
Mengambil sebuah keputusan bukan lah hal yang mudah bagi setiap manusia namun apa guna nya sebuah keputusan jika nyawa seseorang menjadi taruhan nya.
Setelah selesai salat Sultan,Vez dan Qia beranjak menuju ruangan sang ibu di periksa.
"Tuan, bisakah tinggalkan Saya dan Tuan Sultan sebentar, ada yang mau Saya bicarakan" Ujar Qia memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.
"Baik lah, Kalian bicara lah berdua, Ambil keputusan yang palimg baik untuk Nyonya Vender" Vez menepuk bahu Sultan dan tersenyum kepada Qia seraya berlalu meninggalkan mereka.
Ku harap kali ini kau dan tuan muda mau berkorban,walaupun kau tak punya kewajiban apa-apa Nona.Vez
Sultan mengajak Qia duduk di sebuah kursi panjang rumah sakit.
"Katakan apa yang ingin kau katakan, Aku tak punya banyak waktu untuk hal yang tidak penting" ketus Sultan tanpa melihat ke arah Qia.
heii, disini seharus nya kau yang membutuhkan ku tiang listrik berjalan.
"Aku seorang anak dan aku juga punya seorang ibu, Aku tak bisa menyakiti hati seorang ibu" Qia mulai buka suara.
"Lalu apa hubungan nya dengan ku ?" jawab Sultan singkat.
Hah ?? Kau benar-benar nyebelin.
"Begini, Setelah ku pikirkan matang-matang, Aku ingin memenuhi kemauan Ibu mu" ucap Qia mantap.
__ADS_1
Mendengar hal itu Sultan mematung di tempat duduk nya, ia tak percaya dengan apa yang di dengar nya barusan, gadis yang sama sekali tak mengenal nya dan keluarga nya bisa mengambil sebuah keputusan yang hanya berlandasan arti seorang ibu di hidup nya.
Sebegitu pentingkah arti seorang ibu bagi mu, hingga kau mau mengorbankan kehidupan mu bahkan dengan seseorang yang tak kau kenal sama sekali.
"Apa kau sudah memikirkan ini baik-baik, Bagaimana dengan orang tua mu ? apa mereka tidak akan terkejut dengan keputusan mu ini ?" Tanya Sultan sambil menatap mata Qia lekat-lekat.
"Karena mereka lah aku mengambil keputusan ini, karena aku punya seorang ibu, ibu yang rela melakukan apa pun untuk kebahagian ku dan saat ini aku juga sedang mengenggam nyawa seorang ibu yang sangat menyayangi ku walaupun dia baru mengenal ku beberapa jam yang lalu" Qia menjawab dengan suara yang bergetar.
Melihat kemantapan hati yang di miliki Qia, Hati Sultan seakan mengembang, Entah apa yang membuat dada nya yang tadi sangat sesak kini mulai lapang.
"Aku berjanji pada mu, Saat aku memulai semua ini bersama mu walaupun demi ibu ku tapi aku berjanji untuk tidak akan mengecewakan keluarga mu terutama diri mu, Kau akan mendapatkan semua pengakuan dari ku, Aku berhutang nyawa ibu ku pada mu" Ucap Sultan dengan air mata yang sudah menggenang.
Kenapa aku sangat senang dengan janji nya barusan, oh Tuhan sadar kan diri ku.
"Ku pegang janji mu, Kau boleh bersikap seperti apa pun di hadapan ku, tapi tunjukan lah kedamaian hubungan di antara kita di hadapan keluarga kita" Ucap Qia sambil berdiri dan mulai melangkah meninggalkan Sultan yang masih duduk.
*Lihat lah belum apa-apa kau sudah dengan sangat PD nya seperti ini. Ayah,Bunda. Entah dosa apa yang kalian lakukan di masa lalu sehingga Tuhan dengan tega nya mengirimkam kalian seorang menantu seperti dia pada keluarga kita.Cihhh menantu ?? aaaa tolong lah duhai hati dan pikiran ku, kenapa kalian sependapat dengan sebutan menantu itu, Aku benar-benar sudah gila.Shidqia.
"Pa,Bu. Aku tidak tau perbuatan baik apa yang kalian tuai di masa lalu sehingga di masa depan aku menemukan seorang menantu keluarga Vender layak nya manusia berhati malaikat, yang sangat imut dan mempunyai hati besar yang tak pernah ku temui dari wanita mana pun" Sultan.
Melihat wajah Qia yang merah merona dan wajah Sultan yang nampak sangat bahagia, Vez menarik nafas nya dalam-dalam. Seperti nya aku melewati sesuatu dari mereka berdua.
"Bagaimana keadaaan Ibu Vez,"
__ADS_1
"Dokter belum juga keluar dari ruangan tuan,"
"Kalau terjadi apa-apa pada Ibu Sekar, kau orang pertama yang harus di hukum" sahut Qia.
"Hei enak saja, semua ini gara-gara mu, kenapa jadi kesalahan Saya??" balas Sultan tak mau kalah.
"Kepala mu itu yang enak saja, kau yang makan nangka aku yang kena getah nya" jawab Qia kesal.
Baru mau menjawab ucapan Shidqia, tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruangan Ibu Sekar.
"Tuan, Nyonya Sekar baik-baik saja, Namun Anda harus menjaga emosi nya agar Nyonya tidak stres,saat ini Nyonya akan di pindahkan ke ruangan rawat inap, Nyonya belum sadarkan diri karena masih pengaruh obat bius" Ucap dokter tersebut.
"Oh Tuhan, Syukur lah kau baik-baik saja Bu"
Nampak kelegaan dari wajah mereka bertiga. Setelah dokter undur diri mereka beranjak menuju kamar inap untuk melihat sang Ibu.
Melihat sang ibu yang di pasang infus dan slang oksigen, hati Sultan begitu ngilu karena ulah nya lah sang ibu hampir saja meregang nyawa.
"Bu, Ini pertama dan terakhir Sultan berbuat hal sebodoh ini, Maafkan Sultan Bu" Sultan sudah mulai terisak.
Vez yang memandangi Tuan dan Nyonya nya juga meneteskan air mata, Ia tak tega melihat sang Nyonya yang sudah susah payah membesarkan nya seperti anak sendiri kini terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.
Maaf kan aku Bu telah membiarkan mu terbaring tak berdaya saat ini,Vez
__ADS_1
Melihat keadaan Vez dan Sultan, Qia hanya diam menghapus air mata nya yang sudah dari tadi berjatuhan.
Bunda, yang sedang terbaring lemah itu adalah calon mertua Qia, Maaf kan Qia mengambil keputusan tanpa melibatkan Bunda.Shidqia.