Cinta Terhalang Musuh

Cinta Terhalang Musuh
Petunjuk Edward


__ADS_3

Anna berbaring di kasurnya, setelah dia membersihkan diri dan mengganti baju. Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam. Tetapi dia tidak ada tanda-tanda mengantuk, dia memikirkan dirinya sendiri, di umurnya yang sudah berumur 26 tahun seharusnya dia bisa bermain dengan teman-temannya, fokus kerja, dan berkencan dengan seorang pria. Dia sudah tahu akan resiko yang dia terima, dia akan kehilangan kebebasannya, dia lebih mementingkan balas dendam untuk kakaknya daripada hidupnya sendiri walaupun memang terkadang hidupnya sangat kesepian tidak ada teman ataupun orang yang bisa di ajak bercerita.


"Aku harus secepatnya menemukan bukti-bukti, lalu pergi dari rumah ini," pikir Anna, dia sangat merasa bahwa sekarang dirinya adalah monster yang suka membunuh nyawa manusia.


Tiba-tiba pemberitahuan sebuah pesan muncul dan itu adalah nomer tanpa ada nama di kontaknya Anna. Anna yang hendak tidur pun langsung terkejut saat membaca isi pesan tersebut,


"Ayo kita bertemu, kamu ingin tahu siapa pembunuh kakakmu kan?"


"Aku akan mengabarimu, tunggu saja,"


Pesan baru pun datang lagi, Anna yang sangat penasaran langsung di buat frustasi oleh si pemilik nomer karena setiap kali dia menelfon nomer tersebut selalu di luar jangkauan, Sehingga Anna tidak tahu siapa yang mengirim pesan tersebut.


"siapa yang mengirimi pesan ini? yang tahu masalah Kak Edwin hanya orang-orang terdekatku saja" gumam Anna,


Dan malam itu, Anna berfikir dengan sangat keras dan mengingat kembali kejadian itu, barangkali dia melewatkan sesuatu, dan sampai akhirnya Anna tidak tidur sama sekali.


.


.


.


"Nona apa anda sakit?, anda terlihat sangat pucat," tanya Han ketika sesampainya Anna di kantor.


"Tida apa-apa, aku hanya kurang tidur," jawab Anna.


"Pak Han, apa anda bisa melacak nomer telfon?" tanya Anna


"Kalau masalah itu, lebih baik di serahkan pada nyonya, Nona," jawab Han, karena memang Laura lah yang pandai tentang IT dan mengetahui semua sistem retas, pasti Laura bisa mengatasi hal sepele seperti itu.


"Benar juga, baiklah kalau begitu ... Aku akan meminta bantuan mama," ucap Anna.


"Oh iya, hari ini Tuan Alex akan datang berkunjung," ujar Han mengingatkan kepada Nona nya, karena memang majikannya ini sering lupa.

__ADS_1


"Iya aku sudah tahu, persiapkan semuanya," ucap Anna.


"Sudah siap semuanya Nona," ujar Han, Anna bangkit dari tempat duduknya lalu pergi menuju ruangan meetingnya.


Alex pun telah tiba setelah Anna baru saja samapng di tempat meeting,


"Halo Tuan Alex, apa kabar?" Sapa Anna sambil berjabat tangan.


"Saya baik, tapi sepertinya Nona tidak terlihat baik-baik saja ... wajah anda sangat pucat sekali," ujar Alex


"Saya baik-baik saja Tuan, silahkan masuk ke dalam," ucap Anna.


"Apa anda datang sendiri?" tanya Anna ketika tidak melihat Asisten Pribadinya Alex.


"Nickolas sedang ada janji dengan klien lain," jawab Alex


Tanpa berbasa-basi mereka langsung meeting ditemani oleh Han dan karyawan Anna lainnya.Setelah 2 jam berlalu, persentase mereka pun selesai walaupun terjadi sedikit perdebatan di antara Anna dan Alex tapi akhirnya mereka dapat menemukan solusi yang terbaik.


Alex pun bersiap untuk pulang, dia sedang merapikan dokumen yang tadi dia bawa.


"Loh itu kan pria yang kemarin," ujar Anna kepada Alex, dan dia sangat terkejut ketika melihat foto itu.


"Maksud anda apa Nona?" tanya Alex yang sangat lebih terkejut


"Kemarin saya bertemu dengan orang yang ada di foto ini," jawab Anna lalu menunjukan foto tersebut.


"Apa? dimana anda melihatnya?" tanya Alex.


"Apakah anda mengenalnya?" tanya Anna.


"Saya benar-benar mengenalnya, dia adalah Edward Graham kakak saya yang selama ini saya cari," jawab Alex.


Anna pun menceritakan semuanya, dari dia di tempat pemakaman Edwin, sampai dia di todong oleh pria itu lalu membawanya pergi, dia menceritakan dengan sedetail-detailnya tanpa ada yang kurang satupun dari ceritanya.

__ADS_1


"Karena dia ingin pergi ke Busan, dia pura-pura di tabrak lalu mengancam anda ... dan anda memukulinya hingga babak belur, dan anda membawanya ke Rumah Sakit tetapi Kak Edward tidak mau ... begitu maksud anda?" tanya nya lagi


"Kurang lebih seperti itu, saya menurunkannya di Busan St. Mary's Hospital," jawab Anna


"Terima Kasih banyak, anda sudah memberikan info sepenting ini ... Kapan-kapan saya pasti akan mengajak anda untuk makan malam sebagai tanda terima kasih saya," ucap Alex sambil memegang kedua tangan Anna.


"Oke sama-sama, baiklah saya akan tunggu jamuannya" ucap Anna canggung karena tangannya di genggam oleh Alex.


"Saya permisi dulu, Nona," ucap Alex lalu pergi.


Setelah Alex pergi, Anna mendapat telfon dari Robert.


Triririing ... Tririing ...


"Halo, pah?" tanya Anna


"Kita bertemu di Villa dua jam lagi," jawab Robert


"Baiklah pah," Anna pun menutup telfon nya lalu kembali bekerja.


Di sisi lain, Alex menelfon Graham karena dia mendapat info dari Anna.


"Halo yah, saya baru saja mendapatkan info dari Nona Bridd ... dia bertemu langsung dengan Kak Edward," ucap Alex, dia menceritakan semuanya dari apa yang di katakan Anna kepadanya.


"Kebetulan yang luar biasa, sepertinya dia ada di sekitar sini dan bersembunyi, coba kamu datang ke tempat yang di sebutkan oleh Nona Bridd, mungkin ada petunjuk disana," perintah Robert


"Saya sedang menuju kesana, yah," jawab Alex.


Alex pun menutup telfon nya, dan langsung menghubungi anak buah yang lain untuk menemaninya mencari petunjuk.


"Akan kupastikan kamu akan tertangkap oleh tangan ku sendiri Edward," ucap Alex geram


"Ah tunggu, dia di pukuli oleh Nona Bridd, yang artinya dia bisa berkelahi? ahh, sangat menarik rupanya," gumam Alex lalu tersenyum

__ADS_1


...****************...


.


__ADS_2