Cinta Terakhir Putra Mahkota

Cinta Terakhir Putra Mahkota
Kembali


__ADS_3

Mulai lah bangkit dengan energi yang masih tersisa, Hidup bukan hanya meratapi apa yang terjadi.


Di sebuah sudut rumah sakit sepasang mata nan cantik tengah menatap keluar jendela.


"Semoga aku bisa menjalani ini semua, Ayah Bunda apapun itu kalian tetap orang tua Qia, Tuhan maafkan semua tingkah bodoh yang sudah Qia lakukan" Yap sepasang mata itu milik Qia, Ia terus merenungi semua yang terjadi pada kehidupan nya.


Tak jauh dari Qia berdiri, seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Nyonya Sekar sedang mengamati dengan seksama gadis yang sangat di inginkan nya menjadi menantu tersebut.


"Nak, Kamu mau pulang kemana ? ke rumah ibuk atau ke kos mu ?"


Qia tersentak dari lamunan nya saat mendengar pertanyaan dari Nyonya Sekar.


"Entah lah bu, Qia tidak tau" Ucap Qia sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar, ia masih takut jika teman-teman nya masih mengusik perihal keluarga nya.


"Bu tak usah di tanya, untuk sementara Qia tinggal saja di perumahan kantor ku Bu, Dia bisa menenangkan pikiran nya disana kalau nanti memang dia mau kembali ke kosan nya baru ia boleh pindah lagi" Ucap Sultan yang entah dari mana datang nya.


Qia hanya menoleh dan menganggukan kepala nya petanda ia setuju dengan saran Sultan.


"Baik lah sayang, Kamu tinggal lah disana"


Ku harap kau masih bisa kembali ke diri mu yang pertama kali aku temui, Jujur saja aku tidak suka melihat tingkah mu saat ini. Sultan


Di saat Qia ingin menata hidup nya kembali dengan menerima semua kenyataan hidup nya berbeda lagi dengan Amara yang masih saja jalan di tempat. Ya apa lagi selain ingin memiliki Sultan menyingkir kan Qia dan bla bla bla bla.


"Jika Amara Biraste tak bisa memiliki Sultan maka wanita lain juga tidak akan ku beri kesempatan untuk memiliki nya" ucapan Amara di barengin dengan seringai nya.

__ADS_1


"Jangan bodoh deh Ara" Ya Ara adalah panggilan untuk Amara oleh teman-teman.


"Iya, Kau jangan bodoh deh, Jangan sampai kau menghancurkan hidup mu sendiri dengan mengurusi hidup orang lain" Ucap Tista sahabat Amara.


"Hei sejak kapan kalian berani menasehati Seorang Amara, Aduh main kalian terlalu dekat say kalo memberikan ampun pada oramg yang mengambil hak milik kalian" Ucap Amara sengit.


"Serah kau deh, Aku tak mau ikut campur, Penjara itu ngeri say, Coba kau pikir tak ada kebebasan di sana, Ih ngeri kali bah" Ucap Tanu


"Benar bet tuh, Aku ngak tepikir deh, apalagi tak ada medsos, shooping, make up, hura-hura, party OMG ngak ngak aku tak berminat menjadikan bangunan itu rumah Ara" Timpal Tista dengan gaya nya yang super duper lebay.


"Aihh dasar gila, lempar batu sembunyi tangan dong say, jangan oon kenapa" Sanggah Amara santai.Kedua sahabat nya hanya mengangkat bahu tanda tak mau tau lagi urusan Amara.


Perumahan Perusahaan Vender, Tulisan tersebut di buat besar di depan gerbang masuk menuju perumahan, Qia hanya melirik biasa saja yang membuat Sultan terkejut, Awal nya Sultan mengira Qia akan terkejut dengan perumahan mewah milik perusahaan nya itu tetapi nyata nya Qia terlihat biasa saja.


"Apa kau tak tertegun melihat perumahan semewah ini" Ucap Sultan memecah keheningan di antara mereka.


"Perumahan disini sudah seperti istana, apa kau buta dengan semua ini" Ucap Sultan menunjuk keluar jendela.


Qia mengangkat bahu nya "B aja Tuan Sultan yang terhormat" ucap Qia membesarkan mata nya yang sipit.


Melihat tingkah Qia yang begitu menggemaskan Sultan makin gusar ingin sekali rasanya ia mencubit pipi gembul gadis di depan nya tersebut.


"Apa kau menatap ku dengan mata jelek mu itu, seperti harimau kelaparan melihat kerbau saja" Ucap Qia yang membuat Sultan salah tingkah.


"hahahaha iya iya kerbau" Ucap Sultan santai.

__ADS_1


"Ibu aaaaa lihat anak ibu dia mengejek Qia" Rengek Qia kepada Nyonya Sultan.


"Cihhhh dasar pengadu, Coba kau ingat lagi siapa yang mengatai mu kerbau, kan kau sendiri" Ucap Sultan sambil terkekeh sedang kan Qia sudah malu dengan tingkah nya.


Nyonya Sekar yang menyaksikan drama antara anak dan calon menantu nya itu hanya geleng-geleng, Sultan di buat bak anak kecil oleh Qia.


Berbeda dengan Vez, Ia merasa geli dengan tingkah aneh tuan dan nona nya tersebut.


lakukan semua hal Tuan, tapi bukan hal memalukan seperti ini


Sesampai di sebuah rumah yang mungil namun mempunyai desain yang berkelas, rumah paling elegan dari semua rumah yang ada di perumahan tersebut.


Qia takjub dengan desain rumah tersebut, rumah yang selalu ia impikan, Sebuah rumah dengan bahan kayu sekitar nya begitu asri dengan pepohonan hijau serta taman bunga yang sangat indah, Rumah tersebut bermodel panggung, di bagian bawah terdapat tempat bersantai ria, di samping nya terdapat tangga untuk menuju lantai pertama.


"Bu rumah nya bagus sekali, Qia suka bu"


"Ah syukur lah kalau kau suka nak, tinggal lah disini ,ibu berjanji akan berkunjung setiap hari untuk melihat putri kesayangan ibu" Ucap Sekar.


"Sudah selesai drama melow-melowan nya, ayok masuk" Ucap Sultan.


Qia berlari ke arah Sultan " Halehhh bilang saja kau iri tuan Vender" Ucap nya sambil mengeluarkan sedikit lidah nya.


"Sialan, Dia mengejek ku"


Sementara Nyonya Sekar dan Vez hanya tertawa melihat tingkah dua orang yang tak ubah nya seperti Tom dan Jerry tersebut.

__ADS_1


Pah, Cepat lah kembali ke rumah, agar kau juga bisa menikmati suasana ini.Sekar


__ADS_2