
Di kelilingi oleh orang-orang tersayang di saat sedang sakit adalah kebahagiaan tersendiri bagi seorang Nyonya Sekar.
Saat matahari terbit dari timur, di saat itulah semua makhluk hidup memulai aktivitas nya kembali.
Sekar Ayu terbangun dari tidur nya mendapati Qia tertidur pulas di samping nya sedangkan Sultan dan Vez tertidur di sofa.
"Selamat pagi menantu kesayangan ibu, Terimakasih telah menemani ibu ya nak dan terimakasih juga berkat mu kedua anak manusia itu menemani ku disini sekarang."
Saat Sekar masih mengusap kepala Qia, gadis itu pun terbangun dari tidur nya.
"Eh ibu sudah bangun ,Alhamdulillah, bagaimana rasanya badan ibu sudah enakan ?"
"Sudah sayang, terimakasih ya sudah menemani ibu disini" tutur Sekar dengan air mata yang sudah jatuh.
"Siapa yang menyuruh ibu menangis ? Bukan kah sudah kewajiban ku sebagai calon menantu ibu untuk selalu ada buat ibu." ujar Qia lembut sembari menghapus air mata Sekar.
"Coba ulangi lagi, Qia ibu sangat bahagia" Sekar pun memeluk Qia.
Tanpa mereka sadari bahwa ada sepasang mata Sultan yang menyaksikan dari tadi.
Ibu ku sangat menyukai mu gadis semekot, kau akan ku buat bahagia seperti Papa ku membahagiakan ibu ku, Hanya kau dan cuma kau tak akan ada yang lain.
"Tuan muda, Ayo berkemas kita harus ke kantor" Ucapan Vez mengagetkan Sultan.
"aaa iya aku akan berkemas"
"Tuan, bisa antar kan Saya ke kampus, Saya harus kembali mengikuti perkuliahan hari ini"
"Tentu, Saya yang akan mengantar mu sampai di depan kelas mu, bukan kah begitu bu ?" jawab Sultan sambil menatap ibu nya.
"Tentu saja sayang, Sultan akan mengantar mu ke kampus, Ingat kau Sultan jangan sampai menantu ku lecet sedikit saja, kalau itu terjadi habis kau!!!"
"Belum apa-apa aku telah mendapat ancaman, Baik lah Nyonya Vender, Saya akan menjaga Nona Vender dengan jiwa dan raga Saya" Ucap Sultan ,Sang ibu hanya tertawa melihat kelakuan putra nya itu.
Apa yang kau lakukan Tuan muda, Saya tiba-tiba mual mendengar ucapan mu, begitu kah cara orang jatuh cinta, benar-benar mengelikan sekali.Vez
Cihhhh yang benar saja ucapan mu itu, memperlihatkan hubungan kita gak harus segitu nya juga kali, bikin perut ku mual saja.Qia
__ADS_1
Kalian pasti meledek ku kan, Awas saja kau gadis semekot, kau sudah menjadi milik ku dari pertama aku melihat mu di pantai dan kau Vez akan ku buat kau bekerja seharian karena telah berani meledek ku.Sultan
Sultan membuktikan kata-kata nya, Ia mengantarkan Qia sampai ke depan gedung tempat Qia akan kuliah.
habis lah aku jadi bulan-bulanan mereka hari ini, Tuan bodoh ini entah apa pula maksud nya mengantar sampai kesini.
"Nona, kita sudah sampai" tutu Vez.
"Iya, terimakasih sudah mengantar Saya" Namun Sultan tak mendengar kan ucapan Qia , ia keluar dari mobil tanpa berbicara sedikit pun.
Lihat apa yang akan di lakukan nya.
Pintu mobil di dekat Qia terbuka.
"Silahkan kau bisa turun sekarang !"
Sudah ku duga, dia datang ke hidup ku hanya ingin membuat kacau saja.
"Terimakasih Tuan, Tuan Vez, Saya duluan ya ,Terimakasih, Selamat pagi" Qia cepat-cepat keluar dari mobil sport tersebut.
aaaa hari ini aku akan jadi trending gosip di kampus ini.
"*Eh itu bukan nya Shidqia Fris ya, mahasiswa kebanggaan kampus"
"Dan yang bersama nya itu bukan kah Sultan Wiyastra Vender ya Presdir perusahaan terbesar di kota maupun negara ini"
"Wah seperti nya mereka punya hubungan ya"
"Eh bukan nya Qia itu hilang setelah demo ya ?"
"Apa dia bersama Presdir itu semenjak berita menghilang nya dia ya*"
Dan begitulah, pikiran Qia tentang ia yang akan menjadi trending gosip pun terjadi, Malah lebih tepat nya trending topik, Semua kalangan di kampus membicarakan nya hingga sampai lah gosip itu ke telinga Uta.
Uta yang penasaran langsung mencari Qia, Ia sangat jengkel sekali dengan Qia sekaligus rindu berat pada sahabat tercinta nya itu.
"Nah itu dia makhluk Tuhan yang ku cari-cari 2 hari ini"
__ADS_1
"Eh boneng kau kemana saja ? kau senang sekali ya membuat ku cemas !!!, apa saja yang terluka dari mu dan kenapa kau menghilang setelah demo itu selesai ???" Pertanyaan beruntun Uta hanya di balas pelukan erat oleh Qia.
"kau kenapa Qia ,Ayo cerita lah, kau jadi trending gosip hari ini di kampus"
"Uta"
"Iya, Kau kenapa ? Hei jangan menangis begitu ,ada apa dengan mu ??? Uta mulai cemas.
" Secepat nya aku akan menikah Uta"
"Hahahahaha kau becanda kan Qia, bagaimana bisa kau menikah sedangkan pacar saja kau tak pernah punya" jawab Uta polos.
"Ihhj kau ini, Aku dalam berduka kau malah meledek ku, seperti nya sumpah serapah mu waktu di pantai yang aku akan menikah tanpa pacaran itu di kabulkan Tuhan Uta, Ini semua gara-gara mu" Ucap Qia sambil memukul sahabat nya itu
"Hei siapa juga meledek mu bukan kah itu kenyataan nya tapi ucapan mu yang terakhir seperti nya benar, Maaf kan aku"
"Iya iya, Dan kau tau aku yang tak pernah punya pacar ini akan menikah sedangkan kau yang sudah ribuan kali gonta ganti pacar, Tak ada satu pun yang mau menikahi mu"
"Heiii kau mau balas dendam rupa nya dengan semua ledek kan ku, Dan kau harus jujur apa benar kau akan menikah dengan presdir dari perusahaan Vender ?" Uta menyelidiki
"Ha bagaimana kau bisa tau padahal aku belum memberi tahu mu ?" Qia keheranan.
"Bagaimana aku tidak tau semua orang di kampus ini membicarakan kau yang datang ke kampus di antar oleh putra mahkota keluarga Vender itu, Bagaimana kau masih bernafas Qia setelah kau di antar oleh orang tertampan di negeri ini"
"Isss kok aku jijik ya dengar kau bicara, Rasanya biasa aja berada di dekat nya, tak ada yang istimewa" jawab Qia acuh.
"Qia kalau kau tak berniat menikah dengan nya lebih baik kau berikan posisi mu pada ku, aku akan menerima dengan senang hati dan akan ku berikan dengan seikhlas-ikhlas nya Levi pada mu" jawab Uta
"Enak saja kau bicara, Dia jauh lebih lebih lebih menarik dari pada Levi gak jelas mu itu"
"Ciee ada yang cemburu nih calon suami nya di harapkan orang lain , Bersiap lah Qia, kau akan menghadapi jutaan wanita penggoda setiap hari nya, kau harus makan yang banyak ya agar kau bisa kuat menghadapi para pelakor nanti" Ucap Uta ber api-api.
"Beuhhhhhh siapa yang cemburu dan aku tak peduli jika dia di goda, Sudah ah membicarakan laki-laki itu membuat mood ku hilang, Ayok makan bakso, Aku traktir" ucap Qia sembari manarik tangan Uta.
"Hahaha kau sudah jadi Nyonya Vender saja masih mentraktir ku makan bakso sekali-kali traktir aku beli barang-barang branded kek"
"Mimpi, Ayo jalan"
__ADS_1
Kau telah membuat banyak masalah dalam hidup ku wahai putra mahkota Vender, lihat lah semua orang menatap ku dari ujung kaki sampai ujung kepala, mereka pasti menduga apa yang membuat kau tertarik pada ku yang sangat jelek ini ya kan, Enak saja.