Cinta Terakhir Putra Mahkota

Cinta Terakhir Putra Mahkota
Menantu


__ADS_3

Jalanan adalah seni tak bertepi, di jalanan kita bisa menemukan semua nya, baik itu pekerjaan,kemacetan,berbagai kendaraan mulai dari roda dua sampai roda puluh, itulah yang sedang di amati Shidqia untuk mengusir kegelisahan di hati nya saat ini.


"Ayok turun kita sudah sampai"


Ya Tuhan, ku mohon selamatkan aku dari kemarahan Nyonya dalam rumah ini.


"Hei, kau mau turun kapan, Apa nyali mu hilang bertemu dengan Ibu Saya ???


" Siapa yang ngak berani turun dan siapa juga yang takut"


Sultan dan Vez membawa Shidqia masuk ke dalam rumah yang bisa di bilang seperti istana ini.


Sekar Ayu yang tau kepulangan anak nya bergegas turun ke bawah. Ia sudah tak sabar untuk menghukum kedua anak nakal nya itu, Namun Ia terkejut siapa yang datang.


"Bu, kami pulang.Kami merindukan Ibu,Benarkan Vez"


"Aiiih iya Bu,Kami sangat merindukan Ibu,terutama masakan Ibu" Sultan dan Vez mendekati sang Ibu untuk memeluk nya namun tangan itu di tepis oleh sang Ibu.


"Minggir. Waw inikah calon menantu ku, Sungguh cantik dan imut, Boleh kah aku memeluk mu" Ucap Sekar antusias seperti menemukan berlian saja.


"Aaa tentu saja tante ,mari" Qia memeluk Sekar Ayu dan Sekar membalas pelukan nya dengan hangat.


"Bu, anak Ibu itu kami, kami sempatkan pulang ke rumah untuk menemui mu Bu, Kenapa kami malah kau abaikan ? Sultan protes dengan kelakuan Ibu nya.


Aha benar sekali itu tuan muda, kita yang anak nya tapi kita yang seperti orang lain oleh mu Nyonya


" Mau kalian pulang atau tidak, Ibu tak peduli,Bukan kah hobi kalian meninggalkan Ibu. Lihat lah aku sudah punya menantu, dia yang akan menemani ku setiap hari, Benarkan nak,??

__ADS_1


*Kenapa posisi ku tergesar seperti ini,Dia itu gadis yang menghina anak mu Bu ,bukan menantu mu , jangan memikirkan yang aneh-aneh Bu ,ku mohon hentikan aku bisa malu di ledek nya nanti.Sultan


Ibu dan anak sama saja, tak henti-henti nya membuat drama, Aku bisa apa Bu selain menonton dan tertawa didalam hati melihat tingkah kalian.Vez*


"O iya tante tapi.... Qia bingung mau menjawab apa.


" Bentar sayang, jangan panggil tante panggil saja Ibu ya ,Aiii Ibu lupa menyuruh mu duduk sangking Ibu bahagia nya"


Apa-apaan ini ,kalian sedang main apa, aaaa aku bisa gila kalau seperti ini, lihat lah dua orang lelaki ini hanya acuh sok ngak tau.


"Nak ,siapa nama mu, Coba kenalkan diri mu.Ibu ingin tau tentang menantu Ibu"


"Bu, sebenarnya dia..... Sultan ingin menjelaskan agar Ibu nya tak salah paham tapi belum selesai kata-kata nya sang Ibu sudah menjawab.


"Diam kau Sultan, Ibu tak meminta mu bicara"


"Baik lah tan eh Bu. Nama ku Shidqia Fris panggil saja Qia, aku lahir dari keluarga Fris. Nama ayah ku Sinaga Fris dan nama Bunda ku Silta Deparli. Aku berasal dari kota T dan merantau kesini karena kuliah Bu"


" O iya Bu, Terimakasih sudah menerima ku dengan baik bu"


"Persetan dengan apa yang ku ucapkan, aku hanya ingin secepat nya mengakhiri percakapan yang gak jelas ini"


"Tentu saja nak, kau kan menantu Ibu. berapa lama kau mengenal Sultan dan kapan kalian akan menikah ? pertanyaan Sekar membuat Qia batuk.


" Ibu bisa tanya langsung pada anak Ibu biar jelas Bu" Qia mulai tak nyaman berada di tempat ini ,Ia menyesal meminta ikut pada Sultan dan Vez tadi.


Ai yoyo Tuhan kenapa begini, mereka siapa saja aku tidak tau malah membahas pernikahan aku ingin menghilang saja rasanya.Qia

__ADS_1


*Menikah ? apa barusan ? Menikah ? Aku tak salah dengarkan ,Ayolah Bu, inintak seperti yang Ibu pikirkan.Sultan


yayayayaya lanjutkan saja Bu, Nikahkan saja Tuan muda agar aku terlepas dari pertanyaan mu mengenai pernikahan yang selalu menghantui ketika pulang kerumah.**Vez***


"Ahh baiklah kalian masih malu-malu rupanya. Jangan sungkan pada Ibu ya nak, anggap saja Ibu mu sendiri, sekarang istirahat lah kau nampak lelah" Sekar memanggil pelayan untuk mengantar Qia ke kamar untuk istirahat.


"Kesini kalian, aku belum selesai dengan kalian" langkah Sultan dan Vez terhenti.


"Sudah tiba waktu nya tuan muda" Vez memandangi Sultan.


"Bersiap lah Vez, penganiayaan akan di mulai" mereka saling pandang sebelum berbalik


menghadap sang Ibu yang sudah berdiri dengan melipat tangan nya.


"heheeh ada apa Bu, aku dan Vez ingin mandi sebentar ke......


" Awwww" pekik Sultan dan Vez. Saat ini kedua tangan sang Ibu sudah mencubit pusar mereka,


*Jangan ditanya berapa persentase sakit nya ,ini bukan hanya sakit tapi perih. Vez


Ku pastikan pusar ku berdarah saat ini.Sultan*


"Sekali lagi kalian menutupi sesuatu dari ku, Bukan hanya pusar yang akan merah dan panas tapi sekujur tubuh kalian" Sekar ayu puas dengan aksi nya lalu pergi meninggalkan kedua putra nya dengan senyuman bahagia karena menantu nya dan kemenangan sudah meluapkan kekesalan nya pada kedua anak nya itu tanpa bersalah.


"Ibu mu itu Vez. Sungguh kejam" Sultan mendesah kesakitan pada bagian pusar nya yang kini merah menyala.


"Enak saja, Saat jadi seperti itu Dia Ibu mu tuan, tapi saat baik dan lembut itu baru Ibu ku" jawab Vez sambil mengikuti langkah Sultan meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


"Ku adukan kau pada Ibu biar hukuman mu di perberat Vez" Sultan tertawa dan masuk ke kamar mandi nya ,Vez yang mendengar itu hanya menggeleng,


Hanya di kantor dan di depan orang lain Tuan muda nya itu akan bersikap sok cool padahal sebenar nya Tuan nya itu asik di ajak bicara. Tunggu itu terjadi hanya kadang-kadang ucapan tadi ku ralat.Vez


__ADS_2