
"Selamat pagi Presdir, Pagi ini Anda ada kegiatan melihat perkembangan pembangunan yang sedang berjalan di pantai bagian utara kota Z "Sapa Sekretaris cantik tersebut.
"Baik lah siapkan semua keperluan Saya nanti di lapangan" Balas presiden direktur dan sekretaris cantik itu pun menganggukkan kepala nya seraya beranjak dari ruangan.
Presiden Direktur perusahaan gas dan emas terbesar di Negara tersebut tak lain dan tak bukan adalah Sultan Wisyatra Vender, Seorang putra mahkota dan pewaris utama semua kekayaan keluarga Vender, banyak wanita yang tergila-gila pada nya bukan hanya karena Ia kaya raya tapi wajah nya yang tampan menjadikan nya idola di kalangan wanita di kota maupun negara tersebut dan Ia pun mendapatkan label seorang laki-laki yang mempunyai banyak wanita simpanan, Opsi itu muncul karena banyak wanita yang rela menyerahkan segala nya pada putra mahkota tersebut hanya untuk dapat menyentuh laki-laki kaya raya nan tampan itu, Namun hal itu tak membuat Sultan menggunakan kesempatan emas tersebut untuk dapat tidur atau menikmati wanita mana saja yang diinginkan nya, Ia tetap menjaga kehormatan sebagai putra mahkota dan juga presdir perusahaan, Bagi nya wanita-wanita yang rela menukar tubuh nya dengan lembaran uang adalah wanita yang tak pantas menyentuh kulit nya sesenti pun.
"Kulit ku bisa melepuh jika disentuh oleh tangan-tangan murahan itu Vez" Ucap Sultan pada Vez sahabat sekaligus tangan kanan nya.
"Iya,tuan benar sebaiknya tuan harus selalu menghindar dari wanita-wanita tersebut jika tidak kulit tuan nanti bisa hancur" Balas Vez membenarkan tuan nya itu.
Bagaimana bisa kulit mu melepuh tuan hanya karena mereka menyentuh mu, bukan kah mereka itu wanita-wanita yang selalu tampil sempurna di hadapan mu bukan neraka yang akan membakar kulit mu.Vez
Entah sudah berapa tahun Vez menemani Sultan, yang Iya tau sejak Sultan baru memasuki usia remaja Ia sudah berada di samping Sultan,Menemani tuan nya bermain hingga sampai sekarang menjadi presiden direktur dan entah sudah berapa banyak Ia menyaksikan wanita yang selalu patah hati karena tuan nya itu, Vez seumuran dengan Sultan hanya saja Sultan lebih beruntung masih memiliki orang tua yang lengkap sampai sekarang sedangkan Vez sudah tak memiliki orang tua sejak remaja karena itu lah orang tua Sultan membesarkan nya, Dari dulu orang tua Sultan dan Vez bersahabat,sama-sama membangun usaha,sama-sama saling membantu jika ada yang jatuh dan selalu bersama untuk memperbesar perusahaan nya,Namun nasib siapa yang tau, orang tua Vez meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat saat ingin terbang ke luar negeri ,melihat keadaan Vez yang tinggal seorang diri,orang tua Sultan membawa nya kerumah mereka,membesarkan Vez bersama dengan Sultan hingga mereka dewasa seperti saat ini,Namun cukup di sayangkan baik Sultan maupun Vez belum ada niatan untuk menikah padahal Nyonya besar Vender sudah menginginkan seorang bayi,hidup di tengah-tengah laki-laki pebisnis semua membuat nya bosan selalu di tinggal di rumah besar bak istana itu sendirian.
Sejak di besarkan oleh keluarga Vender, Vez pun berjanji pada diri nya untuk terus menemani keluarga Vender apapun yang terjadi, Vez tak ingin ada yang menyakiti keluarga Vender tersebut karena hanya keluarga itu satu-satu nya yang Ia punya di dunia ini.
"Mari tuan ,mobil sudah siap kita akan ke pantai bagian utara kota Z untuk meninjau jalan nya pembangunan perusahaan disana" Ucap Vez kepada Sultan,
__ADS_1
"Mari membakar kulit" jawab Sultan yang langsung berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan,Vez dan beberapa orang lain nya berjalan di belakang Sultan, Vez sudah menyiapkan semua keperluan Sultan termasuk pengamanan yang ketat untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan presdir perusahaan Vender itu di luar ruangan. Di perjalanan mereka hanya diam,tenggelam dengan pikiran nya masing-masing,tak ada yang berani bersuara saat bersama tuan mereka walaupun banyak hal yang ingin mereka ketahui tentang tuan muda itu,mereka enggan bertanya maupun mencari tau, bagi mereka bisa dekat dan bekerja dengan tuan muda adalah sesuatu keberuntungan di dunia ini, lagi pula tuan muda mereka bukan lah orang yang ramah pada orang lain melainkan tuan muda yang lebih banyak diam dan serius.
Tuan muda adalah makhluk Tuhan yang sempurna lahir dan batin tetapi saat pembagian senyuman dan tawa tuan muda mungkin tidak hadir.Sopir
Setelah perjalanan 1 jam mereka sampai di tempat yang mereka tuju.
"Pantai yang indah baik pemandangan maupun kekayaan yang dikandung nya"Sultan
"Baiklah Presdir ini adalah pembangunan yang sedang berlangsung sekitar 4 atau 5 bulan lagi tempat ini sudah bisa beroperasi" jelas Vez.
"Vez bukan kah itu terlalu lama,bisa kah kau majukan sekitar 2 bulan lagi,Saya ingin tempat ini cepat selesai" Ucap Sultan tanpa menoleh pada Vez dan tetap menikmati indah nya pemandangan pantai yang jernih, langit yang biru dan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan.
Apa ini tuan ? untuk membebaskan lahan ini saja Saya sangat kesulitan,Mahasiswa selalu melakukan demonstrasi setiap pembangunan ini berjalan belum lagi aktivitis,LSM,dan masyarakat yang selalu menolak berdirinya pabrik gas disini, Anda senang sekali membuat Saya tak tidur berminggu-minggu ya, baiklah tuan Saya akan menikmati nya.Vez
Sultan yang masih nyaman dengan pandangan mata nya seketika membuka kacamata yang Ia pakai karena ada sesuatu yang menganggu pandangan nya di tepi pantai sana,Melihat reaksi tuan nya yang seketika berdiri sontak Vez pun berdiri.
"Ada apa tuan ? apa Anda sudah ingin kembali ke kantor ?" Vez
__ADS_1
"Tidak, kau tetap lah disini Saya akan kesana sebentar" Sultan berjalan meninggalkan Vez yang masih berdiri memandangi punggung tuan nya yang mulai menjauh.
Ada apa dengan Anda tuan ? apakah Anda ingin main air disana sehingga Saya tidak boleh ikut ? Ah santai saja bukan kah dulu kita sering mandi hujan-hujanan berdua dan hasil nya disemprot Nyonya besar dengan kata-kata mutiara nan sangat indah bak puisi romantis.Vez
Vez yang terus menduga-duga untuk apa tuan nya pergi ke pantai pun menyusul dari belakang.
"Aw jangan kau jepit jari ku,apa kau tau jari jemari ku ini sangat penting, mereka yang membantu ku bekerja untuk mencari makan setiap hari dan mereka juga yang ikut berperan dalam pendidikan ku,jika jari ku terluka bagaimana aku bekerja ? bagaimana aku menulis karya-karya ku ? Ah kau cukup tak berperikemanusiaan dasar kepiting tak punya perasaan, aku bisa saja membawa mu ke ranah hukum walaupun jurusan ku bukan itu tapi aku belajar tentang hukum, kau tau melukai orang lain itu hukuman nya penjara apa kau mau dipenjara duhai kepiting jahatttttttttt ?" gadis itu terus marah-marah tak jelas sambil mengecup jari nya yang berdarah di jepit oleh kepiting yang di tangkap nya, Tanpa Ia sadari ada 4 pasang mata memperhatikan nya, 4 pasang mata milik Tuan Sultan dan Tuan Vez. Sultan menahan tawa nya melihat kejadian di depan mata nya Ia benar-benar tak habis pikir ada wanita bodoh yang berbicara dengan seekor kepiting dan pembicaraan nya pun mengenai hukuman bagi yang melukai orang lain padahal yang melukai nya seekor kepiting dan bukan kah kepiting itu hewan bukan manusia. Sadar di perhatikan wanita itu pun mendekat ke arah Sultan.
"Kau ,kenapa kau menertawakan ku, seharus nya kau juga memarahi kepiting sialan ini karena telah mengigit jari ku yang sangat berharga ini, Kau tau kepiting ini benar-benar hewan yang tidak berperikemanusiaan" repet gadis tersebut kepada Sultan seakan mengadu dengan keadaan nya Ia harus menengadah untuk melihat wajah Sultan karena tubuh Sultan terlalu tinggi dari nya.
"Dasar gadis bodoh, Sejak kapan kepiting punya perikemanusiaan,bukan hanya badan mu yang kecil dan pendek tapi otak mu pun minimalis ya" Jawab Sultan sambil tertawa
"Aaaaa kau bilang apa tadi bodoh ? kecil ? pendek ? enak saja kau bicara tapi iya juga sih aku pendek tapi aku kan tidak minta pendapat mu tentang fisik ku, KAU yang BODOH" Jawab gadis itu dengan tertawa yang meledek.
"Dasar Semekot.! ketus Sultan.
"What is Semekot ? gadis itu kebingungan dengan ucapan Sultan.
__ADS_1
" SEMETER KOTOR" Sultan mengangkat tangan nya ke atas kepala gadis itu seakan-akan mengukur tinggi gadis tersebut dan tertawa lalu pergi meninggalkan gadis yang masih ngomel-ngomel di depan nya.
Kapan terakhir Saya melihat mu tertawa tuan dan tunggu baru kali tuan di bilang bodoh oleh seorang wanita dan kau diam saja tidak menanggapi, apa kau sadar tuan gadis yang mengatai mu bodoh adalah gadis yang tinggi nya saja tidak selesai mungkin saja waktu pembagian tinggi dari Tuhan dia tidak hadir, Tapi terimakasih Nona telah membuat Tuan tertawa dan itu Saya lihat sendiri, Semoga kau tak jatuh cinta pada nya tuan itu akan membuat Saya tambah repot mengurus kehidupan mu yang tak jelas ini, apalagi ditambah dengan kau jatuh cinta,apa kau tidak kasihan dengan Saya tuan ? bukan hanya kau yang harus Saya urus Nyonya besar juga memusingkan kepala karena selalu mendesak kita untuk menikah tapi lebih baik kau yang jatuh cinta dan menikah tuan walaupun merepotkan Saya nanti, Saya rela tuan asal Nyonya tak lagi memaksa Saya menikah lebih baik Anda saja.Vez