
"Nona, sudah beres semua," ujar seorang pria kepada seorang wanita yang sedang mencekik leher seseorang.
"Ya sudah, ayo kita pulang ke rumah," ucap wanita itu.
Door.. Door..
Wanita tersebut pergi dengan menembakan dua peluru kepada sosok pria yang sedang di cekik nya itu.
Wanita itu dan anak buahnya pergi meninggalkan gedung tua yang jadi bahan misi nya kali ini.
Dia adalah Anna, setelah hampir 5 tahun belajar untuk menjadi penerus keluarga Bridd, dia di percayai oleh Robert untuk menjalankan beberapa misinya. Dan hari ini adalah contoh kecil yang di perintahkan olehnya kepada Anna.
Setiap kali Anna menyelesaikan misinya, dia harus melaporkan terlebih dahulu kepada Robert.
Sekarang, Anna sedang dalam perjalanan menuju kantor Robert. Di tengah perjalanan, tiba-tiba handphone Anna berdering dan ternayata itu telfon dari Papahnya.
"Halo,Pah. Saya sedang dalam perjalanan menuju kantor," ujar Anna.
"Tidak usah ke kantor, kita bertemu di Restaurant saja, Papah kirim alamatnya," ucap Robert.
"Baiklah pah, saya menuju kesana" ujar Anna.
Setelah Robert memberikan lokasi tempat dia berada, Anna bergegas memutar balikan mobilnya ke arah yang sudah di tentukan, sedangkan anak buahnya mengikuti dari belakang.
Sesampainya di tempat tujuan, Anna langsung mengikuti pelayan yang memang daritadi menunggu kedatangan dirinya.
"Tuan besar sudah menunggu di dalam, Nona. Saya akan mengantar anda sampai kedalam," ujar pelayan Restaurant itu.
Mereka pun berjalan menuju ruangan yang di Reservasi oleh Robert. Sampailah mereka di ruangan VIP yang sangat tertutup, di luar ruangan terlihat Dua orang penjaga yang sedang menunggu di luar. Penjaga itu langsung membungkuk ketika mereka melihat Anna,
" Apa Tuan besar ada di dalam?" tanya Anna.
"Iya, nona. Beliau sudah menunggu anda di dalam," jawab penjaga itu. Anna pun langsung masuk ke dalam, dia melihat Robert yang sedang menelfon seseorang.
"Baiklah kalau begitu, tolong sampaikan kepada mereka, bahwa kita akan bertemu 3 jam lagi," ujar Robert kepada si penerima telfon.
Robert menutup telfonnya, dan menyuruh Anna untuk duduk.
"Kamu sudah makan?" tanya Robert
"Belum, Pah" jawab Anna singkat.
"Kamu pasti lelah, coba kamu pesan makanan yang kamu inginkan," ujar Robert.
"Nanti saja Pah, saya ingin melaporkan misi kedua dahulu," ujar Anna.
"Ha..Ha.. Ha.." Robert tertawa keras sekali,
__ADS_1
"Baiklah, baiklah. Jadi apa laporanmu hari ini? tanya Robert.
"Dia dari keluarga Hund," jawab Anna.
"Dalangnya adalah Damian Hund, dia yang menyelundupkan Opium ke wilayah kita," lanjut nya lagi.
"Sudah ku duga dia adalah dalangnya, dia masih ingin memiliki wilayah kita dengan menggunakan obat Opium itu. Sangat berbahaya jika obat itu masuk wilayah kita dan polisi menangkap kita. Kerja bagus Anna, hari ini pun kamu membuktikan lagi kemampuan mu. Aku bangga padamu," ujar Robert.
"Senang bisa membuatmu bangga, Pah," ujar Anna.
"Oh iya, apa ada yang terjadi hari ini? sepertinya tadi papah menelfon seseorang," selidik Anna.
"Austin menelfon, katanya Falke akan menunggu di pelabuhan Busan" ujar Robert.
"Falke? siapa dia?" tanya Anna, karena dia baru mendengar nama tersebut.
"Ah, aku lupa bercerita, aku membeli Black Diamond, dan aku akan bertemu perwakilannya di Busan nanti," ungkap Robert.
"Kenapa mereka tahu, kalau Papah sedang mencari Diamond itu?" tanya Anna penuh curiga.
"Entahlah, Papah juga tidak tahu. Yang jelas, aku butuh Black Diamond tersebut untuk acara pelelangan nanti, bisa di bayangkan keuntungan yang akan kita dapatkan jika ada Black Diamond itu," ujar Robert
"Apa mereka duluan yang menawarkan kepada anda?" ujar Anna.
"Iya, mereka tiba-tiba menelfon ku, dan langsung menawariku Diamond nya. Kamu paham kan, maksud Papah? menurutmu apa mereka tidak mencurigakan?" tanya Robert.
"Ha..Ha..Ha.. kamu memang putri ku Anna, tapi untuk saat ini tidak. Karena aku harus melakukan transaksi ini sendiri," jawab Robert.
"Saya mengerti," ujar Anna sambil tersenyum.
Anna memang sudah di akui kemampuannya oleh Robert, karena dalam kurun waktu 3 tahun dia bisa menguasai semua materi dan praktek untuk menjadi Bridd seutuhnya, dan karena Anna lah kepemilikan wilayah menjadi meluas.
Sekarang Anna sedang menjalankan perusahaan Robert yang lain, sedangkan Robert sendiri mengurus tempat Perjudian dan Pelelangan, dan dia pun tidak lupa akan janji balas dendam untuk kakak nya.
Anna sudah mendapatkan bukti tentang kasus kakak nya itu, walaupun bukti kecil, setidak nya itu yang membuat Anna semakin semangat untuk terus mencari bukti lainnya dan mengungkapkan fakta sebenarnya.
"Aku akan berangkat sekarang," ujar Robert.
Mereka pun pergi meninggalkan Restaurant tersebut dan berpisah di tempat parkiran.
.
.
.
Robert sudah sampai di tempat yang sudah di janjikan dengan keluarga Falke, di Pelabuhan Busan, mereka bertemu tepat di bawah Mercusuar karena sepi.
__ADS_1
Setelah menunggu Lima menit, akhirnya datang lah sebuah mobil warna hitam yang mendekati mereka. Pemilik mobil itu pun turun dengan membawa sebuah koper ukuran cukup besar.
"Maaf saya terlambat, tuan. Perkenalkan, nama saya Andreas Falke," sapa pria yang baru saja tiba itu, kurang lebih sekitar ada 7 orang yang datang perwakilan dari keluarga Falke.
"Saya Robert Bridd, salam kenal tuan Falke," ujar Robert.
Setelah melakukan perbincangan yang menurut Robert membuang-buang waktu, akhirnya Robert langsung berbicara ke intinya tentang barang yang dia incar.
"Apakah anda membawa barangnya,tuan?" tanya Robert.
"Ah, sepertinya anda sangat sibuk tuan? saya sudah menyita waktu anda yang berharga," ujar Andreas.
"Saya harus bertemu lagi dengan teman saya, maafkan saya jika saya harus terburu-buru seperti ini," ucap Andreas sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, bawa kesini barangnya," perintah Andreas kepada anak buahnya.
Anak buahnya pun mendekat, sebelum membuka koper, Andreas berbicara dengan Robert
"Semoga ini yang anda cari, tuan," ujarnya dan Andreas pun akhirnya membuka kopernya.
Tak di sangka, isi koper itu bukan Diamond yang mereka janjikan, melainkan pistol yang sekarang sudah di todongkan tepat di kepala Robert.
"Maaf kan saya, tuan Bridd. Sepertinya saya salah membawa barangnya. Tapi memang pistol ini lah yang sudah seharusnya ku bawa untuk membunuh mu," ujar Andreas.
"Siapa kamu? Kamu memang bukan berasal dari keluarga Falke, kan?" tanya Robert dengan tenang, sedangkan anak buah Robert sudah siap-siap ingin menyerang Andreas dan anak buahnya, tetapi masih di tahan oleh Robert.
Door..Door..Door
Terdengar suara tembakan Empat kali, dan ternyata itu adalah anak buah Robert yang sudah di serang oleh Andreas, kini hanya tersisa Robert sendiri.
Andreas kembali menodongkan pistol nya ke kepala Robert tepat setelah membunuh anak buah Robert.
"Apa ada pesan terakhir, tuan?" tanya Andreas, "Ku pastikan anda akan mati dengan tenang tanpa ada rasa sakit sedikitpun, dan sudah ku pastikan juga tidak ada seorang pun yang akan menolong mu, karena akses jalan ini sudah ku blokir," lanjutnya lagi.
"Kutanya siapa, kamu?" bentak Robert.
"Tidak perlu tahu siapa saya, tuan. Yang jelas saya hanya seorang pesuruh oleh tuanku," ujar Andres.
Andreas pun mulai menghitung mundur, untuk menembak Robert.
"3....2...1..."
Doooor.. Dooor.. Dooor..
Suara tembakan pun terdengar sangat nyaring.
...****************...
__ADS_1