
Alex baru sampai di Apartemen, dia langsung melepas bajunya karena ingin membersihkan diri. Terlihat roti sobeknya yang sangat menggoda iman kaum hawa, karena dia selalu melakukan GYM tiap malam.
Selesai mandi Alex tidak langsung tidur, dia membuka Laptopnya dan membaca laporan-laporan tentang kerjaan yang dikirim lewat Email. Hari itu memang Alex cuti ijin tidak bekerja karena harus datang ke acara pelelangan. Konsentrasinya tidak fokus karena selalu terbayang wajah wanita yang tadi dia temui, walaupun dia memakai topeng.
Dia tahu siapa dia sebenarnya,
"Pantas tadi jantungku berdebar," gumamnya sambil tersenyum. "Siapa dia sebenarnya?kenapa dia mengincar lukisan itu?" tanya alex kepada dirinya sendiri.
......................
Anna berbaring di kamar tidurnya, dia sangat penasaran tentang pria tadi, "kenapa dia bisa tahu lukisan itu? apa dia memang tahu rahasia di lukisan itu, makanya dia pun mengincarnya?"
Pikiran Anna sangat kacau, karena dia tidak memenuhi misinya dengan baik, dan sekarang lukisan itu hilang di curi oleh orang.
"Siapa lagi orang yang mengincar lukisan itu selain dia? kenapa lukisan itu di curi, sampai harus menyabotase tempat tersebut," tanya Anna.
"Aaaaaarghhhh ... sudahlah," jerit Anna.
Dia pun tertidur karena merasa lelah, karena banyak yang terjadi hari ini.
Hari ini Anna akan berangkat ke kantor, setelah sekian lama dia tidak berangkat ke kantor dan hanya menerima laporan dari Pak Han saja.
Sebelum Anna pergi, dia menemui Robert yang sedang berada di ruang kerjanya.
"Permisi pah, apa saya mengganggumu?" tanya Anna.
"Tidak, kemarilah," jawab Robert
Anna pun menghampiri Robert, dan duduk berhadapan dengannya.
"Ku dengar kemarin ada masalah?" tanya nya,
"Iya Pah ... maafkan saya, kali ini saya gagal," ucap Anna.
"Tidak apa-apa, ini bukan kesalahanmu. Kira-kira siapa yang mencuri lukisan itu? Apakah kamu melihat seseorang yang mencurigakan disana?" tanya nya.
"Justru orang yang paling mencurigakan menurut saya adalah orang itu, tetapi bagaimana mungkin dia yang membeli lukisan nya tapi dia juga yang mencuri nya," jawab Anna bingung.
__ADS_1
"Kemungkinan yang mencuri nya adalah kelompok lain, karena mereka pasti mengetahui rahasia lukisan itu," ujar Robert
"Memangnya ada apa dengan lukisan itu, pah? kenapa banyak sekali orang yang menginginkannya," tanya Anna.
"Lukisan itu berisi kode tertentu, cukup kamu tahu sampai disini saja. Karena itu sangat berbahaya," jelas Robert.
"Baiklah kalau begitu pah, saya mengerti. Sekarang saya akan berangkat ke kantor," ujar Anna.
"Hati-hati di jalan", ucap Robert.
Anna pun pergi dari ruangan Robert dan pergi ke garasi mobilnya, dia menaiki mobil Mercedes yang baru dia dapatkan dari Robert menggantikan mobil yang dulu di buangnya.
Sesampainya di kantor, Anna langsung menuju ke ruangan nya, dan dia di sambut oleh karyawan nya. Di kantor Anna di kenal sebagai Pimpinan yang terkenal tegas dan pintar, jadi karyawannya sangat segan terhadapnya.
"Apa jadwalku hari ini, Pak Han?" tanya Anna setelah dia duduk di kursi nya.
"Jadwal hari ini jam 1 siang bertemu dengan perwakilan dari Alexander Company, Nona," ujar Pak Han.
"Baiklah kalau begitu," ucap Anna, lalu melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda selama beberapa minggu.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, Pak Han pun mengingatkan kepada Anna bahwa waktu pertemuan semakin dekat.
"Kau benar Pak Han, mari kita bergegas dan langsung berangkat," ucap Anna.
Mereka pun bersiap untuk pergi, Anna meninggalkan kantornya dengan di dampingi oleh Pak Han.
Di perjalanan, Anna bertanya seputar Perusahaan yang akan bekerja sama dengannya itu.
"Pak Han, apakah anda mengenal CEO nya?," tanya Anna.
"Tidak Nona, ku dengar beliau adalah Pria yang belum menikah dan cukup tampan," jawab Pak Han menggoda Anna.
"Astaga, saya serius Pak Han," ujar Anna
"Maaf kan saya, Nona, saya hanya ingin menggoda anda," ucap Pak Han sambil tertawa melihat Nona mudanya menggerutu.
"Tapi memang hanya sedikit info yang saya ketahui, Nona,"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu," ucap Anna.
Di tempat lain Alex sudah menunggu kedatangan Anna bersama Nickolas di Restaurant jepang, Nick sangat heran melihat Bos nya ini tiba-tiba datang lebih awal dari jam yang sudah di jadwal kan,
"Maaf, tuan ... tumben sekali anda datang lebih awal dari jam yang sudah di tentukan?" tanya Nickolas.
"Apakah tidak boleh aku datang lebih cepat," tegas Alex
"Wah lihatlah reaksinya itu, pasti ada sesuatu," gumam Nickolas.
Waktu pun sudah menunjukan pukul 1 siang lebih 3 menit, tapi belum nampak batang hidung Anna.
"Lama sekali mereka," ujar Alex sedikit kesal.
Tiba-tiba pintu terbuka dan seorang pelayan masuk, "Tuan tamu anda sudah datang," ujarnya
Alex hanya menganggukan kepala, tanda bahwa dia sudah mengijinkan tamu tersebut untuk masuk.
Anna pun masuk ke dalam ruangan, dan dia sangat terkejut ketika melihat orang yang meeting dengannya adalah pria yang dia temui saat acara pelelangan dan pesta Nyonya Adelle.
Alex dan Nickolas pun berdiri menyapa Anna dan Pak Han yang baru saja datang.
"Selamat siang Nona, saya Alexander Graham Pemimpin Alexander Group dan ini adalah asisten saya, Nickolas," sapa Alex
"Saya Annastasia Bridd dan ini asisten saya, Han ... senang bisa bertemu dengan anda lagi, walaupun kita cukup sering bertemu," ujar Anna dengan senyum sinisnya.
"Saya juga senang bertemu dengan anda lagi, jadi ayo silahkan duduk," ucap Alex "Saya tidak menyangka bahwa anda adalah pimpinan dari perusahaan Skyline Company," sindir Alex
"Saya juga tidak menyangka bahwa anda adalah CEO nya, bagaimana kalau kita lanjut membahas masalah pekerjaan," ucap Anna dingin.
Nickolas dan Han hanya terpana melihat tingkah laku Bos mereka.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita memesan makanan dahulu, karena ini waktunya jam makan siang," ucap Nickolas.
"Baiklah, bagaimana dengan nona?" tanya Alex
"Silahkan, karena saya juga sudah lapar," jawab Anna.
__ADS_1
Mereka pun memesan makanan terlebih dahulu dan langsung melanjutkan membahas masalah pekerjaan.