Cinta Terakhir Putra Mahkota

Cinta Terakhir Putra Mahkota
SEMEKOT


__ADS_3

Udara panas kota Z mulai menembus ruangan ber AC tempat Shidqia dan yang lain nya duduk dalam rangka menyerap ilmu yang sangat bermanfaat dari sang Dosen,


"Sttttttt Qia !!!!!!"


" Uwan ?" Shidqia menoleh ke sumber suara.


"Habis ini ngepantai yok, panas kali ini, es kelapa muda sama bakso bakar enak kali nih" ajak Uta


"Uuuuuu ajakan yang menggiurkan, Otw sekarang aja ayok"


"Gilak kali ni anak ya, masih pun dosen nya menjelaskan, kamu mah enak sikit aja nengok penjelasan langsung ngerti, lah aku udah 10x dengarin rekaman dosen masih tuing-tuing" bisik Uta


"Makanya kalo kuliah itu ya kuliah, Ini mah enggak, ke orang tua bilang nya kuliah, kuliah apaan yang ada jalan-jalan mulu sama cowo ngak jelas asal usul nya" Shidqia mulai memprovokasi Uta.


Uta yang tak bisa membantah ucapan Qia kini memilih diam dan memandang Qia kesal,tapi yang di pandang malah senyum-senyum ngak jelas.


"Aku sumpahin kamu ketemu cowo ngak pacaran langsung nikah mampos sana" ucap Uta kesal sedangkan yang di sumpahin malah asik ketawa-ketawa ngak jelas yang membuat Uta semakin kesal.

__ADS_1


Uta adalah sahabat Qia satu kampus,satu jurusan,satu kelas,satu hobi, hanya satu yang berbeda yaitu Uta bucin tingkat dewa sedangkan Shidqia jomblo abadi.Qia yang tak terlalu percaya cinta dalam ikatan pacaran sedangkan Uta menjunjung tinggi komitmen dalam pacaram ,Ah entahlah membicarakan dua orang sahabat ini takkan ada habis nya.


"Yuhuuuuuuuu akhirnya selesai juga kelas membosankan ini, Bagaimana sahabat ku tercinta jomblo akut nan abadi, apakah kita jadi pergi jalan-jalan ke pantai yang telah kita rundingkan di dalam kelas tadi" Uta mulai heboh sendiri.


"Heh urat malu mu udah putus ya atau lagi konslet, ngak lihat tempat, asal teriak ngak jelas, aku ingin bertanya pada Tuhan kenapa dia begitu tega mengirimkan seorang sahabat macam ini pada ku" Qia melihat ke langit lalu menunjuk Uta.


"Sembarangan, Ayok keburu sore zeyenkk" Uta menarik tangan Qia ke parkiran mengambil sepeda motor nya dan berlalu menuju pantai yang ingin di kunjungi.


Tak perlu waktu yang lama,mereka telah sampai dipantai bagian utara kota Z.


"Eh Qia lihat deh pembangunan pabrik itu, bukan kah kalian pernah turun kejalan untuk menghentikan pembangunan nya tapi kenapa pembangunan nya masih berjalan ya, Aneh"


"Ah sudah lah, Aku lagi pusing hanya ingin menikmati pantai ini bukan berdebat soal pabrik ngak jelas itu" Uta berdiri dan mengeluarkan ponsel nya untuk bersulam foto.


"Dasar bodoh, bukan kah tadi dia sendiri yang membahas nya, Sudah lah lagian orang nya juga sudah asik sendiri bergaya bak orang gila dengan ponsel nya itu, lebih baik aku menangkap kepiting, hitung-hitung menghilangkan jenuh" Shidqia berlari menuju bibir pantai dan mulai main air sambil mengejar kepiting yang sudah di incar nya dari tadi.


"Nah dapat kau,mau lari kemana hah sudah masuk dalam perangkap ku tak akan bisa lepas lagi" ucap Shidqia pada kepiting yg telah berhasil ditangkap nya, Namun sangking happy nya dia lupa bahwa kepiting itu punya 2 jepitan yang bisa membuat Qia terluka.

__ADS_1


"Auuuu" benar saja kepiting tersebut menjepit jari Shidqia hingga berdarah, Asik dengan sumpah serapah pada kepiting ditangan nya dia tidak sadar ada orang lain yang memperhatikan tingkah konyol nya itu, Masih dengan omelan Ia melihat kedepan dan tak di sangka nya ada seseorang yang berusaha menahan tawa melihat tingkah Shidqia, dengan kesal Qia pun menghampiri laki-laki tinggi nan tampan itu dan langsung memuntahkan semua kekesalan nya, Sebelum laki-laki itu pergi dari hadapan nya laki-laki tersebut sempat mengatai nya SEMEKOT yang tak lain adalah Semeter kotor, Hati Qia makin panas,kesal nya makin memuncak ingin sekali Ia memukul laki-laki tersebut Namun Ia telah berlalu menjauh pergi dari tempat Shidqia.


"Hei sudah selesai acara mu dengan ponsel dan foto-foto aneh mu itu,ayok pulang mood ku sudah hilang, aku tak ingin disini lagi, bawa aku pada tempat tidur kesayangan ku" teriak Qia pada Uta


"Kau kenapa, Tiba-tiba marah ngak jelas" Uta menghampiri Qia yang tampak sangat kesal.


"Uta boleh kah aku bertanya hal paling penting ?"


"Kenapa tidak,bertanya lah aku akan menjawab, Apalagi perihal hubungan percintaan anak kuliahan, percayalah aku paling paham Qia" ucap Uta sambil mengedipkan mata nya.


"Kau gila ya ? begini, apa menurut mu aku ini SEMEKOT ? tanya Qia polos.


" Hahahahaha, apa kau baru sadar sekarang Qia, Aku pikir kau sudah tau bahwa kau semekot dari awal kau datang ke kota ini" balas Uta sambil ketawa memegangi perut nya.


"Ah kau benar-benar seperti laki-laki tiang listrik itu, ayok pulang mood ku betul-betul hancur" gerutu Qia cemberut.


"Aih laki-laki ? mana ? laki-laki tinggi adalah idaman ku Qia dimana dia,"

__ADS_1


"Dasar serakah, Levi mau kau tarok dimana ?" Qia beranjak dari tempat duduk nya dan mengajak Uta pulang, Ia begitu kesal hari ini,baru kali ini dia tak menyukai pantai.


Laki-laki tiang listrik nyebelin, Awas ya kalau sempat ku temui lagi batang hidung mu akan ku jewer telinga mu dan ku jambak rambut mu,tapi tunggu dulu bagaimana cara nya aku kan pendek,heiii kau merendahkan kemampuan diri mu sendiri Qia,kau kan bisa naik ke atas kursi untuk menghabisi nya.Shidqia


__ADS_2