dengan rencana tuhan, tapi bukan berarti ia menyalahkan takdir. Ia yakin apa yang Allah rencanakan untuknya adalah jalan terbaik baginya. Mungkin dengan perjodohan Allah ingin menjauhkannya dari zina. Bukankah selalu ada hal baik dibalik hal yang menurut kita buruk?  Dan itu butuh kejelian untuk menyadarinya. Karna terkadang kita terlalu terbawa emosi hingga kita tidak bisa melihat sisi baik dari apa yang menimpa kita, dan dengan mudah kita menyalahkan tuhan,menganggap bahwa tuhan tidak adil.


   


Pikiran ila tiba-tiba teringat akan Ali. Sosok yang akan menjadi suaminya. Banyak lelaki yang sudah menyatakan cinta kepadanya, namun selalu ia tolak dengan berdalih tidak ingin pacaran. Banyak yang lebih tampan daripada Ali, tapi entah menggapa, lelaki itu seperti punya sesuatu yang selama ini ila cari-cari. Ali terlihat dingin dengan ekspresi wajah datarnya, walupun begitu hati ila berkata bahwa Ali punya sisi lembut yang suatu saat akan ila ketahui.


  Drtt... Drttt..


Suara dering ponsel menyadarkannya dari lamunannya tentang Ali. Ia bergegas mengambil dan melihat ada pesan dari seseorang yang baru saja ia pikirkan. Dan ia baru ingat kalo tadi ia sempat bertukar nomor telfon dengan Ali. Ia lantas membuka pesan itu.


Ali


Assalamualaikum


Ila melihat sambil tersenyum. Lantas segera membalas.


Me


Waalaikumussalm


Tak berselang lama Ali kembali membalas.


Ali


Kirain udah tidur, ternyata belum😅


Me


Belum bisa😂


Ali


Maaf, besok ada acara ngak? Kalo ngak ada mau aku ajak ke Taman. Itung itung buat pengenalan gitu.


  Cukup lama ila  memikirkan tentang ajakan Ali. Itu karna dia memang tidak pernah jalan berdua dengan lawan jenis. Tapi niat Ali mengajaknya jalan ada baiknya juga, ia sedikit demi sedikit bisa tau tentang kepribadian Ali. Ia lalu mengetik balasan untuk ali


Me


Enggak ada kok. Tapi Fikri ajakin ya?


Tak berselang lama Ali membalas


Ali


Oke baiklah, besok saya jemput habis asar ya.


Me


Ok


Ali


Assalamualaiku


Me


Waalaikumussalam.


Ila lantas memutuskan untuk tidur. Entah kenapa rasa kantuk yang ia tunggu tunggu sejak tadi akhirnya muncul juga.


                                      *****


Ali masih setia memainkan gitarnya. Menyanyikan beberapa lagu kesukaannya.  Pikirannya masih belum lepas dari ila. Entah menggapa pikiran untuk mengajak ila jalan muncul begitu saja, ia kira ila akan menolak ajakannya. Ternyata tidak, walaupun ila menginginkan Fikri untuk ikut bersama mereka. Sudah Ali tebak sebelumnya, kalo gadis seperti Ila memang tidak mau jalan hanya berdua, apalagi dengan yang bukan mahromnya. Oleh sebab itu ia langsung mengiyakan saat ila ingin Fikri ikut bersama.


"gadis limited edition"gumam Ali sambil tersenyum simpul. Ali sadar, bahwa ia kini sudah mulai mengagumi gadis bernama Prilla itu.


Banyak gadis yang lebih cantik dari ila yang sudah mendekatinya.Namun Ali sama sekali tidak tertarik. Bahkan Andra sudah sering sekali menjodoh-jodohkanya dengan teman2nya. Tapi sia2,Ali tetap tidak tertarik.Namun berbeda dengan ila. Tak bisa dipugkiri bahwa Ali memang sudah terpanan dengannya sejak kali pandang pertama. Walaupun ia baru saja dikenalkan dengan ila, ia merasa sudah nyaman, apa lagi saat ia bercanda dengan ila ditaman belakang rumahnya. Ia merasa ada titik bahagia dihatinya yang terbuka.

__ADS_1


Ali tersenyum simpul menyadari apa yang baru saja ia pikirkan.


   Udara terasa lebih dingin diluar, Ali memutuskan untuk masuk kedalam menuju kamarnya.  Terlihat bundanya tengah menonton tv. Ali lantas mendekat menghampirinya.


"kok belum tidur bun, udah malem ini lho" tanya Ali lembut sambil duduk disisi bundanya.


"belum ngantuk nak, kamu aja yang istirahat"jawab bundanya sambil tersenyum hangat.


"Ali kan libur 4 hari bun"jawab Ali


"iya, tapi kan kamu juga butuh banyak istirahat, pilot jangan sampai oleng bawa peswatnya cuma karna kurang tidur"timpal bundanya sambil terkekeh.


"ada ada aja bunda tu,ya udah Ali keatas dulu ya. Mau tidur. Bunda jangan malem2"ucap Ali sambil berlalu menuju kamarnya.


     Sesampainya dikamar Ali langsung merebahkan badannya diranjang. Tak lama matanya terpejam. Terbawa ke alam mimpinya.


                                       *****


Suara jam weker membangunkan ila dari tidur nyenyaknya.  Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. "sudah pukul 5"gumam ila sambil meletakkan kembali jam weker dinakas. Ia bergegas untuk sholat subuh.Selesai sholat ia turun kebawah menuju dapur. Benar dugaannya, mamanya sudah sibuk berkutat dengan alat-alat masak, mempersiapkan sarapan pagi.  Ila lantas bergegas mendekat.


"pagi mah? "sapa ila lembut.


"pagi sayang. "jawab mama uly sambil tersenyum ke arahnya.


"mana yang mau dibantu ma? "tanya ila.


"itu nak, "jawab mama uly sambil menunjuk sayuran yang akan dimasak.


Ila lantas bergegas mengambil dan duduk dimeja makan.


"eh mah, Ali mau ngajak Ila jalan boleh ngak? "tanya ila gugup


Mamahnya menunjukkan ekspresi agak terkejut,namun tak berselang lama mamanya mengiyakan sambil tersenyum.


"gpp kok, lagipula mama percaya kalo Ali anaknya baik. "jawab mama uly tanpa mengalihkan perhatiannya pada kegiatan memasak.


"lagian ila juga nyuruh Ali buat ajak Fikri, keponakannya itu ma"ucapnya kemudian.


"iya, mama percaya sama kamu"jawab mama uly lembut.


Selesai membantu memasak, ila bergegas bersiap-siap untuk mengajar. Hari ini ia menggunakan baju dinas formal. Terlihat sangat anggun,apalagi dihiasi dengan hijab warna senada, semakin membuatnya terlihat lebih cantik.


Terlihat mama dan papa nya sudah menunggunya untuk sarapan pagi. Tiba-tiba ia teringat adiknya, sungguh ia sangat merindukannya.


Selesai sarapan ila pun bergegas berangkat menuju sekolah.


"aku berangkat dulu ya mah, pah" pamit ila sambil mencium tangan orang tuanya.


"ati-ati nak" ucap papanya yang juga akan bersiap pergi ke kantor.


Ila membalas sambil tersenyum. Lalu mengemudikan mobil hitamnya dengan santai.


    Suasana taman kanak-kanak sudah agak ramai. Beberapa anak didik yang sudah mengenalnya menyapa dan salim padanya.  Ia pun membalas dengan senyum terbaiknya. Sungguh kepuasaan tersendiri bisa menjadi seorang guru, cita2 yang sudah ia nantikan sejak dulu. 


  Ia lantas berjalan menuju kantor guru. Terlihat beberapa guru sudah datang. Mempersiapkan materi yang akan diajarkan.


"pagi bu ila" sapa Pak Anton dengan nada sedikit menggoda.


"jangan mau digoda bu, dia ma playboy" ucap bu nadia tiba-tiba.


Sedangkan ila hanya terkekeh mendengarnya.


"ciee, cemburu ni ya? "balas Pak Anton tak kalah heboh.


"ihh, ogah cemburu ama cowok model kek pak anton" cibir bu nadia.


"sudah-sudah, jangan bercanda mulu" lerai ila sambil terkekeh mendengar keributan mereka. Sedangkan guru2 yang lain sudah terbiasa melihst hal seperti ini.


 Jam masuk kelas sudah dimulai.ila bergegas menuju kelasnya.  Terlihat anak didiknya sudah rapi dibangku masing-masing. Setelah selesai berdoa ila lantas mengabsen muridnya satu persatu.


"baiklah, hari ini ibu akan buka buat jam cerita,dan hari ini ibu akan menceritakan tentang kisah ashabul kahfi, kisah tentang ashabul kahfi, pernah dengar belum?  Tanya ila girang


"belum bu"jawab muridnya serempak.


"baiklah, kisah ini menceritakan tentang 7 orang pemuda yang tertidur didalam goa selama 309 tahun, lama ya? " ucap ila. Sedangkan anak didiknya terlihat antusias mendengarkannya.


Ila pun memulai ceritanya. Murid2nya mendengarkan dengan serius, sesekali ila sedikit bercanda agar suasana tidak terlalu monoton. Setelah hampir 15 menit bercerita, ila menghentikan ceritanya.


"kok udah bu, kan belum selesai? "celetuk salah satu muridnya. Karna Ia memang sengaja mengantungkan ceritanya.


"iya bu"ucap murid yang lainnya


Ila tersenyum lalu berucap "kalo kalian pingin tahu kelanjutan ceritanya, tunggu 3 hari lagi ya? "jawab ila sambil terkikik melihat ekspresi kecewa murid muridnya.


"hayo, ngak boleh marah. Kan waktu bercerita ibu cuma 15 menit doang. Sekarang waktunya kalian mengerjakan tugas mewarnai. "ucap ila dengan tersenyum


  Kelaspun berjalan dengan normal. Kelas selesai pukul 10. Ila bergegas menuju ruang pertemuan, bersiap untuk rapat bulanan.


                                           *****


  Rapat selesai tepat pukul 1 siang. Setelah selesai sholat dzuhur ila langsung bergegas pulang.  Mengemudikan mobil hitamnya membelah jalanan sesak ibu kota.


  Ia menyalakan radio dimobilnya.agar bisa mengalihkan kebosananya selama dijalan. Setelah 30 menit berkendara ia sampai dirumahnya. Ia lantas memarkirkan mobilnya digarasi.


  Terlihat pak Maman, tukang kebun dirumahnya sedang merapikan tanaman dihalaman depan. Akupun tersenyum padanya.


  Saat membuka pintu suasana terlihat sepi, mamanya yang biasa menonton tv tidak terlihat. 


"mungkin lagi tidur" gumam ila.


Ia lantas bergegas menuju kamarnya. Selepas mandi ila berjalan menuju kamar mamanya.  Tapi ternyta mamanya tidak ada.  Ia lalu turun kebawan hendak bertanya pada pak maman.


"mamah kemana sih pak? "tanya ila setelah mendapati pak maman sedang ditaman belakang.


"maaf non, tadi lupa mau sampein pesen nyonya. Nyonya ada acara kondangan kerumah temennya non" jawab pak maman sambil menunjukan cengiran kudanya.


"oh ya udah. Makasih ya pak" ucap ila lalu bergegas pergi menuju dapur.


Selepas makan siang ila memutuskan untuk tidur sebentar. Hari ini dia merasa sangat lelah. Apalagi sebentar lagi dia harus mempersiapkan acara untuk ulang tahun sekolahnya tempat dia mengajar. Ia ditugaskan dibagian seksi acara merangkap sebagai kreatif.


Tak lama ia pun terpejam.  Melupakan sedikit penat ditubuhnya.

__ADS_1


                                          *****


Jam sudah menunjuk pukul setengah 4 sore.  Selesai sholat asar ali bersiap2 untuk ketaman bersama ila. Ali memakai pakaian santai, dengan celana jeans hitam dipadukan dengan kemeja berwarna navy.  Setelah selesai ia bergegas keluar kamar untuk menemui fikri yang ternyta sudah menunggunya sambil menonton kartun upin ipin kesukaannya.


"hai ganteng" ucap Ali mengejutkan Fikri yang tengah serius menonton kartun.


"ayo berangkat, "ajak ali sambil mengulurkan tangan untuk menuntun fikri.


"let's go papa"jawab Fikri girang


Setelah berpamitan merekapun pergi. 


Mobil Ali melaju mulus melewati jalanan kompleks perumahan elit ini. Menembus jalanan ibu kota yang sebentar lagi akan macet karna bertepatan jam pulang kantor.


   Jarak rumah Ali dengam Ila tidak terlalu jauh.  Karna tadi jalanan belum terlalu macet Ali bisa sedikit lebih cepat mengemudikan mobilnya. Sesampainya dirumah ila,Ali langsung memarkirkan mobilnya. Mengajak turun Ali.  Ia lantas memencet bel. Namun tak juga ada jawaban. Hingga tak berselang lama pak Maman datang.


"maaf den, cari siapa? " tnya pak maman ramah.


"maaf pak, mau cari ila. Bisa tolong panggilkan? "pinta Ali dengan lembut.


"oh iya den,saya panggilkan.Mari masuk dulu" tawar pak maman.


Ali dan fikripun menuruti masuk kedalam rumah. Duduk disalah satu sofa. Terlihat beberapa foto yang terpajang didinding rumah ini. Waktu  acara lamaran Ali tidak sempat memperhatikan sekitar ruangan ini. Tiba2 fokusnya terpaut pada sebuah foto. Foto yang memperlihatkan 2 wajah yang sangat serupa,wajah mereka terlihat sangat mengemaskan dengan 2 kuncir rambutnya.yang membedakan hanya yang satu memakai kacamata dan yang satu tidak, dan Ali langsung bisa menebak kalau yang memaki kacamata adalah ila. Bahkan orangpun akan sangat sulit membedakan mereka karna wajah mereka yang sangat mirip.


"maaf ya, aku ketiduran"tiba2 suara ila mengalihkannya.


Ila terlihat masih menggunakan gamisnya dengan khimar berwarna coklat. Muka bantalnya masih sangat terlihat. Bisa ditebak kalau ila baru saja bangun tidur.


"iya gpp kok"jawab Ali sambil tersenyum.


"tunggu sebentar ya, saya mau sholat dulu habis tu siap2.oh ya, mau minum apa? "tawar ila .


"udah gak usah repot"jawab ali.


"ya udah tar kalo mau minum panggil pak maman aja ya, fikri kalau haus bilang ya? "ucap ila sambil tersenyum pada fikri."Siap tante" Fikri pun mengiyakan.


Ia lantas bergegas keatas untuk bersiap2.


 Ila tak punya banyak waktu untuk bersiap2.untung saja tadi ia sudah mandi. Lagipula enggak enak sama Ali sama Fikri jika harus menunggunya lama.  Selepas sholat asar ila berganti baju dan bersiap2. Ia hanya mengoleskan sapuan bedak tipis dan lipbalm berwarna pink pada bibirnya.  Hari ini ia memakai gamis berwarna biru muda dengan jilbab yang berwarna senada pula.


Ia lalu turun kebawah menghampiri Ali dan fikri yang sudah menunggunya.


Mereka pun berangkat ke taman yang tak jauh dari rumah ila.


Suasana taman terlihat agak ramai. Mereka pun memutuskan untuk duduk disalah satu bangku taman yang dekat dengan wahana anak2 agar Fikri bisa bermain.  Keheningan masih belum melebur diantara mereka. Tanpa ila sadari, sepasang mata Ali memperhatikannya.memperhatikan betapa cantiknya ila walau hanya menggunakan make up sederhana.


   Tiba2 Fikri datang menghampiri.


"papa.. Mau es krim"rengek Fikri


"ayo sama tante "ucap Ila menawarkan yang dibalas senyum girang dari fikri.


Alipun menunggunya dibangku taman.


Tak berselang lama merekapun kembali dengan membawa 2 buah es krim.


"lho, kok cuma 2. Papa mana? "tanya Ali dengan mimik wajah memelas pada Fikri.


"Papa barengan aja ama tante cantik"jawab Fikri sambil berlalau menuju wahana permainan yang tadi sempat ia tinggalkan. Sedangkan ila hanya tersenyum geli mendengar ucapan fikri.


"Kamu mau, aku beliin ya?  Soalnya kata Fikri kamu ngak suka es krim,jadi ngak aku beliin" ucap Prilla menawarkan.


"udah ngak usah, kamu aja"jawab Ali lembut namun tetap saja wajah datarnya masih mendominasi raut wajahnya.


"Boleh tanya sesuatu ngak? "tanya ali dengan nada serius.  Ila pun sejenak berhenti dari acara makan es krimnya. Melirik ke arah ali sambil tersenyum lalu menjawab "silahkan, selagi masih bisa saya jawab, akan saya jawab"jawab ila sopan.


"apa alasan kamu menerima perjodohan ini? "tanya Ali dengan raut wajah penasaran.


Ila menghembuskan nafas pelan.


"saya hanya tidak ingin mengecewakam orang tua saya berulang kali. Saya terlalu sering membuat mereka mengalah karana kemauan saya. Dan mungkin dengan jalan ini saya bisa sedikit membuat mereka bahagia.Kapan lagi saya bisa membahagiakan mereka. Mereka segalanya bagi saya. Mereka tidak pernah menuntut apapun dari saya, dan kali ini,saat mereka membicarakan tentang perjodohan kita,binar mata mereka terlihat sangat mengharapkan saya menyetujuinya. "ucap ila. Matanya berkaca-kaca. Menahan tangisnya. Ali mendegarkan setiap kata dari Ila dengan seksama dengan tetap memperhatikan matanya. Ali tahu bahwa gadis ini tengah menahan tangis walaupum terhalang kacamata.


"lantas apa alasan kamu menerimanya?"tanya ila balik.


Ali mengalihkan perhatiannya. Memandang pemandangan anak2 yang tengah asik bermain ditaman.


"kurang lebih hampir sama alasan saya dengan kamu.  Mungkin ini jalan takdir kita La. Jalan yang harus kita jalani dengan ikhlas. Bukankah semuanya akan terasa lebih ringan saat kita ikhlas dan ridho pada apa yang telah Allah tetapkan? "ucap Ali sambil tersenyum ke arah ila. Ila tersnyum sambil mengangguk.


"apakah kamu terpaksa?"tanya Ali kemudian.


"saya sudah berpikir berkali2. Saya bukan tipikal orang yang mau menjalankn sesuatu hal berdasarkan rasa terpaksa"jawab ila lembut.


"Apa kamu bisa mencintai saya? "tanya Ali lagi dengan masih menatap ila.


"kata orang cinta bisa hadir karna terbiasa. Memang saat ini saya belum meraskan apapun, mungkin andapun demikian. Tapi saya yakin, kita bisa menjalani ini bersama. Entah siapa nanti yang lebih dulu merasakan getar itu. Tapi saya harap kita bisa saling bersama2 menumbuhkan rasa itu.  Bukankah sebentar lagi kita akan menjalani hidup bersama? "tanya Ila sambil tertunduk malu. Baru kali ini ia bicara banyak dengan lelaki. Biasanya tidak. Ali tersenyum mendengar jawaban dari ila.


"saya berjanji akan berusaha mencintai kamu Annisa Apprilya"jawab Ali dengan melirik ke arah ila. Ila yang mendengrnya pun tersipu malu.


"ya Allah, es krimnya sampe cair"ucap ila tiba2 dan hendak membuang sisa es krim yang sudah mencair itu.


"jangan dibuang,mubazir"ucap Ali tiba-tiba.


"terus mau diapain? Mau bawa pulang dikulkas lagi? "tanya ila heran.


"sini biar aku yang habisin. Ini tu belinya pakek duit"jawan Ali dengan terkekeh.


"yakin? Bekas saya ini lho"tanya ila heran.


"yakin, udah bawa sini"


Ila pun menyerahkan es krim yang sudah mencair itu pada Ali.  Alipun menghabiskannya tanpa rasa risih sekalipun.  Dan tanpa Ali ketahui, diam-diam ila memperhatikan ali. Ila pun tersenyum melihatnya.


   Terlihat Fikri masih asik bermain dengan berbagai wahana permainan ditaman.  Senja sudah sangat terlihat. Warna jingga mendominasi langit ibu kota hari ini.  Terlihat syahdu dan menenangkan. Ila melihat arlojinya, terlihat jam sudah menunjuk setengah 6.


"pulang yuk? Udah sore"ucap ila pada Ali. Alipun mengiyakan. Sedangkan Ila bergegas menghampiri Fikri yang masih saja asik bermain.


  Merakapun pulang. Sepanjang perjalanan lebih sering didominasi keheningan. Sedangkan Fikri tertidur nyaman dipangkuan ila.


  Beberap saat kemudia mata ila ikut terpejam bersama fikri yang ada dipangkuannya. Ali yang melihatnya pun tersenyum.


     

__ADS_1


__ADS_2