Cinta Terakhir Putra Mahkota

Cinta Terakhir Putra Mahkota
Demonstrasi (Dendam terbalaskan)


__ADS_3

Cuaca mendung menyelimuti kota Z pagi ini, Tak ada tanda bahwa sang mentari akan menyapa, Entah apa yang membuat sang mentari enggan bersinar, mungkin sang surya tau apa yang akan terjadi hari ini,entah ingin membantu atau malah malas melihat apa yang akan terjadi.


Tepat di gerbang utama masuk ke Universitas M mata-mata berbinar,suara lantang para darah muda,atribut-atribut berkibaran dan almamater kebanggaan yang menghijau memadati jalanan kampus tersebut, Tak ada yang berwajah muram bak cuaca hari ini, semua nya antusias, tujuan mereka hanya satu memperjuangkan hak rakyat dan lingkungan tak ada yang bisa di pungkiri mereka adalah kebanggaan negara yang akan turun mempertaruhkan nyawa di jalanan kota Z menentang setiap kebijakan dan pembangunan yang berada di luar jalur, Ya siapa lagi, mereka adalah mahasiswa pro rakyat.


Tak jauh dari kerumunan massa ada seseorang yang tampak tersenyum menduga-duga apa yang akan terjadi hari ini, Ia adalah Shidqia Fris, Ia selalu menjadi barisan terdepan jika ada hal buruk yang terjadi di bangsa ini, Berjuang bersama teman-teman Ormawa maupun BEM lain nya, Siapa yang tak kenal dengan Shidqia Ia merupakan mahasiswa berprestasi kebanggaan fakultas maupun Universitas, Ia juga memiliki jabatan penting dalam BEM kampus nya.


"Qia, kau yakin ikut aksi lagi, aku sebenarnya takut terjadi hal buruk lagi pada mu" Uta tak ingin Qia pergi karena Ia tau resiko nya sangat besar.


"Yakin dong, Kau kan tau sendiri aku tak akan pernah absen jika berhubungan dengan rakyat, jika kau sampai saat ini tidak berani ikut, biar aku yang selalu mewakili mu dan satu lagi doakan aku baik-baik saja, kalau pun cidera tetap lah di garis terdepan merawat luka-luka ku" jawab Qia mantap dan berlalu menuju kerumunan massa yang sebentar lagi akan berangkat menuju titik aksi.


"Kau tak pernah berubah Qia,Entah sudah berapa banyak luka di badan mu karena ikut aksi-aksi ini, Baik lah aku akan menunggu mu pulang dengan luka atau pun tidak ,Aku harap tanpa luka kali ini" Uta


Uta berlalu menuju kos-kos an nya, bagi nya tak ada Qia membuat nya bosan berada di luar rumah, apa lagi tujuan nya kalo bukan tempat tidur, memantau jalan nya aksi demo hari ini melalui ponsel nya.


Jalanan yang sudah penuh dengan almamater hijau para mahasiswa, Mereka bernyanyi, ber orasi dan mengibarkan atribut yang di bawa sambil mengepalkan dan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan berteriak " HIDUP MAHASISWA" Antara terharu,takut dan optimis, itulah yang saat ini mereka rasakan, Demo hari ini seperti nya akan sedikit berbeda karena sudah sering mereka turun kejalan dengan satu tuntutan yang sampai saat ini tak di indahkan bahkan hanya ada janji dan janji dari aparat yang terlibat,


"Qia, jika suasana sudah panas nanti, kau mundur lah ajak semua mahasiswi untuk segera menjauh, ingat aku tidak ingin melihat mu terluka lagi" Xatur, Presiden mahasiswa itu memberi nasehat pada Bendahara nya.


"Baiklah, siap laksanakan Presma, semangat, Hidup Mahasiswa" Teriak Qia.


"Hidup mahasiswa" setelah nya Qia berlalu dari hadapan Xatur, Ia kembali bergabung ke barisan para mahasiswi lain nya ,Xatur menatap lama punggung gadis yang sudah menjauh itu, "Satu-satu nya gadis yang tak mengejar ku di kampus ini, Apa aku yang harus mengejar mu terlebih dahulu Qia" Xatur.


Sudah menjelang siang mereka melakukan aksi namun tetap saja tak ada satu pun pejabat yang menemui mereka untuk mencari jalan keluar, Massa pun semakin kesal dan semakin lama aksi semakin tak beraturan, Ada beberapa orang mahasiswa yang mulai memprovokasi teman-teman nya hingga terjadi lah aksi saling hantam antara mahasiswa dan aparat keamanan, Aksi tak dapat di kendalikan lagi ,pejabat yang berada dalam gedung semakin gusar, Tak ada pilihan selain membubarkan aksi dengan paksa, dengan intruksi yang di terima, Aparat keamanan menembakan gas air mata kepada kerumunan mahasiswa.


Karena terlalu asik mengurus dan menenangkan para mahasiswi lain nya yang terpancing emosi Shidqia tak fokus dengan situasi yang terjadi , Semua mahasiswa kocar kacir lari dari tembakan gas air mata, Xatur yang melihat hal itu semakin khawatir dengan Qia, Dia berlari kesana kemari mencari Qia namun nihil tak ada hasil, Sementara Qia terjebak dalam ledakan gas air mata tersebut, mata nya perih dan Ia pun sudah tak bisa lagi menahan tubuh nya " Brukkkggggg" Shidqia tumbang dan jatuh pingsan dengan pelipis yang berdarah.

__ADS_1


Di dalam gedung perusahaan Vender, Sultan tampak serius melihat jalan nya aksi demo, Ia sangat kesal dengan kejadian ini amarah nya nampak memuncak yang dapat di lihat dari wajah nya yang dari tadi merah padam, Namun tiba-tiba saja Ia tampak menikmati jalan nya aksi karena melihat ada seorang gadis dengan tubuh yang mungil berjalan kesana kemari untuk memberi air minum dan mengobati luka-luka teman nya yang terluka, Ada senyum di wajah Sultan yan membuat semua orang di dalam ruangan itu heran, Dev yang menyadari kelakuan tuan nya mulai memperhatikan laptop di depan nya mengamati apa yang membuat tuan nya tersenyum girang tak karuan, Dev pun mengerti sekarang apa yang terjadi tuan nya itu.


"Tolong lah tuan jangan bersikap seperti orang gila dengan kelakuan mu itu, Bagaimana aku bisa menjelaskan kepada karyawan tentang apa yang di lihat nya hari ini, hanya karena gadis mungil itu kau seperti orang sedang menonton film tom and jerry saja padahal ini demo yang anarkis dan lihat kau tersenyum tak karuan tapi terimakasih nona kau telah mengembalikan tuan seperti manusia lagi, siapa pun kau aku berterimakasih atas nama keluarga Vender" Vez.


Senyum nan manis di wajah Presdir Vender itu tak bertahan lama, mata nya membelalak melihat layar laptop nya dan nampak kekesalan di wajah tampan nya itu.


"Vez beritahu kepada pihak keamanan aku akan masuk ke dalam kerumunan" Sultan berdiri dan langsung berlari tanpa menunggu jawaban dari Vez. Karyawan didalam kantor melihat aneh saat Sultan melintasi mereka.


"Tuan Sultan akan turun ke kerumunan massa perketat keamanan jika terjadi sedikit saja kesalahan, Nyawa kalian yang akan menjadi taruhan nya" setelah menelvon Vez juga berlari menyusul tuan muda nya.


Aparat keamanan di perbanyak, mereka terlihat was-was, takut jika terjadi sesuatu pada tuan mereka bisa-bisa mereka mati hari ini, Apalagi melihat tuan nya berlari mencari sesuatu dengan wajah yang sangat panik di belakang nya nampak tuan Vez mengikuti langkah tuan muda itu, melihat kedua orang tersebut melangkah membuat nyali mereka surut, apa kami melakukan kesalahan, Ya hanya itu yang ada di pikiran mereka.


"Tuan apa yang sedang Anda cari, ini sangat berbahaya tuan" Vez mencoba menghentikan Sultan.


"Aaa syukur lah kau menyusul kau pergi lah ke sebelah sana lihat apa ada gadis yang terkapar kalau kau menemukan nya cepat beritahu Saya.!" Perintah Sultan dengan mata yang masih berkeliling menyusuri tempat yang penuh asap tersebut.


"Jangan banyak bicara Vez, Lakukan yang Saya minta. SEKARANG !!!!! teriak Sultan yang membuat Vez langsung menuju arah yang di tunjuk.


" Ah begini kah menghadapi orang yang sedang jatuh cinta, sangat rumit ternyata bahkan tuan tak memakai otak nya kalau tindakan nya ini sangat berbahaya, Baik lah tuan dalam urusan bisnis kau sangat pintar tapi dalam urusan cinta kau masih saja bodoh" Vez


Tak butuh waktu lama Sultan melihat seseorang tergeletak di atas aspal dengan darah segar yang masih mengalir di pelipis nya, Ia bergegas nan membalikan tubuh gadis itu, benar saja itu lah gadis yang sedang di cari nya tanpa pikir panjang Sultan menggendong butuh sang gadis dan berlari masuk ke kantor, Melihat tuan nya sudah menemukan apa yang di cari nya Vez pun menyusul tuan nya, Para aparat keamanan melongo melihat kejadian tersebut, tak kalah terkejut karyawan di dalam kantor pun membelalakan mata nya melihat apa yang di lakukan bos mereka.


"Coba cubit aku, apakah ini mimpi ? benar kah itu presdir ? apa yang membuat presdir begitu khawatir pada gadis tersebut" karyawan yang lain pun memiliki pertanyaan yang sama,Namun Sultan tak menghiraukan pandangan itu Ia hanya fokus pada tubuh yang Ia gendong, Sama hal nya seperti Sultan, Vez pun hanya melewati pandangan yang penuh tanda tanya itu.


"Nona, Kau baru saja membuat pekerjaan baru untuk ku, Apalagi kalau kejadian ini sampai ke telinga Nyonya besar, Sungguh merepotkan sekali kalian berdua" Vez

__ADS_1


Setelah meletakan tubuh mungil gadis tersebut Sultan mengambil P3K dan mulai membersihkan luka di pelipis gadis itu dan tiba-tiba saja gadis itu meringis kesakitan.


"Aw perihhhh" Shidqia membuka mata nya dan Ia terkejut melihat siapa yang ada di depan nya hanya berjarak beberapa senti saja jarak antara wajah Qia dan Sultan.


"Kau, Kau mau apa laki-laki tiang listrik, Ooo sebentar kau jangan bergerak ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu" Qia mengangkat tangan nya dan mengacak-ngacak rambut hingga menjewer telinga Sultan.


"Aw apa-apaan kau ini ,gadis semekot yang tak tau terimakasih Saya sudah menyelamatkan mu dan mengobati luka mu tapi apa yang kau lakukan" Sultan berdiri dan membelakangi Qia melihat nya berdiri spontan Qia pun ikut bangkit dari tempat tidur dan berdiri.


"Dendam ku sudah terbalaskan kau duluan yang memulai mengobarkan api peperangan dengan mengatai ku semekot hehe, terimakasih telah menyelamatkan ku duhai tiang listrik berjalan" jawab Qia santai dengan senyuman manis di wajah imut nya itu membuat Sultan tambah gemas dan ingin mencubit pipi maupun hidung Qia.


"Apa-apaan ini, Apa Saya sedang menonton film dengan adegan sepasang kekasih berantam hanya karena masalah gelar panggilan dari satu sama lain ,Ah kalian benar-benar lucu" Vez.


"Kau mau kemana, Enak sekali ya main pergi setelah kau menghina Saya dengan sebutan tiang listrik berjalan, Kau belum tau siapa aku hah ????? Sultan mulai meluapkan kekesalan nya.


" Kau siapa ? kau makhluk ciptaan tuhan yang terlalu tinggi dan itu jelek sekali"


"Oo kau belum tau siapa Saya, baiklah nona semekot, Saya Adalah Sultan Wisyatra Vender, Presiden Direktur perusahaan Vender"


"Apa ???? Kau Presdir perusahaan Vender, Aku kira Presdir perusahaan sebesar perusahaan Vender adalah Presdir yang pintar ternyata pikiran ku salah" ketus Qia.


"Jaga sikap Anda nona" Vez memberi peringatan.


"Kenapa aku harus menjaga sikap, Apa kau tau, Gara-gara keserakahan tuan mu ini, nelayan di sepanjang pantai utara kota Z sedang dalam kesusahan,kemiskinan yang makin menghantui kehidupan mereka,dan apa tuan mu ini tidak memikirkan tentang lingkungan disana yang akan rusak ha ? apa yang kau banggakan dari tuan mu yang tak punya rasa iba kepada nelayan disana sedikit pun, kau tanyakan pada dia apa dia punya hati atau tidak !!! sengit Qia lantang.


"Apa maksud mu, jangan berteriak di ruangan Saya, kau bukan siapa-siapa, apa kau dengar" Sultan pun tak kalah lantang nya dari Qia.

__ADS_1


Namun entah kenapa Shidqia merasa tubuh nya tak lagi menginjak lantai ruangan, penglihatan nya mulai samar-samar dan tiba-tiba Ia hilang kesadaran, Melihat Qia yang mulai oleng Sultan pun mendekati nya menyentuh bahu gadis itu dan sedetik setelah nya tubuh Qia langsung tumbang dengan sigap Sultan menangkap dan memeluk tubuh mungil Qia ,Ia memperhatikan wajah gadis itu sangat pucat, pelipis yang masih berdarah dan sekarang hidung nya pun mengeluar kan darah ,hal itu membuat Sultan panik dan meminta Vez untuk segera menyiapkan mobil pergi ke Rumah Sakit.


__ADS_2