
Jiwa-jiwa mati akan kembali bersemi seiring dengan siraman sejuk di setiap kalbu pada diri yang sudah mulai berdiam tak ingin berjalan lagi namun semua hal ada fase nya dan pasti akan menemukan kemajuan masing-masing hanya saja berbeda dalam hal menjalani.
"Tuan, Bagaimana dengan Nona Qia ?" Ucap Vez pada Sultan yang asik dengan ponsel nya.
"Maksud mu apa Vez ? jangan mengada-ngada oke" Ucap Sultan penuh penekanan.
Vez hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Tuan nya tersebut. Halah mengada dari mana nya , jelas-jelas kau terpikat pada nya sejak pertama bertemu tuan, masih saja pandai mengelak.
Qia yang asik dengan kegiatan menata barang-barang nya masih saja sibuk tidak menghiraukan siapa pun termasuk kehadiran dua sosok makhluk hidup yang menyebalka sedangkan Nyonya Sekar sudah dari tadi terlelap nyenyak di atas kasur karena kelelahan.
"Gadis semekot, tenaga mu berapa sih dari tadi ngak ada diam nya kesanq kemari, sudah seperti wasit saja berlari ngak tentu kayak gitu" Ucap Sultan sambil duduk di atas sofa.
Qia yang merasa terganggu mulai angkat bicara " Kau ini, sekali saja tidak menganggu ketenangan ku bisa ? aku yang bersemangat kenapa kau yang sibuk an, dasar aneh" Ucap Qia mengerucutkan bibir nya.
"Kau tau, Ayam tetangga ku yang kemaren suka sekali lari kesana kemari sudah tewas loh"
__ADS_1
"Loh kenapa memang nya ? apa hubungan nya ayam tetangga mu dengan ku"
"Jelas lah ada hubungan nya, aku juga takut tiba-tiba nasib kau sama dengan ayam itu, Tewas menggenaskan" Sultan kini sudah tertawa lepas melihat ekspresi Qia.
"Eh tunggu deh Tuan sejak kapan tetangga kita punya ayam dan kapan kita tau siapa nama tetangga kita bukan kah lahan perumahan kita terlalu luas untuk bisa berhubungan dengan tetangga ya ?" Vez mengingat-ingat tetangga yang mana di maksud Sultan.
Mendengar ucapan Vez, Qia tertawa kekeh "Dasar putra mahkota oon, Sejak kapan presdir perusahan Vender gruop jadi sebodoh ini"
Sultan yang merasa di permalukan mulai geram dengan tingkah Qia " Berani sekali kau ya menertawakan ku, apa kau mau ku makan hidup-hidup"
Sultan yang kesal beranjak berdiri dan berlalu dari hadapan Qia yang masih terkekeh sedang Vez mulai khawatir dengan keselamatan diri nya.
Mati kau Vez, sejak kapan kau memelihara kebodohan mu, kau sudah masuk ke lubang buaya dan bersiap lah menjadi santapan nya.Vez
Vez pun ikut keluar mengikuti langkah Sultan, ia nampak tak bersemangat kali ini.
__ADS_1
"Muka mu kenapa Vez, di tekuk gitu ?"
" Tidak apa-apa tuan hanya kurang enak badan sedikit" Ucap Vez ragu.
"Aaaa sebelum ku panggilkan kau dokter untuk memperiksa mu, alangkah lebih baik nya aku menambah sedikit saja sakit mu agar dokter yang ku panggil tak sia-sia mengobati mu" Ucap Sultan
ahh benar saja kan, Demi Tuhan aku pasti sakit benaran setelah ini.
"Kau kenapa diam Vez, aku mungkin kalah telak kalau berurusan dengan ibu dan gadis mungil itu tapi jika dengan mu, bukan kah aku selalu menang ?"
"Iya Tuan" Bukan selalu menang tapi selalu aku menangkan Tuan.
Kini Vez harus benar-benar mengumpul kan kosentrasi nya.
"Ahhhh bisa gila aku menghitung pasir ini, kau benar-benar mengerjai ku Tuan" Teriak Vez frustasi dengan apa yang sedang di hadapi nya, kali ini hukuman yang di berikan Tuan nya sangat-sangat menyiksa, bagaimana tidak, ia harus menghitung pasir yang di berikan Sultan satu persatu sampai selesai dan lebih parah nya lagi Sultan meletakan kamera di dekat nya agar ia tak berbuat curang.
__ADS_1
"Itu hukuman untuk kebodohan mu mengagalkan rencana ku hari ini Vez" Ucap Sultan sambil tertawa puas.