Cinta Terakhir Putra Mahkota

Cinta Terakhir Putra Mahkota
Depresi


__ADS_3

Mengetahui tentang kenyataan yang pahit membuat beberapa orang berhenti untuk tidak lagi menjalani kehidupan,


Jangan adili mereka seolah mereka makhluk lemah yang tak bisa memilah dan memilih, kau hanya beruntung tak berada di posisi mereka.Bersyukurlah.


"Tuan,Nona dalam keadaan tidak baik-baik saja, luka nya cukup parah dan dalam hampir saja urat nadi nya putus" Dokter mulai menjelaskan kondisi Qia.


"Ya Tuhan" Sultan yang mendengar terkulai lemah di samping Vez.


"Nona akan di pindahkan ke ruang rawat inap"


"Sediakan kamar terbaik di rumah sakit ini" Ucap Vez karena Sultan sudah tidak bisa lagi berbicara.


"Baik Tuan".


Setelah pindah ke ruang rawat inap, Sultan menghampiri Qia.


" Kau kenapa begitu bodoh, lihat lah ini lihat luka mu ini, tangan mungil mu kini terluka" Sultan menatap pergelangan Qia yang di beri perban.


Saat mentari sudah menyapa Qia membuka mata nya perlahan menatap nanar langit-langit ruangan nya itu.

__ADS_1


"Kenapa , kenapa aku masih hidup, kenapa" Teriak Qia yang sontak membangun kan Sultan.


Sultan yang melihat Qia histeris ia beranjak ke tempar tidur Qia.


"Qia, kau kenapa, hei kau tidak boleh seperti ini ayo lah jangan seperti ini ya aku mohon" Sultan memeluk tubuh Qia yang mulai menggigil.


"Untuk apa kau disini dan untuk apa kau peduli, kau tau mereka menipu ku mereka menghancurkan ku"


"Sudah ya kau jangan seperti ini aku ada disini di samping mu apapun yang terjadi pada mu" Ucap Sultan.


"Kau pasti malu jika kau mengetahui siapa aku, anak dari siapa aku" Qia masih histeris menangis sambil berteriak.


"Apapun ?" Qia menatap Sultan lekat-lekat.


"Tentu saja, apapun untuk gadis kecil ku" Ucap Sultan.


Qia hanya diam setelah mendengar kata ucapan terakhir Sultan, pikiran nya masih kacau dan sakit di pergelangan tangan nya membuat ia terkulai lemah di pelukan Sultan.


Sultan memperhatikan wajah itu, wajah yang begitu ceria saat pertama ia bertemu dengan Qia, aku akan mencari dalang dari ini semua dan mengembalikan senyuman manis di bibir mu. Saat bersamaan Vez dan dokter masuk.

__ADS_1


Melihat Sultan tak menyadari keberanaan mereka, Vez mendekat pada Sultan.


"Tuan, Dokter ingin memperiksa Nona sebentar" ujar sang Vez.


"O o o baik lah silahkan, maaf Saya tak melihat kedatangan kalian" Ucap Sultan


Selesai memperiksa Qia dan menyuntikan obat tidur dokter mengajak Sultan dan Vez ke ruangan nya.


"Ada apa dok ?" ucap Sultan penasaran.


"Begitu Tuan, Nona dalam keadaan depresi berat, Saya mohon pada Tuan untuk menghilang kan pikiran nya pada masalah yang sedang ia dapatkan karena ini sangat membahayakan kondisi mental Nona"


"Lalu apa yang bisa Saya lakukan"


"Tuan hanya perlu membuat Nona tidak mengingat kejadian buruk yang selalu melintas di pikiran nya, usahakan Nona tidak punya waktu untuk memikirkan hal apapun selain kebahagian" Dokter menjelaskam secara rinci kondisi Qia pada Sultan dan Vez.


"Vez tenggelam kan semua yang berhubungan dengan keluarga Fris, jika masih ada yang mengungkit masalah ini hancur kan saja jangan di beri ampun" ucap Sultan dengan mata tajam nya yang tak berkedip, Dokter yang ada di ruangan tersebut langsung menciut mendengar kata-kata Sultan.


"Baik Tuan"

__ADS_1


Kalian sudah membangunkan sang harimau sekarang siap-siap lah menjadi santapan nya.Saya tak menjamin kehidupan untuk kalian yang berani mengganggu Nona muda Vender.


__ADS_2