Cinta Terhalang Musuh

Cinta Terhalang Musuh
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Selama di pesta, Anna hanya berkeliling melihat-lihat lukisan yang terpampang di dinding rumah nyonya Adelle. Dan memang kebetulan suasananya sepi hanya beberapa orang yang tertarik dengan lukisan itu.


Anna melihat satu per satu lukisan tersebut, dan dia tertarik oleh salah satu lukisan pemandangan alam.


"Ah ketemu," batin Anna


"Sepertinya anda sangat tertarik dengan lukisan," tiba-tiba datang seseorang yang membuat Anna kaget.


"kapan dia datang? aku tidak mendengar seseorang yang mendekat?" batin Anna


"Ah, maafkan saya membuat anda sangat terkejut. Saya sangat tertarik melihat anda mengamati lukisan itu," ucap pria tersebut.


Pria itu adalah Alex, karena dia sangat penasaran dengan Anna, diam-diam Alex mengikuti Anna.


Anna yang baru pertama kali melihat Alex sedikit terpana karena ketampanan nya.


Mata yang berwarna biru langitnya sangat jernih, di tambah dengan badan yang sangat atletis.


"Ya tidak apa-apa, saya tidak tahu seni. Hanya saja saya sangat bosan di pesta," ujar Anna berbohong, padahal karena misi nya lah Anna mengamati lukisan.


Misi kali ini adalah menemukan lukisan antik yang akan di lelang oleh nyonya Adelle, beliau akan melelangkan 10 buah lukisan yang terkenal, dan di salah satu lukisan yang akan di lelang nya itu terdapat sebuah lukisan yang benar-benar bernilai jual tinggi, karena keluarga Bridd ingin mendapatkan lukisan itu, maka Laura memberikan tugas kepada Anna untuk dapat menemukan lukisan tersebut dan akan membelinya di pelelangan nanti.


"Saya juga bosan, karena memang baru pertama kali saya pergi ke acara tempat seperti ini," ujar Alex sambil tersenyum.


"Saya baru melihat anda nona, apakah anda baru pertama kali di pesta?" tanya nya lagi.


"Ya, ini baru pertama kali nya saya datang ke acara seperti ini," ucap Anna singkat


"Apakah anda anak dari tuan Robert Bridd? kulihat tadi anda bersama nyonya Bridd, maaf kalau saya banyak bertanya. Setahu saya, Tuan Bridd hanya mempunyai seorang anak laki-laki" ucap Alex


"Benar saya putri dari tuan Bridd, saya tinggal di luar negeri, Kakakku menyusul dan tinggal disana," ujar Anna mulai merasa tak nyaman karena membicarakan Edwin.


"Maaf saya harus pergi, ibu saya pasti akan mencari saya," lanjutnya lagi.


"Baiklah, maaf saya mengganggu anda," ujar Alex.


"Tidak apa-apa, selamat tinggal," Anna pun pergi meninggalkan Alex.


Alex menatap Anna dari belakang, entah kenapa Alex merasa terpesona oleh kecantikan wanita itu, rambut panjang hitam yang bergelombang serta warna gaun yang sesuai dengan warna kulitnya sehingga membuat dia terlihat sangat cantik.


Di tempat pesta Anna mencari ibunya, lalu melihat beliau berbincang-bincang dengan seorang wanita. Anna pun menghampiri Laura.

__ADS_1


"Mah, aku mencari mu kemana-mana", ujar Anna


"Aku daritadi disini," jawab Laura.


"Siapa dia? kamu sangat cantik sekali," ucap wanita yang sedang bersama Laura tadi.


"Ini anak saya, nyonya Amalia. Dan Anna, beliau ini adalah nyonya Amalia," ucap Laura.


"Halo nyonya, saya Annastasia Bridd. Salam kenal," ucap Anna


"Halo juga, Anna. Namaku Amalia," ucap Amalia.


Mereka berbincang-bincang, hingga tak terasa waktu menunjukan jam 10 malam.


Laura dan Anna pun berpamitan kepada Amalia, bahwa mereka harus pergi.


"Maaf nyonya, kami harus pergi sekarang. Saya sangat senang bisa bertemu dengan anda"


"Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan," ucap Amalia.


Anna dan Laura pun pergi meninggalkan pesta, mereka akan pulang ke rumah. Di dalam perjalananan, Laura menanyakan perihal lukisan yang di carinya itu.


"Bagaimana?" tanya Laura.


Di tempat lain pun, Amalia dan Alex pergi meninggalkan pesta nya, mereka pergi setelah Anna dan Laura berpamitan kepada si tuan pemilik pesta.


"Ibu, kulihat Anda berbincang dengan nyonya Bridd," tanya Alex


"Memang kenapa kalau ibu berbicara dengannya?" tanya Amalia


"Saya tahu maksud ibu apa, mendekati nyonya Bridd," jelas Alex dengan nada dingin.


"Annastasia Bridd, penerus keluarga Bridd, memegang kendali perusahaan keluarganya. Sepertinya dia wanita mandiri dan kuat, terlihat sangat jelas sekali dari wajahnya, dia juga cantik,ibu menyukai nya," ujar Amalia.


"Dekati dia, Alex. Aku ingin dia menjadi menantu ibu," lanjutnya lagi.


"Ya ampun ibu" jawab Alex pasrah...


"Apakah pestanya sangat menyenangkan?" tanya Nickolas kepada Alex saat mereka berdua tiba di kantor keesokan harinya.


"Sangat membosankan," jawab Alex.

__ADS_1


"Apakah tidak ada calon yang cocok?" tanya Nickolas


"Tidak ada, bukan kah kamu mengenal Edwin Bridd?" ku dengar kamu berteman dengannya.


"Edwin? dia memang teman saya, ada apa dengan nya tuan?"


"Tidak, kemarin kulihat putri ke duanya datang dengan nyonya Laura," jawab Alex.


"Maksud anda, nona Annastasia? Saya hanya mengetahui namanya, tapi saya tidak pernah bertemu dengan nona Annastasia," jelas Nickolas.


"Baiklah kalau begitu," ujar Alex.


"Bagaimana dengan pelelangan nya? apakah kamu dapat info? tanya Alex.


"Saya akan langsung memberikan laporan jika sudah mendapatkan laporannya, tuan," ucap Nickolas.


Tiba-tiba handphone Alex berdering, dan itu telfon dari ayahnya.


"Ya ayah, ada apa?"


"Bagaimana dengan masalah kemarin?" tanya Louis Graham, ayah Alex.


"Sudah saya bereskan," jawab Alex


"Baiklah kalau begitu," dan Louis pun menutup telfonnya.


"Lagi-lagi dia hanya menelfon dan tanpa basa basi langsung menutupnya," ujar Alex


"Bukankah beliau memang mirip anda, Tuan?" sindir Nickolas.


"Bersiaplah gajimu akan ku potong," tegas Alex.


"Maafkan aku,tuan" ucap Nickolas.


Di tempat lain di waktu yang bersamaan, terlihat sesosok pria sedang menelfon temannya.


"Halo, jalankan rencana A besok lusa," ucap pria tersebut.


"Baiklah titah di laksanakan" jawab si penerima telfon.


Tuuut...tuuuut...tuuuuut dan terdengar suara menutup telfon.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2