
Sekitar 45 menit perjalanan,Ali sampai didepan rumah Prilla. Terlihat ila yang masih tertidur nyenyak. Sejenak Ali memandangi wajah ila. Ali akui, saat tadi ia berbicara ditaman dengan Ila,entah menggapa hatinya terasa sangat nyaman, jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya. Tapi Ali tak mau gegabah memutuskan itu sebagai cinta. Lagi pula ia dan ila baru kenal belum lama ini. Jadi tidak mungkin ia akan menaruh rasa secepat itu pada ila. Ia pun kembali tersadar. Dan segera membangunkan Ila dengan menepuk-nepuk lengannya. Tak terlalu sulit untuk membangunkan ila ternyata.
"eh udah nyampe ya? "tanya ila.
"iya "
"maaf ya, ketiduran akunya. "ucap ila.
"gpp kok, santai aja. "ucap Ali.
"mampir dulu yuk. sekalian ketemu mama papa, belum sholat maghrib juga kan?" Tanya ila kemudian.
"ya udah deh. Gpp. Sekalian mau minta maaf karna pulang terlalu sore"ucap Ali merasa bersalah.
"sini biar Fikri aku yang gendong"tawar ali.
"udah gpp. Nanti dia malah bangun lagi."
Merekapun masuk kedalam rumah. Keadaan rumah masih terlihat sangat sepi. Ila lantas menidurkan Fikri dikamar tamu yang tak jauh dari ruang tamu. Sedangkan Ali duduk disofa ruang tamu. Ila lntas mengambil hp nya untuk menanyakan keberadaan papa dan mamanya. Karna tadi digarasi mobil papanya juga tidak ada. Ternyta sudah ada 2 pesan masuk dari papa dan mamanya. Ternyta papa dan mamanya pergi lagi untuk acara kondangan kolega bisnis papa yang ada dibandung. Mereka bilang mungkin akan pulang malam. Setidakanya itu sudah membuat ila lega. Ia lantas menghampiri Ali mengajaknya untuk sholat magrib.
"sholat maghribnya diruang tamu aja ya? Takutnya nanti fikri bangun bingung nyariin kita" ucap ila.Alipun mengiyakan. Merekapun sholat bersama dengan Ali sebagai imam.
Selesai sholat Ali bersiap2 hendak pulang. Ia tidak ingin terlalu lama dirumah orang yang belum sah menjadi mahromnya, walaupun ia tahu dirumah itu juga ada pak maman. Tapi tetap saja ia tidak enak terutama pada ila.
"kasihan fikri sebenarnya mas"
"udah gpp, nanti fikri biar aku taruh kursi belakang"jawab Ali sambil tersenyum.
Ila pun ikut mengantar mereka sampai luar. Tak lupa ia mengambilkan bantal untuk menganjal tidur Fikri dalam mobil.
"aku pulang dulu ya? "pamit ali
"iya mas, hati2"
"assalamualaikum"
"waalaikumussalam"
Setelah itu ila bergegas masuk kedalam.
Selesai mandi ,ila berjalan keluar menuju taman belakang sambil membawa novel yang belum selesai ia baca. Tak lupa ia menyiapkan secangkir teh untuk menemaninya. Sungguh saat ini ia sangat merindukan ily. Dari tadi dia sudah sms pada ily, namun belum ada balasan satupun. Ia merindukan sikap manja adik satu satunya itu. Bahkan sampai umur sekarang pun adiknya itu belum bisa menghilangkan sikap manjanya.tapi itulah yang ila rindukan dari ily. Biasanya ily akan meminta untuk dibelikan lolipop jika merasa moodnya hancur sambil bergelayut manja padanya. Atau meminta dia untuk memeluknya saat mati lampu, karna ia tahu, ily sangat takut gelap. Ia tersenyum sendiri memikirkan tingkah manja adiknya. Ia pun membuka novelnya, melanjutkan bab yang belum terbaca. Sepoi angin terasa sangat menenangkan. Menerpa jilbab biru ila. Untuk beberapa saat ila masih bisa fokus pada novelnya. Hingga tiba2 ada perasaan yang mengusik jiwanya, semacam rasa bahagia, namun ila sendiri tidak tahu asal muasalnya. Tiba2, ila teringat obrolannya bersam Ali tadi sore. Jujur, saat ila duduk didekatnya pun jantung ila sudah berdetak tak seperti biasanya. Apalagi saat Ali bertanya "apa kamu bisa mencintai saya? "pertanyaan itu sungguh membuat darah ila bedesir. Membuatnya menjadi lola seketika.pertanyaan yang tak ila sangka sebelumnya. Dan tentang jawaban itu, tiba2 terucap begitu saja.
Ila sendiri juga tidak ingin terlalu gegabah menganggap ini cinta. Ila akan menjalani semuanya dengan ikhlas. Mencoba menumbuhkan benih cinta dihatinya.cinta yang semoga tidak salah tempat untuk ila letakkan.
__ADS_1
"astaghfirullah"ucap ila tiba2. Ia lalu melanjutkan membacanya. Mencoba mengusir wajah Ali dari pikirannya.
*****
Tadi selepas pulang dari rumah ila, Ali langsung bergegas kekamarnya. Selesai mandi Ali duduk dekat balkon kamarnya sambil mengecek agenda penerbangannya. Setelah selesai ia pun duduk bersandar dikepala ranjang sambil memainkan gitarnya. Menciptakan melodi2 tanpa rencana. Pikirannya masih terbayang akan sosok ila. Hingga suara ketukan dipintu membuyarkan dia dari lamunanya.
Ali lantas beranjak tuk membukakn pintu kamarnya. Terlihat bundanya datang sambil membawakan makan malam untuknya. Bundanya pun ikut masuk kedalam.
"tadi bunda tunggu dibawah kamu ngak turun2"ucap bundanya sambil meletakkan makanan dinakas sebelah ranjang.
"maaf bun, lupa tadi"jawab Ali sambil memperlihatkan cengiran kudanya
"lupa, apa nglupa karna mikirin tadi habis jalan sama ila? "tanya bundanya mencoba meledek Ali.
"apa.an sih bun" ucap Ali tanpa bisa sembunyikan senyumnya. Bundany pun hanya bisa tertawa melihat tingkah putra satu2nya itu.
"ciee,, sekarang udah bisa senyum. "timpal bundanya sambil menoel pipi Ali.
"dari dulu kali bun"
"kamu tu jarang senyum Al, jadi muka kamu tu lebih ke muka datar tanpa ekspresi"jawab bundanya tanpa bisa menahan tawa. Ali yang mendengarnya pun hanya bisa mendengus kesal. Lalu ia pun memakan makanannya setelah bunda nya keluar dan selesai menggodanya. Tiba2 ponselnya terdengar bergetar memperlihtkan pesan dari andra .
Andra
Cieee,, yang tadi jalan ketaman sama calon istri idaman. Whhahhaha.
Ali
Andra
Gue lihat lu duduk berdua sama tu cewek.
Ali
Kurang asem lu. Diem-diem lu jadi paparazi ya.
Andra
Paparazi dadakan bro. Lagian tadi ngak sengaja liat loe ditaman pas gue juga lagi ngajak ponakan gue main.
Ali
Kenapa ngak smperin gue?
__ADS_1
Andra
Gue cuma ngak mau ganggu momen dimana sahabat gue akhirnya bisa deket juga ama cewek. Yang berarti gue ngak ragu lagi kalo lo masih normal.
Ali
Bangke lu Ndra, loe pikir gue penyuka sesama jenis apa?
Andra
Habisnya dari dulu lho dideketin cwek cantik2 ngak ada yg bisa bikin lo meleleh kya lilin kepanasan.
Btw, calon loe cantik juga Li.
Ali
Bisa2nya loe sama2in gue kyak lilin.
Ndra, ternyta omongan lu bener juga. Kalo orang yg orang tua gue pilihan emang yang terbaik. Makasih ya
Andra
Akhirnya, ceramah gue waktu itu didengerin juga. Trima kasih ya Allah
Ali
Lebay lu. Udah dulu ya. Gue mau tidur.
Andra
Dasar tukang ngebo
Ali
Suka suka gue.
Selesai menghabiskan makan malamnya, Ali turun menuju ke dapur. Mencuci piring bekas ia makan. Suasana sudah sepi, saat melihat jam dinding ternyta sudah pukul 9 malam. Ia pun segera naik ke atas. Ia lantas merebahkan tubuhnya ke ranjang. Merileks kan otot2 tubuhnya. Namun saat ia mencoba memejamkn mata, bayangan wajah itu hadir tiba tiba. Mengirimkan perasaan yang tak seharusnya hadir secepat ini. Apakah ia merindukan ila? Batin Ali. Bukankah tadi baru saja ia bertemu? Apa rindu datang secepat ini? Batinnya terus saja bertanya akan rasa itu. Ia pun lantas beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamarnya. Ia duduk disalah satu kursinya dan tak lupa memainkan gitar yang menjadi teman kesepiannya. Sepoi angin mengibarkan helai2 rambut hitam yang mulai terlihat agak gondrong itu. Ia memetik gitar sembarang, yang hanya menciptakan nada tak beraturan namun masih terbilang bisa untuk dinikmati. Pikirannya kembali melayang tentang gadis itu dan dirinya sendiri. Dia masih tak habis pikir jika gadis dengan penampilan sederhananya mampu masuk kedalam alam bawah sadar yang selama ini seperti tak pernah ada. Gadis dengan senyum manis yang mampu membuat ia menjadi terpana saat itu juga.
"kapan terakhir ia merasakn hal seperti itu? Apa ia pernah seperti ini sebelumnya?"tanya Ali dalam hati.
Cukup lama Ali berdebat dengan hatinya,mempermasalahkan tentang gadis itu pada hati dan pikirannya. Namun sayangnya ia tak juga menemukan jawaban dari segala tanya itu. Beberapa hal kadang memang terasa sangat janggal. Ada beberapa orang yang mampu merasakan rindu walau baru saja bertemu. Dan rindu selalu saja tak pernah ingin mengalah. Rindu selalu saja bisa membuat kita kalah dengan tangis disenyapnya malam (curhat😂)
Ali belum juga bisa tertidur saat jam sudah menunjuk pukul setengah 12 malam. Bayangan ila terus saja membayanginya. Dengan nafas kasar ia pun mengambil handphone nya dan membuka galeri. Karna tadi sebenarnya Ali mengambil foto candid ila saat mereka mengobrol ditaman. Mungkin memandang fotonya gue bisa tidur, gumam Ali. Alipun merutuki sikap bodohnya ini. Seorang Ali Syarief yang sering dikejar cewek-cewek sekarang malah tengah merindu dengan seseorang yang entah merindu dia atau tidak.
__ADS_1
Sejenak ia menatap foto gadis itu. Senyum manisnya terlihat begitu sempurna menghiasi wajah yang dibalut hijab itu. Dan perlahan lahan mata Ali terpejam dengan masih memegang hp ditangannya. Tak bisa dipungkiri, ia memang merindukan ila.
****