
Hari pelelangan pun sudah tiba, dan mereka yang datang adalah orang-orang yang sudah menerima undangan dari pihak panitia, para tamu undangan biasanya memakai topeng untuk menutupi identitas masing-masing.
Pelelangan ini di bagi menjadi dua bagian, yaitu ilegal dan legal. Biasanya pelelangan ilegal hanya sekelompok orang-orang tertentu yang kebal oleh hukum.
Banyak sekali yang akan datang ke acara pelelangan ini, karena tahun ini adalah acara pelelangan keluarga Nyonya Adelle yang terbesar.
Para tamu sudah berkumpul semuanya di Aula Hotel, mereka datang sesuai dengan aturan tamu undangan yaitu memakai topeng, jadi mereka tidak akan mengetahui identitas masing-masing. Diantara para tamu, ada perwakilan dari 4 kelompok mafia yang terkenal di sana, diantaranya Kelompok Raubtiere(Pemangsa), Falke(Elang), Hund(Anjing), dan Snake(Ular). Mereka adalah kelompok yang saling menyerang satu sama lain tanpa mengetahui siapa Bos Asli dari masing-masing kelompok tersebut karena semua menutup identitas aslinya karena itu sangat privasi dan tidak boleh ada yang mengetahuinya.
Anna sudah ada di tempat duduk sesuai dengan nomer urutannya. Kurang lebih sekitar ada 50 orang tamu yang hadir dan Anna ada di urutan nomer 10.
Acara pun akan segera di mulai, para tamu bersiap-siap untuk melakukan perang penawaran tertinggi.
dan si Pembawa acara sudah mulai membawakan acaranya.
"Halo semuanya, tanpa basa-basi saja kita akan lelang barang pertama, yaitu Gucci zaman Dinasty Ming, saya buka dengan penawaran 10 juta won," ujar si MC tersebut.
Banyak sekali orang-orang yang menaikan harga demi bisa mendapatkan Gucci yang terkenal antik itu, tetapi tidak dengan Anna.
Dia nampak tidak begitu tertarik kepada barang pertama yang di lelang itu.
Barang lelang pertama sampai barang yang lainnya sudah terlelang yang tersisa adalah barang lelang terakhir yaitu sebuah lukisan pemandangan alam yang terlihat biasa saja dan itu adalah barang yang sedari tadi Anna incar.
Ketika barang tersebut sudah mulai dengan harga pembuka, barulah Anna memulai aksinya.
"Di mulai dengan harga 100 juta won," ucap si MC dengan sangat percaya diri.
Semua tamu yang ada disana sangat kaget dengan nominal harga yang di tawarkan, sedangkan itu adalah lukisan pemandangan yang terlihat biasa saja.
"150 juta won," tawar Anna
"Nomer 10 menawar dengan harga 150 juta won, apakah ada yang ingin menawar harga yang lebih tinggi lagi?" tanya MC
"250 juta won," tiba-tiba seorang pria menawar dengan harga sangat tinggi.
"Wah nomer 8 menawar harga yang jauh lebih tinggi, 250 juta won. Apakah ada yang mau menawar lagi? saya hitung sampai angka 5.kalau tidak ada yang menawar lagi saya akan tutup dengan angka 250 juta," tegas si MC
Karena Anna tak mau kalah, akhirnya Anna menawar harga yang lebih tinggi lagi.
"350 juta won," ujar Anna.
Dan semua tamu langsung menoleh ke arahnya, karena terkejut dengan penawaran harga yang begitu tinggi.
__ADS_1
"Siapakah dia?"
"Apa bagusnya lukisan itu, sampai berani dia menawar harga tinggi,"
"Wah siapa dia? dia begitu kaya,"
Ujar para tamu yang sedang berbisik-bisik karena melihat tingkah Anna.
"Luar biasa sekali penawaran yang sangat sangat tinggi. Oke saya hitung sampai tiga, jika memang tidak ada yang ingin menawar lagi saya akan tutup. 1...2...," sebelum si MC selesai berbicara, pria dengan nomer 8 kembali menawar.
"500 juta won" ujarnya. Dan semua orang langsung sangat terkejut karena ada yang menawar dengan jumlah yang fantastis.
"Oke di tutup, lukisan ini akan menjadi si pemilik nomer 8" ujar MC
Anna pun langsung menoleh ingin mengetahui siapa pria yang mengalahkannya itu, "Berani sekali dia mengalahkanku," gumam Anna marah.
Pria dengan nomer 8 sangat senang karena bisa mendapatkan lukisan itu, dan dia pun mulai merasa terganggu karena melihat seorang wanita yang terus menatapnya dengan tajam
"Ah.. wanita si nomer 10 itu rupanya," gumam pria tersebut. Pria itu langsung tersenyum tanda kemenangan kepada Anna, dan itu yang membuat Anna merasa sangat di remehkan.
Pria nomer 8 itu berjalan mendekati wanita yang daritadi terus menatapnya dengan marah dan karena memang acaranya sudah selesai, dia ingin meminta maaf kepada wanita itu karena merebut lukisan yang di incarnya.
Tiba-tiba suara ledakan berbunyi dari depan
panggung acara yang menyimpan barang lelangan di simpan. Para tamu undangan yang sangat panik langsung berhamburan dan berlari menyelamatkan diri. Kecuali dengan Anna dan pria bernomer 8 itu, mereka masih terlihat tenang di bawah suara ledakan bom.
"Sepertinya seseorang menyabotase tempat ini, agar acaranya di hentikan" ujar pria nomer 8 itu.
"Bisa jadi, karena mungkin orang yang melakukannya tidak ingin acaranya berjalan dengan lancar," ujar Anna yang menyetujui ucapan pria itu.
Anna teringat dengan lukisan itu, lukisan itu masih berada di panggung acara..
"Shiiiit !!" ujar Anna
Anna langsung berlari dengan cepat menuju arah panggung, sedangkan pria itu mengikutinya dari belakang, para tamu sudah di evakuasi oleh tim panitia untuk segera keluar.
"Bukan acara, tetapi dia mengincar lukisannya. Dan lukisannya pun sudah tidak ada disini," ucap Anna kepada pria bernomer 8 itu setelah sampai dan melihatnya,
Belum sempat mereka keluar, lagi-lagi suara ledakan berbunyi lagi.
DUAAAAAR.. DUAAAAARR..
__ADS_1
Kali ini pria bernomer 8 itu melindungi Anna, berjaga takut ada reruntuhan bangunan yang jatuh karena ledakan tersebut.
"Ayo kita pergi dahulu dari sini," ucapnya.
Mereka lalu pergi dan keluar dari gedung tersebut, dan mengevakuasikan diri takut terjadi bom susulan lagi.
Setelah sampai di luar dan di tempat aman, Anna menatap pria yang daritadi terus bersamanya, dia tidak tahu bagaimana wajahnya karena tertutup topeng.
"Topeng ini begitu mengganggu, siapa dia sebenarnya?" tanya Anna.
Karena merasa ada yang menatapnya, pria itu melirik Anna dan bertanya, "Ada Apa?" tanya nya.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Anna.
"Saya si nomer 8," jawab pria itu.
Anna memang tidak tahu wajah pria itu, yang jelas Anna hanya melihat warna bola matanya yang berwarna biru langit, seperti pria yang di temuinya di tempat pesta Nyonya Adelle.
"Jangan bilang anda adalah dia?" tanya Anna
"Dia siapa?" tanya pria tersebut
"Iya kau memang pria yang saya temui, di acara ulang tahun Nyonya Adelle" ucap Anna.
"Mungkin kau salah orang," jawab pria itu.
"Tidak, saya sangat mengingatnya. Apalagi warna bola matamu," ucap Anna.
Belum sempat Anna bertanya lagi, datang tim evakuasi dan bertanya padanya.
"Apakah kalian baik-baik saja?" tanya tim Evakuasi
"Kami baik-baik saja,"ucap Anna lalu menoleh kepada pria itu.
Setelah Tiga jam dan memastikan bahwa para tamu memang baik-baik saja, akhirnya mereka di perbolehkan pulang.
Anna yang sudah di jemput oleh supirnya pun pergi.
Pria itu?, menatap kepergian Anna..
...****************...
__ADS_1