Cinta Terakhir Putra Mahkota

Cinta Terakhir Putra Mahkota
Drama Nyonya Vender


__ADS_3

Malam identik dengan sebuah ketenangan bagi setiap makhluk yang sudah baku hantam dengan keras nya dunia di siang hari.


Di sudut sebuah rumah sakit terbaik di kota Z seorang insan manusia merasa bahwa malam yang dilewati nya hari ini akan lebih panjang dari malam sebelum nya.


Shidqia memandang kosong kiblat musholla rumah sakit, Pikiran nya jauh pergi ke sebuah kota yang sangat sejuk, penduduk yang ramah tamah, pepohonan yang menghijau serta keluarga yang hangat.


"Yah,Bun. Qia harus menjawab apa ?? Qia takut melukai orang lain Bun, Apa dulu Bunda mengalami hal ini ? Apa nenek dulu juga seperti Ibu Sekar??"


_*_*_*_


Setelah kepergian Amara, Sekar memanggil anak-anak nya Sultan dan Vez dan tentu saja ia juga memanggil Qia untuk datang ke kamar nya.


" Ada apa sih Bu, Malam-malam begini manggil aku,Vez dan gadis kecil ini" Sultan membuka suara.


"Iya Bu, Ada apa ? Qia sudah mau siap-siap pulang ke kos Bu,Takut nya nanti teman Qia khawatir."


Seperti nya akan ada drama yang sangat-sangat menegangkan yang akan di buat Nyonya Vender ini,Vez


Sambil meneteskan air mata Sekar memulai rencana nya.


"Qia, bisa kah aku meminta sedikit ke lapangan hati mu untuk memenuhi keinginan ku ? Aku ingin melihat anak semata wayang ku bahagia"


"Tunggu-tunggu, Maksud Ibu apa ? Sultan bahagia Bu ,bisa hidup bersama Ibu,Papa,Vez" Sultan menyela kata-kata sang Ibu.


Aha tepat kan, tak meleset sedikit pun perkiraan ku, Lanjutkan Bu, Aku sangat menikmati drama mu ini, Maaf tuan muda, kali ini aku setuju dengan rencana Ibu,Vez


"Diam kau, Aku tak ingin hidup hanya bersama kalian, Kau tau aku ingin menimang seorang cucu"


"Tapi Bu, Aku dan gadis ini sama sekali tak punya hubungan mu, kalau pun aku mau belum tentu dia mau Bu dan kalau pun dia mau belum tentu aku mau Bu, Mengertilah Bu, Aku belum siap menikah"


Cihhh siapa juga yang mau pada mu, PD sekali.


"Qia" Sekar menoleh pada Qia seraya memohon pada gadis yang masih bingung harus berbuat apa tersebut.

__ADS_1


Kenapa aku terjebak di situasi ini, Ya Tuhan bagaimana ini.


"Bu ,Qia....."


"Aku Sultan Wisyatra Vender, Tak akan menikah sebelum itu keinginan dalam hati ku sendiri, Terima atau tidak, Aku tak peduli" Teriak Sultan dengan penuh emosi sambil melepaskan tangan sang ibu dengan kasar dari Qia.


Plakkkkkkkkkk, Sebuah tamparan mendarat mulus di wajah Sultan yang putih bersih dan langsung meninggalkan jejak cap 5 di sana.


"Sejak kapan kau berani menaikan suara pada seorang Ibu ha ? Kau pikir kau siapa bisa seenak jidat mu pada nya, walaupun aku tak mengenal nya dan tak lahir dari rahim nya, Aku sangat menghormati seorang Ibu ,siapa pun itu, Apa kau dengar" Sengit Qia marah yang hampir terisak.


Aaaaaa aku pasti sudah gila menampar nya, mati lah aku, aku baru saja menawarkan nyawa ku pada nya, Tuhan, Aku tarik kembali tamparan dan kata-kata ku tadi.


Semua orang di ruangan itu terdiam, termasuk Sekar, Wanita paruh baya itu sangat takjub dengan apa yang di lakukan Qia.


Aku tak salah memilihi mu menjadi menantu keluarga Vender dan aku tak akan melepaskan mu pada keluarga lain,Sekar


Sultan yang mendapat tamparan bukan nya sakit hati mata nya malah tertuju pada sosok Ibu yang sudah mengandung,melahirkan serta membesarkan nya itu, Rasa bersalah tiba-tiba muncul.


Tuan muda, itu adalah tamparan pertama seumur hidup mu, Nona kau sungguh sudah gila menampar putra mahkota keluarga Vender, Tapi lihat sorot mata tuan muda tak menampakan ia marah sama sekali pada anda nona,Vez


Sekar yang mendengar kata-kata Sultan malah makin kesal dengan putra satu-satu nya itu hingga ia lupa riwayat penyakit jantung yang di idap nya.


"Diammmmmmmmmmmmmm"


Setelah berteriak Sekar jatuh tersungkur ke lantai, Hal itu membuat orang yang berada dalam kamar tersebut panik.


"Buuuuu, Astaga Vez cepat siapkan mobil, kita ke rumah sakit"


"Baik tuan" Vez pun berlari menuju garasi, Pikiran nya kacau, Drama yang ia nikmati tadi yang ia pikir akan ada hasil yang baik malah menimbulkan musibah seperti ini, Ia sangat takut terjadi hal yang sangat buruk pada wanita yang sudah membesarkan nya dengan penuh cinta itu.


Sementara itu Qia mulai terisak melihat wajah pucat wanita yang baru di kenal nya tadi siang, Sultan yang melihat kekhawatiran Qia pun tak bisa berbuat apa-apa karena ia pun jauh lebih khawatir, ia sangat takut terjadi hal fatal pada harta berharga nya itu.


Sepanjang jalan menuju rumah sakit, Sultan,Vez maupun Qia memilih diam dengan pikiran nya masing-masing.

__ADS_1


"Lakukan yang terbaik pada Ibu ku, Jika terjadi sedikit saja kesalahan kalian semua akan kehilangan pekerjaan" Teriak Sultan dengar suara yang sudah parau pada dokter maupun perawat di rumah sakit.


"Baik Tuan, Kami akan melakukan yang terbaik untuk Nyonya" Jawab sang dokter dan langsung membawa Nyonya Vender tersebut ke dalam ruangan untuk di periksa.


"Bagaimana ini Vez, Apa yang sudah ku lakukan pada Ibu kita, Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada nya"


"Saya juga takut tuan, Saya tak punya siapa-siapa di dunia ini yang sangat menyayangi Saya seperti Nyonya" wajah Vez tak kalah panik nya dari Sultan saat ini.


"Aaaaaaaaaaaaaaa kenapa aku berbuat sebodoh ini" Sultan menendang kursi di hadapan nya dan memukul tembok rumah sakit.


Melihat apa yang di lakukan Sultan,Qia menghampiri nya sedang kan Vez bibir nya terus menerus berkomat kamit melafalkan doa untuk sang Ibu yang sedang berjuang di dalam ruangan di depan nya itu.


"Apa yang kau lakukan ? Ibu Sekar tak akan sadar kan diri jika kau terus menerus seperti ini, Ayo kita ke musholla, kita doakan ibu agar cepat sadar dan pulih seperti sedia kala" Qia mengulurkan tangan nya pada Sultan dan Vez.


Dalam keadaan menangis tersedu seperti ini kau masih bisa tersenyum manis, Ah memang wanita sangat pandai memainkan perasaan nya.


Uluran tangan Qia di sambut Sultan dan Vez yang mengartikan mereka setuju dengan ajakan Qia.


Sesampai di depan Mushola, Sultan dan Vez saling berpandangan.


"Kapan terakhir kita menempuh bangunan suci ini Vez ?"


"Entahlah tuan, Seperti nya sudah terlalu lama, Apa kau masih ingat cara berwudhu ? ujar Vez dengan polos nya.


" Ah sialan, Kau meremehkan ku ya ? Seperti kau saja yang masih ingat tatanan salat" Ucapan telak Sultan hanya di balas garukan kepala oleh Vez.


Tapi benar juga ya, Apa aku masih ingat hafalan salat ku, Kapan ya terakhir aku melakukan kewajiban ini.Vez


Pandai sekali aku meledek mu Vez ,padahal aku sendiri bingung mau membaca apa nanti di dalam sana.Sultan*


Shidqia yang dari tadi menunggu pergerakan dari dua makhluk Tuhan yang masih mematung itu pun menghampiri.


"Salat nya jadikan" Ucap Qia yang membuat dua orang tersebut terkejut.

__ADS_1


"Jadi. Iya kan tuan" Jawab Vez cepat, yang di tanya pun menganggukan kepala nya lalu mereka berlalu menuju tempat wudhu.


Dasar laki-laki aneh.


__ADS_2