
Kicauan burung di pagi hari membuat semua orang yang terlelap mulai membuka mata nya menikmati dingin nya pagi sambil melihat pemandangan hijau yang masih di selimuti embun pagi yang tebal, Puncak gunung T pun sudah menampakkan keagungan dan keindahannya dengan sinar sang surya yang mulai merangkak naik untuk menyapa para penduduk di kota T.
"Ahwww tempat tidur yang empuk selimut yang tebal boleh kah kita berteman 5 menit lagi" Ucap Shidqia dengan mata yang masih tertutup.
"Eihh siapa yang menyuruh mu tidur lagi,Ayo bangun kau akan berangkat siang ini Qia jangan menyusahkan Bunda mengambil air ke dapur untuk menyiram tubuh pemalas mu itu" tutur Bunda Shidqia yang sudah menarik selimut putri nya itu.
Dengan malas akhirnya Shidqia duduk dari atas tempat tidur mungil nya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya,Namun tiba-tiba Shidqia menabrak sesuatu,,
"Awwww ya ampun duhai pintu kamar mandi ku yang paling mulus sedunia kenapa kau tidak menyingkir apa kau tidak tahu tuan putri akan lewat,ah kau ini bagaimana tidak sopan sekali pagi majikan mu" gerutu Shidqia kepada pintu kamar mandi yang di tabrak nya, dengan memegang kepala nya Shidqia masuk kekamar mandi nya dan menguyur tubuh mungil nya dengan air dingin.
Selesai mandi Shidqia pergi ke dapur membantu sang Bunda menyiapkan makanan untuk pagi ini, Sang Ayah duduk dengan santai menikmati kopi pagi nya yang panas buatan istri tercinta nya.
"Ayah mah gitu anak nya lewat ngak tau sangking menikmati kopi buatan kekasih halal yang paling di cintai di seluruh dunia" goda Shidqia pada sang Ayah yang mulai senyum melihat buah hati nya.
__ADS_1
"Iya dong begini lah rasa nya punya pujaan hati yang sangat perhatian Qia tak peduli berapa panas dan pahit nya kopi ini kalau sudah Bunda mu yang membuat nya rasa nya melewati buatan chef ternama sekalipun" balas sang Ayah.
" Ah Ayah lebay nya melebihi Qia deh,Qia aja yang anak muda ngak selebay Ayah, Bun apa dulu Bunda tidak geli dengan gombal-gombalan Ayah yang alay ini" Ucap Shidqia pada Bunda nya.
"Hei jangan salah Qia Bunda mu itu dulu klepek-klepek sama ketampanan ayah yang tiada tara nya ini loh kalo ngak percaya tanya aja sama Bunda mu ,iya kan Bun" Ayah pun melirik istri nya sambil mengedipkan mata minta persetujuan sang istri,Namun sang istri hanya tertawa kekeh melihat kelakuan suami dan anak nya itu.
"Qia, kau tau dulu Ayah mu pernah di marahi kakek loh karena suka sekali mengantarkan Bunda anak kucing" Jawab sang Bunda.
"What ? anak kucing ,buat apaan Yah ? Ayah mau buka kebun binatang khusus kucing di rumah Kakek" balas Shidqia sambil tertawa,
Mendengar cerita Ayah nya Shidqia tertawa tak henti-henti nya, Sementara sang Bunda yang tersipu malu dengan cerita suami nya menyembunyikan wajah merah merona nya dari sang putri.
Matahari terus beranjak dari tempat nya panas terik nya pun mulai berteman dengan siapa saja yang keluar rumah. Siang itu terlihat satu keluarga tiba di bandara ,Ya mereka adalah keluarga Fris yang akan mengantar putri satu-satu nya untuk berangkat ke kota Z untuk meneruskan pendidikan karena liburan semester telah usai.Keluarga Fris adalah keluarga yang memiliki satu orang putri yang bernama Shidqia Fris, sang Ayah bernama Sinaga Willy Fris sedangkan sang Bunda bernama Silta Deparli, Keluarga Fris merupakan pengusaha yang bergerak di bidang peternakan,Sebenarnya keluarga Fris sangat kaya raya namun Sinaga dan Silta lebih mengutamakan masyarakat di daerah nya sehingga semua usaha-usaha nya mempekerjaan masyarakat setempat dan menjadi donatur untuk kegiatan-kegiatan keagamaan dan kemanusiaan.
__ADS_1
"Nak, Hati-hati di tanah perantauan ya !, Jaga diri mu disana, Jangan berbuat hal yang di larang agama maupun norma kehidupan, Bunda sama Ayah akan merindukan mu disini" Ucap Bunda dengan mata yang telah berkaca-kaca.
"Tentu dong Bun, anak Ayah kan pintar hebat dan tangguh, Mana mungkin Qia nya Ayah akan berprilaku buruk disana dan Qia nya Ayah pasti juga bisa jaga diri,toh piring di rumah nakal sikit aja langsung senyum di atas lantai sama Qia ,iya kan nak" Balas Ayah yang di selingi tawa untuk memecahkan suasana.
"Hahahahaha,benar tuh Bun yang di bilang Ayah tak usah kwatir tentang Qia, tentu saja Qia bisa menjaga diri Bunda,Tapi Ayah ngak gitu juga kali nyindir Qia sampai bawa piring yang sering Qia pecahin" Protes Shidqia sambil mencubit perut Ayah nya yang mulai membuncit karena faktor usia,bahagia,makanan enak sang istri dan lain-lain sebagai nya.
Shidqia mulai melepaskan pelukan Bunda dan Ayah nya melambaikan tangan ke arah malaikat penjaga nya itu dan berlalu masuk kedalam bandara karena sudah waktu nya pesawat yang akan membawa nya terbang ke kota Z berangkat.
Bunda,Ayah, Qia pergi ya, Hanya untuk sementara kok Yah,Bun nanti kalau pendidikan Qia sudah selesai kita tertawa lagi di meja makan tempat biasa kita bercerita, peluk cium yang hangat untuk Ayah dan Bunda, SELAMAT TINGGAL KOTA DINGIN. Shidqia
Sudah 3 jam terbang di udara akhirnya Shidqia mendarat di bandara kota Z selanjut nya Ia akan mengunakan tranportasi darat menuju rumah kos nya.Sesampai di depan rumah tempat nya menetap selama 2,5 tahun tersebut Shidqia menghirup nafas dalam-dalam merasakan udara di kota tersebut kembali dan itu artinya Ia akan memulai kembali kehidupan mandiri nya lagi, tanpa Bunda dan Ayah nya lagi,tanpa nasi goreng di pagi hari, tanpa senyuman menyejukan Ayah Bunda yang selalu menyambut di pagi hari dan satu lagi yang sangat-sangat kurang bagaikan sayur tanpa garam yaitu omelan bunda nya di pagi hari, Ya ini lah kenyataan hidup Shidqia di perantauan, Ia tau Ayah dan Bunda nya masih sangat sanggup menanggung uang saku nya tiap bulan namun bukan Shidqia nama nya kalau tetap berharap kiriman dari keluarga nya Ia telah masuk 20 tahun itu artinya sudah harus bisa menanggung biaya hidup nya sendiri ,Berdasarkan prinsip hidup yang di pegang nya itu Shidqia bekerja sambil kuliah di kota Z.
"Huffff melelahkan sekali hari ini,lelah badan,batin dan pikiran.Hei hei kenapa otak ku ini,kau dengar ya aku ini orang yang tangguh yang bisa melewati keras nya kehidupan ini,ingat ya Shidqia bukan orang yang lemah Shidqia gadis imut yang bisa menjalankan hidup di perantauan yang keras ini" Protes Shidqia pada pikiran nya sambil mengetok-ngetok kepala agar pikiran nya sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1
Setelah selesai membereskan barang-barang nya dan membersihkan diri,Shidqia merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur mencoba beristirahat dan meregangkan otot-otot badan hingga akhirnya Ia pun terlelap dengan nyenyak.