CINTA TAK SEIRAMA

CINTA TAK SEIRAMA
Chapter 2


__ADS_3

Jam sudah menunjukkn pukul 8 pagi saat ia tiba diparkiran bandara. "2 jam lagi terbng"gumam Ali sambil keluar dari mobil dan mengambil kopernya dengan agak tergesa2. Ia terlihat tampan dengan setelan seragam pilotnya. Alis tebal dengan bulu mata lentiknya membuat ia terlihat lebih tampan. Tak jarang ada beberapa penumpang yg mengajakya untuk berfoto selfi. Bahkan tak jarang pula penumpang ibu yang rempong mencubit pipinya. Ia sebenarnya risih, tapi mau dibentak kok ibu2. Ia hanya menggeleng kan kepala memikirkanny.


Terlihat Andra sedang duduk disalah satu cafetaria sambil memainkan ponselnya dengan ditemanni secangkir kopi panas dihadapannya.


"bentar lagi mau flight kenapa malah nyantai? ,gue aja keburu2 karna telat bangun. "batin ali sambil berjalan menujunya.


"kenapa masih santai? Bentar lagi flight lho? "tanya ali sedikit kesal


"eh cap.. Sorry cap,tadi belum sempet ngopi,takut ngantuk"jawab Andra sambil memperlihatkan cengiran kudanya.


"ayo.. Kita juga harus ngecek pesawat dulu" timpal ali sambil berjalan pergi. Andra langsung mengikutinya. Mereka menuju kantor managemen terlebih dahulu untuk melaksanakan breafing.


Saat sudah breafing. Ali dan Andra berjalan memasuki pesawat. Terlihat kabin pesawat masih sepi. Hanya terlihat awak kabin yang sibuk mempersiapkan segala hal sebelum take off.


"Pagi cap? "sapa seorang pramugari dengan senyum simetrisnya. Ali membalas dengan senyuman pula.


"kok gue ngak disapa Ca? "tanya Andra dengan nada menggoda.


"ogah gue nyapa loe.. "Jawab Ica sambil berlalu dengan mencibirkan bibirnya ke arah Andra.


"awas lho, tar cinta"ledek Ali sambil berjalan menuju kokpit. Andra hanya tertawa sedangkan ica menggerutu kesal.


Andra melihat ada yang beda dari raut wajah Ali. Ia lebih banyak diam. Biasanya ia akan mengajaknya bercerita untuk sekedar menghilngkan bosan. Andra tau benar bagaimna sikap dan watak sahabtnya ini, maklum mereka sudah bersahabat sejak SMP. Tapi bedanya Andra lebih banyak bergurau soal kerjaan, sedangkan Ali tidak. Makanya itu, Ali lebih dulu mendapat gelar captain. Tapi itu semua tidak membuat mereka iri satu sama lain.


"Li.. Loe kenapa, kusut kyak baju belum digosok? "tanya andra sambil berjalan.


"Gpp kok, lagi bete aja"jawab ali singkat.


"inget li, kerjaan loe bawa nyawa banyak orang. Jangan sampe loe ngak fokus cuma karna mood loe lagi ancur. Inget ya, gue ngak mau mati muda. Gue belum nikah" ucap Andra diiringi tawa yang memenuhi ruang kokpit. Sedangkan Ali hanya nyengir melihat sikap sahabatnya itu.


"Gue mau dijodihin Ndra ama temen ayah gue, itu amanat ayah gue sebelum meninggal"ucap ali tiba2 dengan nada malas.


beberapa detik suasana hening. Namun tak lama Kemudian tawa andra menguncang ruang kokpit. Sedangkan ali langsung mendengus kesal mendengarnya tertawa.


"Bukannya ngasih saran gitu, apalah. Malah ketawa. Dasar"gerutu ali


"sorry li.. Abisnya gue langsung ngebayangin kalo loe nikah. Loe aja deket ama cwek ngk pernah. "ucap Andra sambil tertawa. Ali memutar bola matanya malas mendengar gurauan Andra.


"gini li, gue serius. Loe coba pikir2 aja dulu. Seengaknya loe Pdkt dulu gitu ama calon loe. Lagipula ini kan amanat ayahnya loe dulu, dan menurut gue ayah loe juga udah mikirin mateng2.ngk mungkin ayah loe main ngambil keputusan, apalagi ini buat anaknya,.!" ucap Andra sambil menepuk bahu Ali.


"Tapi kenapa harus gue coba, sedangkan kakak gue enggk. Dia nikah sama orang yang dia pilih"ucap ali agak kesal.


"mau tau kenapa? " ucap Andra sambil menatap mata ali serius. Alipun demikian.


"itu karna takdir loe"jawab andra dengan tertawa terbahak. Ali hanya memperlihatkan muka datarnya Sambil menonyor jidat Andra.


"Udah ah, bentar lagi take off ni" ucap ali yang masih agak kesal karna Andra tak henti-henti menggodanya.


Setelah selesai melakukan semua pengecekan dan sudah mendapat informasi dari ATC (Air traffic control) pesawat pun take off dengan sempurna. Suasana kembali hening didalam kokpit.


Ali mengehela nafas panjang. Ia mulai memfokuskan pikirannya pada pekerjaan yang mempunyai tanggung jawab besar ini. Dia harus bisa bersikap profesioanal. Biarlah urusan perjodohan ini ia pikirkan nanti . Kini fokusnya ada pada pesawat.


******


"Mah pah, ily pamit ya, doain semoga penugasan ily diBali lancar" ucap prilly sambil memeluk orang tuanya.


Sedangkan dengan kakaknya ia sudah lebih dulu berpamitan karna hari ini Prilla harus berangkat pagi karna ada urusan disekolah baru tempat dia mengajar. Jadinya tidak bisa mengantarnya ke Bandara.


"pasti sayang, hati2 ya, jangan lupa makan,terus sholatnya"ucap papanya sambil tersenyum.


"siap pak bos" canda prilly sambil memberi hormat pada papahnya tersebut. Papa dan mamanya hanya tersenyum geli melihat tingkah putrinya tersebut.


Hari ini dia ada penugasan ke Bali selama sebulan. Ini adalah penugasan pertamanya keluar kota. Sebenarnya ia tidak mau mengambil kerjaan ini karna ia  ingin dekat dengan kakaknya yang baru pulang setelah setahun  tak bertemu. Namun apa boleh buat. Pekerjaanya memang berhubungan dengan kemanusiaan. Jdi dia mencoba untuk menerima. Lagipula cuma sebulan.


Terlihat beberapa penumpang bersiap dikursi masing-masing,ia segera mencari tempat duduknya. "Ah itu dia, 28E..deket jendela lagi"batin prilly . Ia langsung menuju kursinya ,menghempaskan pantatnya dikursi peswat dan mengeluarkan earphone yang ia bawa. lagu dari Slank yang berjudul ku tak bisa menjadi temannya untuk menikmati perjalanan yang tidak terlalu panjang ini.


Setelah pesawar take off, ia menikmati pemandangan awan biru. Terasa menenangkan, batinnya. Tiba2 ia teringat akan perjodohan itu kembali. Ia merasa belum sepenuhnya ikhlas jika kakak tercintanya akan menikah. Wajar karna ia sangat dekat dengan kembarannya itu.ia takut perhatian kakanya pada dirinya akan terbagi jika kakanya sudah menikah.


"kira2 calon kakak gue gimna ya orangnya? Galak gak ya? "tanya prilly dalam hati. Hati kecilnya sungguh mencemaskan kakaknya, dia takut jika kakaknya akan mendapat suami yang arogan dan suka main tangan.


"Amit-amit ya Allah." ucap Prilly dengan bergidik ngeri. Ia sungguh tak tega membayangkan hal itu. Karna tak ingin terlalu berpikiran terlalu jauh, ia memutuskan tuk memejamkan matanya, hingga ia tertidur terbawa dalam alam mimpinya.


******


Ini adalah hari pertama ila mengajar setelah kepulangnnya dari Kalimantan. Sebenarnya banyak tawaran dari berbagai sekolah baik smp maupun smk. Namun ia lebih memilih untuk mengajar disebuh taman kanak kanak. Alasannya adalah karna ia menyukai anak2. Baginya generasi sekarang harus terbentuk dari dasarnya dulu. Dan untuk membentuk karakter yang baik harus dimulai sejak dini.


Ia memakai setelan rok hitam panjang dengan kemeja batik berwarna biru.ia terlihat anggun dibalut dengan jilbab berwarna biru dihiasi kaca mata baca yang membingkai mata hazelnya.


Terlihat beberapa anak didik sudah datang. Beberapa ada yang bermain ditaman. Sesekali ia tersenyum pada anak anak itu.


Ia segera mencari ruang guru. Ia belum menyerahkan beberapa dokumen lamaran.


Saat tiba diruang guru, suasana sudah agak ramai. Ia terlihat canggung karna masih baru.


"bu Prilla ya? "tiba2 ada suara seorang wanita yang menegurnya sambil tersenyum.


"iya bu" jawab ila smbil sambil membalas senyumnya dan bersalaman.


Setelah urusan selesai ia ditugaskan untuk mengajar dikelas Ceria. TK ini mempunyai 3 kelas.


Suasana didalam kelas agak riuh dengan suara anak2. Ia masuk tanpa ragu sambil mengucap Bismillah.


"selamat pagi semua, asslamuaaikum wr wr.. "sapa ila sambil tersenyum. Dan dibalas oleh anak2 didiknya.


"baik, pertama2 ibu mau perkenalan dulu ya, nama ibu annisa aprilya, biasa dipanggil prilla, tapi disini kalian boleh panggil ibu dengan bu ila. Ibu disini menggantikan bu Imel "ucap prilla sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


Tiba tiba ada muridnya yang bertanya


"bu imel kenapa bu? "tanya gadis polos dengan rambut yang dikucir 2 disis kanan dan kiringa.


Dengan senyum lembut ia menjawab "iya, soalnya bu imel mau punya dede bayi"jawab prilla.


Setelah itu ia mulai mengabsen satu persatu anak didiknya sambil berkenalan. Anak2 membuat dia bhagia. Pd intinya dia merasa nyaman saat dekat dengan anak2.


Pukul 10 ia selesai mengajar. Sepanjang lorong sekolahnya ia sibuk memainkan hp berbalas pesan dengan adiknya.


Ia kemudian memutuskan untuk menelfon saja.


"asslamualaikum dek, nyampe jam berapa?"


"waalaikumussalam kak,ini baru aja. Ini juga lagi istirhat dibandara"


"ya udah hati2 ya selama jauh dari kita. Sholatnya dijaga, makannya juga"


"iya kak. Aku udah gede kali. Ngk diingetin juga udah tau"jawab ily dengan nada sombong


"kamu tu ya, ya udah kakak mau pulang dulu. Tar sampe rumah kakak telfon lagi"ucap ila sambil membuka pintu mobilnya.


"assalamualaikum"


Waalaikumussalam"


Jalanan terlihat tidak terlalu ramai. Beberapa orang terlihat berlalu lalang sibuk dengan urusan masing. Sejak awal kepulangannya mengajar tadi ia sedang memikirkan perihal perjodohan itu. Ia memijit keningnya sambil berfikir. Perjodohan itu membuatnya tidak menikmati hari2 yang harusnya ia nikmati. Harusnya saat ini dia sedang melepas rindu dengan keluarganya tanpa beban pikiran yang berarti.


"ya Allah, bantu hamba"lirih Prilla sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya.


Ia memikirkan banyak hal akan perjodohan itu. Apakah suaminya baik, galak?


Dia tidak bisa membayangkan apa jadinya jika calon suaminya kelak akan melarangnya untuk mengajar.


Dia juga takut jika nanti ia menikah, waktunya untuk bercanda dan bersendau gurau dengan Prilly akan menjadi berkuranh. Karna ia tau, Prilly sangatlah dekat dengannya walaupun mereka punya karakter yang berbeda.Namun dari itu semua, hal yang paling Prilla takutkan adalah jika nanti suaminya akan mengekangnya dengan berbagai hal yang Prilla sukai. Entah itu mengajar atau yang lainnya.


Tapi disatu sisi ia juga harus memikirkan orng tuanya. Janji adalah utang yang harus dibayar. Jika ia menolak itu akan sangat menyakiti hati mereka, apalagi selama ini mereka tidak pernah meminta apapun darinya, kecuali saat mereka memintanya untuk tidak menjadi guru. Tapi itupun ia tolak. Dan dengan berat hati orang tuanya harus kembali mengalah pd keputusannya. Walau seiring waktu berjalan mereka bisa menerimanya.


Pernikahan adalah hal yang sakral. Ini bukan hanya tentang ijab qobul semata. Ini tentang ibadah penyempurnaan agama. Pernikahan bukan hanya tentang penyatuan dua keluarga yang berbeda, tetapi ini juga penyatuan 2 hati manusia, penyatuan 2 karakter yang berbeda. Lalu bagaimana ingin menyatukan jika ia tidak mencintai calon suaminya? .


Cinta memang bisa tumbuh saat sudah saling bersama, tapi ia sangat takut jika ia tidak bisa mencintai suaminya. Ia takut tidak bisa menjadi istri yang baik. Ia takut berdosa.


Prilla menghirup nafas dalam2.mencoba menenangkan kembali pikiranya.


"Astaghfirullah haladzim" ucapnya lirih untuk menghilangkan kegalaunnya.


Setelah 30 mnit berkendara ia sampai didepan rumahnya. Ia langung memarkirkan mobilnya dibagasi. Dan langsung masuk kedalam rumah. Tak lupa ia mengucap salam


Terlihat mamanya sedang duduk santai diruang tamu sambil membaca majalah. Ia lalu menhampirinya dan mencium punggung tangannya.


"alhamdulillah lancar ma. Anak2nya juga baik2 ngk bandel2"ucap ila sambil menghempskan badannya ke sofa.


Ia melepaskan kaca matanya. Meletakkan dimeja.


" calon suami ila sperti apa sih ma? "tanya ila.


"ciee.. Kepo? "goda mamahnya


"iih.. Ila serius ma? "rengek ila dengan bibir manyun.


"yang pasti mamak belum pernh ketemu langsung. Tapi kata papahmu, dia baik kok"jawabnya sambil mengelus pucuk kepala ila.


"profesinya apa? "lanjut ila


"Dia pilot"


"hah.. Pilot ma? Berarti bkal jarang dirumah dong? " Prilla sedikit terkejut.


"ya begitulah. Tapi gpp kan.lagian biasanya pilot tu ganteng tau" ucap mamahnya dengan nada menggoda.


"au ah.. Ila mau kekamar dulu"balas ila sambil berlalu meningglkan mamahnya.


*****


Selesai mandi, ila memutuskan untuk facetime dengan adiknya.


"Halo, assalamualaikum? "sapa ila.


"waalaikumussalam kakak tercinta..muka kusut amat kak, gosok dulu sana? "ledek Prilly karna melihat wajah malas dari kakaknya.


"apaan sih?"jawab ila malas.


"bahagia dong kak, kan bentar lagi nikah"


Jawab Prilly dengan tertawa.


Tawa prilly membuatnya semakin malas.


"dek...kakak mau ngomong serius"


"iya, ily dengerin kok kak? "


"kakak sebenernya belum siap buat nikah, kakak takut kakak ngk bisa mencintai suami kakak, kakak takut ngk becus jadi istri. Kakak juga belum siap buah jauh sama kamu sama mamah papa". Ucap Ila dengan mata mulai berkaca-kaca. Ia menumpahkan segala gundah hatinya pada adiknya itu


. Disebrang telfon sana,Prillly juga mendengarkan dengan hati yang sedih. Perjodohan bisa membuat kakanya selemah ini. Bahkan bisa dibilang kakanya bukan tipikal cwek yang mudah menanggis.

__ADS_1


"kak.. "ucap ily lmbut


"beberapa hal didunia ini dipertemukan dengan hal yang tidak diinginkan. Apa yang menurut kita baik belum tentu baik dimata Allah, begitupun sebaliknya. Tapi segala sesuatu yang baik dimata Allah itu adalah yang terbaik untuk kita. Ily tau, kakak pasti lebih paham akan hal itu. Ily yakin kakak bisa menjadi istri yang baik buat suami kakak kelak.apapun keputusan kakak nanti ily bakalan mendukung kok. Ily yakin, kakak ngk akan salah dalam hal ini " . Kata prilly dengan lembut. Sebisa mungkin ia menenangkan hati kakaknya itu.


Prilla terdiam. Ia tampak mencerna ucapan adiknya tersebut. Ia membenarkan ucapannya. Mungkin ini memang jalan takdirnya. Ia pun mulai sedikit lebih tenang.


"ya udah kakak istirht dulu aja. Ily juga baru aja sampe.mau istirahat juga" ucap Prilly agar tak membuat kakaknya terus menerus memikirkan hal ini.


"iy dek.. Assalmuaaikum"


"waalaikumisslam"


Tutt tutt.. Telfon diakhiri.


*****


2 hari kemudian.


Suara jam weker terasa sangat menganggu ila. Ia langsung mematikannya. Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Bergegas ia bersiap untuk melaksanakan sholat subuh. Kepalanya masih terasa berat.karna ia baru bisa tertidur pukul 3 dini hari.


Selesai sholat dan mandi ila berlalu menuju dapur. Terlihat mamahnya sedang berkutat dengan wajan dan kawan2nya. Mempersiapkan sarapan pagi.entahlah,dari dulu mamah tak pernah mau menggunakan jasa art. Ia lebih suka mengerjakan sendiri. Katanya sudah menjdi tanggung jawab istri untuk mengurus rumah tangga. Tiba2 pikirannya langsung menuju kearah perjodohan itu. Membayngkan bagaimana nanti jika dia tak bisa membagi waktu dan tak bisa mengurus rumah tangga sendiri. Ah,, mamah pasti akan kecewa,batin Prilla sambil meneguk segelas air hangat.


"pagi sayang? "


"pagi juga ma?"jawab Prilla lembut


"kok ngak siap2 kesekolah?


"aduh ma.. Mama kebanyakan mikirin apa sih sampe lupa hari? "tanya Prilla dengan terkekeh


"astaghfirullah.. Lupa nak. Mungkin faktor usia, makanya itu kamu harus cepat2 ngasi mama cucu. Mama kan udah tua"


Jlebbb.. Prilla langsung tercekat mendengar ucapan mamanya.


"nikah aja belum,udah mau cucu"jawab Prilla malas.


"kan bentar lagi"jawab mamahnya meledek.


"sudah kamu dapatkan jawaban? Mama harap itu tidak mengecewakn."


"insyaallah sudah ma"jawab Prilla sambil menata hidangan sarapan pagi.


*****


Ali baru saja pulang dari penerbangannya. Ia langsung menuju parkiran mobilnya. Terlihat Andra sudah menunggunya sambil menyeruput kopi panas dengan bersandar pada pintu mobil.


"lama amat sih ke toilet doang? "tanya andra ketus.


"sorry,, udah kebelet. "jawab ali dengan tersenyum simpul.


Jalanan masih lenggang. Belum banyak yang berlalu lalang.terlihat ada beberapa orang yang berolahraga pagi. Dan ia baru ingat kalo hari ini hari minggu. Mungkin rencana perjodohan itu sudah membuatnya jadi pikun sementara, batinnya.


"mampir apartemen dulu ngk? "tanya andra


"enggak, gue mau langsung pulang aja, ada urusan kecil." Singkat Ali


"urusan perjodohannya ya? "ledek Andra .


"apaan sih lho," jawab ali agak kesal.


Jam sudah menunjukan pukul 6 pagi saat ia sampai dirumah. Ia langsung masuk setelh memarkir mobilnya digarasi. Bundanya terlihat sibuk memasak didapur. Harum masakan membuatnya berbelok arah menuju dapur. Assalamualaikum bun,


Waalaikumussalam, eh anak bunda udah pulang..ucap bunda resi sambil memeluk anak laki laki satu2nya.


"udah bersih2 dulu habis tu sarapan"suruh bundanya.


Ali pun mengiyakan sambil berjalan menuju lantai 2 menuju kamarnya.


Selesai mandi ia bersiap untuk sarapan. Celan jeans selutut dipadukan dengan kaos warna hitam membuatnya tak terlihat seperti seorang pilot, lebih seperti anak abg yang baru lulus SMA.


Selesai sarapan ali membantu bunda membereskannya. Membantu mencuci piring. Lucu memang, tapi bagi dia itu hal biasa dan tak perlu gengsi.


"Li.. Duduk sini"sambil menunjuk bangku disebelahnya. "kamu sudah tentukan jawaban? Kamu sudah berjanji hari ini akan menjawabnya"ucap bunda sambil menepuk bahu ali lembut


Ya Allah,, semoga keputusan Ali benar, batin ali.


"Bismillah.. Ali terima bun. Ali setuju"jawab ali sambil tersenyum walau agak dipaksakan.


Bundnya langsung memeluknya. "ya udah besok kita kesana"ucap bunda resi yang membuat Ali kaget. Secepat itukah? Gumam ali dalam hati.


*****


Suasana diruang keluarga terasa hening. Prilla tahu, papa nya akan segera menanyakan hal itu.


"apa keputusan kamu nak? "tanya papa langsung ke inti percakapan,"papa harap kamu kali ini bisa mengabulkan permintaan papa"


"ila terima pa" jawab Prila dengan menunduk.


Papanya langsung tersenyum sedangkan mamahnya langsung memeluknya.


"apa adikmu sudah tau? "tanya mama.


"sudah ma, semalam. Dan ia mendukungnya" jawab Prilla pelan sambil membetulkan letak kaca mata untuk menghilangkan sedikit rasa cemas nya.


Prilla kini harus bisa menerima ini semua. Ini mungkin jalan jodohnya. Ia hanya berharap semoga keputusannya ini tepat.

__ADS_1


****


__ADS_2