
Mencinta bukan hanya saja untuk memiliki tetapi mencinta mengandung sebuah makna yang tersirat.
Jika untuk melindungi harta berharga yang kita punya apapun akan di lakukan termasuk sebuah penindasan.
Kemaren tuan muda Vender telah memberi maklumat kepada sang kakak yang terlahir dari rahim yang berbeda. Disini lah Vez saat ini memantau sebuah komputer di ruangan informasi.
"Saya tidak mau tau dalam waktu 20 menit kalian harus menemukan dalang dari terbongkar nya kasus keluarga Fris. Cari sampai ke akar-akar nya setelah kalian temuan berikan data kepada Saya, Biar Saya sendiri yang mengeksekusi dalang nya"
Suara Vez yang tegas membuat semua orang di dalam ruangan tersebut diam seribu bahasa dan mencerna setiap kata yang di ucapkan Vez.
Vez larut dalam misi nya mencari siapa dalang dari kejadian yang hampir saja merenggut nyawa sang Nona Vender.
"Sayang, yaampun apa yang terjadi kenapa gadis kecil ibu yang ceria ini murung, sini sayang ibu peluk ya" Suara Nyonya Sekar memecah keheningan di dalam ruangan Qia, Qia yang melihat kedatangan Sekar tersenyum dan merentangkan tangan nya petanda ia minta di peluk juga.
"Qia takut ibu, Qia takut orang-orang membenci Qia" Kini ia sudah sesegukan di dalam pelukan Sekar.
"No sayang, Ibu yang akan menjamin bahwa tak ada yang bisa berani membuat menantu kesayangan ibu menangis, Okey, sudah ya jangan menangis ibu akan menjadi orang terdepan melindungi Qia, Kan ada ibu yang bisa berubah jadi apa saja untuk Qia" Dengan penuh kelembutan Sekar menenangkan calon menantu nya itu.
Melihat raut wajah Qia yang mula nya lesu dan muram kini berunah menjadi sedikit memerah dan ceria Sultan tersenyum bahagia. Dua wanita kesayangan ku sedang bahu membahu untuk saling menyemangati.
Tringgggggggggg.
" Ya halo Vez ada apa ? Bu, Saya keluar sebentar ya titip Qia, Ada rapat mendadak di kantor" Ucap Sultan masih dengan hp di telinga nya sambil tersenyum menatap Qia dan mencubit pipi Qia.
"Sakit"
__ADS_1
"Hei anak nakal jangan menganggu putri ku, Sudah pergi sana aku akan menjaga nya lebih dari kau menjaga nya" Ucap Sekar sambil mengibaskan tangan Suktan dari pipi Qia.
"Ya sudah,Aku pergi dulu, jika ada apa-apa langsung hubungi aku ya Bu" Sultan pun keluar dari ruangan Qia.
Di kantor Vez cemas karena data yang ia dapat beserta tim nya sangat mengejutkan.
"Hei. Kau merepotkan sekali Vez, tinggal bilang pada ku Via telvon siapa dalang nya, ini tidak malah menyuruh ku kesini" Ucap Sultan santai.
Vez masih ragu mengatakan nya tapi ia tak punya pilihan lain " Tuan yang menyebarkan data tentang keluarga Nona adalah...." Rasa nya tenggorokan Vez sudah tercekal untuk mengatakan sebuah nama.
"Kerja bagus Vez, siapa nama nya aku sudah tidak sabar menghancurkan nya bahkan keluarga nya sekalipu, ayo katakan!!!" Kini Sultan sudah menatap Vez lekat-lekat.
"Nona Amara" akhir nya nama tersebut di ucapkan Vez dan hal itu sontak membuat Sultan terkejut.
"Hancur kan karir nya, hanya dia saja tidak dengan Amvli" Kata-kata yang keluar dari mulut Sultan penuh dengan penekanan.
"Baik tuan" Vez berlalu dan mulai menghubungi semua perusahaan yang mempunyao kontrak kerjasama dengan Amara.
Sultan yang sudah naik pitam melampiaskan nya pada benda apa saja yang ada di ruangan nya. "Berani-berani nya kau membuat gadis ku menderita, kita lihat siapa yang akan menderita setelah ini" Ucao Sultan sinis.
Situasi di tempat keberadaan Amara pun tak kalah menegangkan nya, ia tak tau dimana letak salah nya sehingga semua kerja sama yang telah di sepakati tiba-tiba di batalkan satu pihak oleh perusahaan.
"Pak, bisakah Kami tau apa yang membuat bapak membatalkan kontrak kita" Ya begitulah ucapan manager Amara pada setiap panggilan yang masuk pada nya.
"Ada apa, kau kenapa terlihat begitu lesu, Ayo berangkat menjemput uang" Ucap Amara santai.
__ADS_1
"Tolong jelaskan pada ku, apa kesalahan fatal yang kau buat sehingga semua perusahaan membatalkan kontrak mu"
Amara seakan tidak percaya dengan ucapan manager nya. "Tunggu, apa kau bilang, aku tak punya sedikit pun masalah dengan siapa pun" Ucap Amara yang mulai gusar.
"Aku tak tau hal apa yang sudah kau lakukan sehingga semua kontrak kita di batalkan,Aku pergi dulu, kepala ku rasanya ingin pecah memikirkan ini semua" Sang manager lun berdiri dan berlalu.
"Apa-apaan ini kenapa mereka membatalkan kontrak, aaaa kak Amvli mungkin saja kakak ku bisa membantu" Amara dengan cepat mengambil ponsel nya dan menghubungi Amvli.
"Hello kak, kak apa kau tau semua perusahaan yang sudah mengontrak ku membatalkan kontrak nya, entah apa salah ku kak"
"Tenang lah Amara, kakak pun dalam masalah, Saham perusahaan mengalami sedikit penurunan" Ucap Amvli di seberang sana.
Mendengar hal itu Amara menutup telvon nya tiba-tiba, ia tak tau harus bercerita pada siapa lagi dalam lamunan nya sebuah panggilan masuk.
"Aaaa Sultan, kenapa dia tau sekali aku sedang membutuhkan sandaran saat ini"
Dengan mata yang berbinar dan senyuman yang mengembang Amara mengangkat panggilan tersebut.
"Aiyooo kak Sultan, kau tepat sekali menghubungi ku, aku dalam masalah kak, semua perusahaan membatalkan kontrak ku Ucap Amara manja.
" Ckkkk, itu belum seberapa, Kau sudah hampir membunuh calon istri ku, Aku yang akan membalaskan dendam pada mu, aoan ku hancur kan kau sehancur-hancurnya, kau dan keluarga mu dalam genggaman ku saat ini" Ucap Sultan dengan penuh amarah.
Amara yang terkejut dengan ucapan Sultan membeku, senyuman manis nya telah hilang persekian detik setelag Sultan berbicara, mata nya kini menatap kosong kedepan.
Tidak, ini pasti mimpi, Sultan tidak mungkin tau apa yang sudah ku lakukan, tidak ini tidak mungkin kenyataan.
__ADS_1